Lihatlah Aku

Lihatlah Aku
Lihatlah Aku, season 2


__ADS_3

Bab 31


Melihat Devon sepanik itu, membuat Mika bertanya - tanya.


"Apa yang terjadi? " tanya Mika dalam hati


Kejadian itu membuat mereka bertiga menghentikan makan malam mereka.


"Ayo kita susul Devon!" Ajak papa mertua kepada istri dan Mika


"Tetapi kemana pa? " tanya sang mama


"Ke RS X, karena papa mendengar Devon menyebut - nyebut akan ke RS X" ucap papa


"Baiklah" jawab sang mama


Mika hanya menyimak pembicaraan kedua mertuanya.


Mereka bertiga pergi ke RS X dengan di antar supir.


Sang papa duduk di jok depan bersebelahan dengan supir.


Sedangkan Mika duduk di jok kedua bersama sang mama mertua.


Selama perjalanan Mika hanya diam.


Tidak ada sepata kata yang terucap dari Mika.


Mika merasa kepalanya begitu pusing memikirkan nasib pernikahannya yang di ujung tanduk.


Akankah pernikahan yang baru berjalan 5 bulan ini akan terhenti sampai disini.


"Apakah sesakit ini bila berharap pada manusia?" tanya Mika pada hatinya


"Jika aku tau ini akan terjadi, mungkin aku tidak pernah akan kembali di kehidupanmu Mas?" penyesalan Mika dalam hati


Air mata nya menetes tanda kesedihan di hati Mika.


Mama mertua Mika yang melihat hal itu, segera memeluk Mika.


Mika melepaskan kesedihannya dalam pelukkan mama mertuanya.


Tidak ada yang terucap dari dua wanita berbeda usia ini, hanya pelukan tanda memberi dukungan.


Aksi mereka berdua terhenti saat mobil mereka terhenti di depan lobby RS X.


Mereka turun dari mobil dan memasuki RS, sedangkan sang supir melaju dengan mobil ke tempat parkir.


Papa Devon bertanya pada bagian informasi tentang keberadaan Devon.


"Siang, apa kamu melihat Dr. Devon?" tanya papa pada salah satu resepsionis


"Siang Prof, Dr. Devon ada di UGD" jawab resepsionis


"Ok, terima kasih" ucap sang papa


"Sama - sama Prof" jawab resepsionis


Mendapat informasi itu, mereka bertiga menujuh UGD.


Mereka bertiga memasuki ruangan tersebut.


Beberapa dokter dan perawat bertegur sapa pada Prof Dimas dan istrinya sesekedar memberi hormat, yang tak lain pemilik RS X sekaligus orang tua dari Dr. Devon.


Mika dan sang mama Hanya berdiri disudut ruang UGD melihat apa yang akan papa lakukan.


Prof Dimas terus berjalan menujuh ruang yang tertutup gorden.


Saat Prof. Dimas masuk terdengar teriakan mama meminta tolong.


"Tolong... tolong..." teriak mama Devon saat menantu kesayangannya ambruk di sampingnya


Mika jatuh tidak sadarkan diri, sakit kepala dan tubuh yang lelah menyebabkan dirinya pingsan.


Para petugas medis membantu memberikan pertolongan pada Mika.

__ADS_1


Prof. Dimas melihat Mika sudah tertangani dengan baik oleh tenaga medis yang ada, kembali melihat keruang tertutup gorden itu.


Dilihat Devon sedang menggenggam tangan Nita.


"Devon" ucap sang papa mengejutkan Devon dan Nita


Devon yang terkejut oleh suara papa nya segera melepaskan tangan Nita.


Papa Devon menarik tangan anaknya keluar dari ruangan Nita.


Devon mengikuti sang papa tanpa penolakan.


Sang Papa terus saja menarik Devon sampai mereka kehadapan Mika.


Devon kaget melihat Mika dalam keadaan terpasang jarum infus di tangan kirinya dengan mata tertutup.


