
Bab 140
Shila dengan keberaniannya secara terang - terangan mendekati Devon. Keberadaan Mika di dekat Devon tidak menjadi penghalangnya untuk membatalkan rencananya. Padahal selama ini Shila mengumpat dari kejaran pihak berwajib hingga namanya termasuk DPO pihak kepolisian.
Kini Shila harus mempertanggung jawabkan atas perbuatannya yang dengan sengaja melecehkan Devon di tempat umum dan di depan orang banyak.
Devon yang di temani pengacaranya pun sudah melaporkan Shila kepada pihak kepolisian untuk pelaporan tindakan tidak menyenangkan pasal 335 ayat (1) KUHAP dan pelecehan yang dilakukan oleh Shila kepada Devon yaitu Pasal 6 UU, pelaku pelecehan seksual fisik dapat dipidana hingga 12 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 300 juta.
Tidak main - main Devon kali ini dengan tegas meminta bantuan pengacara keluarganya agak menuntaskan kasus ini dan jangan sampai Shila dapat lolos lagi dari kasus ini.
Akhirnya atas permintaan pihak pengacara dan bukti pun sudah lengkap makan kepolisian melakukan penahanan kepada Shila atas kasus yang menjeratnya.
"Ah.....sial kau Devon, lihat saja jangan panggil aku Shila atau kau lebih mengenalku Lala kalau aku tidak bisa membuatmu bertekuk lutut di bawah kakiku" teriak Shila saat dua polisi menangkapnya dan mengiringnya ke kantor polisi.
Proses kasus Shila ini memang cukup cepat hanya dalam waktu seminggu kasusnya sudah P21 dan sudah dapat di adili di pengadilan.
Devon dan pengacaranya kini sedang sibuk untuk proses peradilan kasus Shila.Devon hari - hari ini hanya disibukan dengan kesehatan bu Leni yang masih dalam pantauannya dan perkembangan kasusnya.
Kemarahan dan kecewaan Mika terhadapnya disisihkan dahulu. Walaupun mereka tinggal satu rumah bahkan masih satu tempat tidur tetapi sudah seminggu mereka tidak bertegur sapa.
Sikap dingin Mika membuat Devon takut untuk memulai bicara. Devon ingin kasusnya selesai dan memberikan kabar itu bila semua telah usai.
Bagi Devon memohon - mohon untuk pengertian Mika pastinya akan di tolak Mika, oleh karena itu Devon lebih fokus untuk menjebloskan Shila ke penjara tanda keseriusan Devon dalam memberi hukuman atas perbuatan Shila yang melecehkan dirinya. Devon tidak ingin Mika beranggapan kalau Devon mengharapkan dan menikmati belaian yang Shila lakukan kepadanya.
Mika yang berubah menjadi wanita dingin dengan tatapan tajamnya. Kasih sayang Ny.Rose sajalah yang meluluhkan kemarahan anaknya itu.
Ny.Rose yang sudah mengenal karakter anaknya lebih memilih hanya mendukung dan menjadi tempat curhat anaknya.
Namun sayangnya Mika hanya sekali saja curhat masalah pernikahannya dengan Devon di hari pertama kali Ny.Rose melihat Devon dan seorang wanita yang tidak dikenalnya berciuman mesra di tempat umum bahkan di depan istri dan ibu mertuanya.
Mika lebih memilih diam dari pada mencerita kegundahan dan kesedihannya kepada ibunya. Mika takut ibunya akan terbebani oleh permasalahannya bila dirinya bercerita semua yang terjadi. Mika pun hanya menceritakan kalau wanita itu terobsesi dengan Devon.
Ny.Rose melihat sikap Mika sangat mirip sekali dengan ayahnya yang lebih suka memendam sendiri beban permasalah dirinya daripada mencerita kepada orang lain.
"Nak, apakah hari ini kita akan ke RS.Diamond?" tanya Ny.Rose.
Ny.Rose sebenarnya berharap hari ini tidak ke RS.Diamond. Dirinya berniat membawa Mika menghadiri sidang pertama Shila atas kasua pelecehan dan tindakan tidak menyenangkan kepada Devon.
__ADS_1
Pagi ini seperti biasanya mereka bertiga sarapan bersama di meja makan. Kak Intan yang sudah pulang bersama anak dan babysister membuat suasana rumah Mika lebih sepi.
Mika yang tidak melihat keberadaan istri Mr.X langsung bertanya kepada ibu.
"Bu, dimana istri Mt.X, mengapa dirinya tidak sarapan dengan kita?" tanya Mika.
"Dia sedang meneria telepon dari suaminya dan meminta kita sarapan duluan karena dia akan sarapan agak siang" penjelasan Ny.Rose.
