Lihatlah Aku

Lihatlah Aku
Lihatlah Aku, season 2


__ADS_3

Bab 39


Intan dengan sabar mendengarkan keluh kesah Nita dan memberikan peluk hangatnya untuk meredahkan tangis Nita.


Nita mencurahkan kesedihan dalam hidupnya.


Intan menjadi pendengar yang setia dari semua cerita Nita.


Peluk hangat Intan menjadi tempat ternyaman Nita.


"Terima kasih dok" ucap Nita.


Nita yang tidak menyadari kalau Intan adalah kaka Devon, walaupun sudah pernah berjumpa dalam momen makan malam bersama.


"Tenanglah, sekarang kamu tidak sendiri lagi" ucap Intan.


"Tidak dok, Devon kekasih hatiku yang aku harapkan dapat bersamaku kini sudah pergi, aku kembali sendiri dok" ucap Nita dengan derai air matanya.


Nita kembali bad mood bila mengenang Devon.


Cintanya yang besar untuk Devon membuat Nita depresi.


Intan yang menyadari mulai ada perubahan emosi Nita, segera mengalihkan dengan pembicaraan lain.


"Jangan sedih cantik, mulai sekarang kita berteman" ucap Intan.


"Benarkah itu dok?" tanya Nita.


"Ya, tentu saja, kita adalah friend" ucap Intan.


"Terima kasih banyak atas kebaikan hati dokter yang sudah mau menjadi temanku" jawab Nita.


"Sekarang istirahatlah agar cedera pada kakimu cepat sembuh" ucap Intan.


"Ya dok" jawab Nita.


Nita merasa lega sekali beban hidupnya yang selama ini dipendam sendiri, kini telah berkurang karena sudah ada orang yag tulus mau menendengarkan semua ceritanya.


Nita meneteskan air matanya karena terharu dengan kebaikan Intan.


"Sekarang jangan menangis lagi, nanti cantikmu berkurang deh" bujuk Intan kepada Nita.


"Ini air mata bahagia dok" jawab Nita.


"Sekarang istirahat dulu, besok aku akan datang kembali" ucap Intan.


"Benarkah besok dokter akan datang lagi?" tanya Nita.


"Pasti" jawab Intan.


Akhirnya Nita menuruti perintah Intan.


Nita mengistirahatkan dirinya yang lelah.


Matanya di pejamkan dan berusaha agar cepat memasuki dunia mimpi.


Intan yang melihat kondisi Nita jauh lebih banyak perubahan dibanding sebelumnya. Intan meninggalkan ruang ICU dan melanjutkan menujuh ke ruang papanya untuk mendiskusikan permasalahan Nita.


Keesok harinya dan di ruang lainnya.


Pagi harinya drama suami bucin di mulai.


Siapa lagi kalau bukan Devon.


Jam baru menunjukan pukul 4 pagi, tetapi suami bucin ini sudah bolak balik menelepon istrinya.


Tapi sungguh malang HP istrinya tidak dapat dihubungi.


Devon terpaksa mengirim pesan karena nomor HP istrinya tidak aktif.

__ADS_1


Pesan yang tidak penting sudah di kirim suami bucin ini.


Pesan yang di kirim Devon ke nomor HP Mika.


[Pagi sayang]


[Sudah bangun belum?]


[Semalam mimpikan mas tidak?


[Baby papa lagi apa di dalam perut mama?]


[Sayang kangen nih... 😘😘😘]


[Datang ke RS sekarang sayang😭😭😭]


[Koq pesan mas gak ada yang di balas]


[Lagi apa sih sayang?]


Berderat pesan sudah masuk ke inbox HP Mika.


Devon yang galau karena tidak mendapat balasan apapun dari istrinya terus berpikir aneh - aneh.


Devon takut Mika kabur lagi dari kehidupannya dengan membawa buah cinta mereka. Devon terus mengerutu tidak jelas, padahal di ruang inap itu hanya dirinya sendiri yang ada.


Devon yang tidak tahan dengan pemikiran anehnya dan ditambah rindu berat kepada istrinya akhir menelepon supir pribadinya agar datang ke RS X.


Devon mencabut infusnya sendiri dan mengganti pakaiannya.


Sekitar 20 Menit supirnya menelepon kalau sudah di lobby RS X.


Devon segera turun ke lantai 1 RS dan menujuh lobby, melihat mobilnya sudah menunggu Devon menghampirinya.


Sang supir yang melihat Devon melangkah mendekati mobil, langsung membukakan pintu untuk majikannya itu.


"Sama - sama Den" jawab sang supir.


Mobil melaju menjauhi RS X dan membelah jalanan yang masih sepi karena waktu masih sangat pagi untuk memulai aktifitas.


Melihat Bi Mimin lagi menyapu di teras rumah dan pintu utama terbuka, Devon langsung masuk rumah dan berlari menujuh kamarnya di lantai 2.


Saat didepan pintu kamar Devon ingin mengetuk pintu kamar, tetapi Devon mendapati pintu kamarnya terbuka kecil.


Devon langsung memasuki kamarnya.


Melihat tempat tidurnya tidak ada istrinya dan sudah rapi.


Devon segera mencari ke kamar mandi dan balkon kamarnya, tetapi tidak menemukan istrinya.


Devon teringat kenangan beberpaa hari yang lalu saat istrinya pergi bersama orang tuanya.


Devon langsung berlari keluar kamar dan mencari istrinya di seluruh ruang di rumah orang tuanya.


Saat Devon memasuki ruang makan Devon mendengar suara yang begitu di kenalnya sedang berbicara dengan salah satu asisten rumah tangga.


"Mikaaaaa.... Sayyyyaaaaang... " teriak Devon saat menemukan istrinya.


Mika yang mendengar suara teriak Devon kaget dan melepas mangkuk kosong yang dibawanya.


Prang..... bunyi mangkok pecah yang terlepas dari tangan Mika.


Devon yang kaget melihat ada darah di kaki Mika segera menghampiri Mika dan segera mengendong Mika dengan ala bridal style menujuh kamarnya.


Sesampainya di kamar, mika di dudukkan di sofa dikamar dan Devon mengambil kotak P3k di kamarnya dan segera mengobati kaki istrinya.


Mika seperti syok dari semua yang terjadi di pagi ini.


Akhirnya sebuah pertanyaan yang terlintas di kepalanya terucap juga.

__ADS_1


"Kenapa mas ada di sini?" tanya Mika.


Devon tidak menjawab pertanyaan Mika tetapi memeluk erat istrinya.


Mika yang merasa sesak karena suaminya terlalu erat memeluk, terpaksa mencubit perut Devon.


"Aww... Aww..., sakit yang" ucap Devon.


Mika tidak menjawab dan segera menjauh dari suaminya.


"Sayang mau kemana?...mas kangen" ucap Devon sambil memeluk istrinya dari belakang.


Sikap manja suaminya kembali lagi kumat, Mika tidak mau berdebat dengan drama - drama bucin suaminya terpaksa menuruti kemauan bayi besarnya.


Devon terus bermanja - manjaan dengan Mika.


Devon menyuruh bi Mimin mengantar sarapan Mika dan dirinya kekamanya.


Tidak lupa Devon membuatkan susu ibu hamil untuk Mika dengan tangannya sendiri.


"Ini untuk si baby" ucap Devon sambil mengelus perut Mika.


Mika meneteskan air mata karena baper atas ucapan suami manjanya.


Devon yang melihat Mika menangis segera menghapus air mata istrinya dan mengecup kedua kelopak mata istrinya.


"Hei... Jangan menangis sayang, nanti baby nya sedih lihat mama cantiknya menangis" ucap Devon.


Mika yang mendengar ucapan suaminya segera menghapus air matanya dan tersenyum manis dihadapan suaminya.


Devon yang melihat senyum manis istrinya membuat hatinya meleleh dan meningkatkan hasratnya.


"Sayang, aku kangen baby, aku jenguk boleh Ya?" ucap absolut Devon.


Mika hanya tersenyum, karena tau kemauan suaminya selalu berujung dengan bermandi keringat bersama.


Akhirnya terjadilah yang di inginkan Devon dan di nikmati Mika.


Author skip ya, silakan kalian sendiri yang melanjutkan, πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆ


Kini mereka sedang sarapan pagi berdua di balkon kamar mereka.


Senyum manis terus mengembang dari mereka berdua.


Setelah selesai makan dan dilanjutkan memakan buah mereka berbincang - bincang.


"Kenapa mas kabur dari RS?" tanya Mika.


"Aku kangen kamu sayang dan gak tahan mau jenguk baby" jawab konyol Devon.


Mika merasa salah bertanya dan memonyongkan bibirnya karena kesal atas jawaban bocor suaminya.


Devon melihat bibir monyong Mika langsung menciumnya tanpa permisi.


Devon terus melahap bibir istrinya sampai - sampai Mika merasa kebas karena ulah suaminya.


Mika mencubit perut Devon agar melepas ciuman itu karena takut akan berujung dengan bermandi keringat kembali.


Mika bukan tidak meinginkan hal itu, tetapi kasihan dengan anak dalam kandungannya yang masih trimester pertama kalau sering dijenguk papanya.


Bersambung...


Maaf ya para pembaca setiaku semua, author lanjut di episode berikutnya yaπŸ˜πŸ˜πŸ™πŸ™


Terima kasih telah mengikuti karya author, mohon maaf bila masih banyak salah typoπŸ™πŸ™


Ditunggu kritik dan saran kalian semua, yang dapat membangun karya author agar lebih semangat up nyaπŸ™πŸ˜


Tolong tinggalkan jejak Like, vote, hadiah dan komen dibawah iniπŸ™πŸ™πŸ˜πŸ˜

__ADS_1


__ADS_2