Lihatlah Aku

Lihatlah Aku
Lihatlah Aku, season 2


__ADS_3

Bab 63


Setelah papanya pergi meninggalkan ruangnya. Devon berpikir untuk mencari cara demi kebaikan dirinya. Devon berpikir kalau urusan pertama yang harus di bereskannya adalah Lala.


Devon segera menghubungi Lala.


Nut... nut... Nada sambung menunggu sambungan telepon diangkat.


Shila : "Halo sayang"


Devon : "Halo La"


Shila : "Sayang kita jadikan shopping hari ini?"


Devon : "Sabarlah La, untuk sementara kita jangan bertemu dulu ya"


Shila : "Tapi aku kangen sayang, kalau begitu kamu datang ya ke tempatku"


Devon : "Ya, tetapi tidak sekarang"


Shila : " Tapi aku kangen sayang"


Devon : "Sabarlah sebentar, tunggu situasi aman"


Devon yang tidak ingin ada perdebatan lagi yang hanya akan menambah pusing kepalanya. Akhirnya Devon menutup teleponnya secara sepihak tanpa say hello lagi kepada Lala.


Devon pikir urusan dengan Lala alias Shila telah usai. Kini Devon tinggal membereskan urusannya dengan Mika.


Devon tidak ingin hidupnya mengelandang di jalan. Dirinya kenal benar sifat otoriter papa nya. Devon yang tidak ingin kemalangan datang kepada dirinya, akhirnya mengalah untuk berdamai dengan Mika demi masa depannya.


Devon mengemudikan kendaraannya menujuh RS. Diamond milik Mika.Sesampainya disana Devon menujuh ruangan Mika.


Saat Devon akan memasuki ruangan, seorang wanita yang di ketahui adalah sekertaris Mika melarang Devon masuk. Devon sempat emosi dengan sikap sekertaris Mika yang sok itu. Padahal sekertaris Mika hanya melaksanakan perintah dari Mika saja.


Devon yang tidak terima dihalang - halangi untuk masuk. Akhirnya berontak dan terjadi keributan antara Devon dan sekertaris Mika.


Devon berteriak - teriak mengundang perhatian Mika di dalam ruangan. Benar saja setelah Devon berteriak keluarlah beberapa orang dari dalam ruangan Mika yaitu 3 orang wanita dewasa yang tidak lain adalah tim pengacara Mika.


Semua kejadian keributan di depan ruangan Mika terekam CCTV yang Mika pasang.


Mika sengaja tidak keluar dari ruangannya, karena Mika masih trauma bertemu Devon.


"Mika... Mika... Mika... Keluar dong" teriak Devon yang berharap Mika keluar untuk menjumpainya.


Tetapi sayang Mika lebih memilih bersembunyi dibanding menjumpai suami nya.

__ADS_1


Devon tidak menyerah begitu saja, Devon terus menego sekertaris dan pihak tim pengacara Mika untuk bertemu dengan Mika dan Devon berjanji tidak akan membuat keributan. Dirinya hanya akan menunggu Mika di luar ruangan saja.


Devon duduk dengan tenang bersama tim pengacara Mika yang mendampingi Mika untuk kasus perceraiannya.


Devon menyampaikan niat baiknya untuk rujuk dengan Mika, Devon juga menyampaikan penyesalan atas perbuatan bodohnya dan Devon berjanji tidak akan pernah menyakitkan hati Mika lagi.


Devon juga memohon kepada pihak pengacara Mika agar bisa menjelaskan kepada Mika perihal keinginan rujuk Devon. Sebagai pertimbangan kondisi Mika sedang hamil dan Devon tidak ingin status anaknya menjadi tidak jelas karena keegoisan dirinya dan Mika.


Pihak pengacara Mika menerima maksud baik Devon dan akan mendiskusikan kepada Mika.Tim pengacara Mika pamit pulang dari Devon.


