
Bab 90
Kini Mika mempunya rutinitas baru yaitu setiap hari tepatnya jam 3 sore waktu Jerman Mika selalu menelepon mama mertuanya.
Mika selalu melakukan video call dengan anak - anaknya sebelum tidur karena di Indonesia masih pukul 8 malam.
Perbedaan 5 jam antara Jerman dan Indonesia tidak menjadi halangan Mika berkomunikasi dengan keluarga di Indonesia.
Kali ini malam hari sebelum acara pertunangan Dinda, Mika menyempatkan diri untuk menelepon anak - anaknya.
Mika juga tidak lupa menanyakan persiapan kedua mertuanya dalam mengurus dokumen keberangkatan mereka ke Jerman beberapa hari lagi.
Setelah itu Mika beranjak untuk tidur, namun mata nya sulit untuk di pejamkan. Mika terus berdzikir dalam hatinya agar rasa ngantuk datang kepadanya.
Akhirnya Mika mulai terlelap dalam tidurnya. Dalam tidurnya Mika bermimpi dikejar oleh seorang laki - laki bertopeng dengan cambuk di tangan kanannya.
Mika berlari dengan cepat agar dirinya tidak tertangkap oleh lelaki bertopeng itu. Usaha Mika penuh perjuang, hingga Mika berada di pinggir jurang.
Mika harus memilih antara lompat dari jurang atau harus tertangkap lelaki bertopeng itu.
Mika menangis dengan situasi yang pelik itu. Mika harus memilih dari kedua pilihan yang sama - sama tidak baik.
Mika melihat lelaki bertopeng itu berjalan semakin mendekati Mika. Karena tidak ingin tertangkap Mika memilih untuk mengakhiri hidupnya.
Mika menutup matanya dan bersiap untuk melompat dan saat tubuhnya akan terjatuh tiba - tiba dua tangan kekar dari belakang menahan tubuh Mika agar tidak terjatuh.
"Tidak....jangan...." teriak Mika.
"Tenanglah sayang" jawab laki - laki berbadan kekar itu.
Mika yang merasa mengenali suara itu pun berbalik untuk memastikan perasaannya.
"Masssss...De voooon" ucap Mika yang penuh keterkejutan.
Hingga Mika bangun dalam nafas ngos - ngosan dan jantung berdebar kencang. Mika melihat jam sudah pukul 5:30 pagi waktu Jerman.
Mika lebih memilih mandi dari pada melanjutkan tidurnya. Setelah itu Mika bersiap untuk pergi ke rumah pak Edi.
Mika meminta petugas apartemen untuk mencarikan taksi untuknya. Setelah mendapatkan taksi Mika meminta supir di antar ke alamat rumah pak Edi.
Kurang lebih dalam waktu 45 menit sampailah di rumah pak Edi. Perjalanan pagi ini cukup lancar dan tanpa hambatan. Cuaca yang cerah membuat Perjalanan menyenangkan.
Biasanya perjalanan Mika selalu terhambat karena adanya penutupan jalan akibat timbunan salju yang tebal.
Mika tidak sabar ingin segera bertemu Dinda. Bagi Mika Dinda adalah sosok kaka baginya, sama seperti kak Intan yang tak lain adalah kaka Devon.
Mika telah sampai di depan rumah pak Edi dan turun mendekati pintu utama yang telah terbuka.
Mika melihat suasana yang bertemakan flowers garden dengan depan rumah penuh dengan dekor bunga - bunga.
Nak Mika" ucap bu Edi.
"Ah...ibu " jawab Mika.
Bu Edi menyuruh Mika agar masuk kedalam rumah. Di dalam rumah Mika di kejutkan oleh kedua kaka Dinda dan para istrinya.
__ADS_1
"Ya Tuhan, mas dan mba kapan datang?" tanya Mika.
Mika sangat dekat dengan anak - anak pak Edi terlebih anak pak Edi yang nomor 1. Mika pernah bekerja di cafenya sewaktu di Indonesia.
"Mika...apa kabar?" tanya kaka ipar pertama Dinda.
