
Bab 58
Keesok harinya pengacara keluarga Bagaskara datang untuk meminta dokumen kelengkapan untuk permohonan cerai Devon. Pengacara itu bertemu dengan Devon dan kedua orang tuanya.
Pengacara menjelaskan kepada Devon syarat dan ketentuan dalam sidang perceraian. Pengacara itu juga menanyakan kembali kemantapan Devon, apakah benar ingin berpisah atau hanya emosi semata.
Devon mengatakan kalau dirinya sudah mantap mengakhiri pernikahannya. Devon juga memberikan cerita palsu yang menuduh Mika telah berselingkuh dengan seorang arsitek ternama.
Dengan keji Devon memfitnah istrinya di depan pengacaranya dan orang tuanya sendiri, berharap kalau kasus perselingkuhan Mika yang di angkat, maka pengadilan akan cepat memberi putusan tanpa ada perundingan, karena Devon tidak ingin di ketahui kebenarannya oleh orang lain.
"Baik pak Devon kalau memang sudah fix ingin berpisah dengan istri anda" ucap sang pengacara.
"Iya pak, saya ingin ketenangan, maka saya akan bebaskan istri saya" jawab Devon yang penuh kebohongan.
Pengacara juga menanyakan prihal harta gono gini dan hak asuh anak kepada Devon.
"Pak Devon, apakah ada untuk pembagian harta gono gini?" tanya Pengacara.
"Tidak ada karena pernikahan kami baru 2,5 tahun, jadi tidak ada harta yang di bagi, lagi pula saya tidak akan memberi sedikitpun harta saya untuknya" jawab Devon.
"Untuk hak asuh anak bagaimana?... apakah pak Devon akan merebut dari tangan bu Mika?" tanya pengacara.
"Pastilah, saya tidak ingin anak saya berada dalam pengasuhan wanita selingkuh" ucap Devon berapi -api, seolah Mika wanita yang telah berselingkuh.
"Pak Devon harus memberikan bukti - bukti perselingkuhan istri anda kepada kami sebagai lawyer anda untuk bukti kuat pencabutan hak asuh dari ibunya" penjelasan pengacara kepada Devon.
"Kenapa ribet sekali sih" ucap Devon dengan ketus.
Pengacara keluarga Devon kembali menjelaskan secara detail kepada Devon dan kedua orang tua Devon :
"Di dalam UU No. 1 Tahun 1974 pasal 41 disebutkan bahwa baik ibu atau bapak tetap berkewajiban memelihara dan mendidik anak-anaknya, semata-mata berdasarkan kepentingan anak, bila mana ada perselisihan mengenai penguasaan anak-anak, Pengadilan memberikan keputusannya. Ayah maupun ibu diberikan hak yang sama untuk memelihara dan mendidik anak-anaknya pasca perceraian. Oleh karena itu pasangan yang bercerai dapat bermufakat untuk menentukan siapa yang akan memelihara anak-anak mereka, Apabila tidak ditemukan permufakatan maka dapat diserahkan pada pengadilan. Pengadilan yang akan memilih dan menetapkan siapa diantara mereka yang akan lebih baik dalam mengurus kepentingan anak. Pasal 45 UU No. 1 Tahun 1974 menyebutkan bahwa kedua orang tua wajib memelihara dan mendidik anak-anak mereka sebaik-baiknya. Kewajiban ini berlaku sampai anak menikah atau dapat berdiri sendiri dan kewajiban tersebut tetap berlaku meskipun perkawinan antara kedua orangtua putus. Sedangkan dalam pasal 49 UU no. 1 Tahun 1972 disebutkan bahwa salah seorang atau kedua orang tua dapat dicabut kekuasaannya terhadap seorang anak atau lebih untuk akibat yang tertentu atas permintaan orang tua yang lain, keluarga anak dalam garis lurus ke atas dan saudara kandung yang telah dewasa atau pejabat yang berwenang dengan keputusan pengadilan dalam hal-hal sang ayah/ibu sangat melalaikan kewajibannya terhadap anaknya dan berkelakuan buruk sekali. Meskipun orang tua dicabut kekuasaannya, mereka masih tetap berkewajiban untuk memberikan biaya pemeliharaan kepada anak tersebut. Menurut Kompilasi hukum Islam Pasal 105 biasanya Pengadilan akan memberikan hak asuh pengurusan dan pemeliharaan kepada ibu jika anak masih dibawah umur ( belum 12 tahun), setelah berusia 12 tahun diberikan kebebasan memilih untuk diasuh oleh ayah atau ibunya. Ada beberapa hal yang diatur dalam Kompilasi Hukum Islam yang menyebabkan hak asuh anak tidak jatuh ke tangan ibu :
-. Ibu tidak beragama Islam atau pindah ke agama lain.
