
Bab 121
Kevin semakin terdesak, dirinya seperti di kuliti satu persatu kesalahannya di dalam persidangan itu.
Berdasarkan bukti - bukti dan beberapa saksi maka Devon di tuntut 12 tahun penjara atas tuntutan jaksa akibat terbukti membuat kesaksian palsu dan dokumen palsu sebagai identitasnya.
Maka hakim memutuskan hukuman 12 tahun penjara berdasarkan sikap Kevin yang selama dalam persidangan tidak koperatif dan kepada Kekasih Kevin hakim menjatuhkan hukuman 4 tahun dan denda 1 M atau kurungan 4 bln penjara.
Hukuman yang di jatuhkan kepada kekasih Kevin membuat dirinya syok, tetapi dia mencoba menerima kesalahannya. Kemarahnya akan kebodohannya mengenal Kevin adalah hal yang di sesali olehnya.
Karier dan reputasinya sebagai model hancur, tetapi ada hal yang membuat dia lebih lega yaitu pihak lawyer Devon secara diam - diam membantu dana untuk pembayaran denda atas kasus asusilanya.
Pihak Lawyer Devon bukan tanpa sebab membantu pembayaran denda, ini dianggap sebagai kompensasi atas kerja sama kekasih Kevin dalam membongkar kejahatan Kevin.
Sedangkan Kevin alias Aldo yang mendapatkan hukuman 12 tahun penjara melakukan banding karena tidak terima status dirinya yang seorang saksi kini di jadikan tersangka.
Hakim mempersilakan bagi pihak Kevin alias Aldo untuk melakukan banding terhitung 14 hari setelah putusan hari ini.
Namun Aldo tidak menyadari bahkan keluarga Kevin Darmawan dalam hal ini orang tua kandung Kevin Darmawan bersama lawyer sudah melaporkan saudara Aldo ke polda Bandung atas tuduhan pemakaian identitas anaknya tanpa ijin terlebih identitas itu milik anaknya yang sudah meninggal.
Perbuatan pemalsuan atau penyalahgunaan dokumen kependudukan, tersebut juga dapat dikenakan ancaman pidana sesuai ketentuan Pasal 93 Undang-Undang Administrasi Kependudukan menyatakan:
Setiap Penduduk yang dengan sengaja memalsukan surat dan/atau dokumen kepada Instansi Pelaksana dalam melaporkan Peristiwa Kependudukan dan Peristiwa Penting dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 50 juta.
Kini akan banyak lagi tuntutan hukum yang menantinya. Aldo yang tidak menyadari hal ini hanya menganggap bahwa semua orang akan mudah di kelabuhinya.
Setelah sidang di tutup baik Mika maupun Devon merasa puas akan hasil putusan sidang tersebut. Setidaknya mereka lega Aldo dapat di jebloskan ke penjara atas kesalahannya selama ini.
Hanya saja Devon dan kedua orang tuanya sempat terkejut kalau Kevin Darmawan adalah Aldo, orang yang sudah berkali - kali dalam membuat kejahatan kepada Mika.
Sebelum meninggalkan ruang sidang Mika meminta ijin pada Devon untuk bertemu dengan Aldo sebelum diri Aldo di bawa oleh petugas lapas.
Mika di temani Devon mendekati Aldo yang sudah dalam penjagaan petugas.
"Aldo..Lihatlah Aku, mengapa kau selalu menciptakan masalah dalam kehidupanku. Apa salahku hingga kau tega melihaku harus bersedih karena ulahmu itu?" ucap Mika dengan air mata yang merembas dari kedua matanya.
__ADS_1
Aldo yang mendapatkan pertanyaan yang cukup menyentuh hatinya hanya bisa tertunduk dengan rasa malu yang di miliki, tetapi rasa cinta kepada Mika membuat dirinya semakin bidoh dalam bersikap.
"Aku mencintaimu Mika, ya aku cinta kamu Mika" jawab Aldo.
Devon yang mendengar jawaban yang cukup membakar emosinya saat mendengar ada pria lain yang mengungkapkan cinta kepada istrinya.
Mika menahan dengan kuat tangan Devon agar tidak bertindak yang merugikan dirinya.Mika kembali maju dalam menyelesaikan permasalahan yang semeraut ini.
"Ikhlaskan semua yang bukan milikmu, belajar bersyukur atas yang di miliki olehmu, jadikan semua ini pelajaran hidupmu" penjelasn Mika kepada Aldo.
