Lihatlah Aku

Lihatlah Aku
Lihatlah Aku, season 2


__ADS_3

Bab 40


Di lantai satu rumah orang tua Devon telah berkumpul di meja makan papa, mama dan kaka Devon.


"Mika belum turun ma?" tanya Intan pada Mamanya.


"Sudah, nasi goreng ini saja Mika yang memasaknya" jawab mama.


"Lalu dimana Mika?...apa Mika lagi mengalami morning sickness?" tanya Intan.


"Tidak, Mika ada di kamarnya" jawab mama.


"Baiklah, aku memanggil adik cantikku untuk sarapan bersama" ucap Intan sambil berdiri dari kursi meja makan.


"Duduklah kembali kak" ucap Mama.


Intan yang bingung kenapa mamanya melarang dirinya memanggil Mika untuk makan bersama.


Intan duduk kembali dan bertanya pada mama nya.


"Memang Mika kenapa ma?" tanya Intan.


"Mika pagi ini akan sarapan dikamarnya" jawab mama.


"Apa Mika kurang sehat?" tanya Intan.


"Tidak, tetapi adik tersayangmu yang memintanya" jawab mama.


"Maksud mama Devon?" tanya Intan.


"Ya iyalah, siapa lagi kalau bukan dia" jawab mama.


"What?????" ucap Intan dan papa berbarengan.


"Kalian ini bikin jantung mama hampir copot saja dengan suara teriak kalian" ucap mama.


"Maaf ma" ucap papa dan Intan berbarengan.


Akhirnya mama menceritakan kejadian tadi subuh di dapur kepada suami dan anak sulungnya itu.


Dimulai dari mama hendak keluar kamar, terdengar suara barang pecah dan mama mencari sumber pecahan itu.


Saat mama melewati ruang keluarga terdengar ribut - ribut dari ruang makan, mama melangkah ke sana, mama melihat Devon sedang menggendong istrinya.


Belum sempat mama bertanya kepada puteranya itu, Devon sudah berlalu dengan menggendong istrinya menujuh kamar mereka.


Mama melihat ada pecahan piring beling di dekat pintu dapur yang sedang di bersihkan bi Sani.


Mama yang penasaran akhirnya bertanya kepada bi Sani dan bi Mimin tentang kekacauan pagi itu.


Bi Mimin menjelasakan dari awal kejadian hingga kaki Mika terluka terkena pecahan beling piring yang pecah.


Tidak lama dari itu telepon di dapur berbunyi, ternyata panggilan dari kamar Devon yang meminta Bi Mimin mengantar sarapan mereka berdua ke kamar mereka.


"Begitu ceritanya, maka nya mama melarang kaka memanggil Mika turun makan bersama kita" ucap mama.


"Ooo...gitu toh" jawab Intan.


"Iyalah, pasti kaka taulah kelakuan adik tersayang mu itu, apa lagi kalau bukan bermanja - manja dengan istrinya" ucap Mama.


"Anak itu dibilang 2 hari lagi baru pulang, ternyata baru satu malam nekat kabur" ucap Papa.


"Anakmu gitu lho pa, ha... ha..." ejek mama sambil tertawa.


Pembahasan Mika dan Devon berakhir juga.

__ADS_1


Setelah itu Intan mengganti topik pembicaraan yang lain.


"Papa kenapa kemarin pulang tidak bilang - bilang kaka?" ucap Intan.


"Sorry kak, papa habis bertemu dengan arsitek yang sedang membangun RS milik Mika di Resto dekat rumah kita, setelah itu karena searah rumah kita, papa langsung pulang saja" penjelasan papa.


"Ooo... Memang sudah berapa persen RS milik Mika pa?" tanya Intan.


"Sudah 40 % kak" jawab papa.


"Wah cepat juga ya pa" ucap Intan.


Papa hanya meanggukan kepala tanda setujuh dengan pemikiran Intan.


Setelah itu Intan kembali melanjutkan pembincangan mereka.


"Pa, setelah sarapan kita bisa keruang kerja papa ya?" permintaan Intan.


"Ada apa kak?" tanya mama.


"Ada sedikit masalah, mama Juga boleh ikut dengar koq" Jawab Intan.


Mama tersenyum dengan permintaan anaknya itu.


Sedangkan papa hanya menganggukan kepala tanda setujuh atas permintaan anaknya.


Kini mereka bertiga sudah ada di ruang kerja papa.


Mama dan Intan duduk di satu sofa panjang, sedangkan papa duduk di single sofa.


Intan memulai menceritakan hasil dari psikoterapi yang dilakukan terhadap Nita.


Intan menceritakan semua kisah hidup Nita yang di ceritakan secara detail, tanpa ada yang terlewat kepada ke dua orang tuanya.


"Pa, ini adalah rekam Medis Nita" ucap Intan sambil menyerahkan hasil rekam medis Nita dalam map.


Papa Mulai membuka hasil rekam Medis Nita.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


...REKAM MEDIS...


No. Med rec : 009707900


Nama Pasien : Nita Camelia Wijaya


Tgl.Lahir : 13/ 06/ 1996


Bangsal/ Poli : ICU


Dokter Pengirim : Dr. Intan Dirgantara, Sp.KJ


------------------------------------------------------------------------


Berikut ini adalah beberapa keluhan atau masalah kejiwaan yang perlu ditangani dengan psikoterapi:


1. Putus asa atau sedih yang luar biasa selama beberapa bulan


Cemas, takut, atau khawatir yang berlebihan yang menyebabkan kesulitan dalam menjalani aktivitasnya sehari-hari.


2. Perubahan mood yang ekstrim, misalnya tiba-tiba bersemangat atau sangat sedih tanpa alasan yang jelas


Berperilaku negatif, seperti mudah marah,berkeinginan untuk bunuh diri atau menyakiti orang lain.


3. Halusinasi

__ADS_1


Kesulitan mengungkapkan perasaan atau merasa tidak ada orang lain yang bisa memahami perasaan atau masalah yang sedang dihadapi.


**Beberapa jenis psikoterapi yang cukup sering dilakukan, yaitu:


1. Terapi perilaku kognitif


Terapi perilaku kognitif bertujuan untuk mengevaluasi pola pikir, emosi, dan perilaku yang menjadi sumber masalah dalam kehidupan pasien. Setelah itu, dokter atau psikolog akan melatih pasien untuk merespons sumber masalah tersebut dengan cara yang positif.


Misalnya, jika dulu pasien sering menggunakan obat-obatan atau minuman beralkohol untuk mengatasi stres, maka dengan psikoterapi ini, pasien akan dilatih untuk merespons stres dengan aktivitas yang lebih positif, misalnya berolahraga atau meditasi.


2. Terapi psikoanalitik dan psikodinamik


Jenis psikoterapi ini akan menuntun pasien melihat lebih dalam ke alam bawah sadarnya. Pasien akan diajak untuk menggali berbagai kejadian atau masalah yang selama ini terpendam dan tidak disadari.


Dengan cara ini, pasien dapat memahami arti dari setiap kejadian yang dialaminya. Pemahaman baru inilah yang akan membantu pasien dalam mengambil keputusan dan menghadapi berbagai masalah.


3. Terapi interpersonal


Jenis psikoterapi ini akan menuntun pasien untuk mengevaluasi dan memahami bagaimana cara pasien menjalin hubungan dengan orang lain, seperti keluarga, pasangan, sahabat, atau rekan kerja. Terapi ini akan membantu pasien menjadi lebih peka saat berinteraksi atau menyelesaikan konflik dengan orang lain.


4. Terapi keluarga


Terapi ini dilakukan dengan melibatkan anggota keluarga pasien, khususnya jika pasien memiliki masalah psikologis yang berhubungan dengan keluarga. Tujuannya agar masalah yang dihadapi pasien dapat diatasi bersama dan


memperbaiki hubungan yang sempat retak antara pasien dan keluarga.


5. Hipnoterapi


Hipnoterapi adalah teknik psikoterapi yang memanfaatkan hipnosis untuk


membantu pasien agar bisa mengendalikan perilaku, emosi, atau pola pikirnya dengan lebih baik.Metode psikoterapi ini cukup sering dilakukan untuk membuat pasien lebih rileks, mengurangi stres, meredakan nyeri, hingga membantu pasien berhenti melakukan kebiasaan buruknya, misalnya merokok atau makan berlebihan.


**Jenis psikoterapi yang cocok untuk Nita :


1. Terapi psikoanalitik dan psikodinamik


2. Terapi perilaku kognitif


3. Terapi interpersonal


4. Hipnoterapi


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Papa menutup kembali hasil rekam medis Nita.


"Lalu apakah kaka sudah melakukan terapi dari salah satu terapi dari 4 macam terapi itu?" tanya papa.


"Ya sudah, kaka sudah menerapkan Nita dengan terapi psikoanalitik dan psikodinamik" ucap Intan.


Papa hanya mengangguk kepalanya tanda sepaham dengan puterinya.


Sedangkan Prof. Iren yang tidak lain adalah mama Intan dan Devon hanya terdiam menyimak pembicaraan antara ayah dan anak itu.


"Kapan kaka akan melakukan terapi lagi?" tanya papa.


" Hari ini pa" jawab Intan.


Bersambung...


**Nantikan kelanjutan ceritanya ..😍😍


Terima kasih telah mengikuti karya author, mohon maaf bila masih banyak salah typoπŸ™πŸ™πŸ˜πŸ˜


Ditunggu kritik dan saran kalian semua, yang dapat membangun karya author agar lebih semangat up nyaπŸ™πŸ˜

__ADS_1


Tolong tinggalkan jejak Like, vote, hadiah dan komen dibawah iniπŸ™πŸ™πŸ˜πŸ˜


__ADS_2