
Bab 137
Mika berlari menujuh ruang ICU dan tidak lupa memakai pakaian steril sebelum masuk. Devon pun ikut berlari mengejar istrinya untuk mengetahui apa yang terjadi pada istrinya.
Sesampainya di ruang ICU Mika melihat dokter jantung sedang melakukan pertolongan dengan memasangkan alat kejut jantung pada kedua dada bu Leni.
Mika hanya bisa menunggu karena tidak ingin menggangu kerja rekannya. Dirinya menunggu hingga beberapa detik akhirnya dokter jantung itu mengakhiri apa yang di lakukan setelah ada respon yang baik dari tubuh bu Leni.Jantung bu Leni kembali berdetak kembali terlihat dari monitor pacu jantung yang terpasang.
"Alhamdulillah" ucap Mika dan Devon setelah melihat keadaan itu.
Setelah dokter jantung menjelaskan pada Mika kondisi bu Leni, yang menyatakan kalau bu Leni sempat henti jantung berkaitan dengan penyumbatan yang terjadi pada pembuluh jantung bu Leni. Selain itu dokter Jantung meyakinkan adanya traumatik lainnya pada bu Leni.
Mika pun segera memeriksa secara menyeluruh bu Leni ternyata benar tekanan darah bu Leni sebelum melemah sempat meninggi berdasarkan pantauan dokter jaga yang mengawasi bu Leni. Mika pun curiga kalau bu Leni mengalami stroke.
Mika memanggil dokter neuro untuk mengecek neuro pada bu Leni. Selain itu Mika melakukan CT scan ulang menyeluruh.
Setelah menunggu beberapa jam keluarlah hasil CT scan. Mika begitu lemas ternyata dugaan diagnosanya benar. Terjadi stroke berulang pada bu Leni. Mika yang seorang dokter penyakit dalam pastinya paham dengan situasi pasien seperti ini.
"Oh Tuhan mengapa orang sebaik bu Leni harus mengalami semua ini" ucap Mika dalam hatinya.
Kegalauannya membuat Mika buntu dalam mengambil tindakan selanjutnya. Kondisi bu Leni yang sangat rawan dari tiap pengambilan tindakan membuat Mika sulit. Rawannya kondisi bu Leni hanya mampu membuat Mika hanya pasrah dengan keadaan.
Devon yang melihat kesedihan di diri istrinya segera mendekati dan memeluk erat istrinya untuk memberi dukungan kepadanya.
"Mas tolong telepon Prof.Emin" permintaan Mika kepada Devon.
Devon menganggukan kepalanya dan mengambil HP di sakunya. Lalu Devon keluar dari ruang ICU dan menelepon Prof.Emin.
Tut....tut...tut...suara nada tunggu sebelum diangkat.
Prof.Emin : "Ya, Hallo"
Devon : "Hai bro"
Prof.Emin : "Eh Dev, apa kabar?"
Devon : "Alhamdulillah baik, bagaimana dengan kabarmu dan keluarga?"
Prof.Emin : "Alhamdulillah baik juga bro"
Devon : "Bro lagi sibuk tidak?"
Prof.Emin : "Biasalah bro, lumayan padat untuk 3 bulan ini."
Devon : "Apakah kamu ada plan ke Indonesia?"
__ADS_1
Prof.Emin : "Maaf bro, sepertinya tidak ada. Mungkin di akhir tahun aku akan berlibur ke Indonesia"
Devon : "Mampirlah kerumah kami bro bila ke Indonesia"
Prof.Emin : "Pastilah bro"
Devon : "Oke bro, happy nice day"
Prof.Emin : "Okay, thanks broπ"
Devon : "Sip"
Prof.Emin : "Bro apakah kamu perlu sesuatu?"
Devon : "Sebenarnya iya, tetapi aku tidak ingin mengganggu agenda kerjamu, lupakanlah bro"
Prof.Emin : "Ceritalah kawan"
Akhirnya dengan terpaksa Devon menjelaskan tujuan utama menghubungi prof.Emin adalah kesehatan bu Leni. Devon menjelaskan riwayat kesehatan bu Leni.
Mendengar penjelasan Devon, Prof.Emin menjadi empaty atas kemalangan yang sedang di hadapi keluarga Mika.
Prof.Emin pun berjanji akan secepatnya ke Indonesia. Tetapi dia tidak bisa lama karena jadwal pekerjaannya yang padat. Namun Prof.Emin berjanji akan meluangkan waktu besok malam ke Indonesia.
