
Bab 102
Mika dan Devon mendengarkan tausiyah Aki Dahlan hingga selesai dengan saksama. Mereka berdua meresapi semua yang di sampaikan aki mereka. Bahkan Devon sampai meneteskan air mata karna mengingat begitu bodoh dirinya yang dengan mudah mempermainkan ikatan pernikahannya.
"Maafkan aku sayang" ucap Devon.
Devon meminta maaf dan memeluk istrinya. Rasa penyesalan akan masa lalunya menjadi beban tersendiri bagi Devon dalam menjalankan kehidupan pernikahan mereka.
"Iya, aku pun minta maaf atas ke tidak mampuanku dalam memenuhi semua keinginanmu" jawab Mika.
"Tidak...aku yang salah sayang" ucap Devon.
Devon mengingat sudah banyak menyakiti hati Mika, bahkan dirinya sudah pernah berkali - kali tidur bersama Shila walaupun tidak sampai melakukan layaknya suami istri.
Dirinya semakin bersalah, tetapi tidak mungkin bila dirinya menceritakan yang sebenarnya kepada istrinya sekarang. Devon tidak ingin hubungannya hancur yang baru di bangun ini.
"He kenapa bengong aja?" tanya kak Intan.
Kak Intan yang mengetahui semua rahasia adiknya, karna anak buah suaminya sudah memata - matai semua kegiatan yang Devon lakukan, bahkan Devon yang sering bermalam di apartemen Shila pun sudah tau.
"Ingat sewaktu tidur bersama Shila ya?" bisik kak Intan
Devon terkaget saat kaka nya membisikan sebuah rahasia yang Devon pikir hanya dia dan Shila saja yang tau.
Muka Devon menjadi pucat, Devon takut bila kaka nya akan bercerita kepada istrinya.Devon terus berdoa dalam hatinya agar kakanya berbelas kasih dan tidak menceritakan keburukannya kepada Mika.
Obrolan demi obrol sudah mereka lalui, canda dan tawa mereka lakoni, kini saatnya mereka masuk kekamar masing - masing karna jam sudah pukul 10 malam.
Sebelum masuk kamar, Mika menyempatkan melihat anak - anaknya sudah masuk kamarnya beserta babysisternya dari jam 9 malam, satu jam sebelum Mika dan anggota keluarga lainnya masuk kamar.
Setelah memastikan anak - anak sudah tertidur Mika ke kamarnya. Mika melihat Devon sudah berada di atas ranjang berselimut bedcover.
"Apa mas sedang kurang sehat?" tanya Mika.
Mika berpikir kalau Devon sedang kurang sehat, karna AC di kamar belum di nyalahkan tetapi Devon sudah berselimutan dengan bedcover.
"Tidak" jawab Devon.
Devon menjawab dengan senyum manisnya yang selalu membuat kaum hawa meleleh di buatnya.
Mika merasa aneh dengan Devon, lalu dia mendekati suaminya dan meletakan tangan kanannya di kening tanpa di duga karna jarak mereka sangat dekat Devon langsung menyerang bibir manis Mika dengan rakus.
Mika berusaha melepaskan diri namun usaha Mika sia - sia karena tangan kekar Devon sudah meremas bagian sensitif Mika.
Kini bukan perlawanan atau penolakan yang Mika lakukan tetapi Mika menikmati dan mengikuti permaianan suaminya.
Devon begitu lihainya dalam membuat Mika terbuai tanpa disadari juga dirinya sudah terangsang dan kini sudah beralih dalam memimpin perciuman itu.
Gelora panas dalam kehangatan suami istri ini menginginkan kelanjutan yang lebih untuk penuntasan.
Tangan nakal Devon sudah melepas pakaian yang dipakai Mika, kini mereka berdua telah polos tanpa sehelai benang pun.
Mika baru tersadar kalau suaminya dalam balik bedcover sudah polos seperti bayi baru lahir.
__ADS_1
Saat Devon ingin memberikan nafkah batin istrinya untuk pertama kali pada malam pernikahan ke dua mereka tiba - tiba terdengar suara gedoran pintu.
Duk...duk...duk...Pintu di gedor mama Devon.
"Dev...dev...tolong....tolong nak....tolong kaka mu " teriak mama Devon.
Mika yang mendengar suara mama mertuanya berteriak minta tolong segera memberitahu suaminya.
"Mas itu mama memanggil" ucap Mika.
"Ah...ganggu saja, sudah biarkan saja paling juga mau ngerjain kita" jawab Devon.
"Dev...kaka mu mau lahiran, tolong nak" teriak mama.
Mika yang mendengar suara mertuanya terpaksa mendorong suaminya dan segera mencari pakaiannya yang tercecer di lantai kamar, lalu memakainya dan setelah rapi Mika menghampiri pintu.
Krek...Mika membuka pintu kamarnya
"Ya ma, ada apa?" tanya Mika.
"Nak tolong kak Intan" mama Devon.
"Kenapa ma?..apa kak Intan mau melahirkan?" tanya Mika.
"Sepertinya " jawab mama Devon.
