Lihatlah Aku

Lihatlah Aku
Lihatlah Aku, season 2


__ADS_3

Bab 64


Hari ini adalah hari kepulangan Mika dan baby Al kembali ke rumah orang tua Devon.Rumah yang sudah 3 minggu di tinggalkan Mika dan baby Al.


Malam hari sebelum penjemputan Mika dan baby Al, Devon yang tidak sabar menunggu pagi membuatnya sulit tidur, akibatnya menjelang subuh Devon mengantuk dan bangun kesiangan untuk menjemput Mika.


kalau saja mama tidak datang ke kamar Devon untuk mengingatkan hari ini menjemput Mika dan baby Al, mungkin Devon akan terlelap hingga siang hari.


Devon bangun jam 8 pagi padahal Devon janji jam 8 akan menjemput istri dan anaknya.


Tidak ingin Mika dan baby Al lebih lama lagi menunggu, Devon hanya menyikat giginya dan menganti pakaiannya.


Mama yang melihat Devon sudah rapi heran.


"Cepat sekali kamu mandi Dev?" ucap mama.


"Aku gak mandi ma, kesiangan" jawab Devon.


Devon pamit ke mama dengan mencium tangannya dan langsung berlari menunjuh teras rumah karena supirnya sudah siap dalam mobil.


Untung perjalanan pagi ini tidak macet hanya ramai lancar yang mengantarkan Devon sampai hotel A tempat Mika menginap beberapa minggu ini.


"Met pagi sayang" ucap Devon terengah - engah.


Devon menjemput Mika di lobby Hotel A.


"Pagi" jawab Mika.


"Sudah siap?" ucap Devon.


"Ya" jawab Mika.


Devon yang hanya melihat Mika sendiri menjadi bertanya keberadaan anaknnya.


"Dimana jagoan kita sayang?" tanya Devon.


"lagi diajak jalan - jalan sama susternya agar baby Al tidak menangis lagi" jawab Mika.


"Baby Al menangis kenapa sayang?" tanya Devon.


"Terlalu lama menunggu menjadi bosan" jawab Mika yang menyindir Devon.


"Maafkan aku sayang, aku kesiangan bangun" jawab Devon.


Mika tidak menjawab ucapan maaf Devon.


Tak lama Devon melihat babysister baby Al sedang mendorong stroller milik baby Al.


"Anak papa sayang" ucap Devon sambil mengangkat baby Al dari strollernya.


Devon sengaja membawa baby Al dalam gendongannya, jiwa kebapakan Devon terlihat sekali.


Mika awalnya ragu dengan ketulusan Devon tetapi melihat perubahan sikap Devon, Mika berharap selamanya Devon tidak akan pernah mendua lagi.


Mereka semua sudah berada di dalam mobil. Babysister baby Al duduk di samping supir sedangkan Devon dan Mika beserta baby Al duduk di jok belakang.


Selama perjalanan Devon mengajak baby Al bernyanyi, becanda hingga baby Al kecapean dan tertidur di pangkuan papanya.


Tangan Devon tiba - tiba mengelus perut Mika.


"Anak - anak papa sehat - sehat selalu ya" ucap Devon dengan senyum manisnya.


Mika membalas senyuman Devon. Jujur dalam hati Mika merasa senang sekali atas sikap Devon.


Setelah itu Devon yang tidak ingin adegan kemesraannya menjadi tontonan para pekerjanya, Devon meminta supirnya menurunkan sekat mobil.


Setelah sekat belakang diturunkan Devon mulai membelai mesra istrinya.


Devon yang sedang memangku baby Al tidak menghalangi keinginannya untuk menciumi seluruh wajah istrinya. Devon mengecup cukup lama di kening istrinya. Setelah itu Devon melabuhkan kecupan terakhir pada bibir Mika. Devon sangat lama membenamkan bibirnya di sana untuk menghapus rindunya. Perbuatan Devon yang banyak gerak membuat baby Al terbangun dari tidurnya.


" Ee....e.....e...." tangis baby Al.


Devon yang sedang merasa sedang hot akhirnya terpaksa di hentikan padahal rasa kangennya belum terobati seluruhnya.


"Sayang, kita lanjung nanti ya di rumah" ucap Devon tanpa malu.

__ADS_1


Mika hanya tersenyum mendengar kemauan suaminya.


Setelah itu Devon yang lelah memangku baby Al akhirnya menyerahkan kepada babysisternya karena Mika sedang hamil muda jadi dilarang untuk mengendong atau memangku lama - lama baby Al.


Devon menyerahkan baby Al ke babysisternya yang duduk di samping supir.


Perjalanan mereka hanya terisi dengan suara tangis baby Al dan alunan musik yang menemani perjalanan mereka.


