
Bab 131
Setelah mengantar ibu dan seorang perawat serta Mr.X dan istri ke apartemen milik Devon yang letaknya tidak terlalu jauh dari RS.Diamond cukup mengharukan.
Mika banyak terdiam selama perjalanan menujuh pulang ke rumah. Dalam hati bergejolak merasa bersalah atas sikapnya yang tidak merawat langsung ibunya. Mika juga tau batasannya yang dia pun harus bertanggung jawab sebagai ibu atas ketiga anaknya dan juga kewajibannya sebagai istri Devon.
Mika lebih memilih diam, dirinya di hadapkan pada situasi yang sulit dalam mengambil keputuan ini. Mika hanya berharap semoga rumahnya cepat selesai di renovasi, setelah itu Mika berencana akan tinggal bersama dengan ibunya serta anak - anaknya dan suami di rumah tersebut. Hanya saja Mika sulit mengemukakan dalam mengungkapkan keinginannya kepada suaminya.
Devon yang melihat ketidak nyaman istrinya, dirinya ingin bertanya namun dia tidak tau harus memulai dari mana dalam menanyakan hal pribadi ini. Devon yakin Mika pasti sangat berat dalam berpisah dengan ibunya ini.
Sesampainya di rumah Mika langsung membersihkan tubuh lengketnya itu dan setelah itu melihat ketiga anaknya. Mika bermain bersama anak - anaknya namun pikirannya masih memikirkan ibunya.
Malam harinya setelah makan malam selesai dan pasangan suami istri ini sudah di dalam kamar. Devon mengajak Mika untuk berbicara masalah kedepannya untuk rumah tangga mereka.
"Sayang kesinilah, apakah merindukan ibumu?" tanya Devon.
Mika hanya menajamkan matanya kepada suaminya. Mika yang tidak ingin membahas masalah ini segera mengalihkannya.
"Aku ngantuk mas, aku tidur duluan ya" ucap Mika.
Mika segera merebahankan dirinya ke tempat tidur dan langsung memejamkan matanya. Mika berusaha menghindari pembahasan ibunya, Mika tidak sanggup bila harus membahas ibunya.
Rasa rindu dan sayangnya membuat Mika lemah dalam membahas ibunya. Mika tidak ingin lelehan air mata nya terlihat suaminya saat membahas ibu.
Devon yang menyadari kalau istrinya belum tidur hanya menghindar, segera berucap yang membuat istinya ingin berkomunikasi dengan dirinya.
"Setelah rumah itu selesai, kita dapat tinggal bersama dengan ibu agar bisa mantau kesehatannya" ucap Devon.
Sebuah ucapan yang sengaja di ucapkan Devon guna untuk memancing istrinya dalam komunikasi.
"Benarkah itu mas?" tanya Mika.
Devon tersenyum akhirnya niat untuk memancing istrinya mendapat respon yang baik dari Mika.
Devon dan Mika mulai membahas perpindahan mereka ke rumah yang baru saja di beli Mika.
Devon berjanji kalau dia yang akan berbicara kepada kedua orang tuanya mengenai perpindahan mereka. Devon yakin sekali kalau kedua orang tuannya pasti akan mengerti hal itu.
Pagi hari saat mereka setelah selesai sarapan Devon menyampaikan rencana kepindahannya ke rumah baru. Devon berharap kedua orang tuanya menerima keputusannya.
"Ma...pa...minggu depan rencananya kami akan pindah ke rumah kami di jl. Kamboja" ucap Devon.
"Mengapa mendadak sekali nak?" tanya mama Devon.
__ADS_1
Lalu Devon menjelaskan dengan penjelasan yang dapat di terima oleh orang tuanya yaitu ingin mandiri dan menjalankan keluarga yang seutuhnya.
Papa Devon yang mendengarkan alasan anaknya segera mengabulkan keinginan anaknya itu.
"Baiklah nak, tetapi ingat jangan lupakan kami, usahakan di weekend menginap di sini nak" ucap papa.
Sedangkan sang mama hanya bisa menangis mendengar rencana perpindahan anak, menantu dan cucunya.
"Iya pa" jawab Devon.
Mika yang melihat mama mertuanya berderai air mata segera memeluk mama mertuanya.
Peluk hangat sang menantu mampu meredahkan kesedihan sang mama mertua. Usai semua di ungkapkan kini permasalah mereka telah selesai.
Kini Mika dan Devon sedang melakukan perjalanan ke RS.Diamond. Mika langsung menujuh ke ruangan praktek kak Intan.
Sesampainya di ruang praktek kak Intan, Mika melihat Mr.X dan istrinya sedang duduk di ruang tunggu pasien.
"Apakah ibu sedang melakukan terapi?" tanya Mika.
"Iya nona, sekitar 5 menit yang lalu dimulai terapinya" jawab Mr.X.
Mika merasa bersalah karena pembahasan pindah rumah yang cukup lama, akhirnya telat untuk menemani ibunya terapi.
"Dimana rumah pengawal Tn.Beck yang mengabisi keluargaku?" tanya Mika.
