Lihatlah Aku

Lihatlah Aku
Lihatlah Aku, season 2


__ADS_3

Bab 48


Bu Imas memang sangat menyayangi Shila, tetapi bukan berarti bu Imas akan diam saja dengan pengkhianatan mereka berdua kepada Burhan.


Rasa takut akan kehilangan Shila terus mengelayuti hati bu Imas.


Rencananya hari ini bu Imas akan menangkap basah dua orang pengkhianat suaminya.


Siang harinya, bu Imas sengaja mengawasi gerak gerik Geri.


Bu Imas tidak akan membiarkan seorang pengkhianat berkeliaran di sekitar rumahnya.


Waktu yang di tunggu tiba, bu Imas melihat Geri yang mulai mengendap - ngendap menujuh kamar Shila.


Geri yang melihat situasi sepi dan aman, secepat kilat dirinya menyelinap masuk ke kamar Shila.


Setelah sampai dikamar, Geri tidak melihat Shila di tempat tidur seperti biasanya.


Terdengar suara gemericik air keran tanda Shila sedang mandi.


Geri membuka bajunya dan masuk ke dalam kamar mandi yang tidak terkunci secara diam - diam.


Sesaat Geri masuk ke kamar mandi bersamaan dengan itu juga bu Imas masuk ke dalam kamar Shila.


Bu Imas terlihat sangat emosi sekali bahkan dirinya ingin mengusir mereka berdua dari rumah suaminya.


Namun kali ini bu Imas tidak menemukan pasangan sejoli itu di tempat tidur, pencariannya berlanjut ke kamar mandi karena melihat baju Geri di depan kamar mandi.


Bu Imas membuka pintu kamar mandi yang rupa nya pasangan mesum itu sedang memadu kasih didalam kamar mandi.


" Ya Tuhan... Geri apa yang kamu lakukan?" bentak bu Imas dengan suara menggema dan tubuh bergetar.


Geri yang mendengar dan menyadari ada orang lain di kamar mandi itu, langsung keluar kamar mandi dan langsung memakai pakaiannya dan pergi meninggalkan kamar Shila.


Sedangkan Shila hanya bersikap biasa saja tanpa merasa bersalah atau takut karena hubungan terlarangnya sudah di ketahui bu Imas.


Bu Imas mendekati Shila yang sudah memakai bathrobe.


Tiba - tiba , Plak... Suara tamparan terdengar.


Shila kesakitan karena pipi kanannya terasa panas dan sakit akibat tamparan bu Imas.


"Itu adalah hadiah untuk pengkhianatanmu" ucap bu Imas dengan sorot mata marah.


Shila hanya tersenyun untuk menanggapi perlakuan bu Imas.


"Cepat keluar dan pergi dari rumahku" ucap bu Imas.


Shila hanya tersenyum dan mengeluarkan sebuah kalimat yang mengejutkan bu Imas.


"Aku atau kau yang harus pergi" ucap Shila.


"Kau itu wanita tidak tau diri" jawab bu Imas yang kesal dengan sikap Shila.


Tangan kanan bu Imas terangkat dan hendak menampar pipi kiri Shila, tetapi tamparan itu melayang di udara karena bentakkan suara suaminya.


"Imas...apa yang kamu lakukan!" ucap Burhan.


Bu Imas yang mendengar suara suami langsung menghentikan yang ingin dilakukannya dan berlari kepada suaminya.


"Dia adalah wanita pengkhianat, dia sudah mengkhianatimu kang" ucap bu Imas sambil menunjuk kearah Shila.


"Diam Imas... Cepat pergi dari sini" ucap Burhan.


Imas yang tidak ingin menambah kemarahan suaminya segera meninggalkan kamar Shila.


Hatinya terluka, suaminya lebih memilih wanita pengkhianat daripada dirinya.


Setelah bu Imas keluar dari kamar, Shila mulai mengarang cerita kepada Burhan.


shila berkata kalau bu Imas cemburu atas kehamilan dirinya, sehingga melakukan penganiayaan dan pengusiran.


Mendengar kata hamil Burhan senang bukan kepalang.


Penantian panjangnya akan kehadiran penerusnya hadir juga.


"Benarkah itu, kau benar sedang hamil?" tanya Burhan.


"Iya, aku benar - benar hamil anak mu" jawab Shila.


Burhan senang sekali atas jawaban Shila.


"Ayo kita ke RS untuk USG kandunganmu!" ajak Burhan.


"Ya, tunggulah aku pakai pakaian dulu" jawab Shila.


Burhan tidak sabar ingin melihat hasil USG anaknya, walaupun usianya sudah tidak muda lagi, tetapi ini adalah pengalaman pertamanya memiliki anak.


