Lihatlah Aku

Lihatlah Aku
Lihatlah Aku, season 2


__ADS_3

Bab 54


Mika masih duduk termenung di ruang praktek Devon. Pikiran Mika kembali kepada kenangan masa lalunya.


"Apakah Devon kembali lagi kepada Nita?" pertanyaan yang ada di dalam kepala Mika.


Tidak ingin menebak - nebak, Mika meminta salah satu perawat yang ada di luar ruang masuk, Mika menanyakan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan Devon.


Awalnya perawat tersebut menjawab pertanyaan Mika dengan santai dan tanpa beban, namun saat Mika menanyakan suatu pertanyaan tertentu membuat mimik wajahnya berbeda dan menjadi takut.


"Sus apakah ada wanita yang sering mendatangi Dr. Devon di luar jam praktek?" tanya Mika yang tanpa basa basi.


Suster itu bingung untuk menjawabnya, disatu sisi dirinya tidak tega Dr. Mika di khianati suaminya. Tetapi di sisi lain bukan salah Dr. Devon sepenuhnya karena wanita nya yang menggodanya. Sedangkan wanita itu sendiri cukup baik karena setiap hari selalu membawakan makan siang untuk mereka.


Dengan terpaksa suster berbohong untuk menjaga keamanan hubungan terlarang itu.


"Tidak ada Dok" jawab perawat tersebut.


Mika sebenarnya tidak percaya akan ucapan perawat itu, Mika melihat ada kebohongan di mata perawat itu. Tetapi Mika tidak ingin mendesaknya lagi. Mika akan menyelesaikan masalahnya dengan caranya sendiri.


Saat Mika akan meninggalkan ruang Devon, tiba - tiba Devon datang. Devon kaget melihat kehadiran Mika di ruangnya. Devon terlihat kikuk saat istrinya hanya tersenyum.


Melihat situasi yang tidak baik perawat tersebut ijin keluar dari ruangan Devon.


Mika hanya tersenyum tanda mengiyakan permintaan perawat tersebut.


Devon masih hanya diam terpaku melihat istrinya. Ada rasa bersalah dalam hatinya kepada istrinya, tetapi egonya yang besar untuk pembenaran atas kesalahannya.


Mika berjalan semakin mendekat kepada Devon, ditatap dalam - dalam mata Devon.


Mika hanya tersenyum untuk kesekian kalinya. Senyum yang memiliki banyak makna yang sulit di arti bagi mereka berdua.


"Jika mas tidak mengharapkan aku lagi setidaknya ingat anakmu" sebuah ucapan yang meluncur dari mulut Mika sebelum dirinya meninggalkan ruangan Devon.


Ucapan Mika sangat menyentil Devon.


Namun saat Devon hendak mengejar Mika, HP Devon berdering.


Saat melihat Shila yang meneleponnya.


Devon langsung menekan tanda hijau HP nya.


Devon : "Ya halo La"


Shila : "Halo say "


Devon : "Ada apa La?"


Shila : "Aku kangen sama kamu"


Devon : "La nanti lagi ya aku telepon mu, aku praktek dulu ya"


Devon langsung buru - buru mematikan sambungan telepon itu. Devon mengetahui jika Shila mengharapkan dirinya. Tetapi dirinya tidak ingin kehilangan istrinya.


Awalnya Devon hanya merasa kesepian dan butuh perhatian, Devon menerima kehadiran Shila sebatas teman saja, namun Shila mengartikan yang lain. Kecantikan yang Shila miliki membuat Devon enggan untuk menjauh dari wanita cantik itu.


Devon memanggil perawatnya dan meminta penjelasan atas kehadiran Mika.


Perawat itu menjelaskan jika Mika sudah datang sejak jam 8 pagi, Mika menunggu Devon dan menggantikan praktek untuk memeriksa pasien yang sudah lama menunggu kehadiran Devon.


Mendengar penjelasan Perawat itu Devon hanya meratapi kesalahannya, tetapi tidak berusaha untuk meminta maaf kepada Mika.

__ADS_1


Devon akan menjelaskan kepada Mika jika Mika meminta penjelasan darinya. Sayangnya Devon ke Mika sudah berbeda, Devon merasa rasanya telah berbeda, Devon merasa lebih takut kehilangan Shila.


Devon kembali melanjutkan tugasnya sebagai dokter, dirinya akan visit ke pasien yang menjadi tanggung jawabnya di rawat inap.


Setelah Mika pergi dari ruangan Devon, Mika mendatangi bagian Informasi, disana Mika menanyakan apakah ada pasien yang bernama Nita. Mika ingin memastikan apakah Nita yang membuatnya melupakan tanggung jawabnya.


Mika sempat terkejut saat mendapat jawaban dari petugas informasi kalau Nita sudah di pindahkan ke RSJ Bandung beberapa bulan yang lalu.


Mika yang penasaran akhirnya mendatangkan RSJ Bandung untuk mengetahui kebenarannya.


Dengan menaiki taksi pergi ke RSJ Bandung, sesampainya disana Mika mendatangi bagian informasi dan memperkenalkan dirinya sebagai dokter yang pernah merawat Nita Di RS X dan menjelaskan maksud kedatangannya yang ingin berkunjung melihat kondisi Nita.


Pihak petugas mengecek data pasien yang dirawat, setelah mendapat informasi kamar perawatan pasien dan didampingi petugas RSJ Mika mendatangi kamar perawatan Nita.


Disana Mika melihat Nita dari balik jendela. Mika melihat kondisi Nita sangat tidak baik.


Nita hanya tertidur di bed nya dengan tatapan mata yang kosong. Saat Nita meminta ijin masuk, petugas melarangnya.


"Jangan Dok, kondisi pasien sangat berbahaya bila dijumpai oleh orang asing, pasien akan menyerang dokter" ucap petugas RSJ.


Mika yang mendengar penjelasan petugas itu, tidak jadi masuk ke ruangan Nita. Mika meminta bantuan petugas RSJ untuk mengantar ke dokter yang merawat Nita.


Petugas itu mengantar ke poli dr.Ruri, SpKJ.


Mika mengucapkan terima kasih kepada petugas tersebut, sambil memberikan tips kepadanya.


Didalam ruangan Mika memperkenalkan diri dan maksud tujuannya. Sikap dr.Ruri sangat ramah menyambut kedatangan Mika.


Mika menanyakan kondisi kejiwaan Nita, dr. Ruri menjelaskan kondisi kejiwaan Nita yang tidak ada perkembangan bahkan dari hari ke hari sikapnya cenderung memburuk dan menyarankan dihadirkan keluarganya agar Nita semangat hidupnya ada. Mika menjelaskan kalau orang tua Nita sudah meninggal.


Setelah beberpaa menit berbincang - bincang, Mika ijin pamit pulang dengan dr.Ruri, tidak lupa sebelum pergi mereka saling bertukar no telepon untuk berkomunikasi tentang kesehatan Nita.


Setelah itu Mika dengan menggunakan taksi untuk pulang ke rumah. Mika tidak mungkin meninggal baby Al terlalu lama, karena masih ASI.


Terlalu banyak berita yang Mika lewati semua, kalau saja bukan untuk menyelidiki Devon mungkin dirinya tidak pernah mengetahui keadaan Nita.


Mika berusaha untuk relax dalam menghadapi masalah rumah tangganya, dirinya tidak ingin terlalu stress dengan permasalahan suaminya, karena takut akan berpengaru terhadap kelancaran ASI nya.


Setelah memberikan ASI dan baby Al tertidur. Mika melanjutkan tugasnya untuk melihat laporan dari RS nya.


Sore harinya setelah baby Al bangun dari tidurnya dan sudah di mandikan oleh babysister, Mika mengajak berjalan - jalan sore di taman yang tidak jauh dari rumah mertuanya.


Mika mendorong stroler anaknya dan di ikuti babysisternya. Baby Al sesekali tertawa karena senang melihat keramaian anak - anak kecil yang sedang berlari - lari.


Saat Mika hendak menyeberang, Mika melihat mobil Devon melintas tepat di depannya.


Mika melihat jelas Devon bersama wanita cantik karena kaca mobil disamping wanita itu terbuka. Bukan saja Mika yang melihat tetapi anak dan babysister anaknya pun melihat.


"Bu bukan kah itu mobil pak Devon?" ucap babysister Al.


"Iya" jawab Mika.


Mika mengajak untuk melanjutkan perjalanan mereka. Dalam hati Mika sakit sekali, untuk kesekian kalinya Devon menyakitkan hati nya. Mika mencoba untuk menahan air matanya jatuh, tetapi kesedihan yang dirasakan membuat air matanya jatuh. Mika yang tidak ingin ada yang melihat dirinya menangis, secepat mungkin Mika mengapus air matanya dengan tangannya.


Bagi Mika sudah cukup memberi beberapa kali kesempatan kepada Devon. Bila Devon tidak menghentikan perbuatannya maka Mika akan mengambil langkah tegas. Mika tidak ingin menjadi wanita yang lemah dan mudah di permainkan begitu saja oleh Devon.


Setalah selesai berjalan - jalan sore mereka kembali pulang ke rumah.


Suasana rumah sepi karena papa dan mama mertua Mika sedang mengikuti seminar di luar negeri.


Malam hari saat jam makan malam Mika menanti kedatangan Devon, sudah 4 pesan yang di kirim Mika, tetapi semua tidak terkirim. Saat jam sudah menujuk pukul 8 malam, Mika menelepon Devon, sudah lebih 10 kali berusaha menghubungi tetapi tetap tidak aktif HP Devon.

__ADS_1


Mika akhirnya makan malam sendiri tanpa di temani siapa pun, walaupun Mika makan malam sudah jam 9 malam.


Sedangkan Devon sedang asik berkencan dengan Shila, mereka sedang menghabiskan waktu untuk menonton bioskop dan dinner bersama.


Jiwa muda Devon terbangkitkan, masa - masa jatuh cinta dengan Mika terulang lagi dengan Shila.


Devon merasakan kehampaan hatinya telah terisi dengan hadirnya Shila, walaupun pertemuan mereka baru beberapa minggu, akan tetapi Devon merasakan sudah mengenal lama dengan Shila.


Shila senang akhirnya Devon masuk perangkapnya. Hanya tinggal sedikit lagi untuk membuat Mika akan merasakan sakit hati yang luar biasa.


Setelah pulang dari bioskop Devon mengantar Shila ke hotel tempat dirinya tinggal.


"Apa kamu tinggal disini?" tanya Devon.


"Iya" jawab Shila.


"Kenapa tidak mencari apartemen saja yang biayanya lebih murah dibanding hotel" terang Devon.


"Ingin sih, tetapi aku kan baru 2 minggu di Bandung, jadi belum tau apartemen mana yang bagus dan murah, kamu bisa bantu aku?" tanya Shila.


"Aku ada apartemen yang tidak ditempati, kalau mau kau bisa tinggal disana" ucap Devon.


"Benarkah itu, apa tidak ada yang marah?" goda Shila kepada Devon.


Devon hanya tersenyum menanggapi nya.


Obrolan mereka akhirnya terhenti saat di depan pintu kamar Shila.


"Say masuklah dulu" ajak Shila.


Devon mengikuti langkah Shila, tangan mereka saling menggenggam layaknya seorang kekasih.


Shila mempersilakan Devon duduk di sofa.


Shila mengambil 2 botol minuman kaleng yang satu di berikan kepada Devon dan yang satu lagi di minumnya.


Shila sengaja menggoda Devon dengan membuka kemejanya yang tersisa hanya kaos dalam ketatnya yang menampakan tubuh indahnya. Devon beberapa kali harus menelan salivanya karena melihat lekuk tubuh Shila.


Devon yang tidak ingin menjadi sesuatu, akhirnya ijin pamit kepada Shila. Namun Shila menahannya. Shila semakin mendekatkan tubuhnya dan memberanikan mengecup pipi Devon dan duduk di pangkuan Devon.


Devon sebagai laki - laki dewasa tentunya senang atas sikap Shila. Namun Devon masih berusaha agar tidak bertindak lebih dari itu.


Shila terus saja menggoda Devon dengan cara murahannya, awalnya Devon tidak merasa terganggu dengan kelakuan Shila, namun lama kelamaan kelakuan Shila membuat Devon tidak dapat menahan hasratnya. Devon yang tidak ingin terjadi selain dengan istrinya, maka Devon segera pamit pulang dari Shila.


Shila berusaha menahan Devon, namun usahanya gagal. Devon dapat lolos dari perangkapnya kali ini, tetapi tidak yang akan datang.


Secepat mungkin Devon mengendari mobilnya agar cepat sampai ke rumah.


Devon tidak tahan ingin menuntaskan hasratnya. Fantasi Liat Devon sudah melayang kemana - mana. Devon tau kalau perbuatannya dengan Shila salah, tetapi Devon hanya menuntaskan hasratnya hanya kepada Mika yang terikat pernikahan yang sah.


Sesampainya dirumah Devon berlari kekamarnya mencari keberadaan istrinya, tetapi tidak menemukannya. Devon berteriak sambil mencari istrinya, suara keras Devon membangunkan baby Al yang sedang di bobokan oleh Mika sambil menyusu ASI.


Mika bangun sambil mendekap tubuh baby Al agar merasa nyaman dan menghentikan tangisnya.


Bersambung...


Maaf ya para pembaca setiaku semua, author lanjut di episode berikutnya yaπŸ˜πŸ˜πŸ™πŸ™


Ingin tau kelanjutan yang terjadi dengan Mika dan cerita lainnya, ikut selalu ya Lihatlah Aku.πŸ˜πŸ˜πŸ™


Terima kasih telah mengikuti karya author, mohon maaf bila masih banyak salah typoπŸ™πŸ™

__ADS_1


Ditunggu kritik dan saran kalian semua, yang dapat membangun karya author agar lebih semangat up nya πŸ™πŸ™πŸ˜πŸ˜


Tolong tinggalkan jejak Like, vote, hadiah dan komen dibawah iniπŸ™πŸ™πŸ˜πŸ˜


__ADS_2