Lihatlah Aku

Lihatlah Aku
Lihatlah Aku, season2


__ADS_3

Bab 34


Devon yang syok atas permintaan Mika.


Sungguh hatinya sakit saat istrinya meminta perpisahan itu.


"Tolong jangan hukum aku dengan ini" ucap Devon sambil memohon pada Mika.


Mika tidak menjawab Devon, tetapi memalingkan pandangannya ke arah lain agar tidak beradu pandang dengan suaminya.


"Jangan bilang begitu sayang, sungguh aku tidak ingin ada perpisahan antara kita" ucap Devon.


Mika tetap membisu, tidak ada sepatah kata yang keluar dari mulutnya.


"Ini semua memang salahku, berilah kesempatan kepadaku...aku sudah mengakhiri kebodohanku dengan Nita" ucap Devon dengan jujur.


Mika tidak merespon semua ucapan Devon, berdiam itu menjadi senjata andalan Mika disituasi ini.


Devon terus saja mengajak Mika berbicara, walaupun tidak ada respon apapun dari Mika.


"Sungguh aku hanya kasihan pada Nita, karena seringnya bertemu membuatku sulit untuk menolak keinginannya" ucap Devon penuh penyesalan.


Mika berdiam dengan menahan emosi dalam dadanya.


"Aku merasa kasihan atas permasalahan hidupnya, Nita di vonis lumpuh seumur hidup, hanya keajaiban Tuhan yang bisa membuat dirinya berjalan, seperti yang aku pernah ceritakan padamu sayang...Selain itu Nita juga memiliki seorang baby perempuan, sekarang berusia 4 bulan, bernama Vonny, awalnya baby Vonny tinggal di rumah kita, tetapi kini sudah aku titipkan di panti asuhan Bunda kasih" ucap Devon.


Mika masih diam dengan seribu bahasanya.


"Aku kasihan dengan baby Vonny karena dirinya hadir karena buah dari pemerkosaan yang di alami Nita oleh laki - laki yang tidak dikenalnya...Sungguh semua aku telah ceritakan padamu, tidak ada lagi yang aku tutupi darimu sayang" ucap Devon.


Diamnya Mika merekam semua ucapan suaminya.


"Aku sungguh mencintaimu Mika, tidak pernah ada cinta lain dihatiku selain dirimu" ucap Devon dengan tulus.


Memang selama ini Devon hanya kasihan pada kehidupan Nita, rasa kasihan dan seringnya bertemu membuatnya sulit lepas dari masalah Nita.


Mika hanya diam dengan tatapan males menanggapi ucapan suaminya.


"Tolong berilah aku kesempatan menjadi suami dan papa yang baik buat keluarga kecil kita" ucap Devon sambil meneteskan air mata.


Mika hanya diam dan mencerna semua ucapan suaminya dalam pikirannya.


Mika tidak ingin hanya menjadi pelarian Devon.


Mika memang sangat menyayangi suaminya, tetapi dirinya tidak ingin hatinya terluka untuk kesekian kalinya.


Di abaikan kurang lebih 2 bulan sudah cukup menyakitkan bagi Mika.


Pernah mendapatkan tudingan penzinaan dan tidak diakuinya janin dalam kandungannya membuat Mika sulit menerima Devon kembali.


Mika takut Devon akan mempermainkan kata maaf nya dan melakukan kesalahan yang sama kembali.


"Tolong jangan meminta itu dariku, jangan tinggalkan aku, mintalah hukuman yang lain, nak tolong papa mu ini, maafkan papa yang bodoh ini" ucap Devon sambil menangis di kaki Mika.


Mika yang melihat hal tersebut merasa tidak tega, walaupun hatinya sakit tetapi sungguh hati besar yang di miliki Mika mengalahkan semua egonya.


"Bangunlah mas jangan seperti ini, jangan membuatku berdosa pada suamiku" ucap Mika.


"Tidak, maafkan aku, berilah aku kesempatan akan aku perbaiki semuanya", jawab Devon dengan kesungguhannya.


Mika yang tidak tega kepada lelaki yang di cintainya dan sekaligus yang menyakitkan hatinya ini, akhirnya mengucapkan yang di inginkan Devon.


"Tuhan Maha pemaaaf, apalah daya aku hanya hamba kecilNya" ucap Mika dalam tangisnya.


"Apakah artinya dirimu sudah memaafkan ku sayang?" tanya Devon.


Devon meminta kejelasan dari makna tersirat Mika.


"Iya, tetapi terus bertobat hanya kepada Tuhan, karena segala sesuatu niatkan kepadaNya" jawab Mika.


"Terima Kasih sayang atas kebesaran hatimu, sungguh aku tidak akan melakukan hal bodoh seperti ini lagi" ucap jujur Devon.


Devon mengucapkan dengan sungguh sungguh dan benar - benar ingin memperbaiki semuanya.


Devon langsung memeluk istrinya dalam tangis penyesalan dan tangis kebahagian atas kesempatan yang diberi oleh Mika.


