
Bab 55
Mika terus memeluk lembut tubuh anaknya, Baby Al yang sudah mulai tenang diserahkan kepada babysisternya.
Mika meninggalkan kamar baby Al dan mendatangi kamarnya. Di dalam kamar Devon berteriak - teriak memanggil nama Mika. Mendengar namanya di panggil Mika mendekati suaminya.
Devon yang melihat Mika dihadapannya langsung melucuti pakaian Mika tanpa ijin, setelah Mika polos tanpa sehelai benang pun Devon melucuti pakaiannya sendiri.
Setelah itu Devon menyeret tubuh Mika ke atas ranjang.
Author Skip ya untuk kelanjutan yang dilakukan Devon πππ
Silakan dilanjutkan masing-masingππππ
Devon melakukan dengan kasar dan tanpa perasaan lembut sedikit pun dan yang menyakitkan hati Mika di akhir pencapaian kepuasan Devon berteriak nama Lala.
Air mata Mika lolos begitu saja. Hatinya hancur ketika suaminya memberikan nafkah batin untuk dirinya tetapi membayangkan wanita lain, bahkan menyebut nama wanita itu.
Devon yang melihat Mika menangis merasa heran dan segera bangun dari sisi istrinya.
"Apa kau menyesal melayani tugasmu sebagai istri?" ucap Devon.
Mika hanya menangis tanpa menjawab petanyaan suaminya. Air matanya semakin deras mengalir dari kedua matanya.
Devon yang di liputi rasa marah kesal karena Mika hanya terdiam saja tanpa mau menjawab pertanyaannya, kembali berucap yang lebih kasar kepada istrinya.
"Apa kau sudah tuli sehingga tidak bisa menjawab pertanyaan suamimu?" bentak Devon kepada Mika.
Mika yang tidak ingin di tindas akhirnya menjawab Devon.
"Aku tidak menyesal dalam menjalani tugasku sebagai istri, tetapi aku menyesal bila suamiku melakukan dengan membayangkan wanita lain dalam wujud istrinya." jawab Mika.
"Apa maksudmu? ...sudah pandai ya memutar balikan fakta" ucap Devon dengan ketus.
Mika tidak menjawab ucapan Devon. Mika tau kalau Devon sedang di liputi rasa marah, Mika tidak ingin Devon bersikap nekat.
Mika memilih pergi ke kamar mandi untuk menyiapkan air hangat mandi Devon.
"Air hangatnya sudah aku siapkan, mandi lah" ucap Mika.
Devon pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, setelah selesai Devon melihat tumpukan pakaian bersih yang di siapkan istrinya. Devon memakai pakaian yang di pilihkan Mika.
Tidak lama terdengar suara pintu kamar terbuka, Krek...
Mika datang dengan nampan di tangannya setelah pintu kamar terbuka lebar, terlihat Mika membawa nampan besar yang berisi kan sepiring nasi, semangkuk kecil sup ayam dan 2 potong ayam bakar dalam piring, serta segelas air putih.
Mika meletakan nampan itu di meja yang ada di kamarnya.
"Makanlah mas" ucap Mika.
Mika duduk di sofa sambil menunggu Devon mrnghampirinya.
Devon yang merasa sudah kenyang karena sudah dinner bareng Shila lebih memilih tidur tanpa menjawab ucapan istinya yang mengajak makan.
__ADS_1
Mika melihat sikap Devon seperti itu memilih diam. Mika akan membicarakan hal ini bila Devon tidak di liputi amarah.
Mika membereskan kembali makanan yang sudah di tatanya dan kembali menaruhnya ke dapur.
Setelah itu Mika kembali ke kamarnya, dirinya mendapati suaminya telah berganti pakaian dan akan bersiap pergi.
"Mau kemana mas?" tanya Mika kepada Devon.
Devon diam tidak menjawab Mika dan terus berjalan melewati Mika.
Mika yang khawatir dengan suaminya berinisiatif mengikutinya. Mika berlari mengejar Devon namun Devon sudah masuk kedalam mobilnya.
Mika meminta pak Didin supir pribadi papa mertuanya untuk membantu mengikuti mobil Devon.
Mobil Devon sudah melaju menjauhi rumah. Mika pun sudah di dalam mobil bersama supir untuk mengikuti suaminya.
Selama dalam perjalanan hati Mika merasa tidak tenang, Mika merasa ada sesuatu yang Devon rencanakan.
Devon tidak menyadari bahwa mobilnya sedang diikuti istrinya. Devon yang sedang kasmaran setelah Shila mengirimkan pesan yang cukup menghibur Devon, walaupun sebelumnya mood nya sedang buruk.