Waktu terus berjalan, tidak terasa jam kerja pun telah usai untuk Mika bersiap untuk pulang, saat Mika membuka pintu tiba - tiba dibawah kaki Mika ada yang bersujud.


"Mika sayang maafkan suamimu ini" ucap Devon dengan derai airmata.


Awalnya Mika tidak menjawab apa pun dan terus berusaha membebaskan kakinya dari tangan Devon yang menahannya.


Devon terus menangis dan memohon agar Mika memaafkannya.


Mika yang tidak ingin menjadi bahan tontonan gratis para karyawannya, meminta Devon bangun.


"Tidak aku tidak akan bangun sayang... Sampai kamu memaafkan dan kita sama - sama hidup bersama lagi" ucap Devon.


Mika bingung apa yang harus di lakukannya.


"Mika sayang please maafkan aku, kasihan anak kita baby Al dan anak kita dalam kandunganmu" ucap Devon dengan air mata yang terus mengalir.


Devon memeluk dan mengecup seluruh wajah Mika tanda syukur kalau istrinya telah memaafkan dirinya.


Mika hanya diam tetapi dalam kewaspadaan. Mika takut Devon hanya berpura - pura dan akan melakukan hal nekat seperti di apartemennya.


"Maaf mas, aku permisi pulang" ucap Mika


yang tidak nyaman dengan situasinya.


"Iya sayang, biar aku antar ya!" ucap Devon.


"Tidak perlu mas, terima kasih" jawab Mika.


"Kalian tinggal dimana sayang?" tanya Devon.


"Belum saatnya mas tau" jawab Mika.


Devon melihat situasi baik, Mika sudah mau


menjawab pertanyaannya. Devon tidak melewatkan kesempatan emas itu. Devon terus berbicara selembut mungkin agar Mika percaya dan luluh kepadanya.

__ADS_1


"Sayang aku kangen baby Al, bolehkah aku melihatnya, please!" Devon terus memohon.


Mika yang kasihan akhirnya membuat kesepakatan.


"Datanglah besok, aku akan membawa baby Al ke RS. Diamond besok" ucap Mika.


"Baiklah sayang" jawab Devon.


Devon menyerah dan membiarkan Mika pergi. Dirinya berharap Mika akan percaya akan permohonan maafnya.


Sedangkan Mika selama perjalanan memikirkan perubahan sikap Devon.


"Tuhan berilah petunjukMu" doa Mika dalam hatinya.


Keesok harinya Devon pagi - pagi sekali sudah pergi ke RS.Diamond menanti kedatangan istri dan anaknya.


Tepat jam 7:30 Mika dan baby Al tiba di RS. Diamond. Devon datang menghampiri ke anaknya sambil membawa sebuah mainan robot untuk anaknya dan buket bunga mawar putih untuk Mika.


Baby Al sangat senang sekali dengan kehadiran Devon. Begitu juga Mika yang berbunga - bunga di hatinya.


Mika meminta babysister Al untuk mengawasi baby Al. Mika kembali ke ruang kerjanya di banding berdekatan dengan Devon karena detak jantung Mika selalu lebih cepat bila Devon terlalu romantis.


Devon mengetahui kalau Mika masih menjaga jarak dengannya. Devon dengan sabar merebut kembali hati istrinya. Devon tidak lupa merekam kebersamaannya dengan baby Al dan mengirimnya kepada papanya.


Devon berusaha membujuk Mika dengan makan siang bersama. Mika yang melihat ketulusan Devon akhirnya mau menerima ajakan suaminya.


Tidak terasa sudah hampir satu pekan Devon melakukan rutinitas barunya untuk bermain bersama anaknya setiap pagi. Devon pun ijin cuti agar fokus dengan permasalahan keluarganya. Gugat permohonan talaknya pun sudah di batalkan dan Devon memilih bersama kembali dengan istrinya.


Mika yang melihat perubahan sikap Devon yang kembali lembut akhirnya luluh kