Lihatlah Aku

Lihatlah Aku
Lihatlah Aku, season 2


__ADS_3

Bab 126


Sang opa sudah menceritakan semua kisah masa lalu orang tua Mika tanpa di tutupi sedikitpun. Dirinya akan menerima kemarahan Mika bila itu terjadi kepadanya.


Puluhan tahun memohon ampun akan ke salahannya kepada Tuhan tetapi rasa bersalah itu selalu saja meliputi di hatinya. Terlebih melihat puteri satu - satunya yang depresi akibat ulahnya adalah pukulan terberat dalam hidupnya.


"Maafkan aku...maafkan pendosa ini...jika kau ingin melaporkan semua ini kepada polisi atas kejahatanku kepada keluargamu, aku terima" ucap sang opa.


Air matanya terus keluar dari mata tuanya yang mengharap maaf dari cucunya.


Sedangkan Mika hanya menatap tajam kearah opa tanpa berbuat apa pun. Dadanya terasa sesak begitu mengetahui kehancuran keluarganya di sebabkan oleh opa nya sendiri.


Sangat menyakitkan banyak nyawa melayang akibat dari sikap arogan opa nya.


Mika yang tidak tahan lagi menahan amarahnya akhirnya mengucapkan kata - kata yang cukup mengejutkan.


"Apakah anda puas dan senang atas semua yang terjadi?" tanya Mika.


"Tidak nak, aku sungguh merasa tersiksa atas dosaku ini" jawab sang opa.


"Aku memaafkan anda, tetapi bukan berarti aku melupakan perbuatan anda" ucap Mika.


Sebuah ucapan yang penuh arti tetapi cukup memukul sang opa dan mengerti akan maksud cucunya itu.


Setelah pembicaraan itu Mika keluar ruang dan kembali kepada suami dan yang lainnya yang sedang berbincang di taman belakang rumah.


"Mas" ucap Mika kepada suaminya.


Devon yang mendengar suara istrinya memanggil segera mendekat.


"Sudah seleai, ayo kita istirahat!" ajak Devon.


"Tunggu dulu" ucap Mika.


Mika menolaknya karena ada suatu hal yang ingin dia selesaikan lebih dahulu.


"Mr. X apakah kita bisa bicara sebentar?" tanya Mika.


"Tentu saja Nona" jawab Mr.X.


Lalu Mika pun meminta ijin kembali kepada Devon dan istri Mr.X serta kak Intan untuk berbicara dengan Mr.X di tempat yang lain.


Mr.X mengajak Mika ke taman samping yang letaknya tidak terlalu jauh dari taman belakang tetapi untuk suara pastinya aman tidak terdengar bila berbicara dengan nada sedang.


"Silakan duduk nona, apa yang bisa saya bantu?" tanya Mr.X.


"Apakah anda mengetahui semua kisah masa lalu kedua orang tuaku?" tanya Mika.


"Ya nona" jawab Mr.X


"Apakah anda terlibat atas kematian ayah dan keluarganya?" tanya Mika.

__ADS_1


"Tidak nona, untuk tugas itu yang mengerjakan pengawal Tn.Beck yang lain, sedangkan saya hanya di tugaskan membuang nona saat bayi" ucap Mr.X


"Apakah anda yakin dengan ucapanmu dan dapat berikan bukti untuk saya?" tanya Mika.


"Ya nona, silakan anda bertanya kepada istriku, sesungguhnya aku tidak pernah menyembunyikan rahasia apa pun padanya dan aku pun bisa memberikan bukti setelah kita ke Indonesia aku akan mengantar nona kepada pengawan Tn.Beck yang melaksanakan perintah pembunuhan itu" penjelasan Mr.X.


"Baiklah, aku tunggu pembuktian itu, bila kau berdusta maka aku akan bersikap tegas padamu" ucap Mika.


Mika yang di liputi amarah terlihat menyeramkan. Mika berusaha mengontrol emosinya agar misi untuk mengungkap kejahatan keluarganya dapat terungkap dengan tuntas.


"Dapatkah membantu kepulanganku ke Indonesia besok?" tanya Mika.


"Baik nona aku akan mengurus kepulang nona besok" jawab Mr.X


"Aku harap penerbangan pagi, untuk biaya akkmodasi aku yang tanggung" ucap Mika.


"Baik nona" ucap Mr.X.


Lalu mereka berdua kembali ke taman belakang. Mika menghampiri Devon dan yang lainnya.


"Besok pagi kita akan kembali ke Indonesia termasuk ibu ku" ucap Mika.


Semua yang ada di sana hanya menganggukan kepala untuk menyetujui keinginan Mika tanpa meminta penjelasan apapun dari Mika.


"Kak Intan tolong kordinasi dengan dokter yang merawat ibuku selama ini, kalau besok pagi aku akan membawa ibuku ke Indonesia" ucap Mika.


"Baiklah sayang" jawab kak Intan.


"Pasti adikku sayang" jawab kak Intan.


"Terima kasih kak atas kebaikanmu" ucap Mika sambil memeluk kaka iparnya itu.


"Sama - sama" jawab kak Intan.


Setelah itu mereka semua kembali kekamar untuk beristirahat.


Sesampai dikamar, Mika mengirimkan email kepada sekertarisnya agar mempersiapkan kamar perawatan terbaik untuk ibunya.


Setelah itu Mika mengajak Devon untuk tidur. Terlihat sekali dari raut wajah dan sorot mata Mika kalau sedang dalam keadaan marah.


Devon tidak bertanya apapun kepada istrinya dan memilih mengikuti keinginan istrinya untuk segera tidur.


Devon mengecup kening istrinya sebelum tidur dan membetulkan selimut pada istrinya.


Mika yang mendapatkan perlakuan manis suaminya sungguh senang setidaknya dapat mengurangi rasa kesal yang sedang Mika rasakan dalam dirinya.


Mika berusaha memejamkan mata, berharap waktu cepat pagi dan cepat meninggalkan rumah opanya.


Mika berusaha berdamai dengan masa lalunya tetapi baginya tidak mudah memaafkan opa nya yang telah banyak melenyapkan orang tidak berdosa akibat ke egoisannya.


Mika mengetahui bahwa Tuhan maha pengampun terhadap hambaNya. Namun Mika saat ini belum bisa berdamai untuk tidak mengingat kejadian yang baru saja di ceritakan opa nya.

__ADS_1


Mika hanya berharap ibu nya dapat cepat sembuh, setidaknya kesembuhan ibunya dapat mengurangi rasa marahnya kepada sang opa.


"Tuhan aku bersyukur dapat bertemu dengan ibuku, tolong sembuhkan ibuku sebagai pelengkap kebahagianku,Aamiin.." doa yang Mika ucapkan.


Mika berbalik kanan dan kiri agar dirinya cepat terlelap, namun tak kunjung tertidur. Mika mulai berdzikir dalam hati agar hatinya lebih tenang dan benar saja Mika merasakan ngantuk setelah berdzikir mengingat Tuhan.


Dalam tidurnya Mika merasa di datangi seorang laki - laki cukup tampan. Laki - laki yang fotonya berada di kamar ibunya. Mika meyakinkan kalau pria itu adalah ayahnya.


"Nak tolong jaga ibumu, tolong bantu dia" ucap laki - laki itu.


Mika menganggukan kepalanya sambil melihat kepergian laki - laki itu dari hadapannya.


Kedua matanya tidak henti mengeluarkan air mata melihat ayahnya datang hanya sekedar menitipkan ibunya kepada Mika.


"Ayah...ayah...ayah...jangan tinggalkan kami" teriak Mika berulang kali.


Suara teriakan Mika yang cukup keras membangunkan Devon dari tidurnya. Devon melihat kearah istrinya yang masih menutup mata hanya saja kedua matanya yang tertutup itu terus mengeluarkan air mata tanpa henti padahal Mika masih tertidur.


"Sayang bangun...sayang...bangun sayang" ucap Devon.


Devon berusaha membangunkan Mika. Dirinya tidak ingin istrinya tersiksa dalam mimpinya.


Devon yang berulang kali membangunkan tetapi tidak kunjung membangunkan istri, bahkan tangis Mika semakin sedih terdengarnya.


Devon berusaha kembali membangunkan istrinya dengan cara memeluk erat istrinya dan menepuk - menepuk pipinya agar Mika segera sadar.


Akhirnya Mika membuka kedua matanya. Devon langsung menghapus kedua kelopak mata Mika yang basah dengan tangannya dan memeluk erat kembali istrinya.


"Ada apa sayang, tenanglah, ceritalah jika kau tidak mampuh memikul beban berat itu" ucap Devon.


Mika hanya membalas pelukan suaminya tanpa menjawab ucapan suaminya. Mika yang belum siap saat ini bercerita menjadi alasannya bungkam.


Setelah Mika agak tenang dan berhenti menangis Devon rencananya akan keluar kamar untuk mengambil minum di dapur, tetapi Mika mencegahnya.


"Mau kemana mas?" tanya Mika.


"Ingin mengambil min untukmua sayang" jawab Devon.


"Tidak perlu mas, ayo kita lanjutlan tidur saja" ucap Mika.


Devon dengan terpaksa menuruti kemauan istrinya untuk segera tidur kembali.


Kini mereka kembali tidur. Sebelum memejamkan mata Mika berharap besok pagi Tuhan memudahkan semua urusan kepulangannya.


Bersambung...


πŸ’–πŸ’–Lanjut ikuti ceritanya yaa..πŸ’–πŸ’–


Mohon maaf bila masih banyak salah typoπŸ™πŸ™πŸ˜πŸ˜


Tinggalkan jejak Like nya kak, biar Author lebih semangat lagi up nyaπŸ™πŸ™πŸ˜πŸ˜

__ADS_1


__ADS_2