"Sudahlah mas, jangan menangis lagi, matamu sudah mulai membengkak" ucap jujur Mika.


"Iya sayang" jawab Devon.


Sunggguh hati Devon bahagia sekali, Devon terus memandangi wajah Mika tanpa kedip.


Mika yang ditatap seperti itu membuat dirinya malu dan menolehkan kepalanya untuk memutus pandangannya.


Devon yang melihat hal lucu itu langsung memanfaatkan dengan mengecup kening istrinya.


Pipi Mika menjadi merona karena menahan malu.


"Aku ngantuk mas" ucap Mika untuk mengindari Devon.


"Tidurlah sayang, aku akan menjagamu dan anak kita" ucap Devon.

__ADS_1


Sebelum Mika memejamkan matanya, Devon mengelus perut dan menghujani ciuman di perut Mika.


Mika yang merasa geli hanya menahan dalam senyum, karena dalam hati terdalamnya sungguh senang dengan kelakuan Devon.


Setelah Devon puas dengan menciumi perut Mika yang didalamnya ada calon anaknya, Devon menaiki pandangannya pada wajah cantik istrinya.


Devon mencium cukup lama pada kening, kedua pipi Mika dan berakhir pada bibir mungil Mika.


Devon melepas rasa rindu yang lama tertahan dengan memperdalam ciumannya.


Mika memberi respon kepada Devon, membuat Devon dengan mudah mengeksplor seluruh yang ada di rongga mulut istrinya.


Mika sungguh menikmati kelembutan dan sentuhan - sentuhan suaminya.


Devon yang ingin memberikan sentuhan lebih dari itu meminta persetujuan Mika.


Mika yang menginginkan hal yang sama, hanya menganggukan kepalanya dengan pipi yang semakin memerah karena memahan malu.


Merasa mendapatkan lampu hijau, Devon melepas jarum infus pada pergelangan tangan istrinya dan melancarkan aksinya.


Devon memberikan nafkah batin Mika yang sudah 2 bulan terabaikan sekaligus pertama kalinya menjenguk calon anaknya.


Autor skip ya, silakan dilanjutkan sendiri - sendiri apa yang dilakukan suami istri itu untuk mencapai kenikmatan merekaπŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜±πŸ˜±πŸ˜±πŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆ


Pagi harinya rona bahagia terpancar dari wajah mereka berdua.


"Mas,aku ingin mandi?" ucap Mika.


Mendengar ucapan istrinya, Devon langsung menggendong istrinya dengan ala bridal style sampai kamar mandi.


"Sudah sana, mas keluar " usir Mika yang risih suaminya masih di dalam kamar mandi dengannya.


Devon yang mendengar ucap istrinya bukan keluar tetapi memilih memandikan istrinya.


"Mas" tolak Mika.


"Uusstt... diamlah sayang, mas sudah lama tidak memandikanmu" ucap bocor Devon yang tidak di saring.


"Tapi... " ucap Mika yang tegantung.


"Mas janji hanya memandikanmu saja" jawab Devon dengan senyum menggodanya.


Mika yang tidak bisa menolak lagi atas keinginan suaminya membiarkan kemauan suaminya.


Setelah selesai dengan ritual mandi, Devon dengan telaten memakaikan pakaian pada istrinya.


Setelah Mika rapi, kini giliran Devon menyegarkan dirinya dengan guyuran air shower kamar mandi.


Roti sobek di perutnya tampak menggoda dengan tetesan air sehabis mandi.


"Mas koq tidak pakai baju di kamar mandi?"


tanya Mika pada Devon yang tidak ingin roti sobek suaminya dilihat dokter atau perawat yang visit ke ruangannya.


"Mas tidak bawa baju ganti?"jawab Devon diiringi senyuman.


"Sementara pakailah pakaian pasien RS yang ada dilemari atas wastapel kamar mandi" ucap Mika.


Devon yang merasa kedingin segera mencari pakaian itu sesuai arahan istrinya.


Setelah memakai pakaian itu, Devon keluar dari kamar mandi.


Kini suami istri ini memakai pakaian yang sama, yaitu pakaian pasien RS.


Mika merasa lucu dengan kejadian ini, akhirnya tertawa.πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…


Devon merasakan hal yang sama juga tertawa.πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…


Akhirnya mereka tertawa berdua,menertawakan kelakuan konyol mereka.


Saat mereka sedang tertawa terdengar ketukan dari depan pintu, tak lama pintu terbuka tanpa jawaban dari Mika atau Devon.


Krek... pintu rawat inap Mika terbuka sempurna, ternyata papa dan mama Devon yang datang.


Dalam hati Mika dan Devon bersyukur karena mama dan papanya datang di waktu yang tepat.


Mama Devon menyerahkan paperbag berisikan pakaian bersih Devon.


"Ini pakaianmu Dev" ucap mama kepada Devon.


