
Bab 96
Devon bersama mamang dan adik sepupunya sedang dalam perjalanan menujuh ke rumah orang tua Devon. Perjalanan yang cukup memakan waktu dan melelahkan. Fisiknya yang tidak lagi sempurna membuat dirinya cepat lelah.
Sesampainya di kediamaan orang tuanya, Devon melihat mobil papanya yang di pakai untuk menjemput kedatangan mereka tadi di Bandara International Soekarno - Hatta telah terpakir di garasi.
Devon meyakini bahwa Mika dan yang lainnya telah sampai dan berada di kamar masing - masing mereka untuk beristirahat.
Setelah mengucap salam Devon bersama mamang dan adik sepupunya masuk kedalam rumah.
Suasana sangat sepi, keyakinan Devon bila mereka semua sedang beristirahat sepertinya benar.
Devon mempersilakan mamang dan adik sepupunya duduk di ruang tamu, Devon ijin untuk mengambil minuman ke dapur.
Saat Devon di dapur, Devon melihat bi Mimin sedang memasak sesuatu di dapur.
" Bi Mimi" ucap Devon.
"Den Devon" jawab bi Mimin.
Kedatangan Devon setelah kepulangan Mika membuat bi Mimin serba salah. Papa Devon sudah memberi perintah kepada nya agar mengusir Devon bila datang kerumah.
Bi Mimin terdiam dalam pikiran yang bingung harus berbuat apa, hingga di kejutkan dengan suara dehem tuannya.
"Ehem..." suara dehem papa Devon.
"Papa" ucap Devon.
Devon yang melihat papanya berada di belakangnya cukup mengagetkan dirinya. Suara dehem yang papanya keluarkan membuat Devon menyadari keberadaan papanya.
Devon lalu meminta tolong kepada bi Mimin agar membawakan minuman dan cemilan kecil untuk mamang dan adik sepupunya yang berada di ruang tamu.
Setelah itu Devon kembali ke ruang tamu. Papanya yang mendengar dari Devon bahwa ada adik sepupu dan keponakannya akhirnya menemuinya di ruang tamu.
Sesampainya di ruang tamu Papa Devon menyalami adik sepupu dan keponakannya. Keramahan sangat terlihat dalam menyambut tamu.
Tak lama kemudian datanglah bi minum dengan nampan di tangannya untuk membawakan minuman dan cemilan ringan untuk tamu.
Papa Devon bertanya kabar kepada adik sepupunya, begitu juga dengan keponakannya papa banyak bertanya.Tetapi sikap lembutnya hanya berlaku untuk tamunya saja bukan untuk puteranya. Rasa kecewa nya membuatnya sulit memaafkan kesalahan anaknya.
__ADS_1
Devon yang menyadari perubahan sikap papa nya membuat Devon datang bersimpuh di kaki papanya.
"Pa...tolong maafkan anakmu yang bodoh ini, maafkan atas ke khilafanku...please pa" ucap Devon.
Devon memohon sambil menangis di bawah kaki papanya. Devon terus memohon sampai mendapatkan kata maaf itu. Devon menunjukan rasa penyesalannya kepada papanya. Devon berusaha merobohkan tembok yang membentengi hati papanya.
Awalnya papanya hanya mendiamkan Devon. Dirinya tidak menganggap kehadiran Devon di ruang tamu itu.
Mamang Devon yang melihat adanya kemarahan di kedua mata kaka sepupunya membuat dirinya berusaha meredam kemarahan itu.
Ustad Samsul berusaha menjelaskan kepada papa Devon bahwa ide datang ke rumah papa Devon adalah ide nya.
Ustad Samsul juga menjelaskan bahwa keinginan Devon datang ke bandara tadi tak lain karena rasa kangennya kepada istri dan anaknya.
Sedangkan Devon hanya bisa menundukan kepalanya karena rasa malunya terhadap papanya.
Papa Devon yang awalnya tak mau memandang Devon bahkan mendiamkannya, seolah mulutnya terkunci untuk berbicara kepada anaknya dengan perlahan keluarlah sebuah kalimat untuk Devon.
"Mulailah menerima kenyataan, jadilah orang yang berguna dan bertanggung jawab" ucap papa Devon.
Pria paruh baya itu akhirnya berucap juga yang sebelumnya hanya diam.
