Lihatlah Aku

Lihatlah Aku
Lihatlah Aku, season 2


__ADS_3

Bab 65


Intan dan suami telah tiba di RS.Diamond,dengan suasana hati yang kacau Intan menanyakan kondisi Mika kepada Devon. Rasa khawatir yang besar kepada adik iparnya membuat Intan nekat meminta ijin untuk melihat adik iparnya di ICU.


Awal di tolak suami dan orang tuanya bergitu juga Devon. Mereka semua tidak ingin terjadi apa - apa pada kandungan Intan.Tetapi Intan tetap ngotot ingin melihat Mika.


"Please aku ingin melihat adik iparku Mika" ucap Intan sambil menangis.


Mereka yang tidak tega dengan Intan, akhirnya mengijinkan Intan dengan syarat hanya sebentar saja.


Intan pun menerima syarat itu, bagi Intan melihat Mika segalanya.


Saat Intan sudah di dalam ICU, Intan melihat beberapa alat obat injeksi di kanan dan kiri tangan Mika dan alat monitor jantung.


Intan menangis melihat kondisi adik iparnya.


"Dek bangun sayang, ini kak datang, bangun sayang kasihan anak - anakmu" ucap Intan saat di dekat Mika.


Intan melihat Mika meneteskan air matanya dalam keadaan mata tertutup.


Intan berusaha membangkitkan emosi Mika agar terpacu untuk sadar.


"Mika sayang anak - anakmu membutuhkan dirimu, ayolah bangkit sayang" ucap Intan.


Jari tangan Mika di genggam Intan kuat sekali.


"Dek bukankah kau telah berjanji akan menemani kaka melahirkan, please bangunlah, aku butuh dirimu" ucap Intan sambil meneteskan air mata.


Intan tidak menyadari kalau tetesan air matanya jatuh ke tangan Mika. Intan terus bercerita kenangan mereka berdua walaupun Mika sedang terbaring koma.


Suami Intan masuk ruang dan meminta Intan untuk segera keluar dari ruang ICU.


Intan yang tidak ingin ada perdebatan antara dirinya dan suami akhirnya menuruti kemauan suami. Intan juga tau kalau berlama - lama di ruang ICU tidak baik untuk ibu hamil.


Saat Intan akan melepaskan tangannya yang bertaut dengan Mika, ada keajaiban yang di rasakan Intan. Tangan Mika menggengam Intan,walaupun mata Mika masih tertutup.


Intan yang mendapat respon baik dari Mika segera meminta suami untuk menghubungi dokter yang merawat Mika.


Tak lama dokter kandung yang menjadi dokter kepala untuk rawat inap Mika datang bersama rekan sejawatnya dokter neurologi.


Intan dan suami menunggu di luar ruang ICU, doa terus di panjatkan oleh Intan.


"Tuhan sadarkanlah adik iparku, berilah kesembuhan kepada adik iparku Mika" doa Intan yang terus di lafalkannya.


Mama, papa dan Devon yang ada di luar terkejut dengan Intan yang terus menangis dalam dekapan suaminya.


"Ada apa dengan Intan nak?" tanya papa kepada menantunya.


"Mika pa...Mika menggerakan tangannya, sekarang Mika sedang di periksa oleh dokter" jawab suami Intan.

__ADS_1


"Betulkan itu bang?" tanya Devon.


Suami Intan menganggukan kepala tanda mengiyakan dari jawabannya.


"Oh Tuhan, berilah mujizatmu, kumohon sembuhkan istriku" doa Devon dalam hatinya.


Devon menangis sambil terus berdoa untuk kesembuhan istrinya.


Setelah 30 menit kedua dokter tersebut memeriksa akhirnya mereka keluar dari ruang ICU itu.


Saat pintu ruang terbuka, Intan langsung menghampiri mereka untuk mengetahui kondisi adik iparnya.


"Dok bagaimana keadaan adik saya?" tanya Intan.


"Tenanglah dr.Intan, Alhamdulillah Dr.Mika sudah sadar dari komanya, hanya saja masih dalam pantauan terus dok" ucap dokter kandungan.


"Alhamdulillah ya Allah, terima kasih atas anugerah dan mujizatMu" ucap Intan dan keluarga bersama - sama.


Devon yang mendengar istrinya telah sadar lalu masuk ke ruang ICU untuk menjumpai istrinya.


"Sayang" ucap Devon saat di hadapan Mika.


Mika tidak menjawab hanya tersenyum kepada suaminya.


Devon mengahampiri istrinya dan mencium seluruh wajah cantik istrinya.