"Aku baik mba?" jawab Mika
"Mik, aku ada hadiah untuk mu, tetapi nanti ya setelah acara lamaran selesai!" ucap kaka kedua Dinda.
Mika tersenyum menanggapi omongan kaka Dinda.
"Sudah...sudah..." ucap bu Edi.
Bu Edi menyuruh Mika langsung ke kamar Dinda bersama dirinya dan kedua kaka ipar Dinda.
Mika menuruti keinginan bu Edi. Mika melangkahkan kakinya ke kamar Dinda. Didepan pintu kamar, Mika mengetok dahulu.
Tok...tok...tok...suara ketukan pintu Emin.
"Masuk" teriakan Dinda dari dalam kamarnya.
Mika masuk kamar Dinda terkejut ternyata Dinda sedang di make up oleh MUA terkenal di Jerman.
"Assalamualaiku kak" ucap Mika.
"Wa'alaikimsalam" jawab Dinda.
Make up Dinda terlihat sungguh sempurna. Mika sebagai kaum adam saja terpesona melihat penampilan Dinda yang cantik, menggoda dan elegan.
Dinda meminta Mika juga di make up oleh MUA, termasuk kedua kaka ipar dan mamanya.
Tepat pukul 10.50 pagi waktu Jerman Emin dan keluarganya tiba. Emin dan deddy beserta kaka iparnya kompak memakai stelaan jas berwarna dark grey sedangkan mama dan kaka beserta para kerabat juga memamkai kebaya grey dengan songket palembang untuk bawahnya.
Kedua kaka laki - laki Dinda menyambut kedatangan tamu istimewa mereka. Sedangkan ayah dan ibu menanti tamu di ruang tamu.
Khusus Mika menemani Dinda dikamar sampai menunggu perintah selanjutnya dari bu Edi.
Acara lamaran itu segera akan dilaksanakan, bu Edi dan Mika mendampingi Dinda sampai ke ruang tamu.
Acara perkenalan mengawali dari susunan acara, setelah itu tukar cincin dan pemberian hantaran lamaran dan terakhir penetapan hari pernikahan yang di sepakati oleh kedua keluarga 5 hari lagi akan ada akad nikah dan resepsi pernikahan di hotel DD.
Setelah semua rangkaian acara telah di lalui kini sampailah acara makan siang bersama sebagai pelengkap dari acara lamaran Dinda.
Setelah itu selesailah acara lamaran Dinda dengan pancaran kebahagian baik Dinda mau pun Emin begitu juga kedua keluarga.
Emin dan keluarga sudah pamit pulang dan kendaraan mereka pun sudah mulai melaju menjauhi dari perkarangan rumah pak Edi. Lambaian tangan menjadi simbol perpisahan mereka.
Setelah itu Mika berkumpul dengan keluarga Dinda. Janji kedua kaka Dinda yang ingin memberikan hadiah benar adanya. Mika mendapat 2 kado dari kedua kaka ipar Dinda.
" Buka...buka...buka..." sorak yang ada diruang tamu termasuk bapak dan bu Edi.
Mika membukanya ternyata sebuah gaun pesta dan kado berikutnya adalah sebuah kalung berlian.
"Pakai saat pernikahan Dinda" ucap kedua kaka Dinda bersamaan.
__ADS_1
Mika sungguh tidak menyangka dengan kado pemberian mereka yang super mewah.
"Terima kasih mba dan mas semua atas hadiah kalian, semoga Tuhan membalas kebaikan kalian semua" ucap Mika.
"Aamiin..." ucap seluruh keluarga pak Edi.
Setelah itu Dinda meminta Mika menginap di rumahnya, tetapi sayang besok pagi Mika ada jadwal terapi pagi dengan berat hati Mika harus pulang.
Dinda telah meminta supir mereka mengantar Mika sampai apartemennya.
Lima hari kemudian. Hari bersejarah bagi Dinda dan Emin. Kedua pengantin ini telah duduk bersebelahan untuk melaksanakan acara akad nikah.
