
Bab 59
Tiga hari setelah pihak pengacara Devon mendaftarkan permohonan cerai. Pihak pengadilan agama Bandung mengirimkan surat panggilan sidang tahap pertama yaitu Islah ( berdamai) dimana pihak Mika sebagai pihak tergugat dan pihak Devon sebagai pihak permohon diminta untuk hadir dan duduk bareng bersama konsultan pernikahan guna mencari solusi dalam menyelesaikan masalah yang ada dari pihak termohon dan terlapor.
Surat panggilan itu di kirim ke alamat yang berbeda. Untuk surat panggilan Devon pengadilan mengirimkan ke alamat pengacara Devon sedangkan untuk surat panggilan Mika pengadilan mengirimkan ke alamat RS Diamond.
Devon dengan sengaja meminta pihak lawyer nya agar mendaftarkan alamat RS Diamond sebagai alamat Mika dibanding alamat panti asuhan Bunda kasih.
Devon tidak ingin di cap jelek oleh bu Leni, selain itu Devon juga ingin menghancurkan reputasi Mika di mata karyawannya.
Sekertaris Mika menyerahkan surat pemanggilan sidang itu kepada Mika.
Awalnya sekertaris Mika merasa kurir salah alamat dalam mengirimkan surat, tetapi setelah di cek ternyata memang benar bahwa surat itu adalah milik sang Direktu utama yang tak lain adalah Mika.
"Tok... tok...tok...,permisih Dokter Mika" ucap sekertaris Mika sebelum masuk.
"Ya, masuk" ucap Mika dari balik pintu.
Sekertaris Mika masuk ruangan dengan membawa sebuah amplop di tangannya.
"Dok, ini ada paket surat untuk Dokter" ucap sekertaris.
"Terima kasih" jawab Mika.
Mika mengambil amplop surat itu, saat melihat amplop surat berblangko pengadilan agama, Deg... Jantung Mika terkejut melihat apa yang di lihatnya.
Setelah sekertarisnya meninggalkan ruangan Mika. Air mata yang sejak tadi Mika tahan akhirnya jatuh juga. Mika membuka amplop tersebut, ternyata benar apa yang Mika pikirkan bahwa Devon dengan tega mencampakan dirinya hanya karena wanita lain.
Mika yang tidak ingin mendapatkan perbuatan tidak menyenangkan lagi dari pihak suaminya segera menghubungi salah seorang kenalan pengacaranya.
Mika yang buta akan hukum tidak ingin terjebak oleh suaminya. Mika sudah membuat janji siang hari kepada pengacara yang di baru saja di hubunginya.
Siang harinya Mika datang tepat waktu ke kantor pengacara. Disana Mika menjelaskan permasalahan yang di hadapinya. Mika menceritakan perselingkuhan suaminya, tidak lupa Mika membawa bukti visum RS dan foto setelah kejadian.
Mika meminta pihak pengacara agar dapat membantuan agar hak asuh baby Al tetap bersamanya.
Mika tidak ingin Devon mengambil hak asuh baby Al. Mika tidak ingin satu - satunya harta yang sangat berharga dalam hidupnya harus di rampas Devon. Sikap Devon yang begitu jahat kepada Mika,mengharuskan Mika lebih waspada.
"Jika Tuhan hanya memberi waktu berjodoh kami sampai disini, aku ikhlas karenaMu Tuhan" doa Mika dalam tangisnya.
__ADS_1
Mika yang rapuh kembali rapuh. Harapan tinggal hanya Harapan. Mencintai Devon penuh perjuang, tetapi bila perjuang itu hanya Mika seorang saja untuk apa lagi.
Dua hari kemudian
Hari ini adalah sidang pertama untuk kasus perceraian Mika.
Agenda hari ini adalah mediasi untuk berdamai dari kedua belah pihak.
Mika datang tepat pada waktu yang di cantumkan pada surat panggilan, sedangkan Devon belum juga datang, walaupun waktu sudah lewat 20 menit dari agenda yang tercantum di surat panggilan.
Mika duduk dengan penuh khawatir dan Mika meminta untuk di temani dalam ruang mediasi oleh pengacaranya.
Mika takut di dalam ruangan Devon akan kembali menyakiti kepada dirinya.
Kini Mika dan pihak pengacaranya sudah menunggu lebih dari 1 jam, tetapi Devon tidak juga datang, akhirnya pihak pengadilan menunda mediasi sampai minggu depan.
