Lihatlah Aku

Lihatlah Aku
Lihatlah Aku, season 2


__ADS_3

Bab 123


Sudah hampir seminggu tetapi keberadaan Aldi belum juga di temukan oleh pihak kepolisian. Kediaman orang tua dan adiknya sudah di cek oleh petugas kepolisian hasilnya nihil.


Mika dan Devon masih di liputi ketakutan akan sosok Aldo yang akan datang dengan aksi balas dendamnya.


Berbeda dengan Mika dan Devon, kak Intan sudah mengetahui persembunyian Aldo dari orang kepercayaannya. Mereka sengaja membuat Aldo bersembunyi sebelum melenyapkan Aldo selamanya. Mereka hanya memantau pergerakan Aldo sampai waktu yang tepat untuk menyelesaikan Aldo.


Hari ini Mika mendapatkan kabar dari rekan sejawatnya kalau hasil tes DNA miliknya sudah ada.


Mika memberitahu kak Intan perihal hasil tes DNA nya. Kak Intan pun langsung mengantar Mika ke RS.Diamond untuk mengetahui hasilnya.


Sesampainya di RS. Diamond Mika dan kak Intan menujuh ruang rekan sejawatnya untuk mengambil hasil tes DNA itu.


Saat mereka bertiga di dalam ruangan dokter tersebut, dokter itu menyerahkan sebuah amplop yang di dalamnya terdapat hasil tes DNA.


Mika membuka perlahan amplop tersebut dan sangat hati - hati membaca hasil tes itu ternyata Mika dan wanita itu memiliki kemiripan 99,99%.


Mika syok dan juga senang akhirnya dirinya dapat menemukan ibu kandungnya walaupun Mika belum mengetahui kondisi ibunya saat ini.


Kak Intan pun turut bahagia atas hasil tes tersebut yang hasilnya sesuai yang di harapkan.


Kini Mika dan kak Intan berada di ruangannya untuk menghubungi orang tua angkat kak Intan.


Tut...tut...nada tunggu telepon orang tua angkat kak Intan yang belum mengangkatnya.


Mr.X : Halo


Kak Intan : Halo pak, apa kabarnya?


Mr.X : Baik nak, ada apa?


Kak Intan : Pak hasil DNA Mika sudah keluar


Mr.X : Bagaimana hasilnya?


Kak Intan : 99,99% mirip pak


Mr.X : Sesuai dugaanku, aku akan mengurus kepulangan Nona Mika ke Belanda secepatnya, temanilah dia nak.


Kak Intan : Baik pak.


Setelah percakapan itu berakhir maka mereka, kak Intan dan Mika pulang ke rumah.


Selama dalam perjalanan Mika bingung dengan situasi yang bagai mimpi untuknya. Semua datang tiba - tiba di dalam situasi yang belum perselesaikan masalah Aldo.


"Kak Apakah aku boleh mengajak Devon ke Belanda?" tanya Mika.


"Tentu saja" jawab kak Intan.


Kaliankan suami istri sekarang situasi yang tepat untuk mengungkap rahasia ini. Kalau sebelum tes DNA aku melarangmu memberi tau Devon karna aku tidak ingin dia terlalu rewel dalam ikut campur.

__ADS_1


"Apa kau paham maksud kaka?" tanya kak Intan.


"Iya aku mengerti kak" jawab Mika.


Sesampainya di rumah Mika langsung memasuki kamarnya untuk berjumpa dengan suaminya.


Di dalam kamar Mika mendapati suaminya sedang memonton bola pada layar TV plasma di Kamarnya.


Mika : "Mas apa bisa kita berbicara hal yang sangat penting?"


Devon : "Iya sayang, ada apa?"


Mika : "Mas, apakah kamu bisa mengantarku ke Belanda?"


Devon : "Untuk apa sayang?"


Mika : "Urusan keluarga?"


Devon : "Maksudnya sayang?"


Lalu Mika mulai menceritakan permasalahan yang terjadi pada dirinya hingga hasil tes DNA dan kepergiannya ke Belanda.


Mika berharap Devon mau mendukung sepernuhnya Mika dalam menemukan orang tua kandungnya.


Rupanya Devon sangat mendukung sekali keinginan Mika dan sepenuhnya dipercayakan kepada Mika.


Hari yang di tunggu tiba kali ini Mika dan Devon beserta kak Intan akan melakukan perjalanan ke Belanda, mereka menitipkan anak mereka kepada para babysisternya dan dalam pengawasan oma dan opa nya.


Selama dalam perjalanan ada rasa tak nyaman atas perlakuan special yang di dapat Mika kali ini.


Mereka sedang menujuh ke airport.Sesampainya disana rupanya mereka tidak menaiki pesawat komersil melainkan naik pesawat jet pribadi keluarga Mika.


"Selamat datang Nona" ucap pramugari yang menyambut kedatangan Mika.


Mika tersenyum dan menganggukan kepalanya tanda membalas salam pramugari itu.


Pesawat mereka sudah take off dan membawa mereka terbang membelah lautan, samudra dan benua, penerbang yang cukup lama dan panjang membuat mereka beristirahat dalam tidur.


Selama dalam penerbangan mereka hanya mengisi menonton, mendengarkan musik dan tidur. Mereka seperti enggan dalam bercerita.


Penerbangan yang yang panjang akhirnya mengantarkan mereka bertiga di Amsterdam. Sesampainya di Airport kali ini yang menjemput mereka adalah ibu dan bapak angkat kak Intan.


"Ibu...bapak..." ucap kak Intan begitu melihat mereka di gate kedatangan International.


"Anakku" jawab seorang ibu sambil memeluk kak Intan.


Mika dan Devon hanya terdiam melihat kak Intan berinteraksi dengan orang asing tetapi sangat dekat sekali bahkan Devon pun bertanya - tanya dalam dirinya siapa kedua orang tua itu?


Kak Intan yang menyadari kalau adik dan adik iparnya terdiam melihat sikapnya segera menghampirnya, namun belum sampai memperkenalkan Mika, Mr.X sudah lebih dulu menyapa Mika.


"Selamat datang Nona Mika" ucap Mr.X

__ADS_1


"Terima kasih pak" jawab Mika.


Lalu kak Intan melanjutkan memperkenalkan Devon sebagai suami Mika sekaligus adik dari kak Intan. Perkenalan itu sangat singkat dan dilanjutkan perjalanan mereka ke rumah keluarga Mika di kawasan elite di Belanda.


Sesampainya di rumah sangat besar dan indah yang lebih tepat di katakan istana ini sudah terdapat belasan orang berdiri di kiri dan kanan menujuh pintu utama.


Mika dan Devon yang baru saja turun dari mobil merasa kagum dengan keindahan rumah itu begitu juga kak Intan.


"Mari Nona Mika" ucap Mr.X.


Mika menganggukan kepalanya dan mengikuti arahan Mr.X . Semua di kiri dan kanan para pelayan menundukan kepalanya ketika Mika dan Devon beserta kak Intan melewti mereka.


Hingga tepat di depan pintu utama yang terbuka dari dalam, terdapat kakek kuat yang masih gagah dengan tongkat kayu di sebelah kanan tangannya.


"Selamat datang cucuku" ucap sang kakek.


Mika dan yang lainnya hanya tersentum sambil membungkukan badannya tanda memberi hormat kepada yang lebih tua.


Lelaki sepuh itu jalan mendekati Mika dan memeluknya untuk meluapkan kerinduannya.


"Maafkan aku...maafkan aku...maafkan kakekmu ini, maafkan tua bangka ini" ucap pria tua di hadapan Mika.


Lelaki tua yang masih gagah dan ganteng di masa mudanya dengan wajah indo yang mirip dengan Mika.


"Aku opa mu nak" ucap pria tua itu.


"Opa" jawab Mika.


Pria itu menganggukan kepalanya tanda mengiyakan ucapan cucunya.


"Apakah benar itu?" tanya Mika yang masih ragu.


"Iya" jawab pria itu.


Pria itu menjelaskan kalau dirinya adalah ayah dari ibu kandung Mika.


"Lalu dimana orang tua ku?" tanya Mika.


Pria itu terdiam dan meneteskan air matanya dengan deras tanda kesedihan atas ke egoisan dirinya.


Bersambung...


Maaf ya para pembaca setiaku semua, author lanjut di episode berikutnya yaπŸ˜πŸ˜πŸ™πŸ™


Ingin tau kelanjutan yang terjadi dengan Mika dan cerita lainnya, ikut selalu ya Lihatlah Aku.πŸ˜πŸ˜πŸ™


Terima kasih telah mengikuti karya author, mohon maaf bila masih banyak salah typoπŸ™πŸ™


Ditunggu kritik dan saran kalian semua, yang dapat membangun karya author agar lebih semangat up nyaπŸ™πŸ™πŸ˜πŸ˜


Tolong tinggalkan jejak Like, vote, hadiah dan komen dibawah iniπŸ™πŸ™πŸ˜πŸ˜

__ADS_1


Author mengucapakan : Selamat Hari Raya Idul Adha 1443 H, semoga Allah SWT menerima amal kita semua, Aamiin Allahuma Aamiin..πŸ™πŸ™πŸ˜‡πŸ˜‡


__ADS_2