Lihatlah Aku

Lihatlah Aku
Lihatlah Aku, season 2


__ADS_3

Bab 94


Devon yang mengetahui Mika sudah bisa berbicara normal kembali menjadi menyesal atas sikapnya. Kata - kata cacat yang sering terucap untuk menghina kepada Mika hampir setiap hari Devon ucapkan menjadi doa dalam dirinya.


Patah tulang di kaki kirinya membuat Devon berjalan pincang dengan bantuan sebuah tongkat.


Kata - kata yang sering Devon lontarkan kepada Mika dengan menyebut tidak berguna, bodoh dan menyebalkan bagaikan doa yang Devon harus terima saat ini.


"Oh Tuhan berilah pengampunanMu di sisa usiaku" doa Devon dalam hatinya.


Diri sombong dan angkuh setelah mengenal dan dekat dengan wanita lain setelah Mika menjadi Devon merasa di atas angin.Kesombongan yang menghancurkan kebahagian rumah tangganya menjadi hukuman terbesar dalam diri Devon.


Devon dahulu adalah dokter tampan, gagah dan cerdas. Banyak kaum hawa mengagumi pesona dirinya. Karir dosennya hancur setelah Nita datang kembali dalam hidupnya.


Kini lebih menyedihkan lagi setelah kedatangan Shila dalam hidupnya. Bukan hanya karir yang hancur, tetapi seluruh kebahagian keluarga kecilnya hancur dan hubungan dengan orang tuanya pun hancur hanya dengan alasanan nafsu.


Jika saja Devon dapat mengembalikan waktu yang telah lalu, Devon lebih memilih setia di samping istrinya. Pengkhianatan yang di lakukannya menjadi hukuman dalam terberat dalam hidupnya.


Rasa kangen terhadap orang tua, istri dan anak - anak menjadi sesuatu yang sulit di gapainya. Rasa sedih dan penyesalan tidak merubah keadaan menjadi baik hanya menyiksa raganya saja.


Ditengah ke galauan Devon ingin mendatangi rumah ustad Samsul untuk bertukar pikiran dengan beliau yang bijak dalam mengambil keputusan.


Ustad Samsul adalah anak Abah Dahlan atau aki Dahlan sebutan yang Devon sebut. Sedangkan untuk ustad Samsul dirinya memanggil dengan sebutan mamang.


Devon selama hampir 1 bulan di ponpes hanya dengan ustad Samsul dirinya merasa klop dalam bertukar pikiran.


"Assalamualaikum" ucap Devon.


Devon telah berada di depan rumah ustad Samsul. Keinginannya untuk mendapatkan masukan dalam masalahnya menjadi harapan Devon.


"Wa' alaikumsalam " jawab ustad Samsul.


Ustad Samsul keluar dari rumahnya dan mengajak Devon yang merupakan keponakannya untuk duduk di ruang tamu.Devon mengikuti ajakan pamannya.


Sesampainya di dalam rumah seorang anak ustad Samsul yang wanita datang membawa teh hangat dan beberapa anake macam kue tradisional.

__ADS_1


Ustad Samsul mempersilakan Devon menyicipi kue buatan Ida. Devon mencobanya dan merasa cocok dengan rasa kue tradional itu.


Sambil menyicipi kue Devon menjelaskan kedatangannya kepada mamangnya itu.


Ustad Samsul dengan senang hati dan sabar mendengarkan semua keluh kesah Devon.


Devon menceritakan tentang Mika dan bagaimana caranya agar dirinya dapat kembali berkumpul dengan istri dan ketiga anaknya.


Ustad Samsul menjelaskan apa yang harus di lakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan Devon. Banyaknya hal dan gambaran contoh yang ustad Samsul ceritakan kepada Devon, salah satunya puterinya yang menyajikan minum dan kue tadi kepada Devon.


Ustad Samsul menceritakan bagaimana anaknya berjuang mengalahkan hawa nafsu dan berserah diri kepada Tuhan.


Anak ustad Samsul adalah seorang janda yang di tinggal suaminya karena tidak kunjung hamil setelah 12 tahun menikah. Ida sungguh berbeda dengan wanita pada umumnya yang Devon dan semua orang lihat selama ini.


Ida adalah contoh bagi kita untuk menerima ke ikhlasan dan selalu bersyukur kepada Tuhan.


Ustad Samsul menjelaskan lebih detail lagi cerita perjalanan hidup anaknya agar membuka mata Devon.


Ustad Samsul mengenang masa lalu anaknya. Sekitar 12 tahun yanga lalu seorang pria Jakarta datang ke ponpes untuk mencari istri. Saat melihat Ida, laki - laki itu langsung jatuh hati kepada Ida dan seminggu setelah pertemuan itu Ida di nikahinya.


Pria itu adalah pengusaha dari Jakarta. Awalnya Ida ragu dengan pria itu, tetapi dengan desakan dan penuh percaya dirinya laki - laki itu membuktikan rasa sayangnya kepada Ida. Singkat cerita terjadilah pernikahan itu. Ida di ajak tinggal di rumah suaminya. Semua berjalan harmonis dalam pernikahan Ida dan suaminya kala itu.


Ida bertahan dengan pernikahan yang tidak adil baginya hingga pernikahan ke 5 tahun suami Ida kembali menikah lagi untuk ke tiga kalinya dengan wanita yang sangat belia.


Istri kedua suami Ida tidak terima dan meminta cerai, tetapi tidak dengan Ida. Dirinya berusaha menerima ketidak adilan itu dengan selalu berbaik prasangka kepada Tuhan.


Berjalannya waktu pernikahan Ida sampailah ke 10 tahun. Suami Ida kembali menikahi 2 wanita sekaligus yang merupakan kaka dan adik.


Awalnya seperti biasa Ida mencoba menerima ketidak adilan itu sampai suatu malam Ida di usir suaminya atas fitnah yang dibuat ketiga istri muda suaminya.


Ida mengelandang di jalan ibu kota, hingga bertemu orang baik. Atas kebaikan seseorang itu Ida di antar sampai terminal bis dan di beri ongkos pulang sampai kampung.


Setelah itu Ida menjalani rumah tangga terpisah dengan suaminya.Tepat ke12 tahun pernikahan Ida datanglah surat cerai dari suaminya.


Ida tetap terlihat tabah dan tenang. Dirinya hanya berserah diri kepada Tuhan atas semua yang terjadi dalam hidupnya.

__ADS_1


Ustad Samsul yang tidak terima anaknya di perlakukan seperti itu ingin membuat perhitungan dengan mantan suaminya.


Tetapi sungguh suatu kalimat Ida menyadarkan ustad Samsul dan menerima keputusan Ida.


"Pak, untuk apa kita marah kepada orang yang hidupnya tidak pernah bisa membedakan kedamaian dan untuk apa kita menuntut kepada manusia sedangkan kita memiliki Tuhan yang Maha segalanya" ucap Ida.


Ida mengucapkan dengan tegar tanpa ada rasa kesedihan dan kecewa sedikitpun.


Ustad Samsul sempat bertanya kembali kepada anaknya.


"Tetapi laki - laki itu telah menyakitkan hatimu nak" ucap ustad Samsul.


"Biarlah berapa banyak hinaan dan pengkhianatan yang dilakukannya kepada diriku, tetapi ketahuilah pak bahwaTuhan tidak pernah sedikitpun mengurangi nikmat yang aku rasakan hingga hari ini" ucap Ida.


Ustad Samsul menangis ketika anaknya lebih bersyukur dari pada sibuk menghitung kesedihannya yang tidak ada apa - apanya dalam hidupnya.


Setelah selesai bercerita, ustad Samsul kembali ke topik pembicaraan awal mereka. Ustad Samsul menanyakan kembali kepada Devon.


"Nak, mamang sudah menceritakan kisah tentang kaka sepupumu sebagai gambaran dalam hidup ini, apakah kamu mengerti maksud cerita mamang?" tanya ustad Samsul.


"Iya mang, cerita kaka Ida ada miripnya dengan cerita saya, hanya saja saya adalah laki - laki berengsek seperti mantan suami kaka Ida" ucap Devon dengan malu.


Ustad Samsul lanjut meminta agar Devon berserah diri kepadaTuhan, apa pun yang terjadi nanti adalah itu yang terbaik atas kehendakNya.


"Iya mang, saya paham maksud dari mamang,Insya Allah saya akan ikhlas dengan semuanya dan terus memperbaiki diri mengharap ridho Tuhan dalam kehidupan ini" ucap Devon.


"Bagus nak jika dirimu sudah mengetahui itu dan mulailah dengan berdoa kebaikan untuk istri dan anak - anakmu" ucap ustad Samsul.


"Iya mang, terima kasih atas semua nasehat yang mamang berikan"jawab Devon.


Devon pun meninggalkan rumah Ustad Samsul. Devon berusaha untuk berserah diri dan ikhlas setelah mendengar contoh keikhlasan dari kaka sepupunya yang luar biasa.


Bersambung...


Maaf ya para pembaca setiaku semua, author lanjut di episode berikutnya ya😁😁🙏🙏

__ADS_1


Terima kasih telah mengikuti karya author, mohon maaf bila masih banyak salah typo🙏🙏😍😍


Tolong tinggalkan jejak Like dan komen dibawah ini agar Author tambah semangat up nya 🙏🙏😍😍


__ADS_2