Lihatlah Aku

Lihatlah Aku
Lihatlah Aku, season 2


__ADS_3

Bab 28


Hari ini Mika melaksanakan pekerjaannya seperti biasa.


Semua dilakukan dengan penuh tanggung jawab.


Mika menahan semua rasa sedih di hatinya.


Semua kesedihan dilampiaskan dengan cara bekerja.


Keinginnya untuk kembali ke Indonesia bulan depan menjadi pertimbangan lain.


Hatinya ragu untuk kembali, tetapi dirinya tidak ingin lari dari masalah yang ada.


Waktu terus bergulir tidak terasa waktu telah petang.


Hatinya yang terluka membuat Mika melewatkan sarapan pagi dan makan siang.


Mika yang seharusnya pulang lebih memilih bermalam di RS.


Jam sudah pukul 10 malam, Mika tertidur di ruang istirahat dokter.


Hati nya yang kecewa memilih menghindar dari orang yang mengecewakannya.


Malam semakin larut, mata Mika masih menolak untuk di pejamkan.


Mika memilih membuka HP nya yang di nonaktifkan sejak tadi pagi"


Saat HP nya di nyalahkan banyak sekali pesan dan tanda miss call masuk, semua dikirim suaminya.


Hampir semua pesan menanyakan keberadaan diri Mika.


Mika hanya tertawa kecil membaca semua pesan manis suaminya.


Tertawa untuk menertawakan dirinya yang berharap sepenuhnya ada di hati suaminya tetapi semua semu.


Begitu indah dan manis pesan itu dibuat, seolah cinta suaminya sepenuhnya milik Mika.


Mika terus mensugesti dirinya agar tenang dan positif thinking, metode ini yang diajarkan kak Dinda.


Metode ini cukup ampuh bagi Mika untuk menenangkan pikirannya yang saat ini kacau.


Sudah hampir 6 tahun penyakit lamanya tidak pernah kambuh.


Mika tidak ingin masalah rumah tangganya menjadi trigers bagi penyakit lamanya.


Saat mika hendak menaruh HP, tiba - tiba HP nya berbunyi.


Ternyata Devon lah yang menelepon.


Mika segera menangkat sambungan telepon itu.


Mika : "Halo Mas"


Devon : "Halo sayang dimana?"


Mika : "Rumah sakit"


Devon : "Pulang jam berapa sayang?"


Mika : "Maaf besok pagi mas"


Devon : "Kenapa harus bermalam di RS?... Apakah kamu harus menggantikan rekanmu yang lain?"


Mika : "Iya Mas"


Devon : "Baiklah sayang, jangan lupa makan dan yang terpenting jaga hatimu untukku"


Mika : "Ya"


Devon : "Bye sayang... "


Mika : "Bye... "


Sambungan telepon mereka berdua berakhir.


"Tuhan maafkan aku bila harus berbohong pada suamiku" ucap Mika


Mika sadar yang dilakukan dirinya salah.


Mika berusaha menghindari pertengkaran, cintanya yang besar membuat Mika sulit untuk membenci Devon.

__ADS_1


Mika terus intropeksi dirinya, apa yang salah pada dirinya, sampai suaminya harus kembali ke masa lalunya.


Mika tertawa dengan permintaan suaminya, Devon meminta Mika untuk menjaga hati tetapi, tidak berlaku larangan ini untuk Devon.


Sedangkan Devon yang berada di kamar hanya termenung.


Devon berharap kedatangannya di jerman membuat hubungan mereka lebih dekat lagi.


Saat Devon memikirkan hubungannya dengan Mika dalam lamunannya, terdengar suara dering HP Devon.


Awalnya Devon malas mengangkat telepon tersebut, karena berdering terus - menerus membuat Devon melihat kontak yang menelepon.


"Nita" ucap Devon dalam hati


Ada apa ini kenapa perasaanku tidak enak.


Akhirnya Devon mengangkat telepon tersebut.


Ternyata bukan Nita yang menelepon Devon.


Pihak RS menelepon Devon karena ada masalah gawat Nita, mereka menceritan kondisi Nita yang tidak stabil.


dr.Okan menjelaskan kondisi Nita.


Sudah lebih dari 3 hari Nita tidak mau makan dan minum.


Nita selalu saja menyebut nama Devon.


Saat Devon ingin merebahkan tubuhnya tiba-tiba HP Mika kembali berdering


Lagi -lagi ini berkaitan dengan kesehatan Nita.


Devon di minta untuk segera datang ke RS karena kondisi Nita semakin menurun.


Akhirnya Devon dengan Ke egoisannya menuruti kemaun pihak RS Nita dirawat.