Mika berharap Aldo menjadi orang yang kepribadian lebih baik dari sebelumnya. Namun sayangnya harapan Mika hanya harapan yang tidak akan pernah ada akhirnya.
"Terserah kau bilang apa, bagiku kau harus menjadi milikku, bila aku tidak dapat milikimu maka orang lain tidak boleh di miliki orang lain" teriak Aldo.
Aldo seperti orang gila yang berteriak - teriak memanggil nama Mika. Petugas yang tidak tahan lagi dengan sikap gila Aldo segera membawa Aldo ke mobil tahanan.
Seperginya Aldo, Mika memeluk erat suaminya untuk meyakinkan Devon bahwa Mika hanya mencintai seorang laki - laki yaitu Devon suaminya, ayah daru ketiga anaknya.
Kaka dan kedua orang Devon menghampiri mereka berdua dan ikut hanyut dalam kekuatan cinta Devon dan Mika.
Akhirnya Mika dan Devon menuruti kemauan kakanya untuk segera meninggalkan tempat tersebut.
Selama perjalanan menujuh rumah mereka semua lebih banyak diam hanya sesekali berbicara tentang kasus perdata Devon dan kasus perceraian kak Intan selanjutnya mereka hanya menikmati jalan sambil mendengarkan alunan musik dari radio mobil.
Sesampainya di rumah, Mereka di nanti oleh dua pengacara Kak Intan yang menunggu kedatangan kak Intan. Setelah berjumpa dengan klien nya para pengacara itu langsung berbicara empat mata dengan kak Intan.
Usai berbicara dengank kak Intan kedua lawyer itu pamit. Kak Intan terlihat sedih saat beramprokan di ruang makan.
"Kak, ada apa?" tanya Mika.
"Ikutlah dengan kaka" ajak kak Intan.
Kak Intan mengajak Mika kekamarnya, setelah di kamar kak Intan menceritakan semua permasalahan yang di hadapainya mulai dari putusan cerai kaka Intan dengan mantan suaminya, pemecatan mantan suami kak Intan dari kesatuan karna adanya kasus yang melibatkan mantan suami kak Intan dan terakhir kasus mantan suami yang berujung pada pemenjaraan dirinya atas kasus penipuan yang di lakukan oleh mantan suami kak Intan.
Mika berusaha menjadi pendengar yang baik tanpa memotong cerita yang di sampaikan kak Intan. Setelah usai bercerita Mika hanya memeluk erat kaka iparnya.
__ADS_1
"Sabarlah kak, Tuhan tidak akan menguji kita di luar batas kemampuan kita" ucap Mika.
"Iya dek" jawab kak Intan.
Setelah itu Mika berencana memanggil orang salon untuk massage seluruh tubuh mereka berdua. Ide Mika di setujui kaka iparnya yang sudah lama tidak memanjakan diri.
"Dek apa kamu punya langganan salon yang bagus?" tanya kak Intan.
"Ada kak, langganan mama yang suka di panggil, walaupun aku baru sekali memakai jasa mereka, tetapi menurutku sangat memuaskan pelayanan mereka kak" ucap Mika.
"Baiklah dek, kalau begitu teleponlah mereka agar cepat datang"
Mendengar kak Intan antusias akan idenya, Mika menjadi senang kalau kak Intan sudah bisa melupakan sejenak beban dalam pikirannya.
Mika pun langsung menghubungi salon langganan mertuanya. Mika meminta datang cepat dengan tiga terapis khawatir kalau mama mertua akan ikut melakukan perawatan juga.
Setelah beres menelepon Mika mendatangi mama mertuanya untuk memberitahu kalau setengah jam lagi orang salon langganan mama akan datang.
Mama Devon senang sekali begitu mengetahui kalau akan ada orang salon datang. Mama begitu antusias.
Kini mereka sedang menunggu di ruang salon mini keluarga bagaskara sambil menunggu pekerja salon datang.
Tiga puluh menit berlalu kini rombongan salon itu datang dengan peralatan dan aneka macam vitamin perawatan tubuh dan rambut di bawanya.
Mereka sudah di antar oleh bi Mimin ke ruang mini salon keluarga. Disana mereka langsung memulai perawatan dengan masing - masing petugas salon.
Ketiga wanita berbeda usia ini begitu menikmati waktu mereka untuk memanjakan tubuh mereka.
Bersambung...
ππLanjut ikuti ceritanya yaa..ππ
Mohon maaf bila masih banyak salah typoππππ
Tinggalkan jejak Like nya kak, biar Author lebih semangat lagi up nyaππππ
__ADS_1