
Bab 23
Sesampainya di kamar hotel Devon meminta kembali keindahan bersama istrinya.
Hasratnya yang dari tadi tertahan kini menuntut di tuntaskan.
Atas ijin Mika maka terjadilah penyatuan yang kesekian kalinya.
Author skip ya, silakan bayangkan masing - masingπ¬π¬π¬πππ
Setelah terjadi pergulatan panas itu, seperti biasa mereka berdua bobo nyenyak.π π π
Devon yang sedang nyenyak - nyenyaknya bobo siang, dia tidak menyadari HP nya berdering dari tadi.
Bunyi suara HP yang berulang - ulang membangunkan Mika dari bobo cantik nya.
Mika mengangkat HP Devon
Mika : "Halo"
Mendengar kata Halo dari Mika, suara sambungan Hp tersebut terputus.
Mika melihat nama yang telephon tadi, tapi unknow.
"Siapa ya yang telepon tadi?.. aneh sekali tiba - tiba di putuskan setelah di angkat" ucap Mika seorang diri
Mika yang merasa matanya masih mengantuk, kembali berbaring di sebelah suaminya.
Bobo cantik Mika mengantarkan dirinya ke alam mimpi buruknya yang membuatnya takut dan cemas.
Dalam mimpi Mika
"Siapa kamu?...Kenapa kamu menyandraku?" tanya Mika pada 4 orang laki - laki bertopeng
"Kau tidak perlu tau, bersiaplah karena bosku akan menghancurkan mu!" ancam salah satu laki - laki bertopeng
"Ha.. Ha.. Ha... Ha... " tawa ke empat laki - laki bertopeng yang menertawakan ketakutan Mika
"Lepaskan aku, tolong lepas" melas Mika pada ke 4 orang laki - laki bertopeng itu
"Enak saja, tunggulah kehancuranmu dari bosku, baru kau dilepaskan?" ucap dari salah satu laki - laki bertopeng
"Siapa bosmu? ... dan Kesalahan apa yang aku lakukan pada bos mu?" tanya Mika
"Kesalahanmu karena mencintai dan mendapat cinta dari orang yang bukan milikmu?" ucap dari mereka dengan diiringi tawa
"Apa maksudnya?" tanya Mika
"Diam!!!... Jangan banyak bicara" ucap dari salah satu laki - laki bertopeng yang memiliki tubuh paling besar
Laki -laki bertubuh besar itu mendekati Mika, tangannya mulai mendekati kedua pipi Mika, bibirnya makin mendekat ke arah Mika.
"Tidak... Jangan... Kumohon jangan sentuh aku" teriak Mika sambil berusaha melepaskan cengkraman tangan laki - laki itu pada pipi Mika.
"Jangan... Jangan...tidak...tidak... kumohon jangan mendekat" ucap Mika dengan mata tertutup tetapi ujung matanya mengalirkan airmata
Devon yang sedang tidur mendengar teriakan Mika menjadi bangun. Devon yang panik melihat Mika teriak dan menangis dengan mata tertutup segera membangunkannya.
"Sayang..sayang bangun" ucap lembut Devon sambil memeluk istrinya
Pelukkan Devon dirasakan juga dalam mimpi Mika, sekaligus membuat Mika terbangun.
"Ah... Mas" ucap Mika dengan mengeratkan peluknya sambil bernangis.
"Kenapa?.. Apa bermimpi buruk sayang?" tanya Devon
"Mas aku takut, aku mau pulang saja" jawab Mika
"Yakin mau pulang hari ini, aku sudah membooking 3 malam sayang?" tanya Devon pada istrinya
"Iya mas, aku mau kita pulang hari ini saja" rengek Mika sambil menangis
"Baiklah sayang, ayo kita packing baju kita" ucap Devon yang menyetujuhi keinginan Mika
Mika dan Devon mulai packing pakaian mereka, sambil mengecek kembali apakah ada barang mereka yang masih belum masuk koper.