Mama yang melihat penampilan Devon dengan rambut basah dan pakaian yang dipakai Devon adalah pakaian RS membuatnya paham apa yang terjadi.


Dengan senyum - senyum kecil mama mulai menggoda anak nakalnya itu.


"Pelan - pelan, jangan di gas terus kasihan anakmu" ucap bocor mama.


Devon mendengar ucapan mama langsung tersenyum lebar pada mamanya.


Untung saja suara mama Devon sangat pelan sehingga yang mendengar hanya puteranya saja.


Devon segera mengganti pakaiannya di kamar mandi.

__ADS_1


Sedangkan Mika sedang berbincang - bincang dengan papa mertuanya.


"Mika sayang, ini pakaian gantimu" ucap mama yang menunjukan paperbag berisikan pakaian Mika.


"Iya ma, terima kasih" ucap Mika.


"Sama - sama sayang" jawab Mama.


Devon yang telah mengganti pakaiannya ikut bergabung untuk mengobrol bersama istri dan kedua orang tuanya.


"Selamat pagi semua" ucap dokter kandungan yang ingin memeriksa keadaan Mika.


"Pagi dok" jawab semua yang ada di ruangan.


"Dr. Mika kita periksa dulu yuk dede bayinya!" ajak dokter kandungan.


"Iya dok" jawab Mika.


Dokter kandungan telah memeriksa tensi Mika dan kini saatnya Mika di dorong dengan kursi roda untuk melakukan USG di ruang USG.


Devon menemani Mika dengan sabar dan begitu excited melihat buah hatinya saat di USG, ternyata anaknya baru sebesar biji kacang ijo. πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…


Hasil cek lab Mika hasilnya bagus semua dan dokter sudah memperbolehkan Mika pulang hari ini.


"Untuk obatnya sudah saya kirim ke apotik Dr.Mika, sehat - sehat slalu ya, sampai ketemu periksa baby nya bulan depan" ucap dokter kandungan.


"Ok, terima kasih dok" ucap Mika.


Devon hanya senyum ramah kepada dokter kandungan, tanda terima kasihnya.


"Harus banyak stok sabar ya Dr. Devon dalam menghadapi istri hamil muda" ucap sang dokter sambil tersenyum.


"Iy--iya, dok" jawab Devon.


Setelah pengecekan USG telah selesai, Mika dan Devon kembali ke ruang inap Mika.


Disana masih ada Mama dan papa Devon.


Devon yang tidak sabar segera mempercepat dorongan kursi roda Mika dan menghampiri orang tuanya.


"Ma, pa lihat ini hasil USG anakku" ucap Devon berbinar - binar saat memperlihatkannya.


"Iya nak" jawab kedua orang tua Devon.


Mika yang menyaksikan hal itu menjadi terharu.


"Alhamdulillah...terima kasih Tuhan, semoga sehat selalu anak dalam kandunganku" doa dalam hati Mika.


"Ayo kita pulang" ajak papa mertua Mika.


"Papa dan mama ikut pulang juga?" tanya Devon.


"Iya, mama cancel praktek hari ini" jawab mama.


"Kenapa ma?" tanya Devon yang penasaran.


"Mama mau membuat acara kumpul2 keluarga kita" jawab mama yang mencoba menyembunyikan sesuatu.


"Oooo... " ucap Devon.


Devon menghentikan pembicaraan pada mamanya dan beralih kepada istrinya.


"Sayang makan dulu ya makananmu, habis itu vitamin, setelah itu baru deh kita cus pulang" ucap Devon seperti mendikte anak kecil.


Mika hanya tersenyum melihat kelakuan suaminya. Sikap dan perhatian Devon telah kembali. Mika berharap, Devon tulus dan tidak tergoda lagi.


Devon menyuapi Mika dengan telaten dan sabar sampai makanan itu tandas, setelah itu Devon menyuruh Mika meminum vitamin yang di resepkan dokter kandungan.


Setelah drama bucin - bucinan pagi ini selesai, mereka cap cus back to home.


Papa dan mama yang melihat kemesraan mereka bersyukur karena Tuhan memberi kesempatan mereka memperbaiki semua yang salah.


Mereka berempat bersiap menujuh parkiran.


Saat di kolidor RS, Devon mendengar salah satu perawat memanggil Devon.


"Dr.Devon tunggu" panggil salah seorang perawat yang berlari menghampiri Devon.


Devon dan keluarganya menghentikan langkahnya.


"Iya, ada apa sus? " jawab Devon.


"Dok pasien atas nama Nita yang dokter bilang kerabat dokter kondisinya gawat" ucap perawat.


"Maksudnya gawat bagaimana?" tanya Devon.


Bersambung...


Terimakasih para pembaca yang sudah mengikuti novel Lihatlah Aku πŸ™πŸ™πŸ˜πŸ˜


**Nantikan kelanjutan ceritanya ..😍😍

__ADS_1


Jangan lupa like, vote dan komen dibawah yahπŸ˜πŸ˜πŸ™πŸ™


__ADS_2