Sampailah di kediaman orang tua Devon, disana papa dan mama Devon sudah menunggu di teras rumah.


"Selamat datang sayang" ucap mama dan papa bersamaan.


"Maafkan mama sayang" ucap mama sambil memeluk Mika.


"Nak, terima kasih atas kebaikan hatimu" ucap papa.


Mika hanya bisa tersenyum untuk menjawab mereka semua.


"Ayo masuk sayang" ucap mama.


Mika pun mengikuti mama.


"Sini cucu opa sama opa" ucap papa sambil mengambil baby Al dari gendongan babysisternya.


Mereka masuk dan di minta mama untuk makan dulu di meja makan.


"Sayang kita makan dulu ya!" ajak mama.


"Iya ma" jawab Mika.


Mika yang belum sarapan pagi memanfaatkan kesempatan itu untuk mengisi perutnya yang sudah merontah - rontah untuk di isi.


Mika pun tidak makan sendiri.Dirinya mengajak babysister anaknya untuk makan bersama.


Setelah itu Devon mengajak Mika istirahat di kamar.


Sedangkan Baby Al istirahat di kamarnya bersama baby sisternya.


Sesampainya di kamar, Mika terlihat pucat, keringat menetes dari dahinya, tangannya dingin dan jantungnya berdetak lebih cepat dan rasa panik melandanya.


Devon mendekati Mika.


"Tidak...jangan...tidak...jangan lakukan itu mas" ucap Mika sambil menutup matanya dengan air mata mengalir dari kedua matanya.


Devon yang melihat hal itu sangat merasa bersalah kepada Mika.


"Maafkan aku sayang, maaf...maafin aku" ucap Devon sambil menangis.


Devon bersimpuh di bawah kaki istrinya dan mengucapkan kata maaf berkali - kali. Devon Melihat Mika masih berdiri dengan tubuh gemetarnya. Akhirnya Devon berdiri dan memeluk istrinya dengan lembut.


"Ssttt...tenanglah sayang" jawab Devon yang berusaha menenangkan istrinya.


"Sayang maafkan aku" ucap Devon untuk yang kesekian kalinya.


Devon menyesali perbuatan jahatnya sambil menangis


Mika merasa tersentuh dengan sikap Devon.Dirinya lama - kelamaan bisa mengendalikan traumannya dan merelaxkan rasa takutnya.


Malam harinya diadakan acara makan malam yang special untuk penyambutan kembalinya Mika dan baby Al.


Mama memesan menu makanan special kepada catering langganan mama.


Papa juga tidak lupa mengundang besannya yaitu bu Leni berikut adik - adik Mika di panti asuhan Bunda Kasih.


Acara ini adalah inisiatif dari mama. Berharap Mika bisa memaafkan sepenuhnya atas kesalaahan Devon dan kekeliruan mama dalam berpihak.


Acara makan malam sungguh meriah sekali, walupun ruang tidak dirias tetapi tidak mengurangi kebahagian mereka semua.


Canda tawa menghiasi acara makan malam dengan penuh kekeluargaan.


8 bulan kemudian.


Baby Al sekarang sudah tambah lemes, melihat benda apa saja selalu ditanyakannya. Devon terkadang kewalahan untuk menjawab pertanyaan anaknya ini.


Kata - kata baby yang selama ini disematkan di awal namanya telah diubah menjadi kaka.

__ADS_1


Usia kehamilan Mika sudah memasuki bulan ke 9 dan hanya sedang menunggu hari kelahiran saja. Perkiraan dalam minggu ini Mika akan melahirkan bayi twinnya.


Kebahagian Keluarga besar Bagaskara bertambah, bukan saja kehamilan Mika tetapi juga kabar kehamilan Intan juga.


Usia kehamilan Intan berbeda 3 bulan dari usia kehamilan Mika dan Intan pun sudah pulang ke Indonesia, tetapi menetap sementara di Bali karena suami Intan berdinas disana.


Malam itu tiba - tiba saja Mika merasakan sakit di perutnya seperti kontraksi. Mika meminta tolong suaminya untuk mengantar ke RS.Diamond. Mika meinginkan agar bisa melahirkan di RS miliknya. Lama kelamaan kontraksi kehamilan Mika semakin hebat.


"Mas, sakit" ucap Mika.


Devon yang panik melihat Mika kesakitan langsung membawa Mika ke RS. Diamond milik Mika.


Saat mobil Devon berhenti tepat di depan UGD sudah disambut oleh dokter dan para perawat. Mika langsung masuk ke ruang bersalin, dokter kandungan sudah siap menunggu Mika disana.


Devon ikut masuk kedalam ruang bersalin. Drama - drama melahirkan terjadi dalam ruangan.


