
Bab 66
Mika beristirahat untuk kepulihan dirinya. Mika berusaha untuk pejamkan mata namun sulit. Mika ingin sekali melihat anak - anaknya. Kesulitan Mika untuk berbicara membuatnya sukar untuk menyampaikan keinginannya. Mika berharap dirinya cepat pulih seperti sedia kala.
Sedangkan Intan saat di perjalanan pulang kerumah bersama suami dan kedua orang tuanya hanya terdiam sambil berpikir untuk kesembuhan adik iparnya. Intan sangat menyayangi adik iparnya seperti menyayangi adiknya sendiri.
Mendengar penjelasan dokter neuro yang merawat Mika tentang kerusakan kecil di bagian otak Mika berdampak kepada kesulitan Mika berbicara dan berjalan.
Diam -diam Intan mulai mencari kontak rekan sejawatnya yang ahli neurologi. Setelah berkali - kali menshort no kontak di HP nya berkali - kali mencari tetapi tidak menemukannya.
Tiba - tiba papa mengajak diskusi mengenai kesehatan Mika.
Papa : "Kak menurutmu apa yang harus kita lakukan untuk Mika?"
Intan : "kaka sedang mencari kontak seseorang profesor neurologi yang sangat terkenal akan kehebatannya"
Mama : "Siapa dan praktek dimana kak?...siapa tau mama kenal?"
Intan : "Namanya Prof. Emin Bintang Turgay, beliau praktek diJerman"
Mama : "Oiya mama pernah dengar itu, kalau tidak salah juga katanya beliau Prof.termuda ya"
Intan : "Betul Ma"
Papa : "Kaka mengenal dekat beliau?"
Intan : "Tidak secara langsung pa, kaka pernah mengikuti sebuah seminar neurologi dan beliau sebagai salah satu speaker di seminar itu"
Papa : "Mana no kontaknya biar papa yang telepon beliau?
Intan : "Itu dia pa, no kontaknya tidak ke save di HP kaka"
Papa : "Em...Coba tanyakan saja ke panitia seminar tersebut, pasti punya kontaknya."
Mama : "Betul itu kak"
Intan : "Siap komandan"
Lalu Intan mencoba mencari no kontak panitia neurologi yang pernah di ikuti 8 bulan yang lalu di Singapore. Setelah itu Intan mencoba menghubunginya. Setelah beberapa kali menghubungi, akhirnya terhubung dengan panitia seminar itu. Intan menjelaskan kepada pihak panitia untuk meminta no kontak Prof. Emin Bintang Turgay. Panitia itu memberikan no kontak sekertarisnya.
Setelah mendapatkan no kontak sekertaris Prof. Emin, Intan memberikan no kontak itu ke papanya.
Papa menelepon no kontak yang diberikan Intan.
Beberapa kali mencoba menghubungi tetapi tidak ada yang menjawabnya.
"Kak apakah ada no kontak yang lain?...no nya tidak ada yang menjawab" tanya papa.
"Nanti kaka coba akan tanyakan rekan -rekan kaka, siapa tau mereka memiliki kontak Prof.Emin".
Obrolan mereka bertiga harus berakhir sejenak. Mereka telah sampai dirumah. Suami Intan yang dari tadi hanya menjadi pendengar obrolan orang tua dan anak itu akhirnya plong dari keberisikan istrinya.
Sesampainya di rumah Intan segera membersihkan dirinya setelah itu Intan menujuh ke kamar Al.
Krek...."Halo ponakan ganteng Mami" ucap Intan
Al hanya tertawa kegirangan melihat Intan.
"Kaka Al sudah mamam?" tanya Intan yang di imut -imutin depan ponakannya.
Al ketawa melihat tingkah Maminya.
"Sudah bu" jawab babysistet Al.
Intan bernyanyi bersama Al untuk mengobati rasa rindu dengan keponakannya, hingga Intan merasa lelah dan kembali kekamarnya untuk beristirahat.
Sedangkan di RS Diamond Devon sedang mengunjungi kedua anaknya di ruang NICU. Bayi mungil yang ganteng dan cantik. Wajah kedua bayi itu sungguh mirip dengan kedua orang tuanya. Bayi laki - laki sangat mirip papanya dan bayi perempuan sangat mirip wajah Mika.
Air mata Devon tidak bisa terelakan, Devon menangisi keadaan yang tidak baik ini. Setelah dokter Neuro mengatakan adanya kerusakan kecil di otak Mika membuat Mika kesulitan untuk berbicara dan berjalan.
Devon tidak tau bagaimana kedepannya. Dirinya sungguh tidak akan sanggup dengan situasi sulitnya ini.
Devon akhirnya keluar dari ruang Nicu untuk mencari udara segar. Devon menujuh taman di samping RS untuk merelaxkan dirinya.
Devon duduk di kursi taman dengan pandangan kosong dan air mata membasahi sudut kedua matanya.
"Ah....Apakah aku sanggup dengan ini semua?" ucap Devon dengan penuh intonasi.
"Pasti sanggup" jawab dari seseorang di belakang Devon.
Devon yang mendengar kata - kata itu segera berbalik untuk mencari sumber suara itu.
Saat Devon berbalik dirinya melihat sosok wanita cantik. Wanita yang sudah hampir 9 bulan ini telah dilupakan dari hidupnya.Wanita yang pernah membuat duri dalam pernikahannya.
"La..la" ucap Devon sambil terbata - bata.
Shila tersenyum semanis mungkin dan mendekati Devon sambil mengapus air mata di sudut mata Devon dengan tisunya.
"Kau pasti kuat, ada aku bersamamu" ucap Shila.
Devon yang mendengar ucapan Lala buru- buru memutus kontak matanya.
Lala duduk disamping Devon dan tangannya mengenggam tangan Devon dengan lembut.
"Aku akan membantumu sayang" ucap Lala.
__ADS_1
Devon terdiam sejenak atas ucapan Shila. Akhirnya pertahanan Devon goyang juga. Devon langsung memeluk erat Shila.
"Tolong aku La" ucap Devon.
Shila tersenyum senang, Akhirnya Devon kembali masuk perangkapnya.
"Tenanglah sayang, aku selalu bersamamu" jawab Shila sambil mengelus kepala Devon.
Setelah itu Devon dan Shila saling berbagi cerita. Devon mencerita masalah Mika yang mengalami kerusakan otak hingga tidak bisa berbicara dan berjalan.
"Yang sabar ya sayang, aku selalu ada untukmu" ucap rayuan gombal Shila.
Devon terhanyut dalam kelembutan Shila. Hatinya yang sedih kini sudah terhibur.
"Apa kau sudah makan?" tanya Shila.
"Belum" jawab Devon.
"Ayo kita makan!" ajak Shila.
Devon tidak menolak ajakan Shila. Dirinya mengikuti langkah Shila ke parkir mobil Shila dan mereka pergi bersama menujuh sebuah resto yang agak jauh dari RS.Diamond. Shila beralasan kalau ini resto yang akan di datangi ini sangat rekomendit banget.
Devon yang beberapa hari ini tidak nafsu makan, berbeda dengan hari ini. Kehadiran Shila merubah semuanya. Tiba - tiba Devon merasa laper yang luar biasa sehingga memesan banyak menu yang menggugah seleranya.
Setelah selesai Devon ingin memesan taksi untuk balik ke RS. Diamond lagi, namun Shila menawarkan diri untuk mengantar kembali ke RS. Diamond.
Devon menerima tawaran Shila. Perjalanan mereka hari sangat macet sekali. Devon yang kekenyangan makan akhirnya tertidur.
Shila yang melihat Devon tertidur tersenyum dan mengganti rute mobilnya yang seharusnya ke RS. Diamond di arahkan ke apartemennya.
Sesampainya diapartemen, Shila meminta tolong security yang sedang bertugas untuk memapah Devon sampai kekamarnya. Saat tiba dikamar Devon sudah di baringkan di tempat tidur Shila.
"Akhirnya kau masuk jebakanku Devon" ucap Shila.
Shila senang Devon mau di ajak makan olehnya. Devon juga tidak mengetahui kalau gelas jus yang diminumnya sudah di beri obat tidur olehnya.
Kini otak jahat Shila tinggal membuat foto vulgar mereka berdua agar di kemudian hari Devon tidak bisa meninggalkan begitu saja dirinya.
Shila mulai membuka baju Devon dan dirinya pun membuka bajunya. shila mulai mengambil gambar beberapa pose seolah Devon sedang bermesran dengan dirinya.
Setelah selesai Shila memakaikan kembali baju Devon dan merapikan kembali pakaian dirinya sendiri. Shila bersikap seolah tidak terjadi apa pun.
Hingga malam hari Devon belum juga bangun dari tidurnya. Selain obat tidur yang di berikan Shila, Devon juga lelah karena sudah beberapa hari ini tidurnya kurang. Devon terlelap dalam tidurnya dan Shila pun ikut tidur di sampingnya.
Sedangkan di RS. Diamond Mika terus saja terjaga menanti kedatangan suaminya yang pamit hanya sebentar melihat anak - anak mereka.
Mika yang lelah menanti akhirnya tertidur juga ketika waktu telah menjelang subuh. Pagi ini Mika akan memulai terapi untuk berjalan.
Waktu sudah menunjukan jam 9 pagi tetapi Devon tidak kunjung datang. Mika hanya berpikir kalau Devon sedang praktek.
Setelah sore hari Devon baru datang menjenguk Mika, Devon datang dengan buket mawar merah di tangannya.
"Sayang maaf, banyak pasien emergensi tadi di RS" ucap Devon.Mika hanya tersenyum mendengar penjelasan Devon.
Tidak terasa sudah hampir 1 bulan Mika dan baby twin di rawat. Selama itu pula Devon dan Shila menjalin hubungan terlarang mereka. Devon yang kesepian terobati dengan kehadiran Shila.
Besok adalah hari kepulangan Mika dan baby twin. Mika kini sudah bisa berjalan kembali hanya saja masih harus di lakukan secara perlahan. Tetapi untuk kesembuhan Mika dalam hal berbicara masih belum bisa walaupun semua metode sudah dilakukan.
Keesok harinya papa dan mama mertua Mika ikut datang bersama Devon ke RS.Diamond.
Mika menuliskan keinginannya pada selembar kertas agar dapat memangku kedua baby twinnya.
Mama menyarankan Mika menggunakan kursi roda agar dapat memangku kedua anaknya sesuai keinginan Mika dan semua barang - barang Milik Mika sudah dibawa oleh supir mereka ke mobil.
Selama perjalanan Mika memangku bayi laki - lakinya sedangkan mama mertuanya memangku bayi perempuan.
"Sayang baby twin sudah berusia 1 bulan, apa kalian sudah mempunyai nama untuk mereka?" tanya mama.
Mika hanya tersenyum dan memandang kepada suaminya agar dirinya membantu untuk menjawab.
Devon yang mengerti sorot mata Mika akhirnya menjawab pertanyaan mama.
"Sudah ma, rencananya minggu depan kita akan mengadakan acara Aqiqah baby twin" jawab Devon.
"Benarkah itu sayang?" tanya mama kembali memaskitikan.
Mika menganggukan kepalanya.
"Oh sayang, kalau begitu serahkan kepada mama biar mama yang atur acaranya" ucap Mama.
Mika tersenyum atas ucapan mama mertuanya.
Mika sungguh senang harapannya dapat berkumpul dengan anak dan suaminya.
Baby twin terlelap dalam tidurnya, mereka merasa nyaman berdekatan dengan mama dan oma nya.
Perjalanan pagi hari ini sangat lancar tidak seperti biasanya.
"Dev apakah kau sudah mencari babysister untuk membantu menjaga baby twin?" tanya papa.
"Sudah pa, rencananya besok pagi mereka baru datang" jawab Devon.
Mika hanya menyimak pembicaraan Devon dan papanya. Mika bersyukur suaminya begitu perhatian sekali sampai telah mempersiapkan babysister untuk anak - anaknya.
Perjalanan mereka sampai juga ke rumah papa dan mama Devon.
__ADS_1
Mika turun di gandeng suaminya sedangkan baby twin di gendong oleh opa dan oma nya.
Saat Mika di minta untuk mendorong pintu tiba - tiba terdengar suara dari dalam ruangan.
"Suprise.. Selamat datang sayang" ucap Intan.
Selain Intan dan suaminya, di dalam ruangan itu sudah ada bu Leni dan adik - adik panti Mika.
Mereka semua tersenyum atas ke datangan Mika dan baby twin.
Kaka Al anak pertama Mika dan Devon juga menyambut kedatangan mama dan adik - adiknya, sebuah kata terucap dari mulut mungilnya.
