Lihatlah Aku

Lihatlah Aku
Lihatlah Aku, season 2


__ADS_3

Bab 115


Di dalam ruangan kerja papanya Devon menceritakan semua permasalahan yang sedang di hadapinya. Devon meminta solusi yang di hadapi kepada kedua orang tuanya.


Papa dan mama Devon sungguh terkejut dengan apa yang terjadi pada anak dan menantunya. Sungguh papa tidak menyangka kalau kehidupan anak dan menantunya harus berurusan dengan orang yang sangat licik itu.


Papa menyarankan agar hari ini mereka berdiskusi di kantor pengacara keluarganya. Devon yang tidak tau harus berbuat apa lagi dengan berat hati mengikuti kemauan orang tuanya.


Akhirnya mereka mengakhir diskusi mereka. Mama melanjutkan aktifitasnya sedangkan Devon bersama papanya pergi ke RS dan setelah selesai praktek barulah mereka akan pergi ke kantor pengacara keluarga Bagaskara.


Di tempat yang berbeda kini Mika dan kak Intan serta lawyer kak Intan sudah memasukan gugatan perceraian kak Intan dengan alasan perselingkuhan hingga menghasilkan anak dari perselingkuhan itu.


Intan dengan sengaja alasan gugatan perceraian rumah tangganya sesuai apa adanya. Walaupun kak Infan mengetahui konsekuensinya yang akan di dapat suaminya dari pimpinan dikantornya.


Intan tidak peduli lagi, kalaupun karier suaminya hancur Intan tidak akan menyesali perbuatannya. Sakit hati yang di pendam selama ini, tawa palsu yang terlihat didepan keluarganya kini terbayar sudah.


Mika dapat melihat kelegaan dan ke ikhlasan kak Intan setelah pendaftaran kasus perceraiannya itu.


Setelah beres secara administrasi pendaftaran gugatan cerai itu, kak Intan meminta Mika untuk pergi ke sebuah cafe langganannya. Mika pun menuruti kemauan kaka iparnya.


Sesampainya di cafe itu kak Intan memesan es cream strawberry dan roti bakar keju yang merupakan makanan kesukaannya.Sedangkan Mika memesan jus mangga dan cheese cake.


Mereka berdua tampak menikmati waktu santai mereka berdua. Sesekali Mika memberikan candaan yang membuat kak Intan tertawa dengan kelakuan adik iparnya.


Kring...kring...kring...HP Mika berbunyi.


Mika melihat pada layar di HP tampak nama Kevin yang terlihat di layar HP nya.


Mika mengabaikan panggilan itu tanpa mengangkat teleponnya.


"Mengapa tidak di angkat dek?" tanya Intan.


"Salah sambung kak" jawab Mika dengan asal.


"Ooooh" ucap kak Intan.


Kak Intan hanya mencoba memahami Mika. Lalu mereka melanjutkan obrolan tidak penting mereka yang tidak jelas arah pembicaraannya itu, tetapi membuat mereka happy.


Tiba - tiba terdengar beberapa pesan masuk pada inbox HP nya.


[Hai Mika mengapa tidak kau angkat teleponku, apakah kau marah padaku sayang?]


[Jika kau menyayangi suamimu maka datanglah ke jl. Xx no.23 seorang diri, bila kau tidak tidak datang besok kau akan lihat suamimu di penjara]


[Jangan abaikan aku sayang, berilah kasih sayangmu kepada ku maka aku akan menuruti semua kemauanmu]

__ADS_1


Pesan di kirim dari no yang tidak di kenal Mika.


Mika tampak pucat begitu melihat pesan itu. Mika kehilangan selera makannya. Mika berusaha tenang tetapi detak jantungnya tidak bisa berkompromi dengan sinyal otaknya.


Kak Intan yang berlatar belakang psikiater pastinya tau perubahan sikap Mika yang mulai tidak tenang dan cemas.


"Ada apa dek?" tanya kak Intan.


Mika hanya menggeleng tanda bingung bagaimana cara menjelaskan, sedangkan kaka iparnya sedang dalam masalah besar.


"Ceritalah, apa kau tidak percaya pada kaka mu ini?" tanya Mika.


"Tidak" jawab Mika sambil meneteskan air matanya.


Kak Intan mengelap air mata yang keluar dari kedua sudut mata adik iparnya dengan tissu.


"Ceritalah dek bila kau tidak kuat menyimpannya, tetapi bila kau ingin menyimpannya aku tak memaksamu dek" ucap kak Intan.


Mika semakin deras meneteskan air matanya. Mika bingung harus kah bercerita atau menyimpan rapat semua ini.Tetapi yang Mika ingat dari novel atau film yang pernah di lihat kalau penjahat mengancam jangan bilang - bilang dan korban nekat datang yang terjadi akan fatal. Mika yang tidak menginginkan hal itu terjadi maka memutuskan bercerita kepada kak Intan.


Mika menyerahkan HP nya kepada kak Intan.


"Lihatlah kak isi pesan ni tidak di kenal ini?" ucap Mika.


