
Bab 68
Devon merasa ada sesuatu yang terjadi dengan Shila. Tetapi Devon bingung harus berbuat apa, dirinya ingin pergi, namun Mika belum juga tidur. Devon tidak ingin Mika merasa curiga harus membuat alasan yang tepat.
Devon memiliki ide alasan panggilan darurat dari RS.X, walaupun alasan klasik yang sudah basi tetapi masih ampuh untuk membuat Mika percaya.
Devon datang mendekati Mika, tangan kanannya mengelus kepala Mika, tak lupa mengecup kening Mika.
"Sayang malam ini aku tinggal dulu ya, aku dapat panggilan dari RS.X kalau ada pasien yang emergency" ucap bohong Devon.
Mika merasa yang di ucapkan suaminya adalah sebuah kebohongan tetapi dirinya tidak bisa mengatakan sesuatu yang membuatnya tidak pergi. Mika hanya terus memandangi kedua mata suaminya untuk mencari kebenaran di matanya, tetapi di temukan Mika.
Hatinya semakin sedih, apakah ini akhir dari kisah cintanya bersama Devon. Mika terus menatap hingga Devon sendiri yang menghindari tatapan Mika.
Setelah itu Devon pergi meninggalkan Mika dan menujuh ke tempat Shila bertemu. Devon tergesa - gesa untuk sampai ke garasi mobilnya. Saat Devon sampai disana bukan Shila yang berada disana, tetapi kedua orang tuanya yang ada disana.
"Ingin pergi kemana Dev?" ucap mama.
"Itu ...anu...itu ma ada pasien darurat di RS" ucap Devon dengan plitat plitut.
Devon bingung mencari alasan apa yang dapat membantunya. Devon berharap orang tuanya tidak banyak tanya yang membuatnya semakin bingung untuk mencari alasan.
"Kembalilah kekamar, istrimu lebih membutuhkan dirimu, pasien gawat itu sudah ditangani dokter lain" ucap Papa yang penuh penekanan.
Papa sengaja menambah kata - kata sudah di tangani dokter lain kode bahwa kebohongan Devon telah terbongkar.
"Baliklah nak demi istri dan anakmu" ucap mama dengan pelan sambil menepuk pundak Devon.
Mendapat omongan seperti itu dan tidak melihatnya keberadaan Shila lebih baik dirinya kembali kekamar.
Sesampainya di kamar Mika sudah terlelap dalam tidurnya.
Dengan terpaksa Devon mengganti bajunya kembali dan tidur disamping istrinya. Devon berusaha untuk tidur tetapi hasratnya yang sempat terbangun membuat dirinya sulit untuk tidur.
Tubuh seksi Shila dalam balutan lingerie terbayang - bayang dalam otaknya. Devon yang tidak tahan ingin segera di tuntaskan.
__ADS_1
Saat Devon akan bangun tanpa sengaja tangannya memegang benda kenyal yang dulu paling disukai dari diri Mika. Hasrat Devon ingin melepaskan kenikmatan itu semakin tinggi.
Perlahan tapi pasti Devon membuka kancing baju piyama tidur istrinya, terlihat sempurna benda kenyal yang tertutup kaca mata hitam berenda. Devon yang tidak tahan lagi akan keinginannya mulai memberi sentuhan demi sentuhan pada benda kenyal itu.
Mika yang terlelap dalam tidurnya tetap merasakan kenikmatan yang suaminya berikan. Rasa sesuatu yang berbeda dirasakannya membuat Mika sadar dari tidurnya. Matanya terbuka saat melihat Devon sedang asik bermain di atas kedua benda kenyal miliknya.
Devon yang melihat Mika sudah bangun dari tidurnya dengan senyum manisnya melelehkan hatinya. Devon membisikan ijin untuk melakukan yang lebih kepada Mika.
Mika hanya tersenyum mendapatkan nafkah batin yang sudah lama tidak didapat setelah melahirkan.
Akhirnya pergulatan panas mereka berlanjut walaupun Devon melakukan dengan lembut sekali.
Sampai sini Author skip ya..ππππ¬π¬π¬
Silakan dilanjutkan masing - masing.
Selama Devon melakukan kewajibannya itu, Devon membayangkan Shila dan di akhir pelepasannya, tanpa sadar Devon menyebut nama Lala.
Hati Mika sakit mendengar nama wanita lain yang disebut suaminya saat bercinta. Mika yang kesulitan untuk berbicara memilih tersenyum kecut atas kemalangannya. Mika bertekat ingin menyembuhkan dirinya, Mika ingin membahagiakan anak - anaknya.
Pagi ini Devon akan menggantikan Mika untuk rapat direksi di RS.Diamond. Awalnya Devon menolak tetapi Mika melalui kertas menulis permohonan agar Devon mau menggantikannya sementara ini. Dengan terpaksa Devon menerima amanah Mika.
Devon pergi ke RS.Diamond dengan diantar supir, tanpa Devon sadari kalau pergerakannya dalam pengawasan Intan.
Intan dengan sengaja meminta bantuan suaminya untuk meminta bantuan salah satu anak buahnya menguntit Devon.
Sedangkan Mika dikamar sibuk dengan laptopnya. Walaupun Mika kesulitan untuk berucap tetapi Mika masih bisa menulis atau membaca.
Mika membuka email miliknya dan mengecek email yang masuk kedalam emailnya. Salah satu email yang masuk adalah email dari teman lamanya yaitu Prof.Emin.
Beliau adalah kaka kelas Mika saat mengambil gelar Doktor di Jerman. Perkenalan mereka cukup singkat tetapi menjadikan mereka dekat dan sempat ada ketertarikan dari keduanya. Namun lagi - lagi jodoh di tangan Tuhan.
Pulangnya Mika ke Indonesia membuat takdir berkata lain. Mika kembali ke cinta pertamanya yang sekarang menjadi suami dan papa dari anak - anaknya. Walaupun tidak berjodoh tetapi hubungan mereka tetap baik.
Sesekali Mika suka mengirimkan email kepada temannya itu, biasanya Mika meminta masukan untuk kasus penyakit pasiennya yang sulit diatasi oleh dirinya.
__ADS_1
Hubungan mereka hanya melalui email dan tidak pernah ada perngkhianatan yang di lakukan Mika.
Mika yang teringat kalau Prof.Emin adalah ahli neurologi, Mika berkonsultasi untuk kasus yang dialaminya. Mika mengirimkan rekam medis miliknya dan diagnosa pada dirinya. Mika berharap temannya ini dapat menyembuhakan dirinya.
Ternyata usaha Mika tidak sia - sia, Prof.Emin yang sedang online langsung membaca email darinya dan mengirimkan balasan email kepada Mika.
Email dari Prof. Emin.
Hello my best friend,
Are you not well?
I have read your medical records, friend. I am sorry, currently I am busy, while I must write a vitamin prescription for your brain health. I wrote the rigth dosage. Next two weeks I have a plans go to Indonesia, I will come to you at Diamond Hospital soon.
Your friend,
Emin Bintang Turgay
Mika yang mendapat balasan email dari temannya itu sangat senang. Mika senang karena memiliki harapan besar untuk sembuh.
"Tuhan mudahkanlah semua urusanku" doa Mika dalam hatinya.
Lalu Mika membuka salinan resep yang di tulis Prof.Emin dan mengirim kembali ke bagian farmasi RS.Diamond, Mika meminta kepala Farmasi di RS miliknya itu untuk menyediakan obat yang ada dalam resep itu.
Setelah itu Mika melakukan beberapa latihan senam otak yang dia pelajari dari video yang Prof.Emin kirimkan.
Mika beruntung dalam kesulitan yang di hadapinya masih ada orang - orang baik di sekelilingnya.
Bersambung...
Maaf ya para pembaca setiaku semua, author lanjut di episode berikutnya yaππππ
Terima kasih telah mengikuti karya author, mohon maaf bila masih banyak salah typoππ
Ditunggu kritik dan saran kalian semua, yang dapat membangun karya author abal - abal ini, agar lebih semangat up nyaππππ
__ADS_1
Tolong tinggalkan jejak Like dan komen dibawah iniππππ