
Bab 158
Andy membawa Intan ke rumah orang tuanya untuk di perkenalkan kepada orang tuanya. Kedua orang tua Andy sangat welcome atas kedatangan Intan. Terlebih ibu Andy yang mengetahui kisah cinta Andy yang dalam diam kepada Intan menjadi orang yang pertama kali mendukung atas perkembangan kedekatan anaknya dengan Intan.
Intan begitu nyama dengan situasi di rumah Andy yang begitu ramah dan tidak penuh kepura - puraan.
Intan sempat terharu dengan situasi bahagianya ini. Dahulu dirinya saat awal di kenalkan ke mantan mertuanya oleh mantan suaminya mereka semua keluarganya diam seribu bahasa bahkan tidak ada respon apa pun saat Intan mencoba mendekatkan diri dengan kedua orang tua dan adik mantan suaminya.
Tidak terasa air mata Intan menetes. Adik Andy yang melihat Intan menangis segera menghapus tetesan air mata di pipi Intan dengan tisunya.
"Mangapa menangis kak?" tanya adik Andy.
Intan hanya mampu menggeleng tanpa bisa menjawab pertanyaan itu karena lidahnya begitu keluh untuk berucap.
Sikap Intan yang diam bukan membuat keluarga Andy marah atau kesal tetapi mereka lebih menunjukan sikap tulus mereka semua.
Intan benar - benar merasakan diterima dengan baik oleh keluarga Andy. Hatinya ikhlas dan akan menerima bila suatu saat Andy menginginkan hubungan yang lebih olehnya. Walaupun sebuah pemikiran semata oleh Intan berharap harapannya menjadi nyata.
Setelah berbincang - bincang dengan keluarga Andy yang sangat humoris dan kelakuan kocak adik Andy membuat suasana lebih hidup dan penuh keceriaan.
Waktu terus berjalan hingga tidak terasa waktu telah cukup malam untuk bertamu. Intan pamit oleh kedua orang tua dan adik Andy.
Ayah Andy langsung meminta anak laki - lakinya mengantar Intan dengan selamat ke rumahnya dan tidak lupa bila kunjungan berikutnya meminta Intan untuk membawa anak nya.
Adik Andy begitu antusias begitu mengetahui bila Intan memiliki anak yang masih balita. Keluarga Andy yang menyukai anak - anak kecil tidak sabar akan moment kedatangan anaknya Intan.
Kini Andy dan Intan sedang dalam perjalanan ke rumah orang tua Intan. Tidak tau atas dasar apa Intan menceritakan masa lalunya dengan mengalir saja kepada Andy. Intan seperti terpesona dengan Andy bahkan begitu PD membuka rahasianya tanpa di tanya.
Andy sempat kaget akan sikap Intan, tetapi berusaha manutupi keterkejutannya dan berusaha menetralkan kembali keterkejutannya tanpa membuat curiga Intan.
__ADS_1
Akhirnya Intan telah sampai rumah orang tuanya. Setelah mengantar sampai depan pintu utama rumah kediaman Bagskara, Andy langsung pamit pulang karena besok pagi dirinya akan praktek pagi.
Suasana hati Andy begitu berbunga - bunga seperti ABG yang sedang jatuh cinta. Andy berniat akan secepatnya akan melamar Intan menjadi istrinya. Andy tidak ingin kehilangan Intan untuk kedua kalinya.
Ditempat yang berbeda Mika dan Devon sedang berharap - harap cemas dengan kondisi Aldo yang terus memburuk. Bahkan ibu Aldo jatuh pingsan setelah mendapat kabar buruk kondisi Aldo.
Kondisi Aldo yang semakin menurun membuat keluarga Aldo pesimis dengan kesembuhan anaknya.
Mika yang merasa berhutang nyawa dengan Aldo meminta solusi dengan Devon. Akhirnya Devon menghubungi Prof. Emin untuk membantu perawatan Aldo.
Prof. Emin yang pernah mendapatkan kabar tentang kejahatan Aldo kepada Mika membuat dirinya ragu untuk membantu Aldo, namun Devon menjelaskan akan kronologi kejadian yang berdampak kepada kecelakaan yang terjadi pada Aldo karena menolong Mika.
Bujuk rayu Mika melalui pelantara Devon akhirnya membuahkan hasil. Prof.Emin bersedia akan merawat Aldo namun meminta agar Aldo di pindahkan ke RS. Diamond milik Mika.
Kesepakatan itu akhirnya terjadi dan Prof. Emin berjanji akan melakukan penerbangan malam ini dan bersedia melakukan penerbangan dengan menggunakan jet pribadi milik Mika.
Devon dan Mika akhirnya mengajak ayah Aldo berbicara namum sayang ibu Aldo tidak ikut serta karena sedang mendapat perawatan akibat kesehatan Aldo yang memburuk.
Setelah menjelaskan bila Aldo akan di pindahkan ke RS. Diamond milik Mika dan mulai besok Aldo akan di rawat bersama oleh Prof. Emin, kerabat Mika dan Devon yang InsyaAllah dapat membantu kesembuhan Aldo.
Mendengar kabar baik itu ayah Aldo setujuh. Bahkan di hati kecilnya sudah mengikhlaskan bila hal buruk menimpah Aldo. Bagi Ayah Aldo dengan perubahan sikap Aldo yang lebih baik dari sebelumnya sudah anugerah luar biasa.
"Baiklah nak, saya selaku ayah Aldo setujuh, semoga ikhtiar ini memdapatkan kesembuhan untuk Aldo" ucap ayah Aldo.
"Iya pak" jawab Mika dan Devon secara bersamaan.
Devon mengurus perpindahan Aldo ke RS. Diamond, sedangkan Mika menghubungi sekertarisnya agar mengurus untuk ruangan perawatan khusus untuk Aldo serta team dokter - dokter hebat yang di miliki RS. Diamond untuk menangani selama Aldo di rawat disana.
Semua sudah dipersiapkan dengan sebaik - baiknya dan akan segera siap untuk perpindahan pasien tersebut.
__ADS_1
Akhirnya Aldo di pindahkan tanpa kendala apa pun dan penyambutan untuk team medis sudah siap akan ke datangan Aldo.
Sesampainya di RS. Diamond, semua team dokter yang sangat berpengalaman dalam bidangnya itu bergerak cepat untuk memeriksa kesehatan Aldo secara menyeluruh dan memberikan tindakan sesuai dengan diagnosa yang ada.
Mika akhirnya bisa sedikit lega setelah melihat tensi dan denyut jantung Aldo sedikit meningkat dari sebelumnya. Berharap akan terus stabil dan menujuh perbaikan.
Sedangkan ibu Aldo yang sudah mulai membaik bahkan turut serta dalam mengantar perpindahan Aldo ke RS. Diamond merasa lebih tenang karena adanya perbaikan akan kesehatan anaknya itu.
Keesokan harinya Prof. Emin tiba dengan mobil jemputan supir Mika Prof. Emin diantar ke rumah Devon. Kedua orang tua Devon dan Intan menyambut tamunya dengan ramah sekali bahkan Emin merasa di istimewakan sekali sehingga dirinya tidak enak hati kepada keluarga Devon.
Penerbangan yang cukup lama dan jarak tempuh yang sanagt jauh membuat Emin sedikit lelah. Mama Devon menyuruh Prof. Emin agar beristirahat dulu di kamar yang sudah di sediakan.
Prof. Emin sejenak membaringkan tubuh ya untuk berustirahat. Setelah hampir 2 jam tidur Prof. Emin terbangun setelah mendapat telepon dari istrinya. Dirinya yang lupa memberi kabar sang istri membuat sang istri kesal.
Pertengkaran kecil suami istri itu akahirnya berdamai setelah Prof. Emin mengaku salah dan meminta maaf kepada istrinya.
Sedangkan di RS. Diamond ayah Aldo begitu geram begitu mendapat kabar dari team lawyer keluarganya yang memberitahu kalau Shila sang pelaku tabrak lari Aldo sudah lolos kabur keluar negri bahkan status nya saat ini DPO belum mendapat kabar bagus akan penangkapan Shila.
Bersambung...
Maaf ya para pembaca setiaku semua, author lanjut di episode berikutnya yaππππ
Ingin tau kelanjutan yang terjadi, ikut selalu ya Lihatlah Aku.πππ
Terima kasih telah mengikuti karya author, mohon maaf bila masih banyak salah typoππ
Ditunggu kritik dan saran kalian semua, yang dapat membangun karya author agar lebih semangat up nyaππππ
Tolong tinggalkan jejak Like, vote, hadiah dan komen dibawah iniππππ
__ADS_1