Awalnya Mika ingin melahirkan normal, namun karena air ketuban telah pecah dan bayinya tidak kunjung keluar maka dokter menyarankan operasi caesar untuk keselamatan bayi twin mereka.


Devon menyetujui hal itu, tetapi lagi - lagi Mika di hadapkan dengan situasi yang tidak baik.Tensi darah Mika sangat tinggi yaitu 190/115 mmHg membuat dokter tidak berani mengambil tindakan caesar.


Dokter memberikan beberapa obat injeksi untuk menurunkan tensi darah Mika, berharap tensi darah Mika cepat turun dan operasi caesar dapat di lakukan.


Tubuh Mika merespon dengan baik, tensi darah Mika berangsur - angsur menurun dan dokter kandungan langsung mengambil tindakan operasi caesar. Kali ini operasi caesar Mika lebih lama dari operasi caesar pada umumnya karena adanya 2 bayi yang harus di keluarkan.


Operasi caesar Mika berjalan dengan lancar. Bayi - bayi mungil Mika dan Devon terlahir sempurna tanpa kurang apapun. Bayi berjenis laki - laki dan perempuan sebagai pelengkap keluarga kecil Devon Bagaskara.


Kedua bayi tersebut sudah di masukan kedalam inkubator karena berat badan bayi pertama hanya 2200 gr dan bayi kedua 2300 gr, kedua anak Mika dan Devon ini di bawah berat badan bayi normal yaitu 2500 gr.


Awalnya semua baik - baik saja.Tetapi selang 3 jam setelah persalinan tubuh Mika mendadak panas sekali dan terjadi kejang - kejang.


Devon panik melihat kondisi istrinya seperti itu. Devon memberikan pertolongan pertama dan memanggil dokter melalui tombol panggilan pasien.


Tak lama dokter dan perawat berdatangan ke ruang inap Mika. Dokter kandungan yang membantu persalinan Mika memberikan beberapa obat injeksi untuk mengatasi kejang pada Mika.


Setelah pemberian obat, tubuh Mika tidak merespon dengan baik. Kondisi Mika semakin memburuk hingga mengalami koma.Mika sudah di pindahkan ke ruang ICU agar terpantau dengan baik.


Devon sungguh terpukul dengan keadaan istrinya.


Dokter kandungan menjelaskan kondisi Mika yang mengalami postpartum pre-eclampsia.


Devon yang berlatar belakang seorang dokter pastinya tau resiko terburuk dari preeklamsia ini.


"Tuhan berilah kesembuhan pada istri hamba" doa Devon dalam hatinya.


Devon sangat terpukul atas musibah yang menimpah istrinya. Devon dengan setia menunggui Mika di ruang ICU.


Mama dan papa Devon yang menyusul ke RS.Diamond begitu mendapat kabar buruk untuk kondisi Mika. Mama yang melihat Devon melamun di depan ruang ICU menghampiri anaknya.


"Nak yang sabar ya sayang, ingat ke tiga anakmu membutuhkanmu" ucap Mama.


"Mama" jawab Devon sambil memeluk mamanya.


"Sudah nak, berdoalah akan kesembuhan istrimu" ucap mama.


Mereka bertiga duduk didepan ruang ICU dan Devon menceritakan kondisi Mika dari awal saat persalinan sampai dokter berkesimpulan Mika mengalami preeklamsi.


Mama dan papa ikut sedih dan prihatin atas kesedihan anaknya dan musibah yang menimpah menantunya.


Mama memberi kabari keadaan Mika kepada Intan. Mama berharap dengan kehadiran Intan dapat membangunkan Mika dari koma.


Intan yang mendapat kabar buruk kondisi Mika paska melahirkan koma, membuat dirinya nekat terbang dari Bali ke bandung dengan didampingi suami.


Bersambung...


β˜€Keteranganβ˜€


** Postpartum preeklamsia adalah tekanan darah tinggi atau hipertensi setelah melahirkan. Kondisi ini terjadi ketika seorang wanita memiliki tekanan darah tinggi dan kelebihan protein dalam urinenya setelah melahirkan.


Postpartum preeklampsia berbahaya bagi ibu dan janin sehingga kondisi ini membutuhkan penanganan medis segera.


Terima kasih para pembaca setiaku semua, author lanjut di episode berikutnya yaπŸ˜πŸ˜πŸ™πŸ™πŸ˜πŸ˜


Mohon maaf bila ada kesalahan dalam menerangkan istilah medis dan salah typoπŸ™πŸ™πŸ˜πŸ˜


Tinggalkan jejak Like dan komen dibawah ini, agar author lebih semangat up nyaπŸ™πŸ™πŸ™πŸ˜πŸ˜πŸ˜

__ADS_1


__ADS_2