"Terima kasih sayang, terima kasih sudah mau berjuang demi anak kita" ucap Devon sambil menangis di hadapan istrinya.


Devon yang melihat kondisi istrinya belum berbicara ada firasat tidak baik, hanya saja Devon pendam, dan terus berdoa agar semua baik - baik saja.


Devon terus memegangi tangan istrinya sambil di kecup nya.


"Sayang anak kita kembar, anak yang lahir pertama adalah laki - laki dan yang kedua perempuan, Alhamdulillah mereka sehat hanya saja berat badannya kurang sedikit dari standar newborn dan saat ini mereka masih di inkubator" ucap Devon panjang lebar kepada istrinya.


Mika menjawab dengan senyuman.


"Cepatlah sehat sayang, apakah kamu sudah memiliki nama untuk anak kita?" tanya Devon.


Mika hanya memandang suaminya, Mika seakan kesulitan untuk berucap.


Devon yang melihat hal itu kembali memeluk istrinya.


"Sudahlah sayang, tenangkan dirimu, cepatlah sehat" ucap Devon.


Mika lalu tersenyum namun sudut kedua matanya meneteskan air mata.


Devon langsung mengelap air matanya dan mencium kedua mata Mika.


"Istirahatlah sayang, aku akan melihat anak kita nanti akan aku fotokan anak - anak kita" ucap Devon.

__ADS_1


Mika kembali tersenyum tanda menyetujui keinginan suaminya.


Setelah Devon pergi, Intan masuk kembali ke dalam ruang ICU tempat Mika di rawat.


"Mika sayang, apakah kau baik - baik saja?" tanya Intan.


Mika kembali tersenyum kepada Intan.


"Apakah kau ingin minum Mika?" tanya Intan.


Mika hanya menggelengkan kepalanya tanda tidak mau.


"Dek apa yang kamu rasakan?...bicaralah dek, please aku khawatir padamu dek" ucap Intan.


Mendengar ucapan Intan, Mika menjadi sedih, kemampuan berkomunikasi Mika sekarang terbatas.


Intan yang tidak tega melihat keadaan Mika akhirnya pamit.


"Istirahatlah dek, cepatlah sehat ya, anak - anakmu membutuhkan dirimu" ucap Intan.


Untuk yang kesekian kalinya Mika tersenyum.


Intan keluar meninggalkan ruang ICU.


Suami Intan meminta Intan untuk pulang kerumah orang tua Intan. Rasa takut dan khawatir suaminya kepada Intan sangat beralasan. Kandungan Intan salah satunya.


Intan yang mengerti atas rasa khawatir suaminya dengan berat hati mengikuti kemauannya.


Kini tinggal Mika seorang diri dalam ruangannya, hanya bunyi - bunyi alat monitor yang menggema seisi ruangan.


"Tuhan berilah perunjukmu" doa Mika dalam hatinya.


Mika kembali memejamkan matanya. Mika ingin semua akan indah pada akhirnya.


Walaupun Paska koma, dirinya kehilangan kemampuan berbicara. Mika berharap Tuhan kembali memulihkan cara bicara Mika seperti dahulu.


Mika merasa beruntung memiliki keluarga yanga sangat mensupport dirinya bangkit dari komanya. Mika merasa nyaman berada di dekat mereka semua. Berharap kemampuan bicaranya yang saat ini bermasalah akan cepat pulih.


Mika kembali mengistirahatkan tubuh lemahnya. obat injeksi yang tertancap oleh alat infus di kanan dan kiri Mika masih terlihat normal. Hanya saja sikap mudah menyerah Mika berdampak tidak baik kepada pengobatan Mika.


"Semoga Devon tidak akan pernah meninggalkan diriku lagi" ucap Mika dalam hatinya.


Bersambung...


Maaf ya para pembaca setiaku semua, author lanjut di episode berikutnya yaπŸ˜πŸ˜πŸ™πŸ™


Ingin tau kelanjutan yang terjadi dengan Mika dan cerita lainnya, ikut selalu ya Lihatlah Aku.πŸ˜πŸ˜πŸ™


Terima kasih telah mengikuti karya author, Mohon maaf bila masih banyak salah typoπŸ™πŸ™πŸ˜πŸ˜

__ADS_1


Ditunggu kritik dan saran kalian semua, yang dapat membangun karya author agar lebih semangat up nyaπŸ™πŸ™πŸ˜πŸ˜


Tolong tinggalkan jejak Like, vote, hadiah dan komen dibawah iniπŸ™πŸ™πŸ˜πŸ˜


__ADS_2