"Kenapa Mika pa?" tanya Devon pada papanya


Tidak ada jawaban dari sang papa, mulutnya terkunci dengan menahan marah pada anaknya.


"Mika kenapa ma?" tanya Devon pada mama yang duduk di samping mika


"Jangan tanya kenapa, tapi tanya pada dirimu luka apa yang kau beri pada istrimu?" jawab sang mama


Saat Devon ingin menjawab ucapan sang mama ada beberapa tenaga medis menghampiri mereka, membuat Devon diam.


"Selamat malam Prof. Dimas, Prof. Iren dan Dr. Devon, saya ijin periksa Dr. Mika" ucap dokter perempuan yang mendekat pada Mika dengan USG di tangannya.


Devon dan kedua orang tuanya menunggu di balik gorden.


Sekitar 15 menit dokter tersebut selesai dengan memeriksa Mika.


Dokter wanita berhijab itu mendatangi Devon dan kedua orang tua Devon.


"Alhamdulillah Prof cucu anda sehat" ucap sang dokter kepada papa dan mama Devon


Mendengar kata cucu membuat Prof. Iren bertanya.


"Apa mantu saya sedang hamil?" tanya Prof Iren pada dokter berhijab itu


"Ya, mari kita bicarakan di ruangan saya Prof" ajak dokter hijab pada mama Devon


Kini mereka sudah dalam ruangan dokter tersebut dan sudah duduk manis ditempat masing - masing.


Dokter berhijab itu menjelaskan kondisi Mika yang telah hamil 4 Minggu sambil menunjukan hasil USG Mika.


"Kondisi Dr.Mika hanya kelelahan, tolong dijaga perasaannya sepertinya Dr. Mika sedang banyak pikiran, maaf kalau bicara saya kurang sopan" ucap dokter berhijab itu


"Tidak apa dok, terima kasih atas pertolongan anda" ucap papa dan mama Devon


Devon hanya terdiam sambil berpikir.


"Apa mungkin hubungan malam panjang mereka di Jerman membuahkan hasil saat ini?" ucap Devon dalam hati


"Selamat kamu akan menjadi seorang papa, jadi tidak ada alasan lagi ikut campur dalam kehidupan orang lain" sindir sang papa pada Devon


Devon terdiam tanpa merespon ucapan selamat papanya.


Begitu juga sang mama yang tidak lupa memeluk anaknya, tanda bahagia akan segera memiliki cucu.


Kini mereka kembali ke ruang UGD, meminta pada petugas medis disana memindahkan Mika ke ruang VIP lantai 5 khusus ruang rawat bagi keluarga pemilik RS X.


Kini Devon dan kedua orang tuanya telah berada di ruang VIP tempat Mika dirawat.


"Sekarang kamu telah menjadi calon seorang papa, 8 bln kedepan anakmu akan lahir, kembalilah kepada istrimu, lepaslah masa lalu mu" ucap sang Mama


Devon hanya menganggukan kepalanya tanda menyetujui ucapan mama nya.


"Sekarang teleponlah adik dari Mama nya Nita, ceritakan semua masalah Nita pada tantenya, dan tegaskan kalau kamu tidak bisa menjaga Nita karena Kamu memiliki keluarga" ucap panjang lebar sang mama


"Iya" jawab Devon


"Katakan sekarang depan mama, jangan kau tipu lagi kami" ucap mama dengan sorot mata tajam


Devon akhirnya menelepon tantenya Nita.

__ADS_1


Setelah 4x menghubungi tidak ada jawaban.


"Tidak diangkat ma" ucap Devon


"Kirimkan pesan" jawab Mama


Devon mengikuti apa yang mama suruh.


"Dimana baby Vonny kamu tinggal?" tanya mama


"Apartemenku ma" jawab Devon


"Besok kamu titipkan di panti asuhan Bunda Kasih" ucap mama


"Tapi ma?" jawab Devon


Mama Devon tidak menjawab dengan ucapan, tetapi dengan mengangkat tangan tanda tidak ingin di bantah.


