
Bab 78
Setelah dari RSJ Bandung, papa dan mama menujuh kembali ke TKP Devon kecelakaan. Sesampainya disana para tim SAR dan aparat kepolisian sibuk mencari kembali Devon. Pakaian yang dikenakan Devon terakhir kali ditemukan tersangkut di batu - batuan sungai menjadi petunjuk bagi tim SAR.
Tiga hari kemudian, hari ini seharus nya menjadi hari perayaan aqiqah bayi twin anak Devon dan Mika. Tetapi hari ketiga ini menjadi hari menyedihkan dimanan polisi menetapkan hari batas pencarian Devon sebagai korban kecelakaan.
Selama 4 hari sudah aparat kepolisian dan tim SAR menyisir sungai tidak menemukan Devon selain pakaian yang di pakai Devon saat kejadian kecelakaan.
Aparat kepolisi sudah menyerah dan menyatakan Devon meninggal terbawa arus sungai.
Dengan berat hati papa Devon memberikan kabar duka ini kepada anak sulungnya yang tinggal di Bali. Papa dengan tegar menyampaikan berita duka ini dan pada hari itu pula akan di adakan pengajian untuk mendoakan Almarhum Devon.
Keluarga Bagaskara sudah ikhlas menganggap Devon telah tiada.
Intan dan Suaminya datang ke rumah orang tuanya di Bandung, rumah duka yang sedang di gelar pengajian.
Intan tak kuasa menangis saat melihat kedua orang tuanya seperti sangat tabah dalam menerima kenyataan.
"Pa..ma..benarkah adikku telah meninggal?" tanya Intan.
Mama yang awalnya tenang setelah mendengar ucapan anak sulungnya menjadi menangis. Sedangkan papa berusah terlihat tenang dan ikhlas dalam hal ini.
Bu Leni dan adik - adik panti Mika datang takziah setelah mendapat kabar dari papa Devon. Bu Leni sempat menanyakan keberadaan Mika, dengan berat hati papa Devon menceritakan semua kejadian antara anaknya dan Mika.
Bu Leni terkejut mendengar cerita rumah tangga Mika. Tetapi bu Leni juga sedih atas musibah yang menimpah Devon,pertemuannya hari itu beberapa jam sebelum kejadian kecelakaan maut itu menjadi pertemuan terakhir mereka.
Setelah usai pengajian mama Devon meminta bu Leni dan adik - adik Mika untuk menginap beberapa hari di rumah mereka. Mama yang merasa kesepian merindukan kumpul - kumpul keluarga. Setidaknya dengan adanya bu Leni dan adik - adik Mika menjadi penghibur keluarga Bagaskara.
Bu Leni menelepon pak Edi, berhadap mengetahui keberadaan Mika.
Nut....nut...nut... bunyi sambungan telepon menunggu dianggkat.
Pak Edi : "Halo"
Bu Leni : "Halo, selamat malam pak Edi"
Pak Edi : "Selamat malam bu Leni, ada apa bu?"
Bu Leni : "Pak apakah Mika pernah mengunjungi bapak?"
Pak Edi : "Tidak bu, memang ada apa?"
Bu Leni : "Mika sekarang sedang di Jerman, saya tidak bisa menghubunginya"
Pak Edi : "Baiklah, saya akan menyuruh anak saya Dinda untuk mencari tau keberadaan Mika"
Bu Leni : "Terima kasih pak atas bantuannya"
Setelah itu percakapan mereka terputus.
Bu Leni berharap semoga secepatnya mendapat kabar dari Mika.
Di Jerman.
Dinda baru saja mendapat telepon dari ayahnya yang di Indonesia, Pak Edi menanyakan tentang Mika.
__ADS_1
"Apakah Dinda pernah berjumpa dengan Mika?" ucap Pak Edi.
"Iya" jawab Dinda kepada Ayahnya.
Dinda menceritakan kalau dua hari yang lalu Mika datang mengunjunginya bersama temannya yaitu Prof. Emin Bintang Turgay. Seorang saraf yang terkenal di Jerman bahkan namanya sangat terkenal di Eropa.
Dinda juga mencerita dengan detail kalau kedatangan Mika ke Jerman untuk melakukan operasi bedah otak yang akan di lakukan sahabatnya itu Prof.Emin untuk kesembuhan dirinya yang kesulitan berbicara paskah bangun dari koma.
"Apakah Mika sudah operasi dan bagaimana hasilnya?" tanya pak Edi.
Pak Edi ingin mengetahui kabar Mika, dirinya yang sudah berjanji dengan bu Leni akan membantu mencari keberadaan Mika.
Dinda menjelaskan kalau dirinya kemarin sudah menjenguk Mika.dan bersyukur operasinya sudah berjalan lancar walaupun Mika masih dalam rawat inap, tetapi saat ini Mika masih dalam tahap observasi sampai 1 bulan kedepan.
Setelah itu Mika akan melakukan terapi hingga 2 bulan kedepan agar pengobatan Mika lengkap dan kesembuhan sepenuhnya di dapatkan Mika.
Mendengar cerita panjang lebar Dinda, Pak Edi merasa senang kalau harapan sembuh Mika sudah didepan mata, hanya tinggal beberapa bulan lagi untuk Mika akan benar - benar sehat kembali.
Kini giliran pak Edi yang menceritakan musibah yang di hadapi keluarga Bagaskara. Pak Edi menyampaikan kabar duka Devon yang hilang terseret arus sungai setelah mendapatkan kecelakaan mobil.
