Lihatlah Aku

Lihatlah Aku
Lihatlah Aku, season 2


__ADS_3

Bab 114


Malam harinya setelah usai makan malam Mika dan Devon ijin kepada orang tuanya untuk beristirahat. Devon harus banyak istirahat sampai kakinya benar - benar tidak terasa ngilu lagi ketika di pakai berjalan.


Devon yang hendak tidur di kejutkan oleh Mika yang sedang menerima telepon dengan pembicaraan yang serius. Devon hanya bisa menunggu sampai istrinya usai menelepon tanpa memotong dengan pertanyaan kepada istrinya.


Setelah Mika menutup telepon, berkali - kali pula Mika beristigfar. Mika merasa beban hidupnya selalu saja datang bertubi tubi tanpa di minta. Dari hari ke hari beban itu semakin bertambah dan memusingkan kepalanya.


Devon yang melihat ada sesuatu yang hal yang tidak beres dengan istrinya segera mananyakannya.


"Sayang ada apa?" tanya Devon.


Mika awalnya hanya menangis, tetapi setelah di paksa dengan suaminya akhirnya Mika menceritakan apa yang terjadi.


Mika menjelaskan kalau Kevin alias Aldo sekarang sudah terbebas dari status tersangkanya atas jaminan pengacaranya dan Kevin bersama team pengacaranya sudah melaporkan balik kepada Devon dalam bentuk pelaporan hukum perdata dan pidana.


Untuk kasus perdatanya pihak pengacara Kevin menggunakan Pasal 1338 ayat (2) KUHPerdata menyatakan ”Suatu Perjanjian tidak dapat ditarik kembali selain dengan sepakat kedua belah pihak, atau karena alasan-alasan yang oleh undang-undang dinyatakan cukup untuk itu".


"Lantas bagaimana jika salah satu pihak membatalkan perjanjian tanpa ada memenuhi syarat yang ditentukan?" tanya Devon.


Berdasarkan Yurisprudensi Mahkamah Agung No. 4/Yur/Pdt/2018, menyatakan:


“Pemutusan perjanjian secara sepihak termasuk dalam perbuatan melawan hukum”.


Atas perbuatan melawan hukum tersebut, seseorang dapat mengajukan Gugatan perbuatan melawan hukum untuk meminta ganti rugi atas tindakan salah satu pihak yang membatalkan perjanjian secara sepihak.


Mika menjelaskan bahwa pihak pengacaranya memberitahukan pihak pengacara Kevin cukup pintar dalam memutar balikkan fakta dengan alasan yang logik. Sehingga pihak kepolisian terkecoh dengan sandiwara mereka.


Hal ini sesuai dengan Pasal 1365 KUHperdata yang menyatakan:


“Tiap perbuatan melanggar hukum, yang membawa kerugian kepada orang lain, mewajibkan orang yang karena salahnya menerbitkan kerugian itu, mengganti kerugian tersebut”.


Dari ketentuan tersebut, maka dapat disimpulkan jika permintaan ganti rugi atas pembatalan perjanjian secara sepihak harus memenuhi adanya pelanggaran hukum dan kerugian yang nyata.


"Tetapi kan belum ada uang yang di transfer ke rekening RS.Diamond?" ucap Devon.

__ADS_1


"Iya, tetapi pihak Kevin memastikan sudah memiliki bukti kuat untuk pemberian sejumlah uang kepada kita berdua" jawab Mika.


"Berapa jumlah yang dia minta?" tanya Devon.


"100 M" jawab Mika.


Devon terlihat syok sekali atas kasus ini. Dirinya merasa tertipu oleh Kevin yang hanya memperdayakan keluguan dirinya. Lalu Devon melajutkan obrolan mereka.


Mika menjelaskan juga kalau pasal pidana yang di laporkan adalah Pasal 378 KUHP, berbunyi: “Barangsiapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi hutang ..."


"Lalu kita harus apa sayang?" tanya Devon.


Devon seakan buntu dengan keadaan yang terjadi pada permasalahan yang semakin runyam ini.


Mika yang di tanya hanya bisa menangis. Mika memukul - mukul dadanya yang sesak setelah permasalahan pelik yang di hadapinya.


"Cukup sayang, jangan kau siksa dirimu" ucap Devon.