Setelah Shila siap, mereka berdua pergi ke dokter kandungan untuk mengecek kehamilan Shila.


Setelah menunggu cukup lama, akhirnya nama Shila dipanggil oleh perawat dan mempersilakkan masuk keruangan dokter.

__ADS_1


Didalam ruangan Shila banyak mendapat berbagai pertanyaan dari seorang dokter, mulai ditanya kapan terakhir haid, sudah berapa hari telat haid dan perubahan apa yang dirasakan pada diri Shila.


Selain memberi pertanyaan, dokter juga melakukan USG transvaginal kepada Shila untuk menegakkan dignosanya.


Saat dokter kandungan menggerakkan alat USG dan menjelaskan kalau dalam kandungan Shila sudah ada calon anak berusia 3 minggu.


Burhan tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya.


Burhan begitu antusias menyambut kehadiran calon anaknya.


Setelah dokter menjelaskan apa yang tidak boleh dilakukan selama kehamilan di trimester pertama dan menuliskan resep vitamin Shila.


Setelah itu Burhan mengajaknya pulang ke rumah.


Didalam mobil, Shila memulai menghasut Burhan dengan senjata kehamilannya.


"Aku tidak mau serumah dengan bu Imas, aku takut dia menyakiti aku dan anak kita" ucap Shila.


"Apa yang kamu mau?" tanya Burhan.


"Usir bu Imas dari kehidupan kita, aku tidak ingin dia mengganggu kehidupan kita"jawab Shila.


"Baiklah aku akan segera mengurus perceraianku dengan dirinya dan akan menjadikanmu satu - satunya istriku" ucap Burhan.


"Aku tunggu janjimu"ucap Shila.


Burhan hanya menganggukan kepalanya.


Sebenarnya dalam hati Burhan, tidak ingin berpisah dengan Imas, tetapi apa daya, dirinya ingin membina keluarga yang utuh bersama Shila.


Lamunan Burhan mengantarkan mobil yang di naikinya sampai rumah.


Lalu Burhan mengantar Shila kekamarnya.


Setelah itu Burhan mencari Imas di kamarnya.Burhan melihat Imas sedang merapikan tempat tidur, dirinya mendekati Imas.


Burhan mengajak Imas berbicara hal yang seriu di kamarnya, dengan terpaksa Imas menghentikan yang sedang dikerjakannya.


"Kemarilah Imas!" perintah Burhan.


Imas yang tidak ingin menambah kemarahan suaminya, langsung mendekat.


Bu Imas telah duduk disebelah Burhan.


Jantung bu Imas berdetak cepat sekali, perasaannya serasa sedih sekali, dirinya tidak tau maksud dari semua ini.


"Tuhan berilah petunjuk Mu" ucap bu Imas dalam hati.


"Imas, maafkan aku, mulai hari ini aku mentalakmu" ucap Burhan.


Mendengar ucapan Burhan bu Imas sangat syok.


Mulutnya terkunci rapat, air matanya meluncur deras dari kedua matanya, badannya lemas tak mampu menahan tubuhnya dan pandangan gelap, seketika bu Imas ambruk dan tidak sadarkan diri.


Hati Burhan tidak tega melihat keadaan Imas.


Wanita yang sudah 30 tahun menemaninya dalam ikatan pernikahan.


Burhan yang egois tidak ingin kehilangan kesempatan menjadi seorang ayah dengan tega menyingkirkan Imas sore itu.


Burhan menyuruh anak buahnya membawa Imas ke rumah burhan yang lain, Burhan tidak ingin Shila marah karena melihat Imas masih tinggal satu atap dengan dirinya.


" Bawa dia ke rumah kecil di Lembang" perintah Burhan kepada anak buahnya.


Salah satu yang menggotong tubuh bu Imas adalah Geri.


Geri merasa kasihan kepada bu Imas.


Andai saja bu Imas tidak menangkap basah hubungannya dengan Shila, mungkin nasib bu Imas tidak seperti itu.


Sepanjang perjalanan Geri merasa bersalah kepada bu Imas.


"Semoga ini yang terbaik untuk bu Imas" doa Geri dalam hati, ketika bersama rekannya mengantar bu Imas ke rumah lembang.


Sedangkan Burhan bertekat besok akan mengurus perceraiannya dengan bu Imas atas bantuan kenalannya.


Burhan akan memberikan salah satu rumahnya yang menjadi hak bu Imas.


Setelah membereskaan urusan dengan bu Imas, Burhan kembali ke kamar Shila.


"Shila besok aku akan mengurus perceraianku dengan Imas, minggu depan kita akan menikah" ucap Burhan.


Shila tersenyum palsu kepada Burhan.


Dalam hatinya bersorak senang atas kemenangannya.