Mika yang terkaget mendengar kabar dari mertuanya kalau kak Intan akan melahirkan. Mika segera berlari menujuh lantai satu untuk kekamar kaka iparnya.
"Kak Intan" tanya Mika.
Mika datang mendekati kak Intan dan memapahnya keluar kamar. Mika rencananya akan membawa kaka Iparnya ke RS.
"Kak" ucap Devon.
Devon berlari dari tangga saat melihat Mika memapah kakanya keluar kamar kak Intan.
Devon langsung menggendong kakanya dan meminta Mika untuk membukakan pintu mobilnya.
Mama mengikuti Devon dan kak Intan dari belakang, hingga sesampainya di depan mobil mama membantu menyenderkan kak Intan di jok belakang.
"Sayang tunggu sebentar ya aku ambil HP dan dompetku dulu" ucap Devon kepada Mika.
"Iya mas, tolong bawakan tas kecilku juga ya" jawab Mika.
Devon menganggukan kepalanya dan segera berlari ke kamarnya untuk mengambil HP, dompet dan tas kecil Mika.
Setelah Devon menemukan yang di cari dirinya langsung berlari ke garasi mobil. Devon langsung mengemudi mobilnya dengan kecepatan yang lumayan di atas rata - rata karena saking paniknya.
Devon membawa kak Intan ke RS.Diamond milik Mika, karena konsentrasinya yang sedang tidak fokus akhirnya awal ingin menujuh ke RS. X tetapi karena panik Devon melewati RS.X.
Mika mengambil Hp di tas kecilnya dan menelepon UGD RS.Diamond. Mika meminta para perawat dan dokter jaga UGD untuk bersiap dan Mika meminta salah satu dokter jaga menghubungi dokter obgyn yang terbaik di RS.Diamond untuk menolong persalinan kaka iparnya yang sedang dalam perjalan ke RS.Diamond.
Sampailah kak Intan dan rombongan di RS. Diamond. Di depan UGD sudah ada 4 orang perawat dan 2 orang dokter menunggu dengan tempat tidur pasien.
__ADS_1
Kak Intan langsung di larikan ke ruang bersalin. Di dalam kamar bersalin sudah siap dokter obgyn terbaik di RS.Diamond dan 6 orang bidan.
Mika ikut mengantar kak Intan sampai masuk ke ruangan bersalin, bahkan Mika menemani kaka iparnya di dalam ruang bersalin.
" Dok tolong bantu kaka ku" ucap Mika.
"Pasti DR.Mika" jawab dokter Obgyn yang membantu persalinan kak Intan.
Sedangkan di luar ruangan tinggal Devin dan mamanya dalam perasaan cemas.
Devon sudah berkali - kali menelepon suami kaka nya namun tidak aktif.
Menurut informasi dari mama, kalau suami kakanya sedang ada pertemuan penting dengan komandannya di kantor. Sedang papa terpaksa mengantar aki dan nini ke ponpes dengan diantar Udin.
"Mengapa malam - malam aki dan nini pulang ma? tanya Devon.
Mama menjelaskan kepada Devon bahwa salah satu santri di ponpes milik aki Dahlan mengalami kecelakaan lalu lintas dan keadaannya gawat sekali, makanya aki dan nini langsung menujuh RS tempat santrinya di rawat.
"Apa kamu sudah menghubungi papamu?" tanya mama.
"Sudah ma, papa dan Udin sedang dalam perjalanan ke mari" jawab Devon.
Sedangkan di dalam ruang bersalin kak Intan yang di temani Mika berjuang untuk melahirkan anaknya.
"Ayo dok, sudah pembukaan lengkap, 1...2...3...mulai mengedan...tarik nafas...buang...tarik nafas lagi...buang" ucap sang dokter obgyn yang memberi arahan agar kak Intan cepat melahirkan.
KaK Intan mengikuti arahan dokter obgyn. Selang 30 menit proses persalinan itu berjalan lancar.
"Aah.." teriak kak Intan dengan nafas terengos - engos.
"Oek...oek...oek...." tangis bayi kak Intan.
"Alhamdulillah" ucap semua yang berada di ruang bersalin.
"Selamat ya kak, keponakanku ganteng sekali" ucap Mika.
"Iya...terima kasih dek...terima kasih dok" ucap Intan.
Setelah itu Mika ijin dengan kak Intan untuk memberitahu berita kelahiran ini kepada mama dan Devon yang sedang menunggu di luar ruang bersalin.
Sebelum meninggalkan ruangan Mika mengucapkan terima kasih kepada dokter obgyn dan dokter anak yang membantu persalinan kaka Iparnya.
Krek...pintu ruang bersalin terbuka.
"Ma, mas... Alhamdulillah kak Intan sudah melahirkan seorang anak laki - laki yang tampan" ucap Mika.
"Alhamdulillah" ucap mama dan Devon bersamaan.
Bersambung...
ππLanjut ikuti ceritanya yaa..ππ
Mohon maaf bila masih banyak salah typoππππ
__ADS_1
Tinggalkan jejak Like nya kak, biar Author lebih semangat lagi up nyaππππ