Mika menangis dalam dekapan suaminya. Dalam terisak - isak Mika juga menceritakan kalau kekasih Kevin juga sudah bebas dan bahkan sudah mengajukan tuntutan kepada Devon atas Pasal 335 ayat (1) butir 1 KUHP selengkapnya berbunyi: Barang siapa secara melawan hukum memaksa orang lain supaya melakukan, tidak melakukan atau membiarkan sesuatu, dengan memakai kekerasan, atau dengan memakai ancaman kekerasan, baik terhadap orang itu sendiri maupun orang lain.


"Astafirullahalazim" Devon beristigfar.


Mika menangis dalam peluk suaminya. Mimpi yang selama ini sudah terwujud dalam sekali waktu mimpi itu merebut semua kebahagiaan Mika.


Mika yang tidak rela RS.Diamond harus berpindah tangan kepada Kevin. Tetapi tuntutan Kevin mengarah pada kepemilikan saham RS.Daimond seluruhnya.


Devon berpikir bagaimana cara untuk mengatasi permasalahan yang membelitnya ini. Devon menghubungi pengacara keluarga Bagaskara.


Setelah telepon terhubung, Devon menceritakan kasus yang sedang membelitnya, namun siapa sangka pihak pengacara keluarga Devon hanya berjanji akan membantu Devon dalam kasus ini tetapi tidak menjamin dapat memenangkan kasus ini karna bukti yang di miliki pihak lawan cukup memberatkan Devon.


Devon yang mendengar penjelasan pihak pengacara keluarganya agak sedikit emosi, namun kali ini dirinya berusaha menenangkan diri agar di mumbuat cemas istrinya.


Devon pun mengakhiri percakapan telepon dirinya dengan pihak pengacara keluarganya.


Devon mengajak Mika untuk beristirahat karna Devon tidak ingin istrinya terjatuh sakit dengan kasus yang menimpahnya ini.

__ADS_1


Mika mendekati suaminya dan memeluk erat tubuh suaminya, ada rasa takut dan cemas di dirinya tetapi Mika berharap dengan memeluk suaminya dapat mentransfer energi yang positif dari mereka berdua dalam menghadapi kasus mereka.


"Mas, besok pagi aku akan mengantar kak Intan ke pengadilan agama Bandung" ucap Mika.


Devon yang mendengar ucapan suaminya tentang perceraian kakanya menjadi masalah baru dalam keluarganya.


"Apa kak Intan yakin dengan pilihannya?" tanya Devon.


"Iya, kak Intan sudaj dewasa bahkan dia adalah seorang psikiater hebat pastinya kak Intan mengetahui konsekuenai apa yang di ambil dalam keputusan itu" ucap Mika.


"Iya, maafkan aku sayang, tolong bantu kakaku" ucap Devon.


Devon menyesali perbuatannya dan menganggap apa yang terjadi pada kakanya kali imi adalah karma dari dirinya.


Setelah obrolan itu berakhir mereka berdua memutuskan istirahat. Esok pagi mereka akan memikirkan kembali solusi yang di hadapinya ini.


Pagi harinya seperti biasanya setelah Mika rapi di sempatkan untuk melihat anak - anaknya sebelum melakukan aktifitas hari ini. Mika melihat ke tiga anaknya masih tertidur pulas karna waktu masih pukul 06:00 pagi.


Mika sudah kelantai satu untuk membantu menyiapkan sarapan pagi, namun sarapan sudah tertata dengan baik oleh pada ART dan kaka Intan.


" Met pagi semua" ucap Mika.


"Met pagi" jawab mereka bertiga.


Mika mendekati kaka iparnya dan menanyakan mengapa kaka iparnya sepagi ini sudah berada di dapur. Tetapi kak Intan hanya tersenyum untuk sebuah jawaban dari pertanyaan Mika itu.


Akhirnya Mika tidak membahas lagi. Tepat pukul 6:30 Devon, papa dan mamanya sudah berkumpul di meja makan. Mereka menyantap sarapan pagu mereka dengan tenang.


Usai sarapan Mika dan kak Intan berpamitan kepada keluarganya. Sedangkan Devon mengajak kedua orang tuanya ke ruang kerja papanya untuk mendiskusikan permasalahan yang sedang membelitnya.


Bersambung...


Maaf ya para pembaca setiaku semua, author lanjut di episode berikutnya ya😁😁🙏🙏


Terima kasih telah mengikuti karya author, mohon maaf bila masih banyak salah typo🙏🙏

__ADS_1


Ditunggu kritik dan saran kalian semua, yang dapat membangun karya author agar lebih semangat up nya🙏🙏😍😍


Tolong tinggalkan jejak Like, vote, hadiah dan komen dibawah ini🙏🙏😍😍


__ADS_2