Dengan status istri satu - satunya Burhan maka harta Burhan seluruhnya menjadi miliknya.


Shila tinggal menyusun rencana untuk Burhan.


Tiga hari kemudian,

__ADS_1


Bu Imas kini tinggal di rumah kecil pemberian Burhan sebagai harta gono gini.


Memang tidak adil selama 30 tahun bersama dirinya hanya mendapatkan rumah kecil.


Tetapi bu Imas tidak mau memperpanjang masalah perceraiannya.


Dirinya sudah mengikhlaskan semuanya kepada Yang Maha Kuasa.


Bu Imas menerima semua yang terjadi sebagai cobaan hidupnya.


Hari ini sidang perceraian bu Imas di gelar tetapi anak buah Burhan memberi tau bu Imas jangan datang, agar hakim bisa langsung memutuskan.


Setelah 5 hari dari pengajuan, putusan cerai Burhan sudah ditetapkan.


Sungguh cepat dan tidak masuk akal.


Tetapi itulah Burhan.


Dengan uangnya Burhan meminta pengacara hebat untuk mempercepat perceraiannya.


Bu Imas mengikhlaskan semuanya.


Tidak ada dendam sedikitpun kepada Burhan, baginya mungkin ini yang terbaik.


Rumah pemberian Burhan di jual dan bu Imas kembali kekampung halamannya di tasik.


Bu Imas ikut tinggal bersama dengan kedua orang tuanya dan adik laki - lakinya yang sudah berkeluarga.


Dirinya memulai hidup barunya, berbekal uang hasil penjualan rumah, bu Imas yang dibantu adik iparnya membuka rumah makan.


Ditempat yang lain, Burhan sedang mempersiapkan dokumen untuk pernikahannya.


Semua persyaratan untuk pernikahannya sudah di urus oleh orang kepercayaannya.


Besok adalah hari pernikahan Shila dan Burhan.


Calon pengantin berbeda usia yang sangat jauh.


Perbedaan usia mereka 35 tahun, bisa dikatakan seperti ayah dan anak.


Pagi hari nya 2 perempuan jadi -jadian yang merupakan MUA yang di tunjuk Burhan datang ke rumah.


Mereka merias Shila menjadi lebih cantik.


Kebaya berwarna putih dikenakan dengan make up flawless menambah cantik penampilan Shila yang memang dasarnya sudah cantik.


Burhan hanya mengundang kerabat dekatnya saja di pernikaahannya kali ini.


Semua yang hadir terpesona dengan kecantikan Shila termasuk Burhan yang tidak bisa lepas memandangi wajah cantiknya.


Sedangkan Geri hanya meratapi nasibnya.


Wanita yang dicintainya menikah dengan bosnya.


Tidak disampai situ saja kemalangamnya, Geri juga harus kehilangan hak sebagai ayah dari anak yang di kandung Shila.


Karena selamanya semua orang hanya mengetahui kalau anak Shila adalah ada dari pernikahan dirinya dengan Burhan.


Kesalahan yang berdampak luas bagi status masa depan dari seorang anak.


Terdengar kata SAH, maka sejak saat itu Shila seutuhnya milik Burhan.


Pernikahan yang sangat sederhana dan sangat singkat.


Akhirnya seluruh rangkaian acara pernikahan itu usai juga, Burhan yang sengaja membuatnya hanya 2 jam saja, Burhan tidak ingin membuat Shila kelelahan yang berdampak buruk kepada anaknya.


Setelah selesai, Burhan dan Shila beristirahat dalam kamarnya.


Mereka terlelap karena lelahnya rangkaian acara hari itu.


Pagi hari nya sepasang suami istri ini masih setia menutup matanya.


Shila memanfaatkan kehamilannya untuk meminta apa pun dari Burhan.


Burhan yang sudah di butakan dengan embel - embel anak, menuruti semua kemauan Shila tanpa memikirkan dampaknya.


Tidak terasa pernikahan penuh sandirawa itu udah berjalan 1 bulan.


Selama itu pula perselingkuhan Shila dengan Geri masih berlangsung.


Geri mendapat keuntungan besar dari hubungan terlarangnya.


Bersambung...


Maaf ya para pembaca setiaku semua, author lanjut di episode berikutnya yaπŸ˜πŸ˜πŸ™πŸ™


Ingin tau kelanjutan yang terjadi dengan Shila dan cerita lainnya, ikut selalu ya Lihatlah Aku.πŸ˜πŸ˜πŸ™


Terima kasih telah mengikuti karya author, mohon maaf bila masih banyak salah typoπŸ™πŸ™


Tolong tinggalkan jejak Like, vote, hadiah dan komen dibawah iniπŸ™πŸ™πŸ˜πŸ˜

__ADS_1


__ADS_2