
Bab 77
Mama Devon begitu syok dengan permasalahan yang melibatkan keluarganya. Permasalahan itu begitu semerawet seperti benang kusut. Bahkan dirinya dan suami tidak tau bagaimana cara penyelesaiannya.
Tubuh tuanya terlalu lelah dalam menanggung semua masalah yang terjadi. Air matanya mengalir dengan Deras mewakili perasahan hatinya yang terlalu lelah.
Sedangkan di tempat yang berbeda Shila baru saja menguburkan jenazah kaka nya. Dalam pemakanan itu hanya dirinya dan beberapa petugas pemakaman saja yang hadir membantu dalam menguburkan jenazah Nita serta seorang pemuka agama yang sengaja di datangkan Shila untuk membantu memimpin mendoakan almarhumah kakanya.
Kematian Nita menjadi pukulan terberat dalam hidup Shila, Nita adalah satu - satunya kerabat Shila. Tetapi hanya karena satu keteledorannya menjadi petaka bagi kakanya.
Pencarian satu - satunya keluarga yang di miliki ini tidak mudah, Shila harus menyewa jasa beberapa detektif handal untuk menemukan Nita. Tidak sedikit uang yang di keluarkan untuk pembayaran jasa detektif swasta itu.
Walaupun mendapatkan hasil dari pencarian itu tetapi hanya sebentar saja merasakan kebahagian itu.
Shila sempat bahagia saat melihat Nita mengalami perubahan yang sangat baik dalam kesehatannya. Hanya saja dalam beberapa hari yang lalu Shila sempat berdebat dengan Nita masalah Devon.
Shila sempat membicarakan dengan Nita kalau akan menghancurkan rumah tangga Devon dengan istrinya dan akan menghancurkan seluruh keluarga Bagaskara.
Nita sangat marah saat Shila akan membuat Devon hancur, walaupun Nita mengalami gangguan psikis tetapi rasa sayangnya masih di ingatnya. Dirinya akan menyerang orang - orang yang akan membuat Devon sedih.
Awalnya Shila kaget atas reaksi Nita, tetapi setelah salah seorang perawat Nita menjelaskan kejiwaan Nita, Shila baru mengerti.
Shila bahagia dalam hati kecilnya atas pertemuan pertama kalinya dengan Nita, walaupun keadaan Nita tidak sempurna tetapi Shila sangat menyayangi kaka nya. Pertemukan dalam keadaan yang tidak pernah dibayangkan oleh Shila.
Shila marah atas ketidak adilan dalam hidupnya menurut dirinya.
"Keluargamu harus membayar mahal atas semua ini" ucap Shila.
Kemarahan Shila kepada Mika semakin menjadi, Shila senang kalau Mika sudah menggugat cerai Devon. Tinggal selangkah lagi yaitu Shila akan membuat Devon bertekuk lutut terhadapnya.
Moment saat Shila akan memberi pelayanan terbaik yang membuat Devon tidak akan bisa pergi dari belaian Shila menjadi sia - sia belaka.
Kemarahan Shila bertambah kepada Devon, langkahnya tercegal oleh Devon sendiri. Shila yang sudah menunggu lama di depan apartemen Devon tidak mendapat kejelasan apapun. Shila yang berusaha menghubungi Devon HP milik Devon di luar jangkauan terus.
" Awas kau Devon aku akan membuatmu mengemis diriku" ucap Shila dengan sombong.
Shila melenggang meninggalkan apartemen Devon. Penantiannya sia - sia. Shila hanya menghabiskan waktu yang terbuang percuma saja menunggu Devon yang tidak jelas keberadaannya.
Shila pulang ke apartemennya untuk beristirahat. Tubuhnya lelah ingin segera di istirahatkan.
Namun selama di perjalanan Shila merasa ada sesorang yang mengikutinya.Tetapi tiap kali menoleh kebelakang Shila tidak melihat siapa pun dibelakangnya.
Shila sudah merebahkan badan lelahnya di kasur empuk miliknya. Shila mengingat Geri. Shila sangat merindukan belaian dan permainan panas Geri.
Shila yang sudah lama tidak mendapat belaian dari Devon dan pelepasan hasratnya membuat dirinya nekat berurusan dengan Geri kembali.
Shila menelepon detektif kepercayaannya untuk mencari keberadan Geri. Shila sudah mengirim foto Geri dan memberikan alamat terakhir mereka berpisah 5 tahun yang lalu kepada orang kepercayaannya itu.
Walaupun Shila tau didunia ini tidak ada yang gratis dan imbalan untuk pencarian Geri pastinya akan menguras uang simpanannya.Tetapi Shila tidak keberatan dalam hal itu.