Devon senang akhirnya usahanya menelepon Prof.Emin tidak sia - sia. Tidak lupa Devon mengucapkan terima kasih sebelum mengakhiri percakapan mereka di telepon.
"Sayang, apakah kau sudah lama di belakangku?" tanya Devon.
"Ya, sejak tadi" jawab Mika.
Devon yang ingin menjelaskan segera di potong Mika.
"Aku sudah mendengarnya mas, maaf aku menguping pembicaraan kalian" ucap Mika.
"Tak apa sayang" jawab Devon.
Kini mereka hanya berharap dengan Prof.Emin. Mika berharap nyawa bu Leni dapat di selamatkan. Ibu angkat yang telah memberi kasih sayang, tempat tinggal dan pendidikan hingga saat ini karena kebaikan hati bu Leni dan Almarhum suaminya.
"Bagaimana kondisi bu Leni saat ini?" tanya Devon.
"Sudah stabil, namun masih sama seperti sebelumnya" ucap Mika.
"Pulanglah istirahat sejenak sambil melihat anak - anak dan ibu" perintah Devon kepada Mika.
Mika awalnya ingin menolak perintah Devon. Namun Devon menjelaskan kalau dirinya yang akan menjaga bu Leni dan akan selalu mengabari perkembangan kondisi bu Leni kepada Mika melalu telepon.
__ADS_1
Akhirnya Mika menyetujui keinginan suaminya.Mika juga kangen dengan anak - anaknya dan dirinya juga ingin melihat kondisi ibunya juga.
Mika pulang ke rumah dengan di antar supir pribadinya. Selama perjalanan Mika memikirkan terus kondisi kesehatan bu Leni. Kecilnya harapan bertahan hidup membuat Mika sedih. Air mata menetes dari kedua kelopak matanya.
"Bu, apa ibu tidak apa - apa? tanya supir kepada Mika saat melihat Mika menangis.
Mika hanya menggeleng dan meminta supir melanjutkan perjalan pulang.
Sesampainya di rumah Mika membersihkan tubuhnya dahulu sebelum bertemu orang - orang yang di sayanginya. Setelah tubuhnya segar dan wangi Mika menemui anak - anaknya. Mika bermain dan sambil menyuapi cup cake kepada ketiga anaknya.
Rasa rindu kepada ketiga anaknya membuat Mika ingin berlama - lama bermain dengan buah hatinya.
Setelah anak - anaknya tertidur setelah pulas main dengan Mika. Para babysister mengambil alih untuk menjaga para batita yang sedang tertidur itu.
Mika melanjutkan ke kamar ibunya untuk melihat ibunya ternyata sang ibu tidak ada di kamar. Mika mencari ibunya sungguh terkejut Mika melihat sang ibu berada di dapur bersama istri Mr.X.
"Bu" ucap Mika.
"Sayang, kau sudah pulang" ucap sang ibu.
Mika yang mendengar kalimat yang di ucapkan ibunya membuatnya menangis. Mika merasa senang akan kesembuhan ibunya, hanya dalam beberapa malam tidak bertemu Mika di kejutkan dengan perubahan sikap ibunya yang di harapkan Mika selama ini.
Mika menghampiri ibunya dan memeluk ibunya sambil menangis di pelukan ibunya.
"Bu benarkah ini ibu?" tanya Mika.
"Iya nak, maafkan ibu...maafkan ibu...maafkan ibu sayang" ucap ibunya.
Mika mengeratkan pelukannya, rasa kangen, bahagia dan terkejut benar - benar menjadi satu yang di rasakannya saat ini.
Mika mengajak ibunya duduk di kursi meja makan sambil memandangi wajah ibunya dan mengecup kedua pipi ibunya.
"Terima kasih sudah mau bangkit untukku bu" ucap Mika.
"Ya nak, maafkan ibumu ini, aku berjanji akan menjagamu nak" ucap Ny.Rose.
Sungguh Mika tidak menyangka, di satu sisi dirinya sedih akan kemalangan yang menimpah bu Leni tetapi di sisi lain Tuhan memberi kesembuhan kepada ibu kandungnya.
Bersambung...
Maaf ya para pembaca setiaku semua, author lanjut di episode berikutnya yaππππ
Ingin tau kelanjutan yang terjadi dengan Mika dan cerita lainnya, ikut selalu ya Lihatlah Aku.πππ
Terima kasih telah mengikuti karya author dan mohon maaf bila masih banyak salah typoππππ
__ADS_1
Ditunggu kritik dan saran kalian semua, yang dapat membangun karya author agar lebih semangat up nyaππππ
Tolong tinggalkan jejak Like, vote, hadiah dan komen dibawah iniππππ