"Mama" ucap Al sambil berlari ke hadapan Mika.
Mika terharu dan langsung memeluk anaknya. Suasana ceria berubah menjadi haru.
"Kaka Al ajak mama duduk ya" ucap Intan untuk mengalihkan suasana.
"ya...ya...ya.." ucap Al dengan senang.
Al batita baru berusia 13 bulan tetapi sudah pandai berbicara, bibit kecerdasan dari mama dan papa nya menurun kepadanya.
Acara dilanjutkan dengan doa yang dipimpin seorang ustadzah dan dilanjut makan siang bersama.
Semua hanyut dalam suasana sukacita. Tingkah laku lucu Al membuat hiburan pada semua anggota keluarga.
Mika bersyukur mempunyai anak - anak yang luar biasa. Mika terharu hanya dalam waktu sebulan Mika banyak ketinggalan dalam mengikuti perkembangan Al sungguh banyak kepintaran anak pertamanya diluar yang di ajarkan olehnya.
Mika berjalan mendekati babysister Al.
"Sus, terima kasih sudah menjaga dan mengajarkan anak saya yang baik" ucap Mika sambil memeluk babysister anaknya.
"Sama - sama bu, ini sudah tugas saya" jawab babysister Al.
Mika tersenyum dan kembali memeluk babysisternya.
Setelah acara makan siang, Mika di ajak Devon kekamar untuk beristirahat.
Mika mengikuti kemauan suaminya, sedangkan baby twin di jaga oleh kedua adik panti Mika.
Sore harinya keluarga Bagaskara di kejutkan dengan kedatangan Shila.
"Selamat sore semua" ucap Shila.
Shila yang melihat suasana rumah Devon yang sangat ramai, sengaja datang dengan menyamar sebagai babysister agar tidak ada yang mengetahui penyamarannya.
"Sore" jawab Intan yang kebetulan berpapasan dengan Shila.
"Anda siapa? dan ada perlu apa?" tanya Intan dengan sopan.
"Saya babysister anak pak Devon bu" jawab Shila.
"Lho katanya besok pagi baru datang ternyata hari ini?" tanya Intan yang agak curiga dari make up Shila yang cetar dengan lipstik merah terangnya.
"Iya saya disuruh hari ini oleh pak Devon"jawab Shila.
"Silakan duduk dulu, saya akan panggilkan Devon" jawab Intan.
Intan meminta bi Mimin untuk memanggilkan Devon. Tak lama Devon datang menghampiri Intan dan Shila.
Devon sungguh kaget melihat Shila datang dengan pakaian babysister tanpa memberitahunya.
Intan yang melihat ada kejanggalan antara Devon dan Shila. Namun Intan seolah tidak tau.
"Dek ini babysister anakmu sudah datang, tetapi kenapa hanya satu orang dek?" tanya Intan.
"Oooo itu kak besok kayaknya datang lagi" jawab Devon agak gugup.
"Ayo masuk sus" ucap Devon kepada Shila.
Devon mengantar Shila ke kamar tamu. intan yang melihat Devon mengantar ke kamar tamu langsung di cegahnya.
"Dek kenapa babysister twin di ajak kekamar ini?" tanya Intan.
"Memang kenapa kak?" tanya Devon yang agak kesal dengan kakanya.
Intan menjelaskan kalau kamar tamu ini sementara akan di tinggali oleh kedua adik panti Mika sebelum mendapatkan kost.
Lalu Intan menjelaskan kalau babysister baby twin kamarnya di sebelah kamar bi Mimin.
Shila yang mendengar ucapan Intan akan letak kamarnya Shila menjadi geram dengan Intan yang sok ngatur itu. Shila terpaksa menempati kamar kecil itu.
"Sial gw harus di kamar pembantu, lihat saja nanti akan gw buat diri lo menangis" ucap Shila dalam hatinya.
Devon dengan terpaksa menjelaskan peraturan rumah tangga Bagaskara.
Bersambung...
Maaf ya para pembaca setiaku semua, author lanjut di episode berikutnya yaππππ
Terima kasih telah mengikuti karya author, mohon maaf bila masih banyak salah typoππ
Ditunggu kritik dan saran kalian semua, yang dapat membangun karya author agar lebih semangat up nyaππππ
Tolong tinggalkan jejak Like dan komen dibawah iniππππ
__ADS_1