
Bab 105
Di tempat yang berbeda Aldo sangat marah sekali setelah mengetahui hubungan Mika dan Devon telah baik kembali, bahkan mereka telah mengucap ulang janji suci mereka.
"Kurang ajar kau Devon, mengapa kau bisa selamat, kenapa tidak mati saja kau" ucap Aldo sambil berteriak.
Aldo yang berpikir kalau sudah saatnya menunjukan diri di depan Mika. Bagi Aldo Mika ada berlian di tengah padang pasir. Semua terlihat hanya krikil batu kecil, tetapi Mika adalah berlian yang mampu menyilaukan hamparan pasir yang luas.
Aldo sudah memiliki banyak rencana untuk mendapatkan Mika, bahkan Aldo sudah punya kawan baru untuk menghancurkan Devon dan merebut Mika menjadi miliknya.
Aldo dengan rela mengeluarkan uang yang cukup banyak untuk membayar jasa menyewa lebih dari seorang detektif swasta hanya untuk mendapatkan informasi kehidupan Mika dan Devon.
Satu informasi yang membuat dirinya marah begitu mengetahui kalau Mika sudah 3 kali melahirkan anak Devon, namun kini dirinya dapat berdamai dan berencana bila sudah mendapatkan Mika, maka anak - anak Devon akan di kirim ke panti asuhan.
Tujuan hidup Aldo adalah Mika.Pertemuannya beberapa bulan yang lalu di Jerman membangkitkan kembali gelora rasa dalam hatinya untuk memiliki Mika, walaupun sempat mencoba menghapus memori tentang Mika dalam otaknya.
"Mika...oh Mika...mengapa Tuhan hanya satu menciptakanmu di dunia ini?" ucap Aldo di tengah ke putus asaannya.
Aldo bertekat akan mekakukan apapun untuk mendapatkan Mika, bila Mika tidak dapat di milikinya, maka selamanya Mika tidak dapat di miliki orang lain.
Aldo selalu ambisi dalam mendapatkan yang menjadi keinginannya. Kesalahan pola asuh kedua orang tuanya menjadikan Aldo tumbuh menjadi seorang yang oportunis,egois dalam semua hal harus selalu memaksakan kehendaknya dan tidak pernah ada rasa empaty kepada orang lain.
Pertemanannya dengan Devon yang berlangsung lama dari SMU karna Aldo merasa Devon begitu menguntungkan selama pertemanan dan sikap Devon yang cool bukan menjadi saingan terberatnya dalam menaklukan hati wanita - wanita yang di sukainya.
Aldo berencana dalam waktu dekat ini akan memulai rencana pertamanya.
"Mika sayang...tunggulah aku" ucap Aldo.
Dua jam kemudian Aldo mendapat informasi dari detektif yang di bayarnya bahwa hari ini Mika dan Devon akan melaksanakan meeting di RS.Diamond. Aldo tersenyum senang, karna sebentar lagi Mika akan masuk dalam perangkapnya.
Aldo pergi menujuh RS.Diamond dengan wajah yang berbeda dan identitas yang berbeda.
Aldo sudah mempersiapkan semua ini sejak berbulan yang lalu setelah bertemu kembali dengan Mika di taman kota Jerman.
Aldo sudah memesan identitas aspal, yaitu identitas orang lain yang sudah meninggal, Aldo pakai sebagai identitasnya dan tidak lupa untuk melancarkan aksinya Aldo sudah memesan topeng karet yang menyerupai wajah pemilik KTP.
Sungguh nekat sekali aksi gila Aldo, dirinya yang seorang playboy dengan rela menanggalkan cap playernya hanya demi seorang wanita biasa yaitu Mika.
Aldo kini sudah sampai di RS.Diamond milik Mika, kedatangannya kali ini ingin menawarkan kerjasama dengan RS. Diamond.
Sekertaris Mika sudah meminta Aldo menunggu di ruang tunggu, karena direktur utama yaitu Mika sedang meeting bulanan RS.Diamond.
Aldo menunggu dengan sabar, baginya menunggu Mika hanya beberapa jam tidak seberapa di banding perjuangannya selama ini.
Sedangkan di tempat meeting Mika kembali memperkenalkan Devon sebagai Direktur operasional RS. Diamond sekaligus Dokter Internist baru yang akan mulai praktek minggu depan di RS. Diamond, khusus poli Execitive.
Devon merasa terharu atas kebaikan hati istrinya yang mau menerima kehadirannya dalam lingkup RS Diamond, padahal Mika pernah di tipu oleh suaminya.
Meeting berjalan lancar, di mulai dari laporan keuangan, poli, ranap dan bagian logistik maupun bagian farmasi semua baik dan sesuai rencana.
__ADS_1
Mika mengapresiasi para pekerjanya. Mika menginformasikan di akhir meeting akan ada kenaikan gaji seluruh pegawainya, besarnya kenaikan akan di hitung berdasarkan masa kerja dan kualitas kerja mereka masing - masing.
Ketegasan Mika membuat Devon bangga akan sosok istrinya, dirinya bersyukur ketika Mika menerima kembali dirinya. Devon terus saja terpesona dengan trobosan - trobosan istrinya dalam memajukan RS impiannya.
Setelah selesai meeting Mika dan Devon lanjut ke ruang inap kak Intan sebentar sebelum melanjutkan aktifitasnya yang lain.
