
Bab 53
Intan dan suami sengaja datang pada acara Aqiqah keponakannya, walaupun mereka harus diburu - buru oleh waktu.
Pukul tiga dini hari Kak Intan dan suami heboh terburu - buru harus ke jakarta diantar supir pribadi mama nya. Jadwal penerbangan mereka pukul 10:15 pagi melalui bandara Internasional Soekarno Hatta, Tanggerang Banten.
Papa dan Devon yang mengantar Intan dan suaminya. Mama dan Mika tidak bisa mengantar mereka karena kasihan baby Al jika diajak pergi jauh - jauh.
Perjalanan di waktu pagi dini hari tidak mendapatkan hambatan apa pun. Jalanan lancar sekali, mereka hanya memakan waktu 3 jam sampai di bandara Internasional Soekarno Hatta.
Setelah sampai di bandara kak Intan dan suami memilih istirahat di lounge bandara.
Sedangkan papa dan Devon langsung kembali ke Bandung karena pagi ini mereka ada jam praktek di RS X.
Selama perjalanan hanya sepi senyap, semua diam seakan tidak ada yang mau di bicarakan. Suasana sunyi mobil membuat mereka mengantuk dan mengantarkan mereka masuk dalam mimpi indah masing - masing. Hanya sang supir yang harus terjaga dalam mengemudikan mobil.
Lancarnya perjalan dan lelah tubuh mereka membuat papa dan Devon nyenyak dalam tidur mereka.
Sang supir memacu kecepatan kendaraannya dengan kecepatan agak sedikit tinggi. Akhirnya perjalanan yang cukup jauh antara Tanggerang - Bandung ini telah sampai di rumah.
Sesampainya di rumah karena masih ada waktu sebelum berangkat praktek, papa dan Devon memanfaatkan waktu itu untuk melanjutkan tidur mereka di kamar masing - masing.
Setelah itu mereka melanjutkan rutinitas pekerjaan sehari - harinya sebagai dokter. Hampir setiap hari mereka melakukan rutinitas yang sama. Rasa jenuh sudah pasti bagi mereka.
Enam bulan kemudian.
Tidak terasa waktu berjalan dengan cepatnya. Di Negara yang berbeda, tepatnya di Korea selatan ada yang menanti sejak lama waktu nya untuk kembali ke Indonesia.
Dia adalah Shila, kini dirinya sedang disibukkan packing untuk semua barang dan kelengkapan dokumennya.
Sore harinya Shila sudah berada di bandara udara Internasional IncheonβSeoul, jam 17:45 jadwal penerbangan Shila ke Indonesia.
Kini pesawat Shila sudah terbang, Shila sangat kangen akan tanah air Indonesia. Kepulangannya dengan rasa dendam di hatinya.
Setelah hampir lebih dari 7 jam pesawat mengudara, akhirnya Shila sampai juga di Bandra International Soekarno Hatta.
Shila senang sekali pesawat yang di tumpanginya mendarat dengan selamat. Shila tidak pulang ke rumah milik Burhan, tetapi lebih memilih hotel untuk tempat tinggal sementaranya.
Sesampainya di hotel, Shila memulai merancang stategi untuk kehancuran Mika. Dengan bantuan detektif yang dibayarnya, Shila sudah mengetahui semua informasi tentang Mika dan Devon.
Shila ingin sekali merebahkan tubuhnya, namun baru saja akan berbaring teleponnya berdering. Salah satu orang bayarannya menginformasikan bahwa Devon sudah menujuh RS X.
Shila mengesampingkan rasa lelahnya di banding melampiaskan amarahnya.
Shila berdandan layaknya supermodel untuk menarik perhatian Devon.
Shila meminta bantuan pegawai hotel untuk memesankan sebuah taksi. Setelah taksi datang Shila menujuh ke RS X.
Sesampainya di RS X Shila mendaftar sebagai pasien Devon. Shila mendaftar sebagai pasien terakhir.
Shila dengan sabar menunggu di ruang tunggu pasien sampai seorang perawat manggil nama Shila, tanda giliran Shila masuk ke ruang praktek Devon untuk berkonsultasi sakitnya.
Shila masuk ke ruang praktek Devon, dengan wajah yang ceria.
"Siang dok" ucap Shila ketika memasuki ruang praktek Devon.
Devon tidak menjawab hanya melirik saja dan mempersilakan Shila duduk. Devon mulai menayakan keluhan yang di rasakan Shila, hingga meminta Shila berbaring di tempat periksa.
Shila dengan sengaja membuka 3 kancing atas kemejanya, sehingga saat dirinya berbaring terpampang jelas belahan dadanya saat Devon sedang memeriksa Shila.
Devon sudah terbiasa dengan pasien genit seperti Shila. Paras wajah Devon yang rupawan membuat Devon harus tahan akan godaan cewek - cewek cantik yang berpura - pura sakit untuk berobat kepadanya.
Devon sudah mengetahui bahwa Shila hanya berpura - pura sakit saja, tetapi Devon tidak mengetahui bahwa pasien yang mengaku Lala itu adalah Shila.
Wajah Shila sekarang jauh lebih cantik dan menggoda bagi yang melihatnya. Tidak hanya kaum adam yang mengagumi, kaum hawa pun di buat iri oleh Shila karena kecantikannya sekarang.
Shila sengaja berlama - lama di ruang pratek Devon dengan berbagai macam pertanyaan keluhan dirinya kepada Devon. Sudah lebih dari 1 jam Shila dalam ruang praktek Devon.
Akhirnya Devon menyudahi obrolan tidak jelas itu. Devon meninggalkan ruang praktek miliknya, walaupun Shila masih ada di dalam ruangan itu.
Devon ingin cepat pulang untuk melihat kelucuan baby Al. Rasa rindunya kini terbagi dua antara Mika dan baby Al. Devon tidak pedulikan wanita lain saat ini selain istrinya Mika.
Shila sungguh merasa tersinggung atas sikap Devon. Shila berjanji akan membalas semua sikap acuh Devon.
"Dev, kau akan membayar mahal atas sikap acuhmu kepadaku" ucap Shila dalam hati yang merasa tersinggung atas sikap Devon.
Setelah di acuhkan Devon, Shila menjalankan rencana berikutnya.
__ADS_1
Malam harinya Shila mengirimkan pesan kepada Devon.
[Met malam Dr. Devon]
[Dok lagi apa?..Sudah makan belum? ]
pesan yang di kirim Shila.
Shila menunggu - nunggu balasan pesan dari Devon, tetapi tidak ada juga pesan yang di balas Devon.
Hingga tengah malam Shila berinisiatif menelepon Devon.
Hingga 3 kali menghubungi Devon, namun tidak di angkat juga.
Sementara di tempat yang berbeda, Devon sedang senang - senangnya bermain dengan baby Al. Devon suka sekali mengganggu anaknya dengan menciumi seluruh wajah anaknya. Baby Al tersenyum karena merasa kegelian. Devon akan mengulangi beberapa kali kepada baby Al, hingga Al tidak tersenyum lagi, tetapi menangis karena ulah papa nya.
Hampir sudah 6 bulan ini, setiap hari nya kesibukan Devon setelah pulang ke rumah bermain dengan baby Al, bahkan Devon sudah jarang sekali melakukan waktu hanya berdua saja dengan Mika.
RS Diamond adalah nama RS milik Mika yang menjadi impian Mika. Namun semenjak RS Diamond resmi dibuka membuat Mika terlalu sibuk mengurus RS nya sehingga waktu kebersamaan suaminya tidak pernah ada lagi.
Hanya dengan baby Al saja Mika masih fokus mengurusnya, sehingga Devon mengurus kebutuhannya sendiri tanpa bantuan istrinya lagi.
Sudah 3 bulan ini Mika lebih sibuk di luar rumah, walaupun baby Al selalu di bawa Mika dengan bantuan seorang babysitter untuk membantu menjaga baby Al saat Mika sedang rapat atau praktek.
Devon merasa kehilangan dari perhatian istrinya, tetapi Devon tidak berani membicarakan hal itu kepada Mika. Devon tau kalau memiliki RS itu adalah impian sejak dulu Mika, dirinya tidak ingin hanya karena ke egoisannya Mika harus berhenti berkarier.
Kehampaan hati Devon menjadi peluang baik bagi Shila. Begitu gigih Shila selalu mengirimkan pesan perhatian kepada Devon, walaupun tidak dibalas, tetapi Shila terus mengirimkan pesan - pesan perhatiannya.
Tidak sampai disitu saja, hampir setiap hari Shila datang ke RS X hanya sekedar untuk mengirim makanan atau menjadi pasien yang berpura - pura berobat kepada Devon.
Kegigihan Shila untuk meluluhkan hati Devon begitu besar. Shila selalu datang ketempat praktek Devon dengan pakaian yang begitu menggoda bagi yang melihatnya. Lekuk tubuh Shila yang indah membuat laki - laki mana pun akan menatapnya, termasuk Devon.