-. Bertingkah buruk, seperti mabuk, judi dan suka menyiksa.
-. Mengalami gangguan kesehatan mental.
Bila hak asuh anak jatuh ke tangan ibu, sang ayah masih tetap memiliki hak sebagai berikut :
-. Hak untuk berkunjung menemui anak Menurut ajaran Islam ibu adalah orangtua yang paling berhak untuk mendapatkan hak asuh anak.
Ini disebabkan karena ibu menjadi sosok yang paling dekat dengan buah hati, mulai dari mengandung, melahirkan hingga menyusui. Ibu mendapatkan hak asuh anak sepenuhnya apabila sang anak masih dibawah umur atau berusia kurang dari 12 tahun. Namun ayah juga bisa mendapatkan hak mengasuh anak apabila ibu dinilai memiliki tabiat buruk yang membahayakan anak."
Demikian penjelesan dari pihak pengacara Devon kepada Devon dan kedua orang tuanya.
Setelah mendengar penjelas itu Devon merasa diposisi yang sulit, dirinya harus mencari bukti sedangkan yang berselingkuh adalah dirinya.
Devon juga sangat senyayangi puteranya, Devon tidak ingin berpisah dengan baby Al, tetapi dirinya juga buntu bila di hadapi harus memberikan bukti perselingkuhan.
__ADS_1
Dengan berat hati harus merelakan baby Al kepada Mika.
"Kalau begitu biarlah baby Al bersama ibunya" ucap Devon.
"Tidak bisa" jawab mama.
"Tapi ma, baby Al masih ASI" alasan Devon agar mama nya mau mengalah.
"Bukankah Mika telah berselingkuh, aku tidak ingin cucuku di asuh oleh wanita tukang selingkuh, berikan bukti perselingkuh Mika kepada pengacara kita" ucap mama yang tidak ingin di bantah lagi oleh anaknya.
Devon yang tidak ingin ketahuan akan cerita bohongnya, terpaksa mengiyakan kemauan mamanya.
Setelah semua di bahas dalam diskusi antara pengacara dan Devon beserta kedua orang Devon sudah sepakat, maka pengacara pergi untuk segera mengurus perceraian Devon dan Mika.
Sementara di tempat lain Shila gusar karena hari ini Devon tidak datang juga. Padahal Devon sudah janji akan membantu perpindahan dirinya dari hotel tempat dirinya tinggal sekarang ke apartemen miliknya.
Beberapa kali Shila menelepon tetapi tidak di angkat, semua pesan yang di kirim Shila tidak terbaca.
Shila tidak ingin Devon yanga sudah dalam gengamannya pergi, dirinya harus terus mengejarnya.
"Tidak akan ku biarkan dirimu lepas dari jeratku" ucap Shila dalam hati.
Shila mengambil tas serempangnya dan melangkahkan kakinya ke lobby hotel. Dengan bantuan petugas hotel, Shila mendapatkan taksi.
Kini shila sedang dalam perjalanan ke RS X. Shila akan mendatangi Devon di tempat prakteknya. Sesampainya disana Shila menujuh je poli tempat Devon praktek, ternyata Devon mengambil cuti hari ini.
Shila kesal dengan sikap Devon yang sulit di tebak, namun Shila tidak akan menyerah dan tidak ingin usahanya selama ini sia - sia.
Di tempat yang berbeda lainnya, Mika bersiap untuk beraktifitas kembali. Beban rumah tangganya di kesampingkan dahulu. Kemajuan RS Diamaond menjadi prioritasnya.
Perubahan sifat Devon kepadanya menjadi bertambah beban pikirkan Mika. Dirinya tidak tau bagaimana menjalani ini semua.
Mika berencana akan pergi ke rumah mertuanya sebelum berangkat ke RS.
Mika sudah meminta babysister Al agar tidak keluar dari kamar hotel dan untuk makan babysistet tinggal pesan melalui sambungan telepon kepada repsosionis hotel.
