Lihatlah Aku

Lihatlah Aku
Lihatlah Aku, season 2


__ADS_3

Bab 159


Kedatangan Prof.Emin dan teamnya ke Bandung di sambut hangat oleh Devon dan Mika.


Pertemuan mereka berlangsung di ruangan Mika. Disana menceritakan kemelut permasalahan yang terjadi. Mika yang di hinggapi rasa bersalah atas peristiwa yang menimpah Aldo membuat dirinya berderai air mata mencerita kondisi Aldo saat ini.


Devon yang melihat mantan istrinya yang trauma akibat kejadian tabrak lari ini segera menenangkannya. Devon menarik Mika kedalam pelukannya. Walaupun status mereka sudah berbeda tetapi baik Mika maupun Devon berharap mereka akan bersatu kembali.


Prof. Emin yang begitu muak dengan ke bucinan Devon kepada Mika. Dirinya harus melihat drama konyol Devon dan kebucinannya.


Devon yang tidak berdaya bila di hadapan Mika yang bersedih. Terlebih Devon mengingat kalau orang sumber kejahatan dan malapetaka semua kejadian ini.


Prof. Emin mengalihkan dengan melihat rekam medis Aldo dan memerintahkan asistennya untuk memberikan treatment yang di perintahkan.


"Apakah dia bisa sembuh?" tanya Mika.


Sebuah pertanyaan yang lolos dari mulut Mika, rasa cemas dan takut akan hutang nyawa berharap agar Aldo kembali sehat.


"Aku gak bisa janji, tetapi akan berusaha semampuku" jawab Prof.Emin.


Mika hanya pasrah akan jawaban dari sahabatnya itu. Tak tahan dengan kesedihannya, Mika langsung memeluk Devon di sampingnya.


Devon menenangkan mantan istri dan berharap semua permasalahan yang terjadi akan cepat selesai dengan ending yang baik.


Devon pun ada ke inginan untuk melamar Mika kembali menjadi istrinya.Devon akan melakukan bila permasalahan Aldo dan Shila telah selesai.


Seminggu sudah prof. Emin merawat Aldo. Perkembangan kesehatan Aldo sudah semakin ada perubahan. Kini Aldo sudah sadar hanya saja masih terbatas untuk komunikasinya.


Sedangkan perkembangan pencarian Shila sudah mendapatkan jejaknya atas usaha yang di lakulan opa Mika.


Kemarahan opa Mika atas perbuatan Shila yang akan mencelakakan satu - satunya pewaris hartanya yaitu cucu tersayangnya membuat Opa memerintahkan seluruh anak buahnya mencari keberadaan Shila.


Anak buah opa yang merupakan para mafia sangat mudah baginya untuk menemukan Shila.


Tertangkapnya Shila membuat opa senang dan dirinya menyerahkan seluruhnya kepada anak buahnya. Baginya kematian yang menyedihkan itu harus di dapatkan Shila.


Keberadaan Shila di sebuah apartement di Belanda membuat anak buah Opa Mika sangat mudah melacak dan menangkapnya.


Shila tidak dapat berkutik saat penangkapan itu. Kini Shila berada dimarkas mafia suruhan opa Mika. Disebuah kamar yang sempit membuat Shila terkurung.


Shila ketakutan luar biasa saat para mafia mulai menyakitinya. Shila yang tidak perdaya dalam penyekapan itu membuat dirinya berkali - kali mencari cara untuk kabur. Shila merasakan nyeri akibat penyiksaan mereka.


Shila berkali - kali pingsan atas penyiksaan itu, namun apa daya tubuhnya yang perih dan nyeri dengan banyak jejak penyiksaan para mafia itu hanya membuat Shila meratapi nasibnya.

__ADS_1


Rasa menyesal dan sedih sudah tidak berarti lagi, air matanya terus mengalir, namun para mafia itu semakin senang mendengar jeritan dan rintahan penderitaan Shila.


Sudah 3 hari Shila di perlakukan seperti bukan manusia dan hanya di beri makan seadanya tanpa memperhatikan tubuh Shila yang semakin memperihatinkan.


Tubuh mulusnya kini terlihat lusuh, bibirnya pun sudah membangkak bahkan terlihat lecet dan mengeluarkan tetesan darah. Shila semakin merasa sakit luar biasa di bagian vitalnya yang membengkak bahkan mengeluarkan darah segar.


Shila sempat berkali - kali meminta pertolongan agar di panggilkan dokter tetapi mereka hanya tertawa mendengar permintaan Shila.


Hingga malam harinya tubuhnya deman tinggi hingga menggil luar biasa karena infeksi di seluruh tubuhnya.


Pagi harinya mereka melihat kondisi Shila sudah terbujur kaku dengan beberapa bagian tubuhnya terus mengeluarkan darah.


Para mafia itu membawa mayat Shila ke belakang markas mereka yaitu ke tempat peliharaan buaya mereka.


Mayat Shila di lemparkan ke buaya lapar itu.Dalam beberapa menit tubuh Shila menghilang bersama buaya - buaya buas itu.


Semua kejadian pembuangan mayat Shila di videokan dari ketua mafia sebagai bukti untuk opa Mika.


Rekaman video itu telah di kirim kepada opa Mika. Berakhirlah sudah petualangan Shila yang berakhir dengan menyedihkan.


Sedangkan di tempat yang berbeda tepatnya di RS. Diamond. Aldo yang beberapa hari ini sudah membaik dan dapat berkomunikasi lebih lancar dan jelas, walaupun belum bisa berjalan atau melakukan aktifitas lainnya membuat kedua orangtua dan adik Aldo senang.