Akhirnya mereka semua terdiam kembali.


Mereka bertiga menunggu kesadaran Mika, akhirnya setelah 30 menit Mika membuka matanya.


"Alhamdulillah" ucap mereka bertiga


Saat Mika sadar Devon langsung mendekat ke Mika, lalu berkata yang tidak pantas diucapkan seorang suami.


"Apakah kamu sudah mulai membaik?" tanya Devon pada Mika


"Tidak" jawab Mika


"Dimana yang kamu rasakan sakit?" tanya Devon


"Bukan fisikku, tetapi batinku" ucap Mika dengan air mata yang menetes di ujung matanya


"Apa maksudmu?" tanya Devon


Mika terdiam dari pertanyaan suaminya.


Sampai pertanyaan Devon membuat hati Mika terluka kesekian kali.


"Mika... Apakah kamu tau kehamilanmu?" tanya Devon


"Alhamdulillah... aku tidak tau kalau hamil...tetapi firasatku mengatakan iya, walaupun aku tidak terlalu yakin karena bulan ini aku belum mendapatkan Haid" jawab Mika


"Apakah itu darah dagingku?" tanya Devon


Mika menarik nafas tanda untuk mengontrol emosinya, tangannya dikepalkan tanda emosinya bergejolak.


"Walaupun aku dibesarkan sebagai anak panti asuhan yang tidak jelas asal usul orang tuaku, tetapi aku masih bisa menjaga kehormatanku" ucap Mika dengan air mata


Lalu mereka semua terdiam dalam lamunan


"Aku Mika Puteri, disaksikan Prof. Dimas dan Prof. Iren selaku orang tua Devon, demi Tuhan aku bersumpah, tidak ada laki - laki lain yang menjamahku selain suamiku sendiri Devon Dirgantara, bila saya berbohong biarlah Tuhan memberikan Azab kepadaku" ucap Mika dengan air mata yang cukup banyak meneteskan


Mendengar itu semua, ibu dan papa Devon lebih banyak diam, berharap Devon dapat menyelesaikan masalahnya sendiri.


Devon bukannya menyesalkan perbuatannya, tetapi kembali bertanya dengan pertanyaan sampah.


"Apakah kamu pernah tidur dengan lelaki lain selain aku?" tanya Devon


Mika menagis terseduh - seduh atas tuduhan Devon.


Mama Devon yang tadi duduk di sofa pojok ruangan datang mendekat ke Devon langsung menampar pipi kiri dan pipi kanan, tanda kecewa dengan sang anak.


"Apa salah mama sehingga kamu dapat merendahkan wanita, terlebih lagi wanita itu adalah istrimu?" tanya mama dengan menangis


Papa Devon yang marah, memilih menundukkan kepala dan tetap dududk di sofa ruangan Mika.


Mika mengumpulkan keberaniannya, akhirnya terdengar ucapan Mika yang cukup membuat hati Devon sesak.


"Bila pikiran sempitmu hanya menganggap rendah diriku...kenapa kamu memohon padaku agar mau menjadi istrimu?..Apakah karena aku anak panti kau berhak menghinaku?.. Bila kau tidak percaya kita bisa tes DNA bila anak ini lahir?.. Jangan hakimi aku tanpa melihat salahku...Lihatlah Aku... Apakah ada kebohongan dimataku?" ucap Mika


Semua hanya terdiam tanpa berucap Mika menangis sekencang untuk menghilangkan rasa sakit di hati, sehingga berpangaruh pada mental Mika.


Ingin tau kelanjutan Kisah cinta Mika dan Devon... Yuk ikutin episode selanjutnya.

__ADS_1


Mohon dukungan Like, vote dan hadiahnya untuk author pemula ini.


Terima kasih 🙏🙏🙏🙏😍😍😍


__ADS_2