
Bab 117
Setelah tiga kali menelepon orang tua angkatnya kak Intan, namun tidak kunjung diangkat Mika dan kak Intan memutusan untuk tidur karena lelahnya tubuh mereka.
Mika terbangun saat malam dini hari yang beberapa jam lagi menjelang waktu subuh. Mika merasakan rasa haus pada tenggorokannya yang membuat dirinya menujuh dapur untuk mengambil minum.
Saat Mika mendekati dispenser yang berada di pojok sudut dapur, Mika mendengar suara HP berdering. Mika mengabaikan sejenak karna tenggorokannya yang kering harus cepat di legakan dengan air.
Gleguk...gleguk...gleguk...bunyi air yang berhasil masuk ke dalam tenggorokan Mika.
"Alhamdulillah" ucap Mika.
Mika merasakan segar kembali dan rasa tidak nyaman dalam tenggorokannya telah teratasi.
Mika melangkahkan kembali kakinya menujuh kamar untuk melanjutkan tidurnya. Namun bunyi suara HP terdengar kembali.
Mika yang hendak mengabaikan, namun takut yang menghubungi kak Intan adalah telepon yang penting dari seseorang, Mika memberanikan diri untuk melihat pada layar HP kak Intan.
Mika melihat nomor yang menghubungi kak Intan adalah nomor telepon dari luar negeri bukan nomor telepon dari Indonesia. Mika takut kalau panggilan itu urgent.
Mika melihat sekarang sudah pukul 03:00 pagi. Ada rasa ragu untuk membangunkan kak Intan namun HP nya terus berdering.
Mika melihat kembali ke layar HP tersebut ternyata masih dari nomor yang sama. Mika yang hendak membangunkan kak Intan baru saja satu kali tangan Mika menyentuh kaki kak Intan, Mika di kejutkan kembali dengan suara bel pintu apartemen kak Intan.
Mika yang penasaran segera melihat pada lobang intip di pintu, ternyata 2 orang wanita cantik yang Mika lihat sore tadi. Mika ragu untuk membukakan pintu. Mika yang di landa kebingungan memutuskan membangunkan kak Intan hingga bangun.
"Kak bangun...kak...kak Intan bangun kak..." ucap Mika.
Mika mencoba beberapa kali untuk membangunkan kaka iparnya. Setelah berkali - kali akhirnya kak Intan bagun juga.
"Em...ada apa dek?... Jam berapa sekarang?" tanya kak Intan.
"Kak ada tamu, tadi juga HP Kaka berdering terus dan sekarang jam 3 pagi" ucap Mika.
Setelah mendengar ucapan adik iparnya kak Intan kaget, dalam hati bertanya apakah suaminya yang datang pagi - pagi ke apartemennya.
Kak Intan diam sejenak tanpa menanggapi ucapan adik iparnya. Saat Mika menepuk kak Intan baru tersadar.
Kak Intan langsung mengintip di lobang pintu, saat melihat anak buahnya yang selama ini menjaganya kak Intan langsung membukakan pintu.
"Apa kau sudah lama di depan pintu?" tanya kak Intan.
__ADS_1
"Iya Kak" jawab mereka.
Kini kedua wanita cantik itu berada di ruang tamu bersama kak Intan. Mika membawakan minum dan cemilan ringan untuk mereka, setelah itu Mika pamit ke kamar.
Saat Mika tidak ada di ruang tamu kedua tamu itu menyampaikan pesan yang di perintahkan bos besarnya yang tidak lain adalah kedua orang tua angkat kak Intan.
Kedua orang itu menjelaskan inti permasalahan yang terjadi, agar kak Intan membantu untuk kejelasan kasus ini.
"Kami di perintahkan untuk mencari tau asal usul nona Mika" ucap salah satu wanita itu.
"Mengapa?" tanya kak Intan.
"Bos besar mengatakan kalau kalung yang di pakai nona Mika sangat mirip dengan kalung milik anak bosnya bos besar" jawab mereka.
"Maksudya?" tanya kak Intan yang bingung dengan jawaban mereka.
"Mereka menjelaskan kalau bos besar mereka meliki bos dimana bosnya bos besar mereka yang tak lain adalah orang tua angkat kak Intan itu selama ini di tugaskan mencari tau keberadaan cucu bos nya yang hilang 28 tahun yang lalu.