Aldo yang sudah mengetahui status Devon yang divorce dengan Mika membuat dirinya kali ini sedih sekali, dirinya memohon kepada Devon dan Mika agar kembali bersatu kembali.


Akhirnya baik Devon dan Mika dengan rasa canggung dan malu - malu akhirnya menerima pemintaan Aldo dengan syarat Aldo harus sehat dulu.


Perjanjian itu di tolak Aldo dirinya ingin besok mereka melaksanakan pernikahan. Aldo yang melihat besarnya cinta mereka berharap sikap paksaan dirinya adalah awal baik untuk kebaikan Devon dan Mika.


Malam harinya tiba - tiba kondisi Aldo drops padahal pagi harinya sangat baik dan tanpa mengkhawtirkan keluarga.


Jantung Aldo anfal bahkan prof. Emin sangat syok dengan kondisi Aldo yang tiba -tiba mengejutkan ini membuat keluarga, kerabat syok luar biasa.


Mika dan Devon ikut serta dalam ruang ICU. Alat - alat pacu jantung dan tensi yang sudah terlepas beberapa hari kini haris terpasang kembali.


Namun yang kedua orang tua Aldo dan adiknya lebih tenang dan menerima resiko apapun yang akan terjadi pada Aldo.


Setelah hampir 5 jam para dokter memberi pertolongan akhirnya harus menyerah saat bunyi dan grafik denyut jantung melurus dan suara denyut menghilang dan tensi hilang tidak terdeteksi di monitor.


Tut.... suara detak jantung Aldo terhenti dan tensi hilang tanpa pamit membuat seluruh team dokter yang di pimpin Prof.Emin terkejut dan syok.


Berkali - kali di berikan pertolongan dengan memasang kejut pacu jantung namun nihil. Dengan berat hati prof. Emin dan team harus menyerah kepada takdir Illahi.


"Innalillahi wa Inna Ilaihi Raji'un" ucap Prof. Emin.

__ADS_1


Devon dan Mika serta para rekan sejawat lainnya dan para perawat mengucapkan hal yang sama saat melihat kondisi Aldo yang tersenyum dalam pejaman matanya untuk selama - lamanya.


Kedua orang Aldo yang mendapat kabar duka itu hanya pasrah akan hal itu. Mereka ikhlas akan kematian anaknya dan mereka justru merasa beruntung bahwa putra mereka meninggal setelah berbuat baik kepada orang yang berkali -kali di sakiti Aldo.


Ayah dan Ibu Aldo segera menghubungi adik Aldo agar segera mempersiapkan rumah duka untuk kepulangan Aldo.


Sedangkan Mika memberikan fasilitas yang cepat dan mudah untuk kepulangan jenazah Aldo.


Mika yang tidak henti - hentinya menangis atas kepergian Aldo selama - lamanya.


Peroses pemulangan berlangsung, dalam waktu yang cepat akhirnya jenazah Aldo telah sampai di kediaman orang tuanya.


Di hari yang sama tepat siang hari jenazah Aldo di kebumikan di pemakanan keluarganya. Devon dan Mika serta Prof. Emin ikut serta mengantarkan Aldo di peristirahatan terakhirnya.


Usai pemakanan, Mika dan Devon serta Prof. Emin menemui kedua orang tua Aldo dan meminta maaf tidak bisa menyelamatkan Aldo dari kritisnya.


Mika pun menangis dengan derai air mata yang terus bercucuran memohon maaf akan kejadian yang menimpah Aldo karena kelalaiannya.


Keluarga Aldo sudah ikhlas dan menganggap tidak ada yang salah atas kematian anaknya karena menerima semua adalah takdir Tuhan semata.


Namun orang tua Aldo meminta agar Mika dan Devon dapat melaksanakan permitaan terakhir Aldo akan pernikahan mereka yang kedua kalinya.


Devon dan Mika meiyakan atas hal itu. Dan Mika sudah memerintahkan anak buahnya agar mempersiapkan semuanya. Mereka sepakat pernikahan akan di gelar setelah 7 hari kematian Aldo.


Delapan hari kemudian,


Hari yang di tinggu tiba, pernikahan Devon dan Mika di gelar kembali untuk yang kedua kalinya bagi mereka namun dalam suasana yang berbeda.


Pernikahan kali ini di saksikan ibu dan opa nya Mika. Selain itu Kedua orang tua Aldo juga hadir dalam pernikahan itu. Semua terlohat bahagia atas pernikahan Devon dan Mika terlebih Kedua orang tua Devon yang bahagia menantu kesayangannya kembali lagi di keluarga mereka.


Kata SAH bergema di sebuah masjid menjadikan Mika SAH menjadi istri Devon kembali. Mereka sengaja pernikahan ini sangat sederhana hanya keluarga dan kerabat dekat saja yang hadir. Masjid terdekat rumah Mika menjadi tempat ikar janji Devon dan Mika.


Dalam pernikahan itu turut hadir Prof. Emin dan istrinya yang menyusul ke Indonesia dan kak Intan bersama Andy yang semakin dekat.


Kini Devon dan Mika melakukan foto pernikahan bersama ketiga anaknya menjadi moment yang termanis dalam hidupnya.


...TAMAT...


Untuk kelanjutan kisah cinta Intan dan Andy di novel yang berbeda ya kak... πŸ™πŸ˜


Terima kasih para pembaca setia Lihatlah Aku, semoga karya pertamaku ini dapat menghibur kalian dan mohon maaf bila masih banyak kesalahan typo dan ceritanya tidak sesuai harapan kalian.


Sekali lagi terima kasih atas kesempatan untuk karyaku ini, mohon di tunggu dan ikuti untuk karyaku selanjutnyaπŸ™πŸ™πŸ˜πŸ˜

__ADS_1


__ADS_2