Lihatlah Aku

Lihatlah Aku
Lihatlah Aku, season 2


__ADS_3

Bab 141


Mika yang penasaran akan penjelasan Devon mengenai kesehatan bu Leni setelah di observasi Prof.Emin dan segera meminta penjelasan Devon.


Devon dengan berat hati akhirnya mencerita yang dijelaskan berikut resum yang di buat Prof.Emin untuk observasinya selama 24 jam untuk kesehatan bu Leni.


Mika membuka resum yang di buat Prof.Emin.


RESUM KESEHATAN


Nama : Ibu Leni


Usia : 64 tahun 4 bulan 2 hari



Riwayat Jantung koroner dengan 2 penyumbatan titik terparah dan 1 titik dengan bantuan ring.


2.Terjadi penyumbatan pada pembuluh darah di paru-paru atau Emboli paru.


3.Penyumbatan pembuluh darah di otak atau yang dikenal dengan stroke iskemik hanya saja belum terjadi pendarahan.


Kekuatan otot tangan dan kaki sebelah kanan 30% sedangkan kekuatan otot tangan dan kaki sebelah kiri 60%


Fungsi Liver dan Hati hanya 70%


Tingginya Urium dan kreatinin akibat fungsi ginjal yang hanya 60%



Kesimpulan: Telah terjadi penyumbatan hampir di seluruh pembuluh darah pasien terutama pada pembuluh arteri yang sangat berpengaruh terhadap organ - organ Vital.


Setelah membaca resum Prof.Emin itu membuat kaki Mika lemas tak berdaya.Pemikiran akan hal terburuk pastinya berputar - putar di kepala Mika.


"Mas, ini sungguh buruk sekali hasilnya, apakah Prof.Emin bicara dalam penanganan nya?" tanya Mika.


"Pengobatan yang team kita lakukan ini sudah yang tepat menurut Prof.Emin, hanya saja...." jawab Devon dengan menggantung ucapannya.


"Hanya apa mas?" tanya Mika yang tidak sabar ingin mendengar kelanjutan dari ucapan suaminya.


Devon terdiam sesaat hingga menarik nafas dahulu sebelum melanjutkan ucapannya.


"Hanya saja kondisi ini tidak dapat bertahan lama untuk pasien" ucap Devon.


Mendengar ucapan Devon, seketika Mika menangis. Air matanya semakain deras meluncur dari kedua matanya. Prediksi Mika akan hal buruk ini menjadi kesimpulan yang sama juga oleh prof.Emin.

__ADS_1


Devon yang tidak tega melihat istrinya menangis segera memeluknya berharap delapan dirinya dapat menghentikan tangis istrinya.


Tiba - tiba telepon di ruangan Mika berdering, Mika semakin was - was dan khawatir.


Mika :"Ya, Halo"


Dokter ICU : " Halo Dok, pasien Bu Leni gawat"


Telepon di tangan Mika seketika terlepas dan membuat Mika lemas tetapi masih penuh kesadaran.


"Ada apa sayang" tanya Devon.


Mika langsung berlari tanpa menggubris pertanyaan Devon. Mika berlari menujuh ICU dengan kedua mata penuh tetesan air mata.


Sesampainya di dalam ICU Mika melihat kondisi bu Leni anfal kembali. Dokter jantung sedang mengupayakan untuk memompa kembali jantungnya dengan alat kejut jantung. Berkali - kali alat itu di tempelkan pada dada bu Leni.


Mika hanya bisa memantau sambil berdoa dalam hatinya akan keajaiban untuk bu Leni.


Devon segera memberi kabar kepada kak Intan dan kedua orang tuanya serta tidak lupa memberi kabar kepada ibu mertuanya yang sudah mewanti - wanti Devon agar menghubunginya bila kesehatan bu Leni memburuk.


Kini keluarga Devon dan ibu mertuanya sudah sampai di RS.Diamond. Mereka menunggu di luar ICU karena mereka tidak ingin mengganggu kinerja dokter yang bertugas.


Dua puluh menit kemudian dokter jantung dan team nya keluar dari ruang ICU. Papa Devon yang mengenal dokter tersebut yang merupakan muridnya saat di FK segera memanggilnya.


"dr.Hanif" panggil papa Devon.


"Prof.Dimas, siang Prof." jawab dokter jantung.


Papa Devon segera menanyakan kondisi besannya itu kepada mantan muridnya.


Setelah mendengar penjelasan dari mantan muridnya Prof.Dimas syok akan kabar yang terjadi.


Setelah penjelasan dari dokter jantung usai, Prof.Dimas dan istrinya serta ibu dari Mika masuk ke dalam ICU.