"Apa?" Dinda sungguh kaget mendengar berita itu.
Pak Edi menceritakan kronologi musibah kecelakaan Devon itu dan pak Edi meminta anaknya menghubungi bu Leni bila sudah bertemu Mika. Pak Edi memberikan no telepon bu Leni kepada Dinda anaknya.
Dinda merasa iba atas musibah suami Mika. Tetapi Dinda juga bingung cara menyampaikan berita duka ini kepada Mika.
Dinda berjanji besok akan mengunjungi Mika dan akan berkonsultasi dahulu dengan Prof.Emin sebelum menyampaikan berita duka itu.
Dinda tidak ingin pengobatan Mika menjadi sia - sia karena dirinya. Akhirnya sambungan telepon Dinda dan ayahnya pun berakhir.
Dinda yang sudah bertemu dengan Prof.Emin menyampaikan berita yang di bawanya, Dinda mencerita musibah yang baru saja menimpah Devon.
Setelah bercerita dengan Prof.Emin, Dinda melanjutkan untuk mengunjungi Mika.
Kondisi Mika masih tertidur, hanya saja Mika ketiduran efek dari obat yang dikonsumsinya. Dinda urung membangunkan Mika, dirinya lebih baik menunggu Mika bangun sendiri.
Setelah hampir satu jam menunggu akhirnya Mika bangun dari tidurnya.
"Ka....Din da" ucap Mika masih terbata -bata.
Mika memang belum berbicara lancar layaknya orang normal, tetapi prof.Emin meyakinkan Mika dengan terapi Mika pasti akan kembali sehat.
Dinda yang melihat Mika sudah membuka matanya tersenyum.
"Selamat pagi cantik" goda Dinda kepada Mika.
Dinda senang sekali menggoda Mika. Dinda tersenyum kembali dan menanyakan kabar Mika.
Setelah melihat Mika dalam kondisi membaik Dinda mulai membicarakan masalah yang terjadi di Indonesia.
Awalnya Mika hanya menyimak cerita Dinda saja, tetapi setelah mendengar keseluruhan cerita Dinda tentang kecelakaan Devon yang jatuh kejurang hingga hanyut terbawa arus sungai membuat Mika iba terhadap suaminya itu.
Mika memang sempat membenci suaminya itu, tetapi sebagai manusia terlebih Devon adalah ayah dari anaknya pastinya Mika merasakan sedih.
"Kak...to lo ng ban tu.. hu bu ngi bu...Le ni" ucap Mika yang mengeja ucapannya dengan terbata - bata.
__ADS_1
Dinda menuruti keinginan Mika dan langsung menghubungi no telepon bu Leni.
Perbedaan antara Indonesia dan Jerman adalah kurang lebih 5 jam lebih cepat, di Jerman saat ini pukul 8 pagi pastinya di Indonesia pukul 1 siang.
Nut...nut...nut... bunyi sambungan telepon menunggu diangkat pemiliknya.
Bu Leni : "Halo"
Dinda : "Halo, selamat siang bu Leni"
Bu Leni : "Ya...maaf ini siapa?"
Dinda :" Saya Dinda anak pak Edi, saat ini saya bersama Mika, Alhamdulillah Mika operasinya berjalan sukses dan Mika ingin berbicara dengan bu Leni"
Bu Leni : "Alhamdulillah...ya Tuhan, terima kasih atas bantuan nak Dinda"
Bu leni yang masih di rumah keluarga Bagaskara dan sedang duduk - duduk bersantai langsung memberi tau mereka dan bu Leni loudspeaker HP nya agar mama, papa dan kaka Devon dapat ikut berbicara dengan Mika.
Dinda :"Sama - sama bu, ini Mika ingin berbicara"
Mika : "Ha lo, bu"
Bu Leni :"Halo sayang, Alhamdulillah nak, apa kabar sayang?"
Mika : "Ba ik"
Bu Leni : "Nak disini ada kedua mertua dan kaka iparmu"
Mika : "Ha lo se mu a"
Mereka semua menjawab salam Mika. papa, Mama dan kaka Devon senang akhirnya Mika dapat berbicara kembali.
Intan :"Dek bagaimana kabarmu? kenapa tidak bilang - bilang kalau mau operasi di Jerman?"
Mika : "Ba ik, ma af ka te man ku ya ng me mak sa"
Intan : "Apa temanmu yang membantu operasimu dek?"
Mika : "Ya kak"
Intan : "Bolehkah aku berkenalan dengan temanmu, aku ingin berterima kasih karena sudah membantu adikku sehat kembali"
Mika : " Ya, di a a da lah Prof E min"
Intan terkejut termasuk papa dan mama nya bila orang yang selama ini di cari nya adalah teman Mika dan sudah melakukan operasi terhadap Mika.
"Ya Tuhan terima kasih atas kebaikan yang engkau berikan kepada kami" ucap Mama dalam hatinya.
setelah percakapan rencananya papa dan mama akan menyusul Mika ke Jerman.
Bersambung...
Maaf ya para pembaca setiaku semua, author lanjut di episode berikutnya yaππππ
Terima kasih telah mengikuti karya author, mohon maaf bila masih banyak salah typo dan bila cerita tidak sesuai keinginan kalianππππ
__ADS_1
Tolong tinggalkan jejak Like, vote, hadiah dan komen dibawah ini ππππ