Selang 4 jam kemudian orang kepercayaan Shila mengirimkan alamat kerja Geri, alamat tinggal Geri dan memberitahu status Geri yang sudah menikah.
Geri sudah menikah tetapi belum memiliki anak dengan istrinya walaupun pernikahan Geri sudah berjalan 3 tahun lamanya dan kecekcokan sering terjadi antara Geri dan istrinya.
Shila yang mendapat angin segar dari cela ketidak harmonisan rumah tangga Geri menjadi dirinya berniat nekat.
Keesok harinya Shila nekat mendatangi tempat kerja Geri. Berbekal alamat yang di kirim orang kepercayaannya Shila melajukan kendaraannya ke alamat yang di tujuh.
Shila menempuh perjalanan cukup jauh antara Bandung ke Tasikmalaya. Sesampainya Shila di sebuah resto besar di Tasikmalaya agak ragu untuk mencari Geri ke dalam Resto. Shila menelepon kembali orang suruhanya. Berdasarkan orang kepercayaannya alamat Resto ini adalah benar tempat Geri bekerja sebagai pelayan disana.
__ADS_1
Shila mendatangi bagian Customer Service untuk menanyakan informasi keberadaan Geri, pastinya dengan uang pelicin pastinya.
Bagian Customer Service itu mengarahkan Shila ke ruang private room dengan di antar seorang pelayan wanita. Setelah itu customer service juga mengatur pertemuan Shila dengan Geri.
Lima belas menit kemudian Shila yang sudah memesan private room di datangi seorang laki - laki gagah berperawakan tinggi dan badan kekar.
"Selamat siang kak...ada yang bisa saya bantu?" tanya Geri.
Shila yang melihat Geri tidak henti menatap pria yang pernah menghangatkan tubuhnya.
"Geri" ucap Shila.
Geri yang mendapat panggilan dari orang asing menjadi bertanya - tanya dalam hatinya.
"Kaka mengenal saya?" tanya Geri.
"Ya, bahkan aku mengenal seluruh luar dalammu" jawab Shila dengan vulgar.
Geri terdiam setelah mendapat jawaban yang membuat dirinya bertanya - tanya dalam hatinya.
"Maaf kaka siapa ya?" tanya Geri tanpa basa basi.
"Sayang apa kau tidak ingat suaraku?" Shila bertanya balik.
Shila sengaja membuat pertemuan itu seperti drama sedih, dirinya berpura - pura menangis sehingga Geri merasa bersalah karena sudah menikah dengan orang lain.
"Shi....la..." jawab Geri dengan terbata - bata.
Geri dengan mudah mengucapkan nama Shila karena hanya Shila seorang yang pernah menjalin kedekatan selain istrinya sekarang.
Shila tersenyum saat Geri mengingat namanya. Tetepi tidak dengan Geri dirinya seperti berusaha menghindar dari Shila.
Geri ingin pergi meninggalkan Shila, saat Geri akan melangkahkan kakinya Shila langsung bangun dari tempat duduknya dan langsung memeluk Geri dari belakang.
Geri yang mendapat serangan begitu menggoda awalnya menolaknya. Geri mengingat istri setianya yang menanti dirinya. Geri tidak ingin membuat hati bidadari di rumahnya terluka hatinya.
Geri berusaha melepas pelukan Shila. Tetapi bukan Shila namanya kalau mau mengalah begitu saja.
Shila kali ini melakukan hal yang lebih nekat lagi. Dirinya langsung mencium bibir Geri dan lidah liarnya merebos masuk ke dalam rongga mulut Geri.
Geri yang awalnya berusaha bertahan dari godaan liar Shila akhirnya menyerah dan menikmati yang di lakukan Shila.
Geri yang tidak mau kalah dalam hal ciuman itu, langsung mengambil alih dalam memimpin hal itu.
Mereka yang sudah sama - sama sudah panas dan menginginkan hal yang lebih.
Geri yang masih normal dan berpikir baik dalam keadaan itu memberikan sarannya.
"Jangan disini" ucap Geri.
Geri tidak ingin aksinya ini dilihat orang lain dan diketahui istrinya.
" Tetapi aku merindukanmu sayang" ucap Shila.
Geri memberi penjelasan kalau mereka berdua dapat melanjutkan dirumahnya.
"Apa rumahmu?" ucap Shila yang tidak terima atas ucapan Geri.
Geri kembali menjelaskan kalau rumahnya tidak ada siapa pun. Tetapi Geri tidak menjelaskan kalau statusnya sudah menikah. Dirinya takut Shila akan pergi lagi dari hidupnya.