Di dalam Mika sedang mengis dalam dekapan Devon. Terlihat beberapa perawat dan seorang dokter jaga sedang melepaskan beberapa alat yang terpasang di tubuh bu Leni.


Ny.Rose mendekati anaknya dan segera mendekap dari belakang.


"Tenanglah nak, doakan dan ikhlaskan suratan takdir Tuhan" ucap Ny.Rose.


Mika menengok kebelakang melihat ibunya sedang memeluk tubuhnya dari belakang merasa lebih tenang.


"Bu...ibu Leni sudah pergi" ucap Mika dalam tangisnya.


"Ya nak, tenanglah kita doakan agar almarhumah tenang di sisiNya" ucap Ny.Rose.

__ADS_1


Mika menghentikan tangisnya, walaupun masih sangat sedih tetapi ucapan ibunya benar.


Berita meninggalnya bu Leni bukan hanya Mika seorang yang sedih tetapi seluruh anak panti dan pengurus panti merasakan sedih luar biasa.


Jenazah bu Leni sudah di rapikan untuk memasuki Ambulans. Mika meminta izin suaminya agar ikut ambulans, Sevon pun mengizinkan bahkan menemani Mika dan ibu mertuanya ikut di ambulans.


Suara sirine ambulans mulai berbunyi saat mobil akan mulai melaju, tangis Mika yang sudah redah kembali pecah kembali kesedihannya tidak dapat di bendung lagi.


Mika mengingat kebaikan bu Leni dalam merawat, menjaga layaknya seorang ibu kandung kepada anaknya. Mika kecil selalu di manjanya. Kasih sayang yang di curahkan sungguh luar biasa tulus tanpa mengharapkan pamtih apapun.


Air mata Mika berlomba - lomba mengalir membasahi pipinya. Rasa kecewa terhadap dirinya yang tidak bisa memberikan pengobatan yang terbaik untuk bu Leni membuat dirinya kecewa pada diri sendiri.


" Tuhan mengapa kau panggil dia secepat itu, padahal aku berharap dapat lebih lama lagi disiainya, aku ingin membahagiakannya lebih lama lagi" ucap Mika dalam tangisnya yang terus meracau.


"Istigfarlah nak, jangan biarkan hatimu kosong". nasehat Ny.Rose.


Mika terus beristigfar sesuai arahan ibunya agar lebih tenang dalam menghadapi cobaan hidup.


Perjalanan mereka telah sampai di depan panti asuhan Kasih bangsa.


Disana terdapat adik - adik panti beserta pengurus panti menyambut kedatangan jenazah bu Leni.


Di sana terdapat juga pak Edi dan istrinya menanti kedatangan jenazah almarhumah.


Mika yang tak kuasa menahan menangis akhirnya pecah kembali melihat adik - adik pantinya menangis.


Mika memeluk satu persatu adiknya itu sebagai dukungan kepada mereka.


Kini jenazah sudah di letakan di dalam rumah dan tidak lupa Mika meminta kepada adik - adik pantinya mengaji untuk memohon doa pertolongan kepada Tuham agar@buakn( Leni Di tempatkan di surganya Allah Dan lapangkan kuburannya.


Kini Mika lebih Tenang setelah MIka Dan Adik - Adik pantinya mengaji.


Ny. Rose yang melihat MIka begitu terpukul akobat musibah ini.


By Edi Dan pal Edi sudaj mempersiapkan minum dan beberpa cemilan untuk para Tamu yang melayat kepanti asuhan Kasih Bangsa.


Semua yang melayat terlihat begitu sedih dan merasa kehilangan akan sosok bu Leni yang baik hati. Begitu juga Ny.Rose yang merasa berhutang budi dan dari awalnya ingin berucap terima kasih langsung kepada bu Leni atas kebaikannya dalam merawat dan memberikah kasih sayang untuk Mika.


Bersambung...


Maaf ya para pembaca setiaku semua, author lanjut di episode berikutnya yaπŸ˜πŸ˜πŸ™πŸ™


Ingin tau kelanjutan yang terjadi dengan Mika dan cerita lainnya, ikut selalu ya Lihatlah Aku.πŸ˜πŸ˜πŸ™


Terima kasih telah mengikuti karya author, mohon maaf bila masih banyak salah typoπŸ™πŸ™

__ADS_1


Ditunggu kritik dan saran kalian semua, yang dapat membangun karya author agar lebih semangat up nyaπŸ™πŸ™πŸ˜πŸ˜


Tolong tinggalkan jejak Like, vote, hadiah dan komen dibawah iniπŸ™πŸ™πŸ˜πŸ˜


__ADS_2