
Bab 135
Rupanya perintah kepada Mr.X untuk mengikuti perawat yang bekerja sama dengan Shila itu sudah di ketahui perawat tersebut.
Perawat tersebut langsung pergi keluar kota setelah mengetahui Mr.X ke ruang CCTV untuk melihat rekaman CCTV RS.Diamond.
Kepergiannya yang tiba - tiba tanpa pamit dengan teman satu shiffnya membuat orang tidak curiga akan kepergiannya.
Pengejaran Mr.X bahkan sia - sia belaka tanpa hasil kerena matangnya rencana perawat itu sebelum bertindak membuatnya sangat sulit untuk di ringkusnya.
Sedangkan anak buah Mr.X sudah memburuh tetapi semua sia - sia karena keberadaan perawat itu hilang tanpa jejak.
Sedangkan anak buah Mr.X yang mencari keberadaan Shila pun sama hasilnya Nihil. Shila hilang keberadaannya setelah pergi dari RS.Diamond.
Pengejaran mereka yang tanpa jejak membuat kerja yang melelahkan. Mr.X turun tangan dalam kasus kali ini. Baginya kasus ini sangat besar dan sangat merepotkan. Anak buahnya yang selalu cepat dalam memecahkan setiap kasus baru kali ini gagal.
Mr.X memutar otaknya. Tidak mungkin dirinya melaporkan kepada Tn.Beck yang merupakan opa Mika dan meminta bantuan kepada para pengawalnya.
Mr.X yang tidak ingin adanya kemarahan dari Mika karena turut campurnya opanya membuat Mr.X berpikir ektra dalam pemecahan kasus ini.
Sedangkan di tempat yang berbeda Shila sedang tertawa bahagia dengan perawat yang menjadi mata - matanya. Mereka berdua masih di Indonesia hanya saja mereka yang tinggal di kota padat dengan tingkat individualisnya yang tinggi membuat mereka aman dalam bersembunyi.
"Kau jangan kemana - mana hingga satu bulan kedepan, setelah itu pergilah keluar negri sesuai arahanku bersama orang kepercayaanku!" perintah Shila kepada perawat tersebut.
" Baik nona, terima kasih atas kebaikan nona" jawab perawat.
Perawat itu merasa Shila merupakan orang yang sangat baik. Perbuatannya yang hanya membantu untuk masuk RS dan memberi informasi sedikit tentang atasannya yaitu DR.Mika sudah mendapat imbalan yang luar biasa bahkan keselamatannya terjamin.
Perawat itu tidak mengetahui bahwa rencana Shila selanjutnya yaitu melenyapkan bukti yaitu menghilangkan perawat itu selama agar tidak ada jejak saksi atas kejahatan Shila.
Shila yang memberi waktu 1 bulan hanya mengukur waktu untuk melihat perkembangannya sampai Mika dan orang suruhannya tidak fokus lagi kepada pencarian Shila dan perawat ini.
Waktu sudah hampir 2 minggu tetapi pencarian Shila dan perawat ini menemui titik terang. Hingga Mr.X menyarankan melupakan saja karena tidak bisa menemukan keberadaan kedua wanita tersebut.
Tetapi Mika bersikeras bahkan dia meminta Mr.X menambah anak buah yang profesional. Mr.X yang tidak bisa menolak permintaan majikannya akhirnya menyanggupinya.
Mr.X dan anak buahnya sibuk mencari keberadaan Shila dan perawat pengkhianat itu. Sementara itu istri Mr.X tetap setia menjaga Ny.Rose ibu dari Mika.
__ADS_1
Seminggu Kemudian...
Hari ini Mika dan Devon beserta anaknya pindah ke rumah barunya. Perpindahan yang mereka kali ini hanya memindahkan sebagian pakaian dan barang - barang milik mereka selebihnya membiarkan barang - barang milik mereka tetap pada tempatnya.
Perpindahan mereka juga di antar oleh kedua orang tua Devon dan kaka Intan beserta putri cantiknya.
Perpindahan mereka memang tidak terlalu merepotkan karena tidak ada barang rumah tangga yang di pindahkan. Semua yang terdapat di rumah Mika ini adalah barang baru yang sudah di tata oleh jasa desain interior.
Ibu Mika yaitu Ny.Rose terlihat bahagia dalam suasana penuh kebersamaan ini. Tatapannya tidak kosong lagi, sudah mau berbicara semua sudah banyak berubah. Bahkan kak Inta mengatakan kalau Ny.Rose sudah di nyatakan sembuh dari traumanya hanya saja masih perlu di dampingi dan obat anti depresi tetap di minum selamanya.