Mika yang tersadar akan kasus Shila beberapa bulan yang lalu dalam mencelakan dirinya dan saat di lakulan pengejaran Shila dan suster khianat itu pergi ke luar negri menurut pegembangan dari laporan Mr.X...
Mika berharap kalau Devon akan ingat kasus Shila sebelumnya sehingga dapat memperberat hukumannya.
Devon yang paham makna dari tatapannya kepada Mika segera menyampaikan maksudnya.
"Sayang hari ini kasua Shila akan di adili jam 10 nanti, dapatkan kamu datang dalam memberi dukungan akan kasus ini" ucap Devon.
Mika yang melihat kalau Devon penuh harap kepadanya, dengan terpaksa Mika memulai obrolan serius dengan Devon.
"Apakah mas masih melanjutkan kasus sebelunya?" tanya Mika.
"Iya sayang, selain itu pihak pengacaraku juga mengajukan tuntutan baru itu" penjelasan Devon.
Kini Mika dan ibunya sedang berada di mobil milik Devon menujuh pengadilan negri Bandung untuk menghadiri persidangan perdana kasus Shila.
Sebenarnya Mika agak sedikit lega setelah mengetahui Shila tertangkap untuk kejahatannya. Namun Mika masih marah dengan suaminya yang di nilai begitu menikmati ciuman panas itu.
Sidangpun di mulai, Devon dan team pengacaranya yang berjumlah 4 orang itu sudah memasuki ruang sidang.
Mika dan ibunya telah duduk di kursi pengunjung di ruang sidang tersebut. mika melihat Shila yang di liputi rasa cemas.
Persidangan itu cukup alot karena bantahan dan sanggahan Shila membuat team pengacara Devon mengeluarlan jurus untuk menjebak shila dalam pertanyaan pemungkasnya.
Akhirnya persidangan itu usai juga setelah 2,5 jam sidang berlangsung. Jaksa menuntut Mika 15 tahun penjara
dengan pertimbangan kalau Shila adalah pernah DPO atas kasus ini. Namun Hakim memutuskan hukuman 20 tahun penjara atas kasus ini.
Shila dan team penasehat hukumnya tidak terima atas vonis hukum yang dijatuhkan hakim terlalu berat dan lama.
__ADS_1
Shila dan team penasehata hukumnya menyatakan banding atas hal ini. Pengadilan negri Bandung mempersilakan kepada pihak terdakwa untuk pengajuan tersebut terhitung 14 hari dari putusan.
Mika yang menyaksikan putusan itu merasa senang ternyata hanya dalam sekali sidang hakim sudah menjatuhkan vonis.
Mika berharap Shila kalah di MA atas bandingnya. Sedangkan Ny.Rose hanya bisa memberikan dukungan kepada anaknya.
"Sayang, yuk kita pulang!" ajak Devon kepada Mika.
Mika hanya bisa mengikuti suaminya bersama ibunya tanpa membantah ajakan suaminya.
Selama perjalanan Mika masih terdiam tanpa memberi tanggapan persidangan tadi. Mika lebih memilih mengunci rapat mulutnya dibanding berbicara dengan Devon.
Saat sampai di rumah Ny.Rose langsung masuk kamarnya untuk beristirahat sedangkan Mika dan Devon menujuh kamar mereka di lantai dua.
Di dalam kamar Devon melihat di sinilah moment yang tepat baginya untuk meminta maaf dan menjelaskan yang terjadi.
"Sayang aku ingin bicara, tolong dengarkan aku hingga selesai tanpa memotongnya" ucap Devon.
Setelah Devon menceritan kronologi yang terjadi atas kedatangan Shila yang tidak pernah di harapkan itu.
"Sayang maafkan aku semua terjadi tiba - tiba dan membuat aku syok " ucap Devon.
Mika yang tidak ingin memperpanjang masalah segera mengalihkan ke topik yang lain.
"Bagaimana kabar bu Leni mas?" tanya Mika kepada Devon.
Devon menjelaskan kalau tiga hari yang lalu Prof.Emin sempat datang untuk melihat kesehatan bu Leni, hanya saja prof.Emin menyarankan untuk kita banyak berdoa atas kesembuhan bu Leni.
"Apakah bu Leni tidak ada harapan lagi?" tanya Mika.
Devon bingung harus menjawab apa padahal pro.Emin terang - terangan menceritakan hal - hal buruk yang mungkin akan terjadi pada bu Leni.
Dengam berat hati Devon menceritakan apa yang Prof.Emin sampaikan.
Bersambung...
πΈπΈπΈLanjut ikuti ceritanya yaa..πΈπΈπΈ
__ADS_1
Tinggalkan jejak Like nya kak, biar Author lebih semangat lagi up nyaππππ