"Ini no siapa dek?" tanya kak Intan.


Mendapat pertanyaan dari kaka iparnya Mika menjelaskan awal perkenalan dengan Kevin yang menawarkan diri sebagai investor di RS.Diamond, kasus penjebakan Devon hingga tuntutan penipuan yang di buat oleh Kevin. Mika menceritakan sedetail mungkin agar tidak salah paham dalam memahami permasalahan yang terjadi.


Setelah mendengar semua cerita Mika, kak Intan mengucapkan sebuah kalimat yang melega hatinya. Mika berharap banyak agar kaka iparnya ini dapat membantunya.


"Aku akan membantumu, sekarang habiskan makananmu dek, setelah itu ikutlah denganku!" perintah kak Intan.


Mika pun melakukan apa yang di perintahkan kaka iparnya. Setelah selesai menghabiskan makanan dan minuman mereka, kini mereka melanjutkan perjalanan yang kak Intan janjikan.


Selama perjalanan Mika tidak menanyakan apa pun, dirinya mempercayakan sepenuhnya kepada kaka iparnya.


Setelah 3 jam perjalanan sampailah mereka berdua di kota Jakarta. Kak Intan terus mengemudikan mobilnya hingga memasuki kawasan apartemen elite di jakarta pusat.


Setelah sampai kak Intan mengajak Mika menaiki Lift menujuh lantai yang di inginkan, sesampainya di lantai 10 kak Intan mengajak Mika keluar dari lift dan melanjutkan pencarian no apartemen yang di carinya. Pencarian mereka terhenti pada no pintu 1011.


Kak Intan langsung menekan pin pintu dan terbukalah pintu apartemen itu. Saat di dalam apartemen kak Intan menyuruh Mika untuk duduk, lalu kak Intan meninggalkan ke dapur untuk mengambil minuman dan cemilan.


Setelah itu kembali ke ruang tamu tempat Mika duduk sambil menikmati tontonan film kartun pada layar TV di hadapannya.


Kak Intan duduk di samping Mika dan menyerahkan botol air mineral untuk Mika.

__ADS_1


"Istirahatlah di kamar, jika kamu lelah dek" ucap kak Intan.


Mika yang bingung dengan semua ini dengan ragu - ragu langsung bertanya kepada kaka iparnya.


"Kak ini apartemen siapa?" tanya Mika.


"Apartement kaka" jawab kak Intan.


Kak Intan menyadari kalau Mika merasa ada kekhawatiran yang di rasakan. Lalu kak Intan menjelaskan maksud kedatangan Mika kemari. Kak Intan mengatakan kalau apartement nya ini sangat aman dari penyusup dan mata - mata.


Mika yang semakin bingung segera bertanya kepada kaka Iparnya.


"Kak tolong jelaskan, aku tidak paham maksud dari ucapan kaka" ucap Mika dengan polosnya.


Kak Intan yang kasihan bila adik iparnya menebak - nebak tidak jelas, akhirnya menjelaskan kedatangannya di apartemen kak Intan untuk menunggu beberapa orang kepercayaan kak Intan.


Mereka adalah orang yang biasa membantu kak Intan dalam menyelesaikan permasalahan beratnya, salah satunya masalah mengungkap perselingkuhan suaminya.


Setelah kak Intan menjelaskan kini Mika paham maksud dari kaka iparnya membawa ke tempat rahasianya.


"Sekarang istirahatlah, nanti bila mereka telah datang aku akan membangunkan dirimu dek" ucap kak Intan.


Mika yang merasa lelah karena tubuhnya semalam kurang istirahat, maka pamit untuk tidur.


Setelah itu kak Intan menghubungi Devon untuk menanyakan ke beradaannya.


Devon yang mengatakan kalau sedang bersama papa yang akan mendatangi kantor pengacara Bagaskara.


"Pulanglah, jangan rendahkan keluarga kita ke pengacara tidak berguna itu" ucap kak Intan.


Devon yang mendengar perintah kakanya segera menanyakan solusi yang di hadapinya, karna Devon tau pasti Mika sudah memberitahu kak Intan.


Kak Intan hanya menyuruh adik dan papanya pulang, kak Intan berjanji akan membantu untuk menyelesaikan kasus adiknya.


Devon yang mendengar perintah sang kaka hanya bisa pasrah dengan perintah kakanya yang selama selalu ini omongannya dapat di percaya oleh Devon dan keluaraga.


Devon pun menyampaikan kepada papanya dan kini kedua pria berbeda usia dan generasi ini akhirnya mengurungkan perjalanan mereka dan kembali ke rumah karna jam paktek mereja pun telah usai.


Bersambung...


πŸ’–πŸ’–Lanjut ikuti ceritanya yaa..πŸ’–πŸ’–


Mohon maaf bila masih banyak salah typoπŸ™πŸ™πŸ˜πŸ˜


Tinggalkan jejak Like nya kak, biar Author lebih semangat lagi up nyaπŸ™πŸ™πŸ˜πŸ˜

__ADS_1


__ADS_2