"Ah... selesai juga" ucap Devon merasa lega karena urusan packing sudah selesai
"Ini mas minum dulu airnya" ucap Mika sambil menyerahkan 1 botol air mineral pada suaminya
"Terima kasih sayang" jawab Devon sambil mengambil botol air tersebut
__ADS_1
Mereka telah selesai berkemas dan menujuh ke lobby Hotel untuk check out pada resepsionis.
Devon sedang mengurus check out hotel, Mika duduk di sofa tunggu yang ada di lobby hotel.
Aldo yang melihat Mika duduk sendiri, ia mendatangi Mika.
"Hai cantik" ucap Aldo pada Mika
Mika yang melihat kedatangan Aldo dari sampingnya menjadi was -was, Mika langsung bangun dari duduknya dan ingin segera berlalu dari Aldo.
Kecepatan Mika untuk pergi menjauh dari Aldo kalah cepat dengan tangan Aldo.
Tangan Aldo meraih lengan Mika.
"Mau kemana cantik?" tanya Aldo yang berbisik di telinga Mika
Mika merasa takut dengan perlakuan Aldo yang dengan berani melakukan perbuatan yang tak pantas. Mika tidak kehabisan Akal untuk lepas dari cengkraman tangan Aldo.
Mika langsung memukulkan tas nya ke arah wajah Aldo.
Aldo yang merasakan sakit pada bagian matanya karena pukulan tas Mika, Aldo refleks melepas cengkraman tangannya dari tangan Mika.
Mika memanfaatkan situasi itu, dirinya langsung berlari ke arah Devon.
Dengan nafas tersengal - sengal Mika menghampir Devon dan langsung memeluk suaminya.
Devon yang kaget dengan sikap Mika, membuatnya bertanya pada Mika.
"Hai sayang, ada apa?" tanya Devon yang melihat ke panikan di wajah Mika
Mika tidak menjawab ucapan suaminya, tetapi Mika menangis dalam pelukkan Devon.
Devon yang tidak tega dengan istrinya, langsung memeluk Mika.
Setelah selesai dengan urusan check out hotel. Devon langsung mengajak Mika menujuh mobil.
Devon dengan sengaja meminta supir pribadinya untuk menjemput mereka di hotel hari ini.
Kini Devon dan Mika sudah di dalam mobil, tetapi Mika tidak mau melepas peluknya.
Wajahnya disembunyikan di dada bidang suaminya, isak tangis masih terdengar walau pelan.
Devon terus mengelus kepala istrinya berharap dapat menenangkan istrinya.
"Sayang kita sudah sampai" ucap Devon dengan lembut pada istrinya
Mika tidak menjawab Devon, ternyata Mika tertidur dalam pelukan suaminya.
Devon menggendong Mika sampai kamarnya di lantai 2.
Dibaringkan perlahan di tempat tidurnya, lalu Devon menyelimutinya.
Devon yang mengantuk akibat ulahnya sendiri, dirinya yang tiada puasnya menggempur Mika.
Kini Devon yang lelah dan ngantuk berat mulai membaringkan tubuhnya di samping istrinya.
Mereka berdua terlelap tidur, koper mereka telah diantar pembantu ke kamar mereka.
Saat asik-asiknya Devon bobo manis sambil memeluk istrinya, HP Devon berdering menganggu tidur mereka.
Devon yang terusik dengan suara berisik HP nya segera bangun dari bobo nya.
Ternyata Devon mendapatkan telepon dari RS tempat Nita di rawat.
Pihak RS meminta Devon datang, terkait kesehatan Nita.
Karena tubuhnya lelah, Devon menyanggupi datang besok siang ke RS.
Rasanya lelah sekali Devon dengan masalah Nita, dirinya tidak ingin lagi berurusan lagi dengan Nita.
Devon takut Mika akan salah paham dan kembali pergi darinya.
Devon berencana besok akan menyelesaikan semuanya.
Devon ingin rumah tangganya yang baru seumur jagung ini dapat berjalan dengan rukun dan tidak ada lagi masalah yang berat.
Sedangkan ditempat lain, Aldo sedang mengamuk dikamarnya.