Devon lebih memilih praktek di RS. X dari pada harus bertemu dengan Mika. Devon sudah mantep untuk mengakhiri pernikahannya dengan Mika. Bahkan Devon yang mengetahui kalau hari ini ada agenda mediasi dengan istrinya, tetapi Devon tidak mau menjalani tahap itu.
Selepas praktek dan visit kepada pasien rawat inap Devon berencana akan berkunjung ke hotel tempat tinggal sementara Shila.
Beberapa hari yang lalu Devon meminta shila untuk pindah ke apartemennya, karena masalah dengan Mika maka Devon terpaksa melupakan janjinya.
Saat diperjalanan tiba - tiba Devon teringat wajah baby Al, wajah lucu dan imutnya membuat Devon kangen ingin berjumpa dengan anaknya.
Entah ini hanya perasaan sesaat atau memang kejujuran dalam hatinya, Devon tidak mengerti dengan perasaannya yang masih tidak ikhlas bila harus berpisah dengan Mika selamanya.
Devon terus melamun dalam perjalanannya, dirinya ragu akan lah harus meneruskan ini semua atau akan kembali, tetapi Devon tidak mungkin mundur setelah membuat fitnah kepada Mika.
Lamunan Devon mengantarkannya ke hotel tempat Shila tinggal.
Devon berjalan penuh percaya diri untuk menemui kekasih hatinya.
Bel pintu kamar hotel telah di pencet dan pintu kamar sudah berkali - kali di ketuk, tetapi tetap sunyi.
Shila yang berpura - pura ngambek untuk menjerat Devon dalam rencananya.
Devon datang dengan buket bunga mawar putih di tangannya dan juga kotak cokelat special untuk Shila.
Sungguh romantis yang Devon lakukan untuk Shila.
__ADS_1
Shila pun tidak bisa menolak pesona Devon. Akhirnya Shila membukakan pintu untuk kekasihnya.
Dua sejoli yang sedang kasmaran itu tidak menyadari ada hati yang tersakiti oleh sikap mereka.
Akhirnya Shila setujuh akan pindah 1 minggu lagi ke apartemen Devon.
Devon meminta waktu kepada Shila 7 hari karena Devon ingin menyelesaikan dulu urusananya dengan Mika. Devon tidak ingin Shila di anggap pelakor oleh orang di sekitar Devon, walaupun sebenarnya memang iya.
Dua hari kemudian.
Hari sidang ke dua untuk Mika dan Devon.
Agenda hari ini adalah sidang permohonan talak cerai Devon, karena pihak pengacara Devon menyampaikan bila pihak pemohon sudah bertekat bulat ingin bercerai dari istrinya.
Saat sidang Devon hanya di dampingi pengacara nya saja. Papa dan mamanya tidak hadir dalam persidangan itul dan pihak di kubuh Mika pun sama hanya Mika dan pengacaranya saja.
Pengacara Devon mulai menyerang Mika dengan motif perselingkuhan berdasarkan fitnah yang di buat Devon.
Air mata Mika terus mengalir tanpa henti, hati nya sakit atas fitnah suaminya.
Pengacara Devon terus saja memojokan Mika, hingga Mika tidak tahan atas fitnah yang di ucapakan pihak Devon. Mika jatuh pingsan karena tidak tahan dengan pertanyaan - pertanyaan yang sangat menyakitkan bagi Mika.
Devon yang melihat Mika pingsan tidak tega, jujur di hati kecilnya Devon masih mencintai Mika hanya saja pesona Shila lebih mengairahkan.Wajah dan lekuk tubuh Shila sekarang jauh lebih di atas Mika.
Walaupun Devon tidak menyadari kalau itu hasil operasi.
Mika memang memiliki wajah cantik alami tetapi lekuk tubuhnya sekarang sudah tidak seindah dulu, Mika yang terlihat lebih berisi di banding sebelum melahirkan.
Devon adalah pria normal yang masih melihat dari penampilan, sehingga cintanya dengan Mika luntur hanya karena kehadiran Shila dengan pesonanya.
Bersambung...
Maaf ya para pembaca setiaku semua, author lanjut di episode berikutnya yaππππ
Terima kasih telah mengikuti karya author, mohon maaf bila masih banyak salah typoππ
Ditunggu kritik dan saran kalian semua, yang dapat membangun karya author agar lebih semangat up nyaππππ
Tolong tinggalkan jejak Like, vote, hadiah dan komen dibawah iniππππ
__ADS_1