Setelah diruang kak Intan, Mika melihat kak Intan sedang tidur sedangkan mama dan papa nya sedang sibuk webinar dengan staff RS. X.
Mika ijin kepada kedua mertuanya untuk melakukan aktifitas selanjutnya setelah meletakan dua kotak berisikan cake dan aneka macam roti.
Devon terus mengikuti istrinya, bagai seorang bodyguard saja. Padahal alasan utamanya kalau Devon kembali bucin dengan Mika.
Mika dan Devon ke poli ortoped tapi sayang rekan sejawat Mika sedang ada operasi hari ini, dengan berat hati mereka cancel untuk konsul kesehatan kaki Devon.
Devon mengajak Mika untuk kembali ke ruangan Mika. Bukan tanpa sebab dirinya mengajak ke sana, pastinya ada maksud terselubung Devon.
Sesampai di ruangan Mika tidak melihat sekertaris, dirinya dan Devon langsung masuk ke dalam ruangan.
Devon yang berjalan di belakang Mika langsung mengunci ruangan Mika dari dalam dan langsung mencium bibir istrinya dengan penuh nafsu. Mika tidak dapat menolak serangan suaminya bahkan begitu menikmati dan menginginkannya.
Devon bagai singa lapar yang berkali - kali di gagalkan dalam memburuh, kali ini Devon melakukan gerak cepat sebelum ada pengganggu datang. Devon memulai ciuman panas hingga melakukan rangsangan yang lain dan cukup ampuh membuat Mika semakin bergairah.
Selanjutnya author skip ya say.. πππ
Silakan bayangkan masing - masing πππ
Di luar ruang, Aldo yang baru kembali dari toilet mendengar suara ******* Mika membuatnya kesal. Rasa marahnya bukan untuk Mika tetapi kepada Devon.
"Awas kau Devon, aku akan merebut istrimu dan menunjukan kehebatanku kepadanya" ucap Aldo.
Aldo mengepalkan tangannya tanda kemarahan dan senyum licik tercipta di bibirnya.
Sekertaris Mika telah kembali ke mejanya, dirinya terkejut melihat tamu Mika masih berada di ruang tunggu, padahal Mika sudah berada di ruangan sekitar 1 jam yang lalu.
"Pak, apakah anda belum bertemu Doktor Mika?" tanya sekertaris Mika.
"Belum, tadi saya ke toliet dan baru kembali" jawab Aldo.
Sekertaris Mika baru memahami tamunya yang selisipan dengan Mika. Lalu sekertaris Mika menelepon Mika melalui no eks khusus ruang Mika.
Telepon di ruangan Mika berdering, untung saja pertempuran panas mereka telah usai dan mereka pun sudah kembali rapi kembali.
Kring...kring...kring...bunyi dering pesawat telepon diruang Mika.
Mika : "Ya Halo"
Sekertaris : "Halo Dok"
Mika : "Ya ada apa?"
__ADS_1
Sekertaris : "Maaf mengganggu, di ruang tunggu ada seorang investor yang ingin bertemu dengan anda Dok"
Mika : "Investor dari mana dan siapa namanya?"
Sekertaris : "Namanya adalah pak Kevin, beliau ingin menjelaskan langsung dengan anda Dok"
Mika : " Oke, antarkan dia masuk ruangan saya"
Sekertaris : "Baik Dok"
Setelah Mika menyuruh tamunya masuk ruangannya, maka percakapan telepon mereka selesai.
Sekertaris Mika mengantarkan Aldo ke ruangan Mika.
Tok...tok...tok...sekertaris Mika mengetuk pintu ruanga Mika.
" Ya masuk" ucap Mika dari dalam ruangan.
Sekertaris Mika mempersilakan Aldo masuk.
"Silakan masuk pak" ucap sekertaris Mika.
Mika mempersilakan sekertarisnya untuk melaksanakan tugas yang lainnya, tetapi sebelum meninggalkan ruangan Mika menyuruh sekertarisnya agar memesan minum untuk tamu kepada OB RS.
" Selamat siang Doktor Mika" ucap Aldo.
Aldo langsung mengucapkan salam sambil mengulurkan tangannya begitu berdiri di hadapan Mika.
"Selamat siang pak Kevin, Silakan duduk" ucap Mika.
Dan tidak lupa memperkenalkan Devon suaminya sekaligus posisi Devon sebagai Direktur operational RS.Diamond.
Aldo menyambut uluran tangan Devon, walaupun dalam hati penuh ejekan kepada Devon.
Aldo lalu memperkenalkan diri sebagai Kevin, dirinya menjelaskan maksud kedatangan yang menawarkan ingin menjadi investor di RS. Diamond.
Sedangkan Devon hanya duduk di sebelah istrinya sambil memperhatikan gerak gerik pria yang duduk di hadapan istrinya.
Bersambung...
Maaf ya para pembaca setiaku semua, author lanjut di episode berikutnya yaππππ
Ingin tau kelanjutan yang terjadi dengan Mika dan cerita lainnya, ikut selalu ya Lihatlah Aku.πππ
Terima kasih telah mengikuti karya author, mohon maaf bila masih banyak salah typoππ
Ditunggu kritik dan saran kalian semua, yang dapat membangun karya author agar lebih semangat up nyaππππ
Tolong tinggalkan jejak Like, vote, hadiah dan komen dibawah iniππππ
__ADS_1