Sepulang dari hotel, Emosi Aldo tidak dapat ditahan lagi. Aldo mengurung dirinya di kamar dan melampiaskan kemarahannya dengan melempar dan membanting barang - barang yang ada di kamarnya.
Diri nya tidak terima atas penolakkan Mika.
__ADS_1
Hatinya sakit saat Mika lebih memilih Devon di banding dirinya.
Semangat untuk mendapat cinta Mika tidak pernah padam, bahkan akal sehatnya mengalahkan perbuatan konyolnya.
Bunyi kegaduhan di kamar Aldo membuat takut pembantunya.
Sang pembantu telepon orang tua Aldo dan melaporkan kejadian itu kepada orang tua Aldo.
Mendapat laporan itu, kedua orang tua Aldo akan segera kembali ke Bandung.
Dikediaman orang tua Devon
Devon sedang melamun di balkon kamarnya.
"Apakah keputusanku yang akan datang ke RS solusi yang tepat?" ucap Devon dalam hati
Devon terus berpikir, bagaimana cara menyampaikan pada Mika, Devon takut Mika akan berpikir negatif tentangnya.
Devon yang buntu untuk masalahnya segera telepon kak Intan.
Kaka yang nyebalin sekaligus yang di sayangi.
"Tut... Tut... bunyi nada sambung"
Telepon telah tersambung.
Intan : "Halo, ada apa adik jelekku, He.. He.. "
Devon : "Its.. kebiasaan deh bully adik sendiri terus"
Intan : " Ha... Ha... Ha.. Ada apa? "
Devon : "Selesai praktek jam berapa?"
Intan : "kenapa? Kangen ya sama kaka mu yang cantik ini"
Devon : " PD giling kaka ku ini, kita ketemuan habis selesai praktek di tempat biasa"
Intan : "Wih maksa banget, kayak nya berat nih masalahnya, he...he.. "
Devon : " Ingat jangan lupa WA klo sudah selesai praktek"
Intan : "Ok deh mamen"
"Ih... kebiasaan main tutup aja telepon nya" ucap Intan yang sebel dengan kelakuan adik tersayangnya
Setelah Devon menelepon Intan setidaknya agak tenang, Devon akan meminta saran kakanya, dirinya tidak ingin melakulan kesalahan kedua kalinya.
Sambil menunggu WA dari kaka nya Devon terus saja jahili tidur istrinya.
Mika yang terganggu dengan perbuatan Devon akhirnya terbangun.
"Mas" ucap Mika saat membuka mata nya
"Ya sayang" jawab Devon
Devon mengambilkan segelas air yang ada di nakas tempat tidur dan diberikan pada Mika.
"Terima kasih mas" ucap Mika, sambil meneguk air itu.
Devon yang melihat ada ke cemasan pada Mika, mulai ini menanyakan pada Mika.
"Sayang, tadi saat di lobby hotel kenapa?" tanya Devon dengan nada yang lembut sekali, agar Mika tidak merasa diintrogasi
"Aaa... ku" jawab Mika yang sulit untuk melanjutkan kata - katanya
"Sudahlah, kalau belum siap menceritakan tidak apa" ucap Devon
Mika yang merasa tidak enak dengan suaminya dan demi ketenangan hatinya, akhirnya Mika menceritakannya.
Mika bukan hanya menceritakan saat pertemuan dengan Aldo di lobby saja tetapi juga kejadian saat Aldo mendatangi kamar hotel saat Devon pergi.
Mika merasa lega di dadanya, semua telah di ceritakan pada Devon.
Tidak ada lagi masalah yang ditutupinya pada suaminya.
"Tapi bagaimana dengan Devon setelah mendengar semua cerita Mika? "
"Solusi apa yang akan Kak Intan berikan pada Devon? "
"Masalah apa lagi yang menghampiri mereka berdua? "
__ADS_1
πΈπΈπΈLanjut ikuti ceritanya yaa..πΈπΈπΈ
Tinggalkan jejak Like nya kak, biar Author lebih semangat lagi up nyaππ