Lihatlah Aku

Lihatlah Aku
Lihatlah Aku, season 2


__ADS_3

Bab 97


Waktu sudah menunjukan pukul 7 malam, bi Mimin dan bi Aan sudah menyiapkan makanan untuk makan malam keluarga Bagaskara.


Semua anggota keluarga dan tamu mereka yaitu ustad Samsul dan Amir anaknya telah turun ke lantai satu dan berkumpul di meja makan, hanya Devon dan kaka Al yang tidak berada di ruang makan.


Papa Devon bertanya kepada babysister cucunya keberadaan kaka Al cucu pertama mereka.


Kedua babysister yang mengasuh Devin dan Devina mengatakan kalau kaka Al masih tidur dengan papanya.


"Astagfirullahaladzim" ucap papa Devon.


Dirinya kaget bukan main mengingat anak dan cucunya sudah cukup lama tidur hingga melewati beberapa waktu shalat.


Papa yang mengetahui tingkah laku anaknya masih sama seperti itu menjadi ragu kalau Devon telah berubah menjadi lebih baik.


"Bi Mimin tolong bangunkan Devon dan suruh makan malam bersama" perintah mama kepada ART nya.


Mika yang berada di ruang tamu itu menjadi tidak tenang bila harus berhadapan dengan suaminya kembali.


Mika berusaha setenang mungkin tetapi terlihat sekali kalau Mika belum siap bila harus berdekatan dengan Devon.


Papa Devon yang melihat gerak gerik Mika dengan ketidak nyamanan segera mengambil sikap.


Saat bi Mimin hendak menaiki tangga, papa Devon menghentikannya.


"Tidak usah dipanggil bi" ucap papa Devon.


Langkah bi Mimin terhenti dan kembali mengikuti perintah tuannya di banding nyonyanya.


Mama Devon yang mendengar larangan suaminya tidak membantah atau menanyakan alasan kenapa tidak boleh.


Mama memilih diam begitu pula anggota keluarga yang lainnya. Mereka melanjutkan makan dalam diam sampai makanan mereka habis.


Setelah makan malam selesai mereka berkumpul di ruang keluarga, mereka saling berbincang satu sama lain.


Mika diperkenalkan papa mertuanya kepada adik sepupunya papa Devon yaitu ustad Samsul dan Amir anaknya.

__ADS_1


Mika yang memiliki kepribadian ramah memudahkan mereka untuk cepat akrab.


Tak terasa obrolan mereka mengantarkan hingga jam 9 malam. Mika yang melihat kedua anaknya ngantuk yang luar biasa dan meminta ijin untuk kembali kekamar bersama anak - anaknya.


Sebelum kekamar Mika melihat kaka Al lebih dahulu di kamar tidurnya. Sosok Devon tidak ada di kamar hanya kaka Al yang terlihat di tempat tidurnya, namun samar - samar Mika mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi. Mika yakin kalau Devon yang berada di kamar mandi.


Setelah itu Mika memilih keluar dari kamar anaknya dan meminta para babysister anaknya untuk tidur di kamar tamu malam ini dan Devin dan Devina biar tidur bersamanya.


"Untuk malam ini tidurkan saja Devin dan Devina di kamar saya, dan setelah itu kalian bisa tidur di kamar tamu" ucap Mika.


"Baik bu" jawab ke tiga baby sister anak - anaknya.


Mika lalu melangkah kekamar, di temani kedua anaknya yang mulai mengantuk.


Sesampai di kamar Mika membuka laptopnya yang sudah lama tidak dibuka. Mika mengecek semua email yang masuk pada inbox emailnya. Ternyata banyak sekali email masuk dari RS.Diamond.


Mika yang belum bisa tidur memilih untuk membaca satu persatu email yang masuk. Hampir seluruh email yang masuk adalah laporan keuangan dan kegiatan RS. Diamond.


Mika membaca semua isi email secara teliti, ternyata progress RS.Diamond sangat baik. Walaupun sempat satu bulan pertama mengalami kemerosotan dalam keuangan, tetapi berikutnya sangat baik sekali pemasukan RS.Diamond.


Mika yang membaca email itu senang bukan kepalang. Impiannya dalam membangun RS untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan kesehatan terutama masyarakat tidak mampu mendapat rewards yang luar biasa baginya.


Mika melihat foto 2 piala besar yang di terima oleh perwakilan dari RS. Diamond yaitu Iin dan Zio. Mika merasa bangga sekali, walaupun dalam penyerahan piala yang mewakili dirinya adalah staff nya saja.


"Alhamdulillah" ucap Mika.


Berkali - kali mengucap syukur atas nikmat yang di terima dalam hidupnya. Mika bersyukur sekali atas semua yang Tuhan anugerahkan, rasa duka dalam rumah tangganya hanyalah bagian kecil yang tidak mengurangi rasa syukurnya.


"Tuhan begitu banyak nikmat yang kau beri, bahkan aku tak dapat menghitungnya...maafkan hamba yang selalu menghitung duka yang tidak seberapa ini" penyesalan Mika dalam hatinya.


Mika menyesal atas sikapnya selama ini yang menganggap kalau Tuhan sangat kejam dan tidak adil dalam dirinya. Bahkan Mika pernah marah sama sang pencipta ketika nikmat bicaranya di hentikan sementara.


Mika kini sadar akan keburukan dirinya, sibuk menghitung keburukan suami dan orang - orang yang dzolim kepadanya tanpa di sadari dirinya sendiri yang tidak mensyukuri atas semua pemberian Tuhan.


Mika tertunduk malu akan dirinya, di sudut kedua matanya menetes air mata.


Salah satu baby sister Mika yang melihat kondisi Mika tidak baik mendekatinya.

__ADS_1


"Ibu kenapa?" tanya babysister kaka Al.


"Tidak apa" jawab Mika.


Mika lalu mengelap kedua matanya yang sudah basah dengan air matanya.


Mila melihat Devin dan Davina sudah tidur, meminta agar di letakan di tempat tidurnya.


" Kalian bisa beristirahat di kamar tamu di lantai dua, mintalah kasur tambahan sama bi Mimin kalau kalian terasa sempit" ucap Mika.


"Baik bu, kami pamit dahulu" jawab ke tiga babysisternya.


Mereka bertiga meninggalkan kamar Mika menujuh kamar tamu.


Setelah itu Mika melanjutkan melihat email terakhir yang masuk di inbox emailnya. Mika melihat pada keterangan kalau email tersebut di kirim 2 hari yang lalu dengan alamat email sebuah website kantor notaris terkenal.


Perlahan Mika membaca keseluruhan isi email tersebut. Tubuh Mika bergetar hebat bahkan hampir saja Mika berteriak karena kaget bukan kepalang atas kejutan berikutnya.


Isi email tersebut mengenai pembatalan pengalihan kepemilikan RS.Diamond, Devon sebagai pihak yang merencanakan mengambil alih RS.Diamond mengembalikan sepenuhnya kepada pihak pertama yaitu Mika Puteri, selain itu Devon membayar ganti rugi sebesar 2 M kepada Mika secara pribadi dan di akhir dari ujung email itu terdapat kalimat bila mana pihak Mika ingin menuntut pihak Devon maka pihak Devon siap di bawa kasus ini secara pidana atau perdata tanpa melakukan perlawanan apa pun.


Mika kembali bersedih, dirinya tidak menyangka bila Devon suami yang dianggap penipu dan kejam ini dalam beberapa waktu saja Tuhan membolak - balikkan hatinya.


Mika menangis atas rasa syukur dalam dirinya. Hingga Mika berpikir apakah dirinya harus memaafkan suaminya setelah apa yang dilakukannya.


Mika di liputi rasa galau dalam hatinya. Mika sudah mencoba berdamai dengan hatinya, tetapi Mika masih agak belum berbiasa dengan kondisi yang saat ini.


Mika ingin melihat perubahan sikap dan prilaku suaminya beberapa bulan kedepan, dirinya tidak ingin tertipu kembali dengan Devon.


Bersambung...


Maaf ya para pembaca setiaku semua, author lanjut di episode berikutnya yaπŸ˜πŸ˜πŸ™πŸ™


Terima kasih telah mengikuti karya author, mohon maaf bila masih banyak salah typoπŸ™πŸ™


Ditunggu kritik dan saran kalian semua, yang dapat membangun karya author agar lebih semangat up nyaπŸ™πŸ™πŸ˜πŸ˜


Tolong tinggalkan jejak Like dan komen dibawah iniπŸ™πŸ™πŸ˜πŸ˜

__ADS_1


__ADS_2