Salah satu wanita cantik itu melanjutkatn penjelasannya, bahwa bos besar mereka melihat foto kak Intan dengan seorang wanita yang bernama Mika. Mika memakai sebuah kalung yang sangat mirip dengan milik anak bosnya bos besar mereka.
Anak bosnya bos besar yang sekarang dalam keadaan depresi menbuatnya sulit untuk di mintai keterangan akan ke beradaan anaknya, sedangkan suami si anak bos itu sudah meninggal 28 tahun yang lalu saat bayi wanita itu di buang.
Kedua wanita itu memerintahkan agar kak Intan mau membantu mereka dalam melaksanakan tugas mereka.
Kak Intan sekarang paham maksud akan kedatangan mereka berdua yang mendapatkan tugas besar dari orang tua angkat kak Intan.
"Mengapa Ibu dan bapak tidak ngomong langsung denganku?" tanya kak Intan.
"Mereka sudah berkali - kali menelepon ke HP kaka tetapi tidak ada jawaban, sehingga memerintahkan kami langsung datang ke mandi" ucap salah satu dari wanita itu.
Kak Intan langsung mengambil HP nya lalu mengecek kebenarannya, ternyata benar orang tua angkat kak Intan sudah lebih dari 5 kali melakukan panggilan telepon ke kak Intan.
"Ya Tuhan, aku tidak mendengar ayah dan ibu memeleponku berulang kali" ucap kak Intan.
Lalu kak Intan menjelaskan asal usul Mika.
"Mika adalah anak panti asuhan. Dirinya di temukan 28 tahun yang lalu oleh bu Leni" ucap kak Intan.
Kak Intan memberikan alamat panti asuhan Bunda Kasih kepada kedua wanita itu yang akan menanyakan dan mencari informasi yang lebih banyak lagi tentang Mika.
Kak Intan yang hanya mengetahui hal itu saja, menyarankan agar ke panti asuhan yang menjadi tempat tinggal Mika sejak bayi.
__ADS_1
Lalu kak Intan juga menanyakan tentang informasi dan bukti Aldo selainnya kepada mereka.
"Sudah beres semua kak, bukti sudah kami serahkan kepada kaka pengacara kita kak" jawab mereka berdua.
Kak Intan yang mendengar semua penjelasan mereka merasa tenang.
Kak Intan menyarankan agar mereka berdua berangkat bareng saja ke Bandung, karna kak Intan dan Mika akan pulang ke Bandung pagi nanti.
Akhirnya mereka berdua menyanggupi ke inginan kak Intan. Lalu kak Intan meninggalkan mereka berdua di ruang tamu yang akan berbaring di sofa bed ruang tamu.
Di dalam kamar kaka Intan mendapati Mika sedang memainkan HPnya.
"Apa kau belum tidur?" tanya kak Intan.
"Belum kak" jawab Mika.
Lalu kak Intan menjelaskan kedatangan dua orang kepercayaannya agar Mika tidak curiga kepada dirinya.
Setelah msndengar penjelasan Mika begitu antusias dalam menyambut dalam pengungkapan kebenaran yang terjadi.
"Besok setelah sampai di Bandung, aku siap melakukan tes DNA dengan mereka kak, aku berharap dapat segera menemuka orang tua kandungku kak" ucap Mika.
Penjelasan Mika membuat kak Intan syok mendengarnya.Padahal kak Intan
mengetahui kalau Mika sendiri sedang di landa permasalahan uang besar, namun keinginannya untuk mencari orang tuanya lebih besar.
"Baiklah dek" ucap kak Intan.
Setelah itu Kak Intan dan Mika memutuskan tidur kembali karna waktu masih sangat bagi sekali.
Bersambung...
Maaf ya para pembaca setiaku semua, author baru bisa up hari ini, saksikan lanjutan di episode berikutnya yaππππ
Ingin tau kelanjutan yang terjadi dengan Mika dan cerita lainnya, ikut selalu ya Lihatlah Aku.πππ
Terima kasih telah mengikuti karya author, mohon maaf bila masih banyak salah typoππ
Ditunggu kritik dan saran kalian semua, yang dapat membangun karya author agar lebih semangat up nyaππππ
Tolong tinggalkan jejak Like, vote, hadiah dan komen dibawah iniππππ
__ADS_1