
Bab 82
Setelah pesawat mereka mengudara hampir 17 jam dengan 1 kali transit di negara tetangga Indonesia tidak menyurutkan keinginan mereka untuk langsung menemui cucu mereka.
Papa yang sudah memberi kabar kepada supirnya sehari sebelum kepulanganya membuat kedua orang tua ini tidak perlu menunggu kedatangan supir mereka karena supir mereka sudah stanby menunggu mereka di pintu kedatangan.
"Selamat datang kembali di negara tercinta kita tuan dan nyonya" ucap Udin supir baru mereka yang suka becanda.
Papa dan mama Devon tertawa mendengar candaan Udin.
Mereka bertiga melanjutkan perjalanan ke Bandung, di tengah perjalanan papa Devon meminta Udin untuk ke alamat yang diperintahkannya sebelum pulang kerumah.
Perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan bagi orang tua Devon. Di usia mereka yang tidak muda lagi duduk dalam waktu yang lama pastinya sangat pegal.
Perjalanan panjang mereka telah sampai di tujuan yaitu kediaman kakek dan nenek Emin.
Berbekal no telepon babysister Al yang diberikan Mika. Mama sudah menghubunginya untuk memberitahu bila mereka berdua akan menjemput mereka dan meminta untuk bersiap - siap.
Udin turun dari mobil untuk memberitahu penjaga rumah kakek Emin tujuan kedatangannya. Penjaga rumah itu pun membukakan pintu rumah majikannya.
Sebuah rumah yang di kelilingi halamanan yang sangat besar yang lebih cocok di bilang Villa.
Papa dan mama Devon sangat kagum atas rendah hati seorang Emin, dirinya tidak sombong walaupun secara finansial sangat kaya sekali di lihat dari rumah kakek dan neneknya yang sangat besar.
Rumah kakek Emin ini ukurannya sekitar empat kali rumah mereka. Padahal rumah mereka saja sudah besar.
Salah satu penjaga rumah itu mengantarkan papa dan mama Devon untuk bertemu tuan dan nyonya besar mereka.
Penjaga itu sudah mempersilakkan papa dan mama Devon untuk duduk di ruang tamu. Penjaga itu langsung memberitahu kepala ART kalau ada tamu yang mencari tuan dan nyonya mereka.
Tak lama datanglah sepasang kakek dan nenek yang masih sehat dan gagah di usia sepuh mereka.
"Selamat sore Prof. Dimas dan Prof. Erin" ucap kakek Emin saat bertemu tamu mereka.
"Selamat sore Bapak dan Ibu, mohon maaf kedatangan kami mengganggu waktu istirahat kalian" ucap papa Devon.
"Oh Tidak Prof" jawab kakek Emin.
"Pak panggil saja nama saya" ucap Papa Devon.
Papa Devon yang merasa tidak enak bila orang tua yang baik hati ini memanggil gelar kehormatannya.
__ADS_1
Saat mereka berempat sedang berbincang dua orang ART mereka pun datang membawa minuman hangat dan beberapa cemilan untuk papa dan mama Devon.
Mereka pun tidak lupa juga memberikan minuman dan cemilan untuk supir keluarga Devon yang berada di teras.
Papa dan mama Devon melihat kebaikan keluarga Emin sungguh salut sekali. Ternyata kebaikan Emin menurun dari lingkungan keluarganya yang baik.
Mereka berbincang - bincang mengenai kesehatan Mika sampai bercerita peristiwa kecelakan Devon. Kakek dan nenek Emin mengucapkan rasa turut dukacitanya dan turut prihatin atas musibah yang menimpah kedua orang tua Devon.
Setelah berbincang - bincang tak terasa hari sudah malam. Mereka pun mengajak papa dan mama Devon makan malam bersama sebelum pulang.
Mereka makan bersama, setelah selesai papa dan mama Devon pamit pulang bersama ke tiga cucunya beserta babysister mereka masing - masing.
"Terima kasih banyak Bapak dan Ibu atas kebaikan keluarga kalian, semoga Tuhan membalas kebaikan kalian" ucap papa Devon dengan tulus.
"Sama - sama nak Dimas, sekarang kita keluarga" jawab kakek Emin.
"Apakah kami boleh mengunjungi kaka Al, dd Devin dan Davina?" tanya nenek Emin.
"Tentu saja bu, kapanpun bapak dan ibu mau, kalau berkenan menginaplah di rumah kami bu" ucap mama.
"Terima kasih nak" jawab Nenek Emin sambil memeluk mama Devon.
"Sama - sama bu, saya yang harusnya berterima kasih atas kebaikan hati keluarga kalian " ucap mama dalam isakan tangisnya.
Kini mereka dalam perjalanan menujuh kediaman keluarga Devon.
Sepanjang perjalanan mama becanda dengan cucu - cucunya. Rasa lelah dan letihnya hilang ketika melihat senyum dan kekehan cucunya.
Perjalanan mereka akhirnya sampai juga di kediaman orang tua Devon. Papa dan mama Devon mengantarkan cucu - cucu mereka sampai kamar mereka.
Kamar yang sangat besar untuk ketiga cucu beserta babysister yang menjaga cucu mereka sepanjang malam.
Papa Devon sengaja telah merenovasi kamar mereka yang awalnya tiga kamar menjadi satu kamar sangat besar. Papa Devon juga sudah melengkapi semua keperluan dan kebutuhan cucucnya di kamar itu, termasuk ruang bermain cucunya.
Papa dan mama Devon sangat bahagia dapat bertemu kembali dengan cucu mereka.
Mama pun mengirimkan pesan ke No HP Prof.Emin.
[Nak Emin, kami tadi sudah ke rumah kakek dan nenek nak Emin, kami saat imi sudah sampai dirumah. Kaka Al dan dd Devin, Davina sudah terlelah tidur. Nak terima kasih atas semuanya]
Pesan yang papa kirim ke Prof.Emin.
__ADS_1
Papa juga mengirimkan foto ketiga cucunya yang sudah terlelap bobo di tempat tidur mereka masing - masing yang di jaga oleh babysister mereka.
"Sus kami pamit kekamar dulu, kalau membutuhkan sesuatu mintalah kepada bi Mimin" ucap mama.
Setelah itu mama dan papa Devon kembali ke kamar nya untuk beristirahat.Tetapi sebelum itu mama mengirimkan foto ketiga cucunya kepada kak Intan. Mama sengaja ingin memberikan kabar gembiranya.
Kring...kring...kring...HP mama berbunyi, dilayar terdapat no kak Intan yang melakukan panggilan video call. Mama menerima panggilan anak sulungnya.
Mama : "Halo anak mama yang cantik"
Intan : "Halo ma, benarkah keponakanku sudah kembali pulang"
Mama : "Iya sayang"
Intan : "Alhamdulillah"
Kak Intan meminta mama nya bercerita semuanya. Dengan senang hati mama Devon menceritakan semuanya kepada anak sulung mereka. Rasa menggebuh - gebuh mama mengungkapkan semua kebahagiannya.
Mama Devon bahagia atas kesembuhan Mika dan kembalikan dipertemukannya dengan cucu - cucu mereka atas kebaikan hati Mika yang mau memaafkan semua keburukan yang diterimanya selama di rumah mereka.
Mama juga mencerita bagaimana kebaikan keluarga pak Edi dalam menjamu mereka selama seminggu tinggal di rumah keluarga pak Edi.
Selain itu mama juga menjelaskan kebaikan dan perhatian Prof.Emin beserta kakek dan nenek Emin kepada Mika dan anak - anak Mika.
Intan yang medengar cerita mamanya ingin segera mengunjungi orang tuanya ke Bandung untuk melepas kangen kepada ketiga keponakannya, namun karena Intan sedang menunggu HPL nya membuat dirinya harus pasrah dengan keadaan.
Obrolan mereka berdua tidak akan berhenti sampai papa yang baru selesai mandi itu menghentikan istri dan anaknya.
"Kak sudah dulu ya, kami ingin istirahat, kaka juga istirahat ya" ucap papa.
"Siap pa" jawab Intan.
Akhirnya sambungan telepon mereka terputus. Mama membersihakan tubuh lengketnya sebelum tidur.
Setelah selesai mama menyusul suaminya yang sudah tidur duluan.
Bersambung...
Maaf ya para pembaca setiaku semua, author lanjut di episode berikutnya yaππππ
Terima kasih telah mengikuti karya author, mohon maaf bila masih banyak salah typoππ
__ADS_1
Ditunggu kritik dan saran kalian semua, yang dapat membangun karya author agar lebih semangat up nyaππππ
Tolong tinggalkan jejak Like, vote, hadiah dan komen dibawah iniππππ