Awalnya Devon bersikap cuek dan dingin kepada Shila, namun perhatian yang Shila berikan membuat Devon tergoda. Kurangnya waktu Mika dalam memberi perhatian kepada Devon, membuat Devon merespon sedikit demi sedikit perhatian yang diberikan Shila.
Seperti saat ini, Shila datang menjadi pasien pura - pura Devon. Shila datang dengan 2 paperbag ditangannya. Kedua paperbag itu berisi makan siang.
Satu paperbag diberikan kepada dua perawat yang membantu Devon praktek sebagai sogokan tutup mulut mereka dan satu lagi pastinya untuk Devon.
Awalnya Devon menolak, tetapi karena setiap hari Shila datang dengan kelakuan yang sama, dan di sisi lain Devon tidak ada waktu untuk pergi membeli makan siang, akhirnya menerima pemberian Shila.
Devon mulai menjalin komunikasi dengan Shila. Pesan - pesan Shila yang selama ini di abaikan mulai di respon oleh Devon.
Rencana Shila untuk merebut hati Devon sudah mulai berjalan sesuai rencananya.
Shila melakukan hal itu terus menerus dan hasilnya semakin hari hubungan mereka semakin dekat sekali.
Devon kini membalas perhatian Shila, tidak jarang Devon mengirimkan pesan kepada Shila layaknya dua pasang kekasih yang sedang kasmaran.
Sebelum tidur Devon selalu duduk di balkon kamarnya sambil memainkan HP nya dengan senyum - senyum sendiri.
Awalnya Mika tidak menaruh curiga atas sikap Devon, tetapi sudah hampir sebulan ini Devon bersikap dingin kepada Mika.
Mika takut kelakuan Devon yang lalu terulang kembali. Firasat Mika mengatakan kalau ada sesuatu dengan Devon.
Devon yang selalu bermain dengan jagoan kecilnya ketika di rumah, tidak pernah lagi. Devon pun tidak pernah mengirimkan pesan atau Video call di sela - sela waktu sebelum atau setelah praktek. Bahkan pesan Mika pun tidak pernah di balas oleh Devon.
Setiap ada waktu sebelum tidur Mika ingin menanyakan kepada Devon untuk perubahan sikap Devon, namun Devon selalu saja menghindar.
Malam itu firasat di hati Mika serasa tidak enak sekali, seakan dalam hatinya berkata kalau suaminya sedang bermain api kembali dengan wanita lain.
Mika ingin mengumpulkan semua bukti itu, sampai Mika yakin dengan kebenarannya.
Mika terus memperhatikan sikap Devon dari tempat tidurnya. Mika melihat Devon yang senyum - senyum sendiri dan jari tangannya asik sibuk pada layar HP nya. Pandangan mata Devon sangat fokus pada layar HP nya.
Setelah hampir 1 jam Devon di balkon kamar, akhirnya Devon masuk ke dalam kamarnya. Mika terus saja memperhatikannya tanpa melepas pandangannya.
Devon yang merasa risih atas tatapan istrinya, akhirnya Devon memancing hasrat istrinya, karena sudah lama sejak kelahiran baby Al Devon tidak pernah memberi nafkah batin.
"Apa sayang?" ucap Devon sambil mengecup kening istrinya.
Mika masih terdiam dari sikap Devon, tetapi Devon sudah melakukan hal yang lain. Kecupan di kening berpindah ke seluruh wajah Mika dan berakhir pada ciuman lembut di bibir Mika.
Devon membisikan kata - kata romantis di telinga Mika, keromantisan Devon membuat Mika melupakan sikap Devon yang dingin belakangan ini.
Mika yang tidak ingin merusak moment romantisnya hanya bisa mengikuti arus yang Devon ciptakan.
Ciuman lembut yang di berikan Devon pada bibir Mika menjadi ciuman panas yang berlanjut kepada keinginan yang lainnya.
__ADS_1
Selanjutnya author skip ya say.. πππ
Silakan bayangkan masing - masing πππ
Setelah malam panjang itu, Mika berharap hubungan dengan Devon akan kembali baik dan harmonis lagi.
Pagi harinya Mika bersikap kembali menjadi Mika yang perhatian kepada suaminya, Mika ingin memperbaiki hubungannya dengan Devon.
Mika menyiapkan air hangat di bathtub dengan aroma terapi kesukaan suaminya.
Mika membangunkan suaminya karena jam sudah menunjukan pukul 6 pagi, sedangkan Devon ada jam praktek pukul 8 pagi.
" Mas... mas... bangun" ucap Mika dengan lembut.
