Lihatlah Aku

Lihatlah Aku
Lihatlah Aku, season 2


__ADS_3

Bab 104


Mika dan Devon menyelesaikan sarapan mereka, waktu yang berputar pagi itu begitu cepatnya. Mereka berdua pamit untuk kembali kerumah.


Alasan mereka pulang karna hari ini jam 10 pagi Mika ada meeting bulanan RS.Diamond dan Devon turut hadir untuk mengklarifikasi atas kepemilikan RS. Diamond yang telah di kembalikan kepada Mika.


Selain itu mereka ingin mempersiapkan dokumen yang akan menjadi materi meeting nanti dan mereka berdua ingin membersihkan diri karna semalam mereka hanya memakai pakaian santai saat ke RS.Diamond.


Kak Intan mengijinkan Mika dan Devon pulang, tetapi meminta agar datang kembali setelah meeting mereka usai.


Papa dan mama mereka sementara akan menjaga kak Intan dan mereka meminta agar Devon membawakan pakaian bersih dan peralatan mandi mereka saat kembali ke RS. Diamond.


Mika pun menyanggupi keinginan kaka ipar kesayangannya dan Devon pun mengiyakan perintah orangtuanya.


Sebelum berangkat pulang Mika menanyakan keberadaan suami kaka iparnya yang belum hadir sampai pagi ini.


"Kak Intan mengapa abang belum juga datang? Apakah abang ada tugas luar kota lagi?" tanya Mika.


"Katanya begitu, tetapi aku sudah memintanya datang untuk melihat anaknya" Jawab kak Intan.


Mika lalu hanya memangganggukan kepalanya tanda memahami situasi kaka iparnya. Mika merasakan kesedihan kaka iparnya yang melahirkan tanpa suami di sisinya, bahkan untuk memberikan azan dan qomat kepada putranya harus Devon yang mewakili sebagai om nya yang hadir dalam menyambut kehadiran keponakannya.


Mika memberikan pelukan kepada kaka iparnya agar sabar dan tetap semangat menjaga anaknya. Setelah itu Mika dan Devon pamit pulang.


Selama perjalan pulang Devon merasakan ada sesuatu yang tidak beres hubungan antara kaka dan kaka iparnya. Devon yang tidak cukup bukti dalam mengungkap hal itu memilih diam.


Devon berjalan beriringan dengan Mika di sepanjang lorong RS.Diamond dengan perasaan tidak nyamannya, rasa yang membuat moodnya tidak baik.


Mereka sampai di lobby RS.Diamond, Udin supir baru papa sudah menunggu dengan mobilnya, yang mengantarkan mereka pulang ke rumah. Devon dan Mika duduk di **** kedua.


Dalam perjalanan pulang Devon yang tidak tahan dengan gejolak hatinya yang tidak nyaman ini dan mengungkapkan kepada Mika.


"Sayang.." ucap Devon.


"Apa mas?" tanya Mika.


Devon dengan ragu tetapi untuk mengurangi rasa gelisanya dengan terpaksa menceritakan apa yang dirasakan dirinya saat ini.


Mika menggenggam erat tangan suaminya untuk memberi dukungan dan mengurangi rasa cemas suaminya, teknik ini Mika lakukan berdasarkan ilmu yang di dapat dari kak Intan.


Devon tersenyum melihat sikap lembut istrinya dalam memberi sedikit ketenangan pada dirinya, Namun hati Devon kembali galau ketika mengingat kak Intan dan keponakannya. Devon berusaha tersenyum kepada istrinya atas usaha yang di lakukan istrinya dalam menghibur dirinya.

__ADS_1


Mika yang melihat di raut wajah suaminya yang masih menyimpan rasa cemas lebih mengalihkan pertanyaan yang membuat pikiran Devon teralihkan dengan yang lainnya.


"Mas sehabis meeting kita konsul ke dokter ortoped ya untuk konsul kakimu!" ajak Mika.


"Iya sayang" jawab Devon.


Devon yang tidak ingin istrinya kecewa dengan sikapnya. Devon berusaha menyembunyikan rasa cemas dari istrinya dan mencoba untuk bercerita tentang anak - anak, walaupun suasana hatinya merasakan ada yang tidak baik.


Saat mobil mereka berhenti di lampu merah Mika melihat ada Bread & Cakes Shop favorit kaka Al. Mika meminta ijin kepada Devon agar berhenti sebentar ke Bread & Cakes Shop tersebut dan Devon pun mengiyakan kemauan istrinya.


Udin telah menghentikan laju mobil tepat di tempat parkir depan toko itu, Mika dan Devon turun dari mobil dan memasuki Bread & Cakes Shop.