Mika menelepon dan meminta supir di RS. Diamond untuk menjemputnya.Sekitar 30 menit kemudian Mika dijemput oleh supir RS.Diamond yang bernama Mamat.
"Met pagi Dr. Mika" ucap sang supir.
"Pagi Mamat" jawab Mika.
"Mat anter saya ke Jl. Cipadung Indah" ucap Mika.
"Siap Dok" jawab supir.
Selama perjalanan terasa sepi, tidak ada pembicaraan apapun yang mereka bahas, hanya diam dalam lamunan masing - masing.
Perjalanan pagi ini sangat macet dari biasanya. Setelah bermacet - macet ria, akhirnya perjalanan Mika sampai juga di rumah mertuanya.
__ADS_1
Saat Mika turun dari mobil, Mika melihat bi Mimin sedang menyiram tanaman di teras rumah.
"Met pagi bi" ucap Mika.
Bi Mimin kaget setelah mendengar suara Mika.
"Eh copot... copot... " bi Mimin lata.
"Maaf non" ucap bi Mimin.
"Saya yang harusnya minta maaf 😁😁😁😁, bi di dalam ada mas Devon tidak ?" tanya Mika.
"Gak ada siapa - siapa non, nyonya dan tuan sudah berangkat praktek, sedangkan den Devon gak tau pergi kemana.
"Baiklah bi, aku masuk dulu ya bi" ucap Mika.
Mika menaiki tangga menujuh kamarnya, Mika mengemasi semua barang-barang nya yang belum sempat di rapikan. Setelah itu Mika keluar dengan menyeret 2 koper besar di tangannya.
Sesampainya di teras, Mika meminta bantuan Mamat supir RS Diamond untuk memasukan 2 koper besar itu ke dalam bagasi mobil. Lalu Mika berpamitan kepada bi Mimin dan meninggalkan rumah mertuanya sebelum Devon datang.
Saat ini Mika menujuh RS. Diamond, Mika akan mengganti pakaiannya setelah sampai RS. Diamond.
Mika terus berpikir dalam - dalam di hatinya, apakah ini benar atau tidak?
Mika bingung harus bersikap bagaimana dengan Devon, sedangkan Mika masih trauma bila harus berdekatan dengan Devon.Bayang wajah Devon terus saja menghantui Mika, wajah penuh kemarahan saat mencekik lehernya.
"Apakah Devon tidak lagi cinta kepada ku?" tanya hati Mika.
Mika telah sampai di RS. Diamond. Mika secepat mungkin mengganti pakaiannya dan meminta Mamat untuk meletakan semua barang yang ada di kopernya ke dalam ruangnya.
Setelah Mika rapi, dirinya siap melaksanakan aktifitas seperti biasanya. Namun yang membedakan kalau aktifitas biasanya Mika di temani baby Al dan babysister anaknya, kali ini seorang diri.
Mika duduk di bangku kebesarannya sebagai direktur utama RS. Diamond.
Mika melamun kembali, pikiran Mika melayang ke masa kecil nya.Mika anak panti asuhan, anak yang tidak jelas asal usul bapak dan ibu nya serta berpenyakitan pula.
Cibiran itu berputar dikepala Mika kata demi kata terlintas dalam otaknya.
Pesona Devon yang begitu menggoda bagi yang melihatnya termasuk Mika membuat Mika merubah semua penampilanya demi Devon. Tetapi kenapa orang yang sudah diperjuangkan, orang itu pula yang melemparkan Mika kedalam terpurukan.
Kalau saja orang lain yang melakukan itu bukan Devon, mungkin Mika tegar, tetapi seorang Devon yang sangat di cintainya, pria yang sudah berkali - kali mengabaikan dirinya namun Mika dengan berbesar hati untuk memaafkan Devon. Tetapi kesalahan Devon kali ini sulit sekali Mika maafkan, Devon yang diketahui selingkuh dengan tega ingin menghabisi nyawa Mika.
"Tuhan berilah keadilan untukku" doa Mika dalam hatinya.
Bersambung...
Terima kasih para pembaca yang sudah mengikuti Lihatlah Aku🙏🙏😍😍
Mohon maaf bila masih banyak salah typo🙏🙏😍😍
__ADS_1
Ditunggu Like dan komennya di bawah ini, agar author lebih semangat up nya🙏🙏😍😍