Bagi Mika dengan keadaan ibunya yang sekarang sudah sangat bersyukur. Ibunya sudah dapat di ajak ngobrol walaupun sekalipun Mika mendengar ibunya memanggil nama Mika.
Mika penuh harap agar ibunya lebih bisa dekat lagi dengannya.
Kebahagian keluarga Mika di sambut dengan hujan yang cukup lebat.
"Alhamdulillah, Allahumma Shoyyiban Nafi'an" doa Mika.
Setelah itu Mika mengajak ibunya agar beristirahat ke kamarnya. Kali ini Mika tidak memakai jasa perawat lagi. Mika tidak ingin kecolongan lagi bagi karyawan yang berkhianat.
Sesampainya di kamar terdengar suara petir yang sangat keras sekali membuat Ny.Rose takut. Lalu Mika mencoba menenangkan ibunya.
"Anak...anak...kau...anakku?" tanya Ny.Rose.
Pertanyaan tiba - tiba ibunya membuat Mika sungguh terkejut bahkan senang sekali dan berharap ibunya akan tiap hari mengucapkan kata anakku untuk Mika.
Mika kembali mengajak Ny.Rose agar mencoba mengenang masa lalunya. Mika ingin seutuhnya di sukai oleh ibunya. Namun Mika harus sabar.
"Anakku...anakku...anakku....." ucap Ny.Rose.
Mika bahagia sekali karena ibunya sudah dapat mengucapkan kata anakku kepada Mika. Sebuah kata sederhana tetapi sangat dalam maknanya.
Mika memegang kedua tangan ibunya dan menyalurkan rasa sayang itu dari genggaman kedua tangannya dan tatapan kedua matanya yang begitu bahagia akan kehadiran ibunya.
"Bu istirahatlah, aku akan selalu menjagamu" ucap Mika.
Ny. Rose menatap kedua mata puterinya lalu tersenyum kepada Mika. Walaupun tidak berucap dengan senyuman saja sudah membuat hatinya bahagia.
__ADS_1
Kini Ny.Rose sudah tidur pulas dengan belaian anaknya. Rasa nyaman yang di rasakannya mempercepat dirinya tertidur.
"Tuhan terima kasih atas kebaikan dan anugerahMu" rasa syukur Mika terucap lewat bibirnya dengan pelan tanpa mengganggu tidur ibunya.
Tak lama terdengar ketukan pintu kamar dan saat di persilakan masuk oleh Mika ternyata istri Mr.X.
"Nona" ucap istri Mr.X
Mika tersenyum dan meminta istri Mr.X agar sementara tidur dikamar ibunya. Walaupun ibunya sudah di nyatakan sembuh tetapi ada saja ras kekhawatiran di hatinya bila harus membiarkan ibunya sendiri di kamar.
Istri Mr.X yang paham maksud Mika kembali mengucapkan sesuatu yang melegakan Mika.
"Tenanglah nona, bagi saya nyoya adalah kaka saya sendiri, sebagai adik saya akan melindungi kaka saya dengan sepenuh hati saya" ucap istri Mr.X.
"Terima kasih...terima kasih atas semua kebaikan kalian yang sudah menganggap ibuku dan diriku adalah keluarga kalian" ucap Mika.
"Kami yang harusnya berterima kasih karena di pertemukan oleh majikan berhati baik seperti kalian" ucap istri Mr.X.
Keharuan mereka berdua membuat suasana kamar ibu Mika penuh haru. Mika menahan tangisnya agar tidak mengganggu tidur ibunya.
Kebahagian keluarga besar Mika kini telah lengkap. Di tengah kebahagian itu HP Mika berdering.
Mika mengambil Hp yang berada di saku celananya dan menggeser tombol hijau pada HP tersebut.
"Halo...apa...? Bagaiman bisa?" ucap Mika dengan mata berkaca - kaca dan lelehan air mata merembas di ujung kedua mata Mika.
Istri Mr.X yang penasaran segera menanyakan kepada Mika.
"Ada apa nona?" tanya istri Mr.X.
Mika tidak menjawab tetapi air mata di kedua matanya semakin deras.
Bersambung...
Ingin mengetahui kelanjutannya, ikut terus ya para pembaca setiaku, Terima kasih 🙏🙏😍😍
Tolong tinggalkan jejak Like, vote dan hadiah kalian pada karyaku, agar author lebih semangat up nya, 🙏🙏🙏😍😍😍
__ADS_1
,