Devon kembali menelepon istrinya. Kali ini Devon membulatkan tekatnya untuk ijin pamit kembali ke indonesia.


Tut... Tut... Nada sambung ke HP Mika tidak kunjung diangkat.


Devon mengakhiri panggilan teleponnya.


[Sayang, maaf besok pagi aku harus kembali ke Indonesia]


Pesan dikrim Devon


Devon telah packing pakainnya.


Devon menaruh semua hadiah untuk istrinya di atas nakas Tempat tidur.


Devon yang lelah akhirnya tertidur.


Pagi harinya, Devon terbangun pagi sekali, karena pesawat Devon pukul 6 pagi?


Devon yang terburu - buru tidak sempat lagi menghubungi istrinya.


Kini Devon telah berada di pesawat yang mengantarnya ke Indonesia.


Hatinya yang bimbang antar memilih dan tetap bertahan di Jerman.


Di tempat lain Mika mulai sibuk praktek.


Mika yang terlalu sibuk tidak sempat membuka pesan pada HP nya.


Semua berlalu tanpa Mika mengetahui pesan yang dikirimkan Devon.


Hingga jam istirahat, Mika baru menghentikan pekerjaannya.


Mika membuka HP nya, sungguh terkejut suaminya sudah 20 x miscall dan 20 x pesan.


Salah satu pesannya yang cukup menyakitkan adalah


[Mika, aku harus pulang besok pagi, ada urusan penting yang aku harus urus, jaga dirimu baik - baik, bye sayang]


Pesan yang dikirim Devon.


Mika segera pulang ke apartemen mencari keberadaan suaminya.


Sesampainya di apartemen tidak ada sseeorang pun.


Mika mencoba menghubungi suaminya, tetapi HP Devon tidak aktif.

__ADS_1


Mika lalu mengirim pesan pada Devon


[Maafkan aku Mas, aku baru lihat pesanmu, safe flight]


Pesan dikirim. Mika


Dalam pesawat


Devon dalam pesawat terus saja melamun.


Hatinya yang bingung dan bimbang dalam memilih Mika istri sah nya atau Nita wanita masa lalunya.


Rumah sakit


Nita terus saja memuntahkan makannya.


Minum air saja yang diberikan perawat dia me nolaknya.


Nita juga suka menangis tiba -tiba.


Tatapannya seolah memohon kedatangan Devon untuk penyemangatnya.


Harapan akan sosok Devon sangat besar.


Nita sangat yakin sekali bahwa Devon sangat mencintainya.


Nita ingin segera menikahi Devon.


Jakarta


"Alahamdulilah" ucapan Devon yang telah sampai dengan selamat pada dirinya


Setelah mengambil kopernya Devon melanjutkan perjalanan mencari ke hotel.


Dengan bantuan supir taksi yang akan mengantarkan Devon mencari Hotel yang paling dekat RS Jakarta.


Devon sementara akan tinggal di jakarta.


Kekhawatiran Devon yang besar pada Nita membuat dirinya kembali lagi pada hal yang terlarang.


Devon tidak mengingat Mika kembali.


Seluruh pikirannya hanya mencemaskan Nita.


Bahkan Devon tidak memberi kabar pada Mika, bila dia telah sampai Indonesia.


Hatinya di butakan dengan ambisinya.


Rasa ngantuk dan lelah menyerang Devon.


Devon yang tidak bisa menahannya akhirnya tertidur dalam perjalanannya.


Sesampainnya dihotel sudah jam 3 pagi.


Devon yang sangat lelah akhirnya melanjutkan tidur setelah sampai di kamar hotel.


Hingga waktu menunjukan pukul 8 pagi, Devon telah bangun dari tidurnya.


Setelah rapi Devon mendatangi RS jakarta.


Devon mendatangi ruang dr. Okan untuk menanyakan kesehatan Nita.


Kini Devon sudah di poli tempat dr. Okan praktek.


Setelah Devon menanyakan keberadaan dr. Okan, seorang perawat mengantarkan Devon sampai di ruangan dr. Okan


"Met pagi dr. Okan" ucap Devon


"Pagi Dok, silakkan duduk" jawab dr. Okan


"Kapan sampai Indonesia Dok?" tanya dr.Okan


"Semalam dok" "jawab Devon


Perbincangam mereka berlanjut dengan kesehatan Nita.


dr. Okan menceritakan kondisi fisik dan psikis Nita.


Hampir tiap hari Nita menangis tidak jelas sambil berteriak - teriak manggil Devon.


dr. Okan juga sudah meminta dokter spesialist kejiwaan (Psikiater) untuk memberikan terapi pada Nita.

__ADS_1


__ADS_2