Devon masih tidur pulas, sehingga Mika harus membangunkan kembali. Setelah dibangunkan yang kedua kali nya Devon membuka matanya, di lihat istrinya sudah rapi dengan pakaian kerjanya.
"Mau kemana sepagi ini?" tanya Devon.
"Aku ada rapat managemant RS jam 8 pagi ini mas" jawab Mika.
"Lalu aku?" tanya Devon yang menggantung maksudnya.
Mika yang mengetahui maksud dari pertanyaan Devon, segera menjawabnya.
"Mas untuk air hangat mandi sudah aku siapkan dan untuk pakaian kerja mas sudah aku siapkan di atas meja rias" ucap Mika.
Devon tidak menjawab ucapan istrinya dan langsung pergi mandi.
sekitar 20 menit kemudian Devon sudah turun dari kamarnya dengan setelan kemeja warna yang berbeda dari yang di siapkan Mika.
Mika melihat ada kemarahan di mata Devon, tetapi tidak tau apa yang menyebabkan Devon marah.
Mika mengajak Devon untuk sarapan bersama tetapi Devon menolaknya dengan alasan sudah telat. Mika hanya memaklumi saja kemauan suaminya. Mika menggendong baby Al untuk mengantar Devon sampai memasuki mobilnya.
Devon yang kesal mengabaikan semua perhatian Mika.
"Bye... bye... papa, ati - ati di jalan ya" ucap Mika sambil menirukan suara anak kecil sambil melambaikan tangan baby Al.
Devon tidak memberi respon apa pun dari yang sikap Mika. Akhirnya Mika kembali kekamar untuk mengambil tas kerjanya.
Saat di kamar Mika melihat pakaian yang di siapkan dirinya masih rapi di atas meja rias, Mika kekamar mandi, ternyata air hangat yang di siapkan tidak di gunakan suaminya.
Mika menjadi sedih, usahanya memperbaiki hubungannya tidak berhasil, tetapi Mika tidak menyerah, rencananya Mika akan ke RS X untuk mengantarkan sarapan kepada Devon.
Mika menelepon sekertarisnya agar rapat management RS di undur menjadi jam 10, Mika dan baby Al beserta babysister Al menujuh RS X di antar supir.
Sesampainya di RS X Mika menujuh ke poli tempat suaminya praktek. Mika menanyakan keberadaan suaminya kepada perawat yang ada di depan ruangan Devon.
"Pagi Sus, Dr. Devon ada sus?" tanya Mika.
"Pagi Dr. Mika, Dr. Devon nya belum datang?" jawab perawat.
Mika terdiam setelah mendapat jawaban perawat itu, bagaimana bisa Devon berangkat setengah jam lebih awal dari nya, tetapi belum datang juga. Mika yang tidak ingin menebak - nebak akhirnya menunggu di dalam ruang praktek Devon dan Mika menyuruh babysister Al untuk pulang bersama supir kerumah.
Waktu sudah menunjukkan pukul 8 pagi, seharusnya Devon memulai prakteknya, tetapi Devon tidak kunjung datang. Mika keluar dari ruang dan bertanya kepada suster yang ada.
"Apa hari ini Dr. Devon praktek?" tanya Mika.
"Harusnya iya Dok, tetapi sampai sekarang belum ada kabar, padahal sudah banyak pasienya yang mendaftar"jawab perawat.
Mika yang tidak ingin nama baik suaminya dan RS X papa mertuanya jelek terpaksa dirinya yang akan menggantikan praktek.
"Sus, 10 menit lagi panggillah pasien yang sudah mendaftar satu persatu, biar saya yang akan menggantikan Dr. Devon praktek" ucap Mika.
"Baik Dok" jawab perawat.
Mika menghubungi sekertarisnya agar rapat hari ini dicancel dan di gantikan besok. Untung saja background Mika sama - sama Spesial penyakit dalam hanya saja Mika sudah mengambil sub Imunologi.
Para pasien Devon sudah di periksa satu persatu oleh Mika hingga selesai.
Perawat Devon berterima kasih kepada Mika karena sudah mau menggantikan praktek Devon.
Mika melihat pergelangan tangannya jam 11:30 tetapi Devon belum datang juga, Mika sudah lebih dari 5 kali menelepon Devon tetapi tidak aktif HP nya. Mika pun sudah berkirim pesan kepada Devon berharap saat HP nya aktif, Devon merespon pesan yang di kirim Mika.
Bersambung...
πΈπΈπΈLanjut ikuti ceritanya yaa..πΈπΈπΈ
__ADS_1
Tinggalkan jejak Like nya kak, biar Author lebih semangat lagi up nyaππππ