Lihatlah Aku

Lihatlah Aku
Lihatlah Aku, season 2


__ADS_3

Bab 98


Mika mengenang masa lalunya awal perkenalan dirinya sampai dapat dekat dengan Devon.


Mika seorang anak panti asuhan dengan latar belakang keluarga yang tidak jelas dan memiliki penyakit aneh. Kehidupan yang penuh bully memaksa Mika berubah. perubahan ini yang membuat Devon melihat keberadaan Mika.


Mika yang telah berubah ini lah yang memikat hati Devon, hingga penyakit aneh yang di derita Mika menjadi jalan pembuka untuk kedekatan mereka.


Begitu banyak pengorbanan dan bantuan yang Devon berikan kepada Mika. Bahkan bukan hanya Devon saja tetapi sosok kak Intan yang merupakan kaka kandung Devon juga berjasa dalam kesembuhan penyakit aneh Mika.


Keberhasilan Mika saat ini menjadi seorang Doktor yang hebat pun tidak luput dari bantuan Devon dan keluarganya.


Walaupun Mika pernah berkali - kali di kecewakan Devon, tetapi hatinya tidak sedikit pun dendam kepada suaminya itu. Mika pernah berencana ingin mengakhiri ikatan pernikahannya, tetapi Tuhan punya rencana lain hingga kemalangan menimpah Devon.


"Apakah ini balasan atas perbuatannya?" tanya Mika dalam hatinya.


Mika terus berpikir terus akan masa lalu nya hingga kini untuk hubungannya bersama Devon. Mika pun tidak ingin egois seperti Devon dalam mencari kesenangan hidup. Ada tiga anak yang membutuhkan perhatian dan pertimbangan Mika dalam bersikap.


"Haruskah aku memaafkan dan melupakan semua ini untuk memulai lembaran baru?" tanya Mika dalam dirinya.


Banyak yang menganjal di hati Mika. Rasa takut kecewa kembali membuat Mika berpikir kembali untuk memberi kesempatan itu.


Akhirnya Mika yang lelah memikirkan hubungannya dengan Devon membuat dirinya tertidur.


Mika yang malam ini tidur bersama kedua anak kembar adalah pengalaman pertamanya. Biasanya Mika tidur bersama ketiga anaknya atau tanpa ke tiga anaknya.


Mika terlelap dalam tidurnya hingga bermimpi sesuatu yang selama ini Mika takuti bila benar terjadi dalam kehidupan nyatanya.


Dalam mimpi Mika melihat dirinya bersama Devon dan ketiga anaknya sedang berjalan ke sebuah taman yang indah sekali, taman itu di tumbuhi berwarna - warni bunga mawar, wangi aroma bunga sangat menusuk penciumannya membuat Mika sangat betah berada di taman itu.


Devon dengan gagahnya mengandeng kaka Al. Dua pria berwajah sama dengan berbeda usia saja. Papa dan anak ini memiliki rupa yang sama - sama mempesonanya, membuat semua orang iri dengan ketampanan mereka.


Mika duduk santai dengan ditemani Devin dan Devina yang duduk manis dalam troler mereka menikmati keindahan mawar yang bermekaran dengan bermacam - macam warna.


Tiba - tiba datanglah wanita cantik dan seksi yang begitu di kenal Mika selama ini. Dia adalah wanita yang hampir saja menghancurkan pernikahannya. Wanita itu mendekati Devon dan memeluk erat tubuh atletis Devon.


Setelah itu Devon beserta kaka Al dan wanita pelakor itu pergi menjauh dari Mika. Mereka bertiga bergandengan tangan layaknya keluarga bahagia dengan posisi kaka Al di tengah dengan di apit mereka berdua.


Mika yang tidak ingin anaknya pergi dan tidak rela bila kaka Al diambil Devon dan tinggal bersama wanita pelakor itu. Mika berteriak sekeras mungkin agar semua orang berada di taman itu dapat menghentikan langkah Devon.

__ADS_1


"Al.....jangan tinggalkan mama, jangan ambil anakku, tolong...." teriak Mika dalam mimpi.


Ternyata teriakan Mika tidak hanya dalam mimpi saja, tetapi dalam nyata suara teriakan itu terdengar hingga membangunkan salah satu anaknya yaitu Devin.


Devin menangis karena kaget akibat teriakan mamanya. Suara tangisan Devin membangunkan Mika.