Mika yang langsung tutup point tanpa berbasa - basi langsung menanyakan hal yang cukup mengejutkan Mr.X dan istrinya.
"Informasi yang saya dapat dari anak buah saya, dia sekarang tinggal di garut bersama istri mudanya" jawab Mr.X
"Atur waktunya agar kita bisa menemuinya, tanpa memberitahu dia" perintah Mika.
"Kalau makam ayah dan keluarganya berada dimana?" tanya Mika.
"Berada di Yogyakarta nona, Tn. Beck menepatkan di pemakaman khusus keluarga dan selalu dirawat oleh pengurus makam setiap harinya" ucap Mr.X
"Berikan alamatnya dan besok tolong bantu kepergianku kesana Mr.X" perintah Mika.
"Siap nona, dengan senang hati, terima kasih anda sekarang mau menganggap saya pengawal anda" ucap Mr.X
"Bagiku anda bukan pengawal tetapi kau adalah keluargaku" ucap Mika.
Mr.X dan istrinya terharu atas kebaikan hati Mika yang mau menerima dirinya yang bukan siapa - siapa menjadi bagian keluarganya yang di ketahui Mr.X dan istri bahwa Mika buka orang sembarangan.
__ADS_1
Mika yang melihat ada tetesan air mata yang keluar dari Mr.X dan istrinya membuat Mika bersalah. Mika memberikan tisu kepada Mr.X dan Mika langsung menghamburkan pelukan kepada istri Mr.X.
Mika merasakan ketulusan luar biasa dari sepasang suami istri yang menjadi orang tua angkat kak Intan.
Mr.X yang kehidupannya sangat keras dan kejam kepada lawannya tetapi hatinya sangat baik sekali. Tuhan memang tidak memberikan anak dalam rahim istri Mr.X, namun dirinya sangat bahagia dapat mengenal kak Intan yang di anggap anak sendiri, begitu juga dengan Mika. Walaupun Mika adalah majikannya tetapi Mr.X menyayanginya seperti anak sendiri.
Keesok harinya Mika setelah menjemput ibunya dari apartemen menujuh RS.Diamond untuk melakukan terapi seperti biasanya.
Hari ini setelah selesai terapi kak Intan akan mengantar pulang ke rumah Bagaskara bersama dua perawat yang akan menjaga ibu Mika.
Perkembangan psikis ibu Mika sangat baik. Kini ibu Mika sudah mau berkomunikasi, walaupun sangat sedikit sekali tetapi sudah mau merespon itu awal yang baik dalam perbaikan psikisnya.
Sedangkan Mika dan Devon setelah mengantar ibu nya terapi, dirinya langsung pergi ke Yogyakarta di antar Mr.X dan istrinya. Mereka melakukan perjalanan dengan pesawat jet peribadinya. Hanya membutuhkan waktu kurang dari 1 jam telah sampai di Yogyakarta.
Sesampainya di sana anak buah Mr.X sudah mempersiapkan semua keperluan Mika dan Devon selama disana.
Perjalanan mereka langsung menujuh pemakaman atas perintah Mika. Setelah sampai di pemakaman itu Mika merasakan kesedihan luar biasa. Cerita Tn.Beck dan Mr.X atas kematian ayah dan keluarganya sangat jelas teringat oleh Mika.
"Tuhan apakah aku salah bila membenci opa ku sendiri, dia dengan kejam menghilangkan nyawa ayah dan kelurga ayahku" ucap Mika dalam hatinya.
Mika mengucapakan kemarahannya tepat di hadapan makam ayahnya. Sosok orang tua yang tidak pernah dirasakan kasih sayangnya.
Mika merasa bersalah kalau selama ini dirinya beranggapan kalau kedua orang tuanya membuangnya karena tidak mengharapkan, kenyataannya opa nya lah yang menghancurkan kebahagian dirinya bersama keluarganya.
Devon memimpin doa di pemakaman itu. Mereka berempat berdoa dengan khusuk untuk ayah Mika dan keluarganya.
Usai menyekar dari pemakaman keluarganya Mika meminta langsung kembali ke Bandung.
Saat di perjalanan itu terjadi hujan deras sekali hingga supir yang mengemudi mobil mengalami kesulitan dalam melihat jalan dan tiba - tiba hampir saja menabrak seseorang yang sedang menyebrang.
"Awas......" teriak Mika yang melihat ada seseorang melintas di depan mobil mereka.
Sang supir langsung mengijak rem mendadak, sayangnya tubuh si penyebrang sempat terserempet dan terjatuh.
Mika memutuskan keluar dari mobil untuk melihat korban. Aksi nekat Mika di ikuti Devon. Mereka berdua menerobos hujan deras itu untuk melihat korban. Mika meminta supir untuk mengangkat korban ke mobil, namun saat sang supir membalikan wajah korban Mika dan Devon syok melihatnya.
Bersambung...
ππLanjut ikuti ceritanya yaa..ππ
Mohon maaf bila masih banyak salah typoππππ
Tinggalkan jejak Like nya kak, biar Author lebih semangat lagi up nyaππππ
__ADS_1