"Ini ijazahmu, mulailah menjadi laki - laki yang bertangung jawab dan buktikan bahwa kau pantas di beri kesempatan itu" ucap papa Devon.
"Iya pa, pasti itu...terima kasih pa" ucap Devon.
Devon mengambil sebuah koper kecil dari tangan papanya. Devon yang sudah yakini di dalamnya terdapat ijiazahnya.
Devon melihat kebaikan hati papa nya untuk merubah diri Devon menjadi lebih baik lagi.
"Pa aku ingin melihat anak - anakku" ucap Devon.
"Lihatlah di kamar mereka, tetapi jangan membuat keributan" ucap Papa Devon.
Devon menganggukan kepalanya tanda menyetujui permintaan papanya. Lalu Devon dengan perlahan menaiki tangga untuk menujuh kamar anak - anaknya.
Tok...tok...krek..pintu kamar anak - anaknya terbuka.
Terlihat kedua anak kembarnya sedang tidur dengan nyenyak di tempat tidurnya. Sedangkan kaka Al sedang bermain dengan di temani ketiga babysister.
__ADS_1
Devon menghampiri ke tempat kaka Al bermain. Air matanya menetes ketika melihat anak pertamanya tersenyum kepadanya.
Senyuman yang mengingatkan dirinya kepada wajah anak pertamanya ini yang sungguh mirip sekali dengan dirinya termasuk senyumannya.
"Anakku" ucap Devon.
Devon mendekati diri dengan anak sulungnya. Devon memeluk erat kepada anaknya. Devon menyalurkan rasa rindu yang selama ini menyelimuti hatinya seakan terobati. Devon sungguh menunggu waktu terindah ini.
Devon pun tidak lupa bersyukur atas kesempatan yang di berikan anaknya. Kebahagian antara anak dan papa sangat terlihat, rasa kangen yang terbayar dengan ke hadiran Devon di tengah harapan yang selama ini inginkan kaka Al.
Sikap lembut Devon, aura kebapakan Devon tidak luput dari pandangan Mika. Dirinya yang ingin mengunjungi anaknya tidak sengaja menyaksikan anak dan suaminya saling memeluk untuk melepas rindu yang terhalang oleh sikap egois Devon saat itu.
Mika memilih kembali ke kamar sebelum Devon melihatnya. Mika yang belum siap dalam memberi keputusan untuk hubungan mereka dengan berat hati menghindar dahulu dari Devon.
Setelah Devon puas memeluk dan bermain dengan anaknya, Devon mendekati anak kembarnya satu persatu diiringi ucapan maaf yang Devon ucapkan.
"Maafkan papa kaka Devin...maafkan papa adik Devina" ucap Devon.
Semua sikap dan perlakuan Devon kepada ketiga anaknya menjadi tontonan drama yang menyedihkan bagi ketiga babysister anak - anaknya.
Devon tidak mempedulikan sikapnya yang akan menjadi bahan gosip ketiga babysiaternya. Bagi Devon berdekatan dengan anak - anaknya sudah cukup membuat dirinya bahagia.
Setelah puas memeluk dan mencium anak kembarnya Devon kembali lagi menemani anak laki - lakinya bermain.
Ketiga babysister anak - anaknya akhir meminta ijin kepada Devon untuk keluar kamar. Mereka merasakan kalau Devon sedikit risih dengan keberadaan mereka di kamar yang sama dengan Devon.
Devon bermain hingga kaka Al lelah dan meminta Devon untuk tidur disamping dirinya di tempat tidur.Devon yang terlampau lelah akhirnya tidur bersama putera sulungnya di tempat tidur yang sama.
Sedangkan di lantai satu papa Devon dan adik sepupunya serta Amir anak adik sepupu papa Devon menghabiskan waktu untuk berbincang - bincang.
Papa Devon meminta mereka untuk menginap. Sebelumnya Papa Devon sudah meminta ART baru mereka yang bernama Aan merapikan kamar tamu.
Bersambung...
Maaf ya para pembaca setiaku semua, author lanjut di episode berikutnya ya😁😁🙏🙏
Terima kasih telah mengikuti karya author, mohon maaf bila masih banyak salah typo🙏🙏😍😍
Tolong tinggalkan jejak Like dan komen dibawah ini agar Author tambah semangat up nya 🙏🙏😍😍
__ADS_1