
Bab 67
Didepan Shila Devon menjelaskan peraturan keluarga Bagaskara.
Tidak berbicara kasar atau dengan nada tinggi.
Tidak menyakiti perasaan anggota keluarga Bagaskara dan sesama pekerja.
3.Saling membantu antar sesama pekerja.
4.Tidak menghina dan berteriak.
5.Tidak mencampuri urusan keluarga Bagaskara.
6.Tidak bermain HP saat sedang bekerja.
Tidak menggoda atau merespon perbuatan yang tidak pantas dengan anggota keluarga Bagaskara.
"Apa kamu sudah paham sus?" tanya Intan.
"Sudah bu" jawab Shila.
"Bagus, sekarang istirahatlah, bertanyalah kepada bi Mimin bila ada sesuatu yang tidak di mengerti" ucap Intan.
"Iya bu" jawab Shila.
Setelah itu Intan hendak meninggalkan kamar Shila tetapi Devon tetap duduk diam di pinggir tempat tidur. Intan yang melihat sikap adiknya menjadi curiga.
"Dek ayo" ajak Intan.
Devon yang mendapat ajakan dari kakanya dengan terpaksa meninggalkan kamar Shila, walaupun dirinya masih ingin di kamar Shila.Devon butuh waktu untuk meminta penjelasan dari Shila yang nekat datang ke rumahnya.
Setelah Devon pergi, Shila mengirimkan pesan kepada Devon.
[Sayang malam ini aku menunggumu]
Pesan yang Shila kirim
Setelah itu Shila berbaring ditempat tidurnya yang sempit itu.
Sedangkan Devon yang telah membaca pesan dari Shila menjadi tidak tenang.
Devon takut aksi kucing - kucingannya selama ini akan diketahui oleh Mika atau anggota keluarga yang lain.
Devon kembali kekamar menemani istrinya yang sedang bersama kedua bayinya.
Tak lama datanglah kedua adik Mika yang membantu mengurus bayi twin itu.
Malam harinya mereka makan malam bersama, malam ini makan malam terlengkap karena semua anggota keluarga hadir termasuk bu Leni dan adik - adik Mika.
Setelah usai makan malam mereka menyempatkan berbincang - bincang sebentar sebelum masuk ke kamar mereka masing -masing.
Waktu sudah menunjukan pukul 10 malam tetapi mereka semua masih asik mengobrol dan belum ada tanda - tanda akan pergi tidur.
Devon yang sudah mendapat banyak miscall dan pesan yang dikirim oleh Shila dirinya tidak tenang. Dengan sangat terpaksa Devon memakai alasan Mika untuk melancarkan rencananya.
"Maaf semuanya, saya dan Mika pamit duluan" ucap Devon.
Mereka semua hanya mengiyakan saja, karena paham akan kesehatan Mika yang baru sembuh.
__ADS_1
Sesampainya di kamar, Devon menyuruh Mika untuk segera tidur.
"Tidurlah sayang, aku keruang kerja papa dulu ya" ucap Devon.
Mika yang tidak menaruh curiga apa pun hanya melaksanakan perintah suaminya. Mika berusaha untuk menutup matanya namun lagi - lagi matanya sulit untuk di pejamkan.
"Ya Tuhan ada apa ini, mengapa hatiku merasakan sesuatu yang tidak enak" ucap Mika dalam hatinya.
Sedangkan Devon setelah ijin dari Mika, Devon mengirim pesan kepada Shila kalau sedang menujuh kamarnya dan meminta agar pintu kamarnya jangan di kunci. Setelah itu Devon secara sembunyi - sembunyi mendatangi kamar Shila.
Semua pergerakan Devon sudah di awasi Intan dan suaminya tanpa Devon sadari. Intan yang meminta bantuan suaminya yang berlatar belakang perwira kopasus pastinya punya strategi yang bagus dalam menangkap basah Devon.
Intan membiarkan Devon melenggang mulus ke kamar Shila. Tanpa Devon tau kalau di kamar Shila sudah di pasang kamera tersembunyi.
Sesampainya di depan pintu kamar Shila, Devon langsung menyelinap masuk kamar Shila.
Didalam kamar ternyata Shila sudah siap dengan lingerienya yang akan memanjakan Devon.
Selama ini Devon yang hanya sekedar peluk, cium tanpa melakukan hubungan lebih jauh berbeda dengan malam ini.
Mata Devon melotot sempurna melihat keindahan dan mulusnya tubuh Shila.
Devon harus beberapa kali menelan salivanya karena tidak tahan menahan hasratnya.
Shila dengan berani mendatangi Devon, tangan nakal Shila sudah mulai meraba - raba tubuh Devon. Shila meliuk - liuk layaknya seperti wanita penggoda yang murahan.
Shila mulai mencumbuh Pipi Devon. Saat Shila akan mulai mencumbu bibir Devon kurang 2 centi lagi tiba - tiba terdengar ketukan berulang - ulang dengan kencang memanggilnya.
Tok...tok..."La...La...Lala...buka la....lala" teriak Intan.
Devon yang kaget langsung mendorong Shila.
"Auw.." teriak Shila yang sakit terjungkal karena dorongan Devon.
"Bagaimana ini?" tanya Devon.
"Tidak bisa La, aku bisa di coret dari daftar keluarga" ucap Devon.
Shila mulai berpikir, dirinya hanya ingin Devon paket dengan hartanya bila tidak ada harta dia tidak mau lah.
Shila mulai memikirkan caranya. Tiba - tiba ide gilanya muncul.
"Yup" ucap Shila.
"Dev kamu masuk lemari"ucap Shila.
"Tapi itu kan engap La" jawab Devon.
"Terserah" ucap Shila sambil memakai baju kaos dan celana panjang.
Devon dengan berat hati masuk kedalam lemari. Setelah itu Shila membuka pintu kamarnya.
"Ya ada apa bu?" tanya Shila.
"Ikut aku La" ucap Intan.
Intan mengajak Lala ke ruang kerja papa.Disana sudah ada suami dan kedua orang tua Devon.
Papa yang pernah melihat Shila di ruang praktek Devon beberapa bulan yang lalu pastinya tidak asing dengan wajahnya.
"Kamu lagi, mengapa kau datang lagi setelah aku peringatkan" bentak papa.
Shila yang mendengar suara bentakan papa Devon jiwa beraninya menciut.
__ADS_1
Terlebih sorot mata dari seluruh keluarganya yang penuh intimidasi kepadanya.
"Apakah kalian masih berhubungan setelah aku peringatkan?" ucap papa.
Shila yang tidak ingin disalahkan sendiri, dirinya mulai berakting agar Devon pun mendapat perlakuan yang sama dari keluarganya. Shila menangis mengambil simpati dari yang ada di ruang itu.
"Mengapa menangis?" ucap mama dengan ketus.
Shila hanya menundukan kepala dan terus menangis.
Intan yang tidak sabaran dengan Shila yang terus bersandiwara akhirnya mulai membentaknya.
"Pergi dari rumah ini dan pergi dari kehidupan adikku, kalau tidak jangan salahkan kalau aku berbuat nekat kepadamu" ancam Intan.
Shila yang terpancing emosi, karena merasa akting sedihnya tidak berhasil menarik simpati mereka.
"Enak saja suruh aku pergi - pergi saja, kalau begitu balikan dulu keperawananku" ucap Shila.
Shila berpura - pura sudah di nodai Devon.
Tiba - tiba, Plak... Suara nyaring sebuah tamparan mendarat di pipi mulus Shila.
"Dasar ******, pergi kau" bentak mama.
Mama yang emosi ditenangkan oleh Intan.
Shila hanya tersenyum licik kepada mama Devon.
"Cepat pergi dari rumahku" usir papa.
"Dengan senang hati, ha...ha..." jawab Shila.
Shila pun berlalu dari hadapan mereka semua, berjalan menujuh kamarnya. Saat Shila membuka lemari sudah tidak ada Devon, Shila lanjut memasukan pakaiannya ke dalam koper kecilnya.
Setelah itu Shila mengirim pesan kepada Devon.
[Di tunggu di bawah, antar aku sekarang juga]
Pesan yang di kirim Shila.
[Ada apa La?]
pesan yang Devon kirim.
[Cepat]
Pesan yang di kirim Shila.
Setelah Shila menunggu lebih dari 20 menit di garasi bawah Devon tidak datang juga.
Aksi Shila tidak lepas dari pantauan Intan dan keluarganya.
Akhirnya papa menelepon security yang menjaga rumahnya untuk mengusir paksa Shila.
Setelah mendapat pesan dari Tuan besarnya ,kedua security itu menarik paksa Shila keluar dari rumah keluarga Bagaskara.
Shila merontah - rontah dan mencaci maki dengan kata - kata kasar yang terucap dari mulutnya.
Bersambung...
Maaf ya para pembaca setiaku semua, author lanjut di episode berikutnya yaππππ
Terima kasih telah mengikuti karya author, mohon maaf bila masih banyak salah typoππ
__ADS_1
Ditunggu kritik dan saran kalian semua, yang dapat membangun karya author agar lebih semangat up nyaππππ
Tolong tinggalkan jejak Like dan komen dibawah iniππππ