Lihatlah Aku

Lihatlah Aku
Lihatlah Aku, season 2


__ADS_3

Bab 51


Mika membersihkan tubuhnya yang lengket dengan guyuran air shower dan sabun aroma strawberry yang menjadi kesukaannya dan memberi kesegaran padanya.


Dalam guyuran shower Mika mengingat kembali yang berkaitan dengan kehadiran Aldo.


Mika bingung bagaimana cara menyampaikan kepada Devon, Mika tidak ingin terjadi kesalah pahaman lagi.


Mika yang sudah menggigil kedinginan akhirnya segera menyudahi mandinya karena sudah malam tidak baik untuk kesehatan bila terlalu lama mandi dengan air dingin di malam hari.


Setelah Mika selesai, Devon bergantian untuk menyegarkan tubuhnya yang lengket keringat akibat rangkaian acara dari pagi sampai sore tadi.


Mika yang sudah memakai piyama tidur sedang duduk diatas tempat tidur sambil membaca novel favoritenya. Kebiasan Mika saat sedang menunggu Devon sebelum meraka tidur.


Mika ingin menceritakan kehadiran Aldo di acara tasyakuran 4 bulanannya.


Saat sedang asik - asiknya membaca, terdengar suara telepon berdering.


Awalnya Mika mengira dering dari HP nya ternyata bukan, HP Devon lah yang berdering.


Mika khawatir kalau panggilan darurat dari RS X, dengan ragu - ragu akhirnya Mika mengangkatnya.


"Halo" ucap Mika sesaat setelah menggeser tombol hijau pada layar HP Devon.


Namun tidak ada suara sahutan dari seberang telepon, selang beberapa detik sambungan telepon itu terputus.


Saat Mika mencoba menelepon balik, no telepon itu tidak aktif.


"Telepon dari siapa ya?" tanya Mika kepada diri sendiri.


Bersamaan mika berucap tanya kepada dirinya, disaat itu pula Devon keluar dari kamar mandi dalam balutan handuk yang melilit di pinggangnya.


Devon melihat Mika dalam kebingungan, dirinya bertanya kepada istrinya.


"Ada apa sayang? tanya Devon.


Saat Mika akan menjawab pertanyaan Devon, Hand phone nya berdering. Mika menerima panggil itu, terlihat raut wajah mika yang terlihat agak tegang setelah menerima panggilan dari teleponnya.


Setelah Mika selesai bertelepon, Devon menanyakan kepada Mika.


"Telepon dari siapa?.... Ada apa sayang?" tanya Devon.


"Pakailah bajumu dulu mas, aku sudah menaruhnya di atas sofa itu" ucap Mika sambil menunjuk pakaian Devon.


Devon mengikuti perintah istrinya. Setelah berpakaian, Devon kembali menghampiri istrinya yang termenung duduk di pinggir tempat tidur.


"Ada apa sayang?" tanya Devon sambil mengelus kepala istrinya.


Mika menceritakan tentang kabar buruk yang baru diterimanya kepada suaminya kalau RS X yang sudah berjalan 40% itu akan molor dalam penyelesaiannya karena adanya mogok kerja dari para pekerja.


"Memangnya apa yang mereka inginkan?" tanya Devon.


"Kenaikan pembayaran upah"jawab Mika.


"Lalu solusi apa yang akan diambil pihak kontraktor?" tanya Devon.


"Akan mencari para pekerja baru, mereka meminta waktu lebih lama dan mereka tidak ingin menambah pembayar karena bagi mereka upah yang dibayar ke pekerja sudah paling baik dibanding perusahaan kontraktor lain" ucap Mka.


"Kalau hanya waktu pengerjaaan yang lebih lama untuk penyelesaian jangan jadi beban pikiranmu sayang" nasehat Devon.


"Aku berharap sebelum aku lahiran, RS ku sudah selesai" ucap Mika.


Devon yang melihat kekecewaan di mata Mika, dirinnya lebih memilih diam daripada memperkeruh keadaan.


"Besok kita akan bersama - sama ke proyek RS.


"Sekarang tidurlah" ucap Devon.


Mika menuruti perintah suaminya. Dirinya tau kalau kondisinya yang sedang mengandung tidak baik bila terlalu banyak beban pikiran yang akan berpengaruh pada kandungannya.


Pagi harinya Devon dan Mika sudah bersiap untuk menujuh ke proyek Rs milik Mika.


Mereka sudah membuat janji bertemu dengan pihak kontraktor dan mandor pekerja.


Sesampainya Mika dan Devon di proyek, mereka mulai membahas permasalahan yang ada.


Pihak mandor menjelaskan bahwa adanya penyusup yang mempropokasi pekerja lainnya.


Mengetahui akar permasalahannya, Mika meminta bertemu dengan pekerja yang mempropokasi, sayangnya pekerja itu telah kabur sebelum di introgasi oleh mandor dan pihak dari kontraktor.


Setelah mengetahui permasalahan dan kendalanya sudah teratasi, maka pihak kontraktor menyanggupi sesuai kontrak untuk penyelesaian pembangunan RS milik Mika yaitu 5 Bulan lagi.