Disana Mika membeli beberapa macam aneka roti dan cake yang menjadi favorit keluarga mereka, sedangkan Devon hanya menemani di samping istrinya saja.


"Kenapa banyak sekali sayang roti dan cake nya?" tanya Devon.


Devon merasa roti dan cake yang Mika beli cukup banyak, padahal hanya untuk kaka Al dan para pekerjanya dirumah, tetapi yang di beli lebih dari kata cukup.


Mika menjelaskan kepada Devon yang protes akan apa yang istrinya lakukan. Mika memberitahu bahwa roti dan cake ini selain untuk di rumah akan di bawa ke ruang meeting di RS.Diamond dan untuk buah tangan ke kak Intan.


Devon menganggukan kepalanya setelah mendengar penjelasan istrinya dan segera membayar belanjaan roti dan cake mereka.


"Abang" ucap Mika.


Devon yang mendengar ucapan istrinya langsung bertanya kepada istrinya.


"Abang siapa sayang?" tanya Devon.


Mika tidak menjawab tetapi menarik suaminya ke arah yang di pandangnya.


Devon yang melihat kaka iparnya sedang santai memakan cake dengan secangkir kopi di atas mejanya. Kehadiran dirinya yang di tunggu kaka Intan ternyata sedang asik bersantai.


Devon hendak menghampiri kaka iparnya, tetapi langkahnya terhenti ketika melihat seorang wanita cantik dengan tinggi langsing seperti model dengan menggunakan hot pant jeans dan kaos ketat dengan belahan dada yang rendah sehingga dua gunung kembarnya terpampang nyata.


Mika yang melihat situasi tidak baik, segera menitipkan belanja mereka kepada kasir di toko tersebut sebelum mengejar suaminya.


Mika tidak ingin pagi ini suaminya menjadi tontonan gratis pengunjung Bread & Cakes Shop ini.


Kini Mika sudah berdiri di samping suaminya sambil waspada kalau sampai suaminya membuat keributan dengan kaka iparnya.


"Apa ini yang di bilang dinas?" sindir Devon kepada kaka iparnya.

__ADS_1


Suami kak Intan menatap penuh ejek kepada Devon dan membalas sindiran adik iparnya.


"Jangan ikut campur, urus saja keluargamu, bukankah kita sama saja, bahkan kau lebih buruk" ucapan kaka ipar Devon yang cukup mengejek Devon.


"Siapa dia sayang, ganteng juga tetapi sayang kakinya cacat, ha..ha...ha..." ucap wanita yang berada di dekat suami kak Intan.


Mika yang tadinya mau jadi penengah suaminya menjadi terbakar amarah setelah suaminya di hina cacat oleh wanita lain.


Plak...." hei nona jaga ucapanmu kalau tidak ingin aku robek mulutmu" ucap Mika.


Mika mendaratkan tamparan di pipi mulus wanita itu sebelum berucap.


"Sayang dia menamparku" ucap manja wanita itu kepada suami kak Intan.


"Mika apa yang kau lakukan?" bentak suami kak Intan kepada Mika.


"Turunkan suaramu kepada istriku, wahai bajingan" ucap Devon.


"Ha...ha...ha... Kau pikir kau itu suci, berkacalah sebelum bicara bung" ejek suami kak Intan.


Devon yang geram dengan ejekan kaka iparnya itu, Devon melayangkan bogem mentah ke wajah kaka iparnya sebanyak dua kali.


Mika yang melihat situasi sudah mulai memanas segera menarik suaminya untuk pergi meninggalkan tempat tersebut sebelum menjadi pusat tontonan gratis pengunjung lain.


Mika sebelum pergi menarik suaminya sempat mengucapkan kalimat yang cukup menohok.


"Suamiku memang pernah menjadi penzina tetapi kini kembali kejalanNya, lalu abang dari suami yang baik mengapa ingin menjadi penzina?...dan kamu nona, diluar sana banyak single yang berkualitas, mengapa harus menjadi pelakor?" ucap Mika.


Setelah Mika berucap kalimat itu Mika langsung menarik Devon ke mobil miik mereka.


"Din tolong ambil belanjaan ibu di meja kasir" ucap Mika.


Udin melaksanan perintah Mika dan selang beberapa menit Udin datang dengan beberapa paperbag di tangannya.


Bersambung...


πŸ’–πŸ’–Lanjut ikuti ceritanya yaa..πŸ’–πŸ’–


Mohon maaf bila masih banyak salah typoπŸ™πŸ™πŸ˜πŸ˜


Tinggalkan jejak Like nya kak, biar Author lebih semangat lagi up nyaπŸ™πŸ™πŸ˜πŸ˜

__ADS_1


__ADS_2