__ADS_1
Shila yang sudah terbakar kehangatan Geri mengiyakan ucapan Geri itu. Setelah bertukar no telepon Shila pergi ke mobilnya dan Geri mendatangi ruang manager resto itu.Geri meminta ijin pulang kepada managernya dengan alasan kurang enak badan, padahal Shila sudah menunggu di parkiran mobil.
Setengah jam sudah Shila menunggu Geri, akhirnya Geri datang juga ke hadapannya.
"Lama amat sih" ucap Shila dengan ketus.
Geri bukan menjawab atau marah dari ucapan Shila tetapi langsung menyambar bibir Shila yang membuatnya tidak tahan melihatnya.
Shila yang mendapat serangan itu pastinya senang. Shila merindukan permainan panas Geri yang membuatnya tidak dapat menahan kenikmatan yang di berikan Geri.
Shila mendorong tubuh Geri, dirinya yang tidak tahan tetapi tidak ingin juga jadi bahan tontonann gratis.
Geri yang tau maksud Shila langsung mengakhir ciuman panas itu. Geri mengambil alih kemudi mobil Shila.
Selama perjalanan Shila berusaha menahan dirinya begitu juga Geri. Untung saja tempat kerja Geri sangat dekat ke rumahnya.
Hanya dalam waktu 10 menit mereka telah sampai di rumah kontakan Geri. Awalnya Shila ragu untuk turun dari mobilnya.
Geri meyakinkan Shila bahwa didalam rumahnya tidak ada siapapun.
Shila akhirnya mau melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam rumah sederhana itu. Saat Shila memasuki ruang tamu rumah itu Shila melihat foto pernikahan Geri dengan istrinya.
Shila yang sudah mengetahui hal itu berpura - pura kecewa. Shila berakting menangis untuk menarik simpati Geri.
Geri yang melihat shila menangis berusaha menenangkan dan membujuknya. Geri berdiri di hadapan Shila dengan kata - kata manisnya.
" Shila aku bersumpah bahwa hanya kau seorang yang selalu di hatiku...maafkan aku, terpaksa aku melakukan itu karena sudah lama tidak mendapat kabar darimu" ucap Geri sambil memeluk shila.
Shila tertawa senang bahwa Geri masih selalu mengingatnya.
Geri yang melihat senyum di bibir Shila langsung menyerang bibir Shila. Situasi yang sepi dan aman bagi mereka membuat keduanya ingin melanjutkan yang biasa mereka lakukan. Geri menggendong tubuh ramping Shila ke dalam kamarnya.
Shila yang sudah tidak tahan dengan kehangatan Geri langsung membalas ciuman panas itu. Mereka berdua sudah saling mengharapakan kehangatan lainnya. Akhirnya pergulatan panas mereka berlanjut.
Sampai sini Author skip ya..🙈🙈🙈😬😬😬
Silakan dilanjutkan masing - masing.
Pertempuran itu tidak hanya sekali, Geri dan Shila melakukan berkali - kali hingga pagi hari. Shila merasa senang hasratnya yang selama ini terpendam tersalurkan dengan baik kepada Geri. Begitu juga Geri, dirinya sangat merasa puas dengan permaian Shila.
Keahliannya dalam memuaskan Geri tidak di ragukan lagi.
Shila menginap beberapa hari di rumah Geri, beberapa hari itu pula Geri ijin tidak bekerja dengan alasan sakit. Setiap hari mereka hanya melakukan perbuatan dosanya tanpa merasa bersalah dalam hati mereka.
Geri yang mendapat telepon dari istrinya kalau sore ini akan pulang menjadi kesal.
Kesenangannya bersama Shila terganggu dengam ke hadiran istri SAH nya.
Shila yang paham akan ke kesalan Geri dan Shila yang membutuhkan pemuas nafsunya akhirnya menawarkan Geri untul tinggal bersama nya di Bandung.
Awalnya Geri bingung untuk memberi alasan kepada istrinya, tetapi nafsu liarnya membutakan mata hatinya.
Geri meminta alamat Shila di Bandung, dirinya berjanji akan menyusul Shila keesok harinya.
Shila dengan terpaksa akhirnya siang itu kembali ke Bandung sebelum istri SAH Geri pulang.
Bersambung...
Maaf ya para pembaca setiaku semua, author lanjut di episode berikutnya ya😁😁🙏🙏
__ADS_1
Terima kasih telah mengikuti karya author, mohon maaf bila masih banyak salah typo🙏🙏
Tolong tinggalkan jejak Like, vote, hadiah dan komen dibawah ini 🙏🙏😍😍