Masalah rumah sakit telah selesai kini fokus Mika pada kandungannya.


5 Bulan kemudian


Waktu Mika sekarang hanya menunggu waktu kapan dirinya akan melahirkan.

__ADS_1


Saat Mika yang sedang menyiram kebun bunganya tiba - tiba merasakan mulas pada bagian bawah perutnya.


Mika yang mempunyai latar belakang seorang dokter membuatnya tidak sepanik masyarakat umum.


Setelah sakit mulasnya sudah 10 menit sekali, Mika minta di antar ke RS oleh asisten rumah tangganya yaitu bi Mimin.


Pakaian yang sudah disiapkan Mika dalam tas kini di bawa bi Mimin, setelah itu bi Mimin memapah Mika untuk membantunya jalan ke Mobil.


Didalam mobil, Mika menelepon suaminya, sudah 10 x panggilan telepon Mika kepada suaminya, tetapi tidak di angkat - angkat juga oleh Devon.


Mika menghubungi mama mertuanya untuk membantunya, namun no telepon mama mertuanya tidak aktif.


Sesampainya di RS X dan Mika sudah di bawa ke ruang bersalin, Mika kembali menghubungi suaminya, namun Devon tetap bisa dihubungi karena sedang menerima panggilan lain.


Mika yang menginginkan pendampingan Devon saat melahirkan, dengan menahan mules Mika akhirnya mengirimkan pesan kepada suaminya.


[Mas, aku sudah di kamar bersalin, datanglah kemari]


Pesan yang di Kirim Mika untuk Devon.


Devon yang sedang menerima panggilan dari salah satu pasiennya. Pasien baru Devon yang banyak menanyakan keluhan kepada pada dirinya. Devon dengan sabar mendengarkan keluhan pasiennya dan memberi cara penanngan, seperti konsultasi online.


Setelah selesai Devon membuka inbox pesan pada HP nya,karena Devon sempat mendengar nada pesan masuk saat sedang menelepon.


Devon sungguh kaget ternyata Mika sudah di ruang bersalin. Devon berlari menujuh ruang bersalin, dirinya tidak mau ketinggalan moment yang penting dalam kelahiran anaknya.


Sesampai di ruang bersalin, Devon langsung masuk untuk melihat keadaan istrinya.


"dok sudah pembukaan berapa istriku" tanya Devon kepada dokter obgyn yang membantu persalinan Mika.


"Sudah pembukaan 7 Dok, sebentar lagi pembukaan lengkap, semangati terus Dokter Mika dan berdoalah agar dipermudahkan baby nya lahir" ucap dokter kandungan.


Devon mengangguk tanda setujuh dengan ucapan sang dokter.


Devon mendekat disamping Mika dan mengenggam tangannya.


"Sayang semangat ya... sebentar lagi anak kita akan hadir" ucap Devon sambil mengecup kening dan tangan istrinya.


"Iya mas" jawab Mika sambil meneteskan air mata.


Devon yang melihat Mika menangis langsung menghapus air mata Mika dan menghibur Mika.


"Sayang jangan menangis, semangat untuk anak kita, aku akan selalu disampingmu, maafkan aku tadi aku silent teleponku saat praktek" penjelasan Devon agar Mika tidak berpikir aneh - aneh.


Setelah Mika lebih tenang, dan dokter sudah cek ternyata sudah pembukaan lengkap.


Devon dengan sabar dan tenang terus menyemangati Mika dan berdoa dalam hati nya untuk kelancaran persalinan istrinya serta keselamatan Istri dan anaknya.


Setelah berapa kali menarik nafas dan mengedan, saat Mika mengedan yang ke 4 kali nya meluncurlah baby mungil dengan suara tangisnya.


"Owe...owe... owe... " suara anak Devon dan Mika.


"Alhamdulillah" ucap Mika bersamaan dengan suaminya atas kelahiran anak mereka.


"Selamat Dokter Mika dan Dokter Devon, anak anda laki -laki" ucap dokter kandungan.


"Sama - sama dok, terimakasih kembali dok atas pertolongan anda" ucap Mika.


Sedangkan Devon hanya tersenyum ramah kepada dokter kandungan itu.


"Wow baby nya ganteng sekali seperti papanya" puji dokter anak yang sedang mengurus anak Mika dan Devon.


Semua orang yang ada di ruangan bersalin tersenyum menyetujui apa yang di ucapkan dokter anak itu.


"Dokter Mika ini babynya, silakan IMD (Inisiasi Menyusui Dini) dulu ya" ucap dokter kandungan.


Mika sungguh terharu melihat paras anaknya yang benar - benar ganteng sekali.


"Bagai pinang di belah dulu dengan papa nya" ucap Mika.


Devon yang mendengar ucapan istrinya tertawa.


Setelah IMD, Mika dipindahkan ke ruang perwatan di lantai 5, ruang VIP khusus keluarga pemilik RS X.


Mama dan papa Devon yang baru selesai rapat RS X langsung menujuh ruang rawat, setelah membaca pesan whatsapp dari Devon kalau Mika sudah melahirkan.