"Cup...cup...cup...anak sayang mama, maaf ya nak jadi terbangun gara - gara mama" ucap Mika.


Mika mengangkat Devin dari tempat tidur dan menggendongannya dalam dekapannya. Baby berusia 4 bulan ini terus menangis dengan suara lantangnya.


Mika tidak ingin anaknya yang lain bangun dengan terpaksa Mika keluar dari kamar, berharap tangis Devin akan redah.


Saat Mika membuka pintu kamarnya selang beberapa menit pintu kamar anak - anaknya pun terbuka. Devon keluar dari kamar anaknya dengan kaki kiri menggunakn tongkat sebagai tumpuan kakinya.


"Kenapa anak kita sayang?" tanya Devon.


Sebuah kalimat yang melelehkan hati Mika. Dengan keadaan gugup Mika menjawabnya.


"Em...itu hanya menangis" jawab Mika.


Jawaban yang sungguh membuat orang geleng - geleng kepala atas pertanyaan di jawab pertanyaan.


Reaksi Mika sungguh berbeda dari yang Devon kira. Mika menjauh dan terus menghindari Devon.


"Jangan ambil dan pisahkan aku dari anakku" teriak Mika sambil menangis.


Suara teriak Mika membuat Devin semakin mengencangkan suara tangisnya. Tangis Devin yang kencang membangunkan salah satu babysister anak Mika.


Babysister itu keluar dari kamar tamu yang letaknya hanya 2 kamar dari kamar Mika. Babysister itu mendekati Mika.


"Biar saya bantu bu" ucap babysister Mika.


"Tolong jaga Devin di kamar tamu ya dan tolong bangunkan suster Devina agar menjaganya di kamar say" perintah Mika.


Mika merasa lega kini anaknya sudah berada di tangan pengasuhnya. Bagi Mika kini tinggal mengambil kaka Al yang berada di dalam kamar anaknya.


Mika berlari menerobos masuk kedalam kamar anaknya. Devon yang berdiri tidak jauh dari pintu sempat tersenggol dengan Mika dan hampir jatuh bila tidak memegang gagang pintu kamar Mika.


Mika dengan rasa takut yang luar biasa langsung menggendong anaknya.

__ADS_1


Kaka Al yang mendapat perlakuan tergesah - gesah dari mamanya akhirnya bangun dari tidur nyenyaknya.


Kaka Al yang begitu nyaman dalam peluk papanya kini berubah dalam gendongan mamanya menbuatnya menangis.


Devon yang mendengar anaknya menangis segera manghampirinya.


"Ada apa sayang?" tanya Devon dengan lembut.


Devon begitu khawatir dengan kaka Al yang berontak dari gendongan mamanya. Kaka Al menjerit - jerit sambil memanggil papanya.


"Papa...papa...papa" ucap kaka Al.


Devon yang tidak tega akhirnya mendekati Mika dan meyodorkan tangan kanannya untuk menggendong kaka Al.


Kaka Al merespon papanya dan mengulurkan tangannya agar segera di gendong papanya.


Mika yang melihat anaknya bersikap ingin mendekat segera berlari keluar kamar untuk menyelamatkan diri dari Devon.


Mika sudah di luar kamar sambil menggendong Devin dalam dekapannya.


Terlihat papa dan adik sepupu papa Mertuanya sudah berada si depan pintu kamar kaka Al.


"Pa tolong aku, mas Devon dan wanita pelakor itu ingin membawa anakku" ucap Mika.


Papa Devon dan ustad Samsul melihat kesedihan yang luar di diri Mika. Rasa takut dan trauma yang luar biasa meliputi diri Mika.


"Tenanglah nak, selama ada papa tidak ada yang bisa membawa cucuku, termasuk dia" ucap papa Devon.


Papa Devon berucap kata dia untuk Devon. Dirinya sungguh bingung harus bagaimana dalam situasi ini.


"Pa..mang...Mika sayang, aku tidak ingin membawa kaka Al, sungguh aku ingin membesarkan anak - anak kita bersama dengan mu hanya denganmu sayang" ucap Mika sambil meneteskan air mata di sudut kedua matanya.


Bersambung...


Terima kasih para pembaca yang sudah mengikuti Lihatlah Aku🙏🙏😍😍


Mohon maaf bila masih banyak salah typo🙏🙏😍😍


Ditunggu Like dan komennya di bawah ini, agar author lebih semangat up nya🙏🙏😍😍

__ADS_1


__ADS_2