Mobil Devon memasuki apartemen di kota bandung. Mika merasa heran kenapa Devon kesana.
"Apa pak Didin pernah mengantar Devon kemari?" tanya Mika kepada supirnya.
"Pernah tetapi sudah lama non, kalau gak salah den Devon memiliki 1 unit apartemen di lantai 5." jawab supir.
"Oooh... Sekarang siapa yang tinggal disana?" tanya Mika yang penasaran.
Mika lantas berpikir, kenapa Devon tidak pernah memberitahu tentang apartemen ini kepada dirinya.
"Non kita sudah sampai" ucap supir.
" Oiya, pak dapatkah menemani saya sampai ke atas? " pinta Mika kepada supirnya.
"Iya non" jawab supir.
Mika dan supir nya sudah menujuh kelantai 5 atas bantuan akses dari petugas keamanan apartemen. Sesampai di lantai 5 Mika mencari no unit yang di sebutkan petugas tadi bahwa no unit Devon adalah 510.
Mika dan sang supir sudah ada tepat di depan pintu unit apartemen Devon.
Jantung Mika berdetak lebih kencang, tangannya berkeringat, Mika takut Devon melakukan hal yang tidak - tidak.
"Pak tolong tetap disini" ucap Mika kepada Supirnya.
Sang supir menganggukan kepalanya tanda menyetujui keinginan Mika.
"Bismillahirrahmanirrahim" ucap Mika sebelum memencet bel di pintu.
Mika memencet 1 kali belum terbuka, lalu memencet 2 kali belum juga terbuka, tetapi terdengar suara teriakan dari dalam. Saat Akan memencet ke 3 kalinya terdengar pintu akan dibuka dengan sebuah ucapan.
"Sabarlah sayang, aku sedang bersih - bersih, cepat sekali sampainya" ucap Devon di balik pintu yang belum terbuka sempurna.
Ketika pintu terbuka seluruhnya Devon kaget melihat Mika di balik pintu apartemennya. Devon diam mematung menyaksikan kehadiran istri di hadapannya.
__ADS_1
"Siapa yang kau tunggu?" ucap Mika kepada Devon.
Devon tidak menjawab, dirinya hanya diam mematung.Tak lama HP dalam kantung celana Devon berdering, Devon tau kalau telepon itu adalah Shila, tetapi di depannya ada Mika yang siap menerkamnya.
Devon mengabaikan panggilan itu, dan bunyi panggilan telepon itu terus berdering berulang ulang. Dengan berat hati Devon mengangkatnya.
"Maaf aku tidak bisa malam ini" ucap Devon langsung mematikan teleponnya.
"Masuklah" ucap Devon kepada Mika.
Devon tidak ingin pertengkarannya di saksikan supirnya yang ada tidak jauh dari mereka.
Mika menuruti kemauan suaminya. Mika masuk ke dalam apartemen Devon.
"Duduklah, aku akan mengambilkan minum" ucap Devon.
Mika menurut untuk duduk di sofa yang ada.
Devon datang dengan membawa 2 gelas orange jus dan sekaleng keripik.
"Minumlah" ucap Devon agak kaku terhadap istrinya.
"Tidak, terima kasih" ucap Mika.
"Bagaimana bisa kamu tau kalau aku ada disini?" tanya Devon.
Mika tidak menjawab pertanyaan Devon tetapi kembali bertanya kepada Devon.
"Wanita mana yang sudah kau bawa masuk kedalam apartemen mu ini?" tanya Mika.
Devon merasa di pojokan dengan pertanyaan Mika. Emosi Devon kembali meninggi dan menghampiri Mika.
Entah setan apa yang menguasai dirinya, Devon mencekik leher Mika.
Mika yang kesulitan nafas berusaha meloloskan tubuhnya dari kekejaman suaminya.
Tangan Mika terus meraba mencari sesuatu yang dapat membantunya. Tangan Mika megang sesuatu seperti pas bunga dan dipukulkan berkali - kali kekepala Devon.
Devon yang merasa sakit dikepalanya melepaskan tangan dari leher istrinya.
Situasi itu di manfaatkan Mika untuk berlari keluar dari unit apartemen Devon. Untung saja sang supir masih setia menunggu di luar ruangan.
Mika dengan nafas terengah - engah menghampiri supirnya.
"Pak tolong saya" ucap Mika sambil berlari secepat mungkin dan mengajak supirnya segera pergi.
Bersambung...
Maaf ya para pembaca setiaku semua, author lanjut di episode berikutnya yaππππ
Terima kasih telah mengikuti karya author, mohon maaf bila masih banyak salah typoππππ
Tolong tinggalkan jejak Like dan komen dibawah ini agar Author tambah semangat up nya ππππ
__ADS_1