Emin dan Dinda selalu tersenyum, kebahagian keduanya terlihat dari mereka berdua. Tidak hanya kedua pengantin yang bahagia, tetapi seluruh yang hadir merasakan itu.
Kini Dinda sudah resmi menyandang status barunya sebagai nyonya Emin setelah ijab kabul yg di ucapkan Emin dan kata SAH terucap dari para saksi.
Setelah itu acara akan di lanjutkan dengan resepsi di Hotel HS milik keluarga Emin.
Semua undangan dan perlengkapan resesi sudah diatur mommy Emin. Berbagai kalangan tamu hadir dalam acara resepsi Emin dan Dinda. Mulai dari kalangan tenaga medis hingga para pembisnis .
Mommy Emin ingin membukti kepada kerabatnya kalau anak nya yang selama ini di fitnah penyuka sejenis ternyata adalah pria normal yang menyukai wanita.
Semua rangkaian acara resepsi Emin dan Dinda telah di lalui kedua mempelai ini di tutup dengan sesi foto keluarga. Mika yang hadir bersama ketiga anak dan kedua mertuanya ikut berfoto bersama untuk mengabadikan moment pernikahan Emin dan Dinda. Tidak lupa kata ucapan selamat di ucapakan Mika kepada kedua sahabatnya itu.
Mika dan keluarganya mendapatkan kamar menginap satu malam di hotel tersebut. Mika berada dalan kamar dengan ketiga anak batitanya. Sedangkan ketiga babysister berada di kamar sebelah Mika yang connecting door dengan kamarnya.Begitu juga mertua Mika yang berbeda kamar dengan Mika.
Sedangkan Emin memilih untuk menginap di hotel tempat acara resepsi berlangsung. Sebagai anak pemilik hotel pastinya Emin mendapatkan kamar president suit untuk malam pengantinnya.
Emin menggendong Dinda ala bridal style karena melihat Dinda agak kesulitan berjalan karena gaun pernikahannya yang cukup panjang dan lebar selain itu Emin tidak sabar ingin mengulang rasa nikmat yang di dapat dari Dinda.
Sesampainya di kamar Emin langsung membaringkan istrinya di bed kingsize dengan perlahan.
Dirinya langsung menyambar bibir mungil Dinda dilumatkan dengan penuh gairah. Hingga Dinda pun terbakar gelora dan lolosnya ******* yang di buat suaminya.
Dinda membalas dengan perlakuan suaminya dengan penuh nafsu dan Emin yang sudah mendapat lampu hijau dari istrinya langsung menunjukan sisi liarnya.
Selanjutnya silakan lanjutkan sendiri yaππ
Mohon maaf bagian ini author skip, takut gagal fokusππππππ
Malam pengantin baru mengantarkan kedua insan berkali - kali mencapai kenikmatan. Hingga pukul 4 pagi keduanya baru menyelesaikan pertempuran mereka.pengantin baru yang sedang hangat - hangatnya dalam berhubungan.
Tubuh lelah kedua pengantin baru ini mengantarkan mereka berdua tidur dengan pulas tanpa gangguan apa pun.
Sedangkan Mama dan Papa Devon juga terpaksa menginap di hotel yang sama dari pihak pengantin. Atas permintaan Emin dan kedua orang Emin.
Pagi hari semua keluarga berkumpul untuk breakfast di resto Hotel termasuk Mika dan keluarganya. Tetapi kedua pengantin baru itu tidak terlihat. Hanya keluarga inti plus keluarga Mika yang sudah hadir di acara itu.
Bersambung...
Maaf ya para pembaca setiaku semua, author lanjut di episode berikutnya yaππππ
Ingin tau kelanjutan yang terjadi dengan Mika dan cerita lainnya, ikut selalu ya Lihatlah Aku.πππ
Terima kasih telah mengikuti karya author, Mohon maaf bila masih banyak salah typoππππ
__ADS_1
Ditunggu kritik dan saran kalian semua, yang dapat membangun karya author agar lebih semangat up nyaππππ
Tolong tinggalkan jejak Like, vote, hadiah dan komen dibawah iniππππ