Krek... suara pintu ruang inap Mika terbuka tanpa ketukan sebelumnya.


"Mika sayang.... Maafkan mama tidak menemani dirimu saat bersalin" ucap mama sambil diiringi isak tangis.


"Tidak apa - apa ma" jawab Mika.


Mereka berdua saling berpelukan.


"Sudah ma, kasihan Mika ingin istirahat" ucap papa.


Mendengar perintah suaminya, Mama langsung melerai peluknya.

__ADS_1


Mama menanyakan keberadaan cucunya.


"Dimana cucu mama?" tanya mama.


"Ini dia si ganteng" jawab Devon sambil menggendong baby nya.


Mama langsung melihat cucu nya.


"Masya Allah gantengnya cucu ku" ucap mama yang terharu.


Papa tersenyum melihat cucunya.


Setelah itu mama memindah alih cucu nya dari gendongan Devon.


Mama menimang - nimang cucu nya, sambil menanyakan nama cucunya.


"Apakah sudah mempersiapkan nama untuk cucuku ini?" tanya mama.


"Sudah ma" jawab Devon.


"Siapa?" tanya mama yang tidak sabar ingin mengetahui nama cucu nya.


"Albarack Bagaskara" ucap Devon.


Semua menyetujui nama itu, termasuk Mika.


"Kita panggil baby Al" ucap mama.


Semua tersenyum dengan kelakuan neneknya Al.


Mika meminta suaminya memberitahu kelahirannya kepada kak Intan dan bu Leni.


Devon menelepon bu Leni dan memberitahu bahwa Mika sudah melahirkan sekitar 2 jam yang lalu. Bu Leni tidak lupa memberi ucapan selamat untuk Devon dan Mika, hati nya merasa senang sekali dan berjanji akan segera menjenguk Mika.


Setelah dari menelepon bu Leni, Devon melakukan panggilan Video call kepada kakanya.


Tut...tut...tut.. nada menunggu sambungan diangkat Intan.


Intan : "Halo"


Devon : "Kak, anakku sudah lahir"


Intan : "Yang benar dek, mana aku mau lihat keponakanku? "


Devon mengarahkan kamera HP nya kepada baby nya yang sedang di gendong mama.


Devon : "Ini kak"


Intan : " Masya Allah gantengnya keponakanku melebihi papa nya"


Devon cemberut mendengar ucapan terakhir kaka nya. Devon yang kesal langsung memberikan HP nya kepada Mika.


Mika melanjutkan mengobrol dengan Intan, sedangkan Devon sibuk mengganggui anaknya yang sedang di gendong mama nya.


Setelah cukup lama bervideo call akhirnya Intan menyudahi video call itu karena akan melanjutkan aktifitas lainnya.


"Sayang istirahatlah, biar aku dan mama yang menjaga baby Al" ucap Devon.


Mika menyetujui ucapan suaminya, karena matanya mengantuk sekali. Mika merasakan lelah sekali pada tubuhnya,tetapi terbayar semua rasa lelah dan sakitnya atas kehadiran baby Al yang gantengnya membuat orang iri.


Di seberang benua lainnya.


Kak Intan sungguh terharu melihat keponakan nya telah lahir dengan selamat dan sehat, serta adik iparnya pun sehat.


Sebenarnya Intan ingin menyampaikan berita tentang keberadaan orang tua angkat adiknya Nita, namun situasinya tidak tepat membuat Intan menahan diri.


"Semoga tidak ada lagi badai besar yang datang dalam rumah tangga adikku" ucap Intan dalam hati.


Sungguh Intan takut sekali bila keharmonisan rumah tangga adiknya hancur. Entah ini hanya kebetulan saja atau memang takdir yang sedang menguji cinta Mika dan Devon.


Adik kandung Nita adalah Shila, wanita yang perna membuat Mika depresi akibat fitnah yang di sebarkan. Intan berharap Shila tidak pernah hadir lagi dalam rumah tangga adiknya.


Harapannya selama ini ingin mencari adik kandung Nita di batalkan, Intan tidak ingin membawa kembali wanita yang sudah pernah menyakiti adik iparnya.


Intan berniat akan menjelaskan kepada papanya nanti malam, saat papa sudah dirumah dan situasinya sangat private untuk membicarakan masalah keluarganya.


Bersambung...


Maaf ya para pembaca setiaku semua, author lanjut di episode berikutnya yaπŸ˜πŸ˜πŸ™πŸ™


Ingin tau kelanjutan yang terjadi dengan Mika dan cerita lainnya, ikut selalu ya Lihatlah Aku.πŸ˜πŸ˜πŸ™


Terima kasih telah mengikuti karya author, mohon maaf bila masih banyak salah typoπŸ™πŸ™


Ditunggu kritik dan saran kalian semua, yang dapat membangun karya author agar lebih semangat up nyaπŸ™πŸ™πŸ˜πŸ˜


Tolong tinggalkan jejak Like, vote, hadiah dan komen dibawah iniπŸ™πŸ™πŸ˜πŸ˜

__ADS_1


__ADS_2