
Bab 153
Pagi dini hari Mika sudah bersiap menujuh bandara bersama Ibu dan ketiga anaknya karena mendapat kabar dari Mr. X kalau kesehatan opanya kurang baik.
Walaupun hubungan mereka sempat tidak baik terlebih setelah Mika mengetahui bahwa opanya penyebab kehancuran keluarganya tetapi atas kesembuhan ibunya Mika berusaha berdamai bahkan memaafkan kesalahan masa lalu opa nya.
Mereka pergi dengan pesawat jet pribadi mereka. Mr.X dan istrinya ikut serta dalam perjalanan tersebut. Mereka berharap kesehatan sang opa akan membaik dengan ke hadiran mereka.
Anak - anak Mika tertidur saat di pesawat karena jam masih menunjukan jam tidur mereka.
Kepergian Mika tidak ada yang mengetahui, mereka hanya tau kalau Mika beserta keluarganya ke luar negri tetapi tidak mengetahui ke negara mana berjunjung dan bertujuan untuk apa pun tidak ada yang mengetahuinya.
Tepat jam 6 pagi Andy telah sampai di depan rumah Mika, sang security membukakan pintu untuk Andy.
"Bu Mika ada Mad?" tanya Andy pada security rumah Mika.
"Waduh pak, Bu Mika dan keluarganya sudah berangkat ke bandara jam 3 pagi tadi" ucap Mamad security rumah Mika.
"Mau kemana?" tanya Andy yang penasaran.
"Wah saya tidak tau pak" jawab Mamad.
Andy yang penasaranpun menemui bibi - bibi yang menjaga rumah Mika. Setelah bertemu Andy menanyakan kepergian Mika tetapi mereja tidak ada yang mengetahui bahkan supir yang mengantar hanya mengatakan kalau mengantar sampai di lough private di Bandara selebihnya dia tidak mengetahui apa pun karena Mika bukan tipe orang yang mau berbagi cerita semenjak kejadian 3 tahun yang lalu majikannya ini tertutup untuk semua halnya.
Andy berusaha menghubungi no HP Mika berharap masih aktif no HP nya ternyata no Hp Mika sudah tidak dapat di hubungi bahkan akses email Mika untuk sementara tidak aktif.
"Siapa kau sebenarnya Mika, mengapa kamu begitu misterius" ucap Andy dalam hatinya.
Andy melanjutkan perjalanannya menujuh RS. Diamond dengan rasa kecewa. Dirinya berharap hari ini hubungannya dengan Mika akan membaik namun sia - sia semua usahanya.
__ADS_1
Mika telah pergi entah kemana bahkan semua orang yang berada di rumahnya tidak ada seorangpun yang mengetahui negara tujuan Mika bahkan alasan Mika pergi juga tidak ada yang tau.
Andy kembali menjalankan prakteknya namun kali ini terlihat lesu tanpa senyum manisnya yang terlihat di wajahnya. Bahkan beberapa pasien yang menggoda Andy hanya diam dengan muka juteknya.
Setelah selesai praktek, perawat yang kemarin datang dengan kotak makan siang kini datang lagi, Andy yang awalnya kemarin sangat ramah atas kedatangan perawat berbeda dengan hari ini Andy begitu cuek bahkan tanpa rasa bersalah Andy langsung meninggalkan ruangan begitu perawat itu masuk ruangan.
Andy menunjukan sikap dinginnya. Dirinya menyesal atas sikap ramahnya berujung kehilangan kesempatan untuk mendekati Mika.
Andy beranggapan kalau kepergian Mika karena kesalahannya padahal tidak ada hubungannya. Itulah cinta buta semua selalu di sangkut pautkan pada setiap kejadian yang ada.
Andy menujuh pulang kerumah karena suasana hatinya sedang tidak baik. Dirinya berharap Mika akan cepat kembali.
Andy merasa heran mengapa Mika begitu menutup rapat tentang dirinya bahkan sekertarisnya di RS. Diamond tidak mengetahui kemana Mika pergi hanya ada keterangan kalau Mika tidak ada ditempat selama 1 bulan ini.
Andy berharap kalau Mika benar - benar hanya 1 bulan saja dan mereka akan bertemu kembali setelah itu dirinya dapat bertemu kembali.
Mika dan keluarga cukup berlega hati karena hari ke hari kesehatan opanya sudah makin membaik bahkan 2 minggu di rawat Mika alat bantu nafas sudah bisa di lepas hanya saja sang opa masih harus bedrest di tempat tidurnya.
Ibu Mika menyarankan agar Mika dan anak - anaknya menetap di Belanda, namun Mika mempunyai pertimbangan lain yaitu tumbuh kembang anak - anaknya.
Mika tidak ingin egois memisahkan ketiga anaknya dari keluarga papa nya dan Mika berharap suatu hari nanti Devon akan datang melihat ketiga anaknya.
Mika menyampaikan semua yang menjadi pertimbangannya kepada sang ibu agar ibunya tidak salah paham dan dapat mengerti keadaan Mika.
Mika merasa kesehatan opanya sudah mulai membaik dan berharap 1 minggu kedepan sudah sehat kembali.
Sedangkan di Indonesia terdapat 2 laki - laki yang berbeda rupa tetapi memiliki mimpi yang sama yaitu dekat dengan Mika dan ketiga anaknya yaitu Devon dan Andy.
Mereka tiap hari mencari tau keberadaan Mika namun semua berita itu seakan tertutup rapat sehingga tidak seorangpun mengetahuinya.
__ADS_1
Berbeda dengan Shila untuk sementara waktu dirinya melupakan Devon karena kebutuhan biologisnya sudah terpenuhi oleh Gery. Shila yang merupakan wanita hiper sangat senang atas kehadiran Gery yang dapat melayaninya kapanpun dia inginkan.
Gery yang baru saja bercerai dari istrinya setelah di ketahui perselingkuhan Gery dengan tetangganya membuat Gery harus kembali kepada Shila wanita hiper untuk memenuhi kebutuhan biologisnya serta kebutuhan keuangan Gery yang seorang pengangguran.
Shila yang hanya menghabiskan harta peninggalan kakek tua yang merupakan gudang duitnya dan telah di lenyapkannya beberapa tahun yang lalu membuat dirinya tudak sulit dalam keuangan. Harta yang begitu banyak seakan tidak habis - habis walaupun sudah di hamburkan Shila.
Shila ingin menikmati waktu santai sambil bermain - main dengan Gery. Bila dirinya telah bosan maka Shila akan memasang perangkap agar Devon menjadi pemuas biologisnya kembali.
Ditempat yang berbeda seorang pria dewasa sedang menghitung hari pembebasan dirinya. Aldo menghitung hari yang di tunggunya selama ini. Aldo yang berkelakuan baik selama di lapas mendapatkan banyak sekali remisi tahanan sehingga dirinya akan lebih cepat bebas dari vonis hakim.
Selama di lapas Aldo mengintropekai diri akan kesalahannya. Aldo di tempatkan di sel yang tidak terlalu rusuh teman - temannya.
Bahkan di dalam lapas terdapat kajian bimbingan rohani dari seorang ulama. Aldo yang awalnya dengan kepribadian buruk selama 6 tahun di penjara membuat Aldo jauh lebih baik dari sebelumnya. Aldo sudah bisa berdamai dengan masa lalunya dan ikhlas dengan yang terjadi semuanya.
Bahkan hal pertama yang akan Aldo lakukan saat bebas nanti adalah meminta maaf kepada Devon dan Mika. Aldo menyadari teror yang di lakukan selama ini suatu kesalahan. Dirinya bahkan berjanji tidak akan berbuat dzolim lagi kepada keduanya.
Devon merasa sepi dalam menjalani hari- harinya, kehilangan Mika dan ketiga anaknya semakin menyiksa batinnya. Tubuh atletisnya kini menjadi kurus, wajah kusut terlihat tiap hari. Devon kini irit sekali dalam berbicara membuat kedua orang tuanya khawatir akan kesehatan psikis anaknya.
Mama Devon beberapa kali meminta Devon untuk konsul kepada kak Intan mengenai permasalahannya. Namun semua tidak pernah di jalani oleh Devin bahkan dirinya menganggap bahwa semua yang terjadi adalah hukuman atas perbuatan bodohnya selama ini.
Sepulang dari RS.X tubuh Devon panas menggigil, untung saja kak Intan melihat kepulangan Devon sehingga dapat segera menolong adiknya.
Panas tubuh Devon mencapai 41 derajat celcius bahkan tubuhnya sampai menggigil. Kak Intan sudah memberikan pertolongan pertama kepada adiknya, namun suhu tubuh Devon masih naik dan turun dengan penuh ke khawatirkan.
Bersambung...
Ingin mengetahui kelanjutannya, ikut terus ya para pembaca setiaku, Terima kasih 🙏🙏😍😍
Tolong tinggalkan jejak Like, vote dan hadiah kalian pada karyaku, agar author lebih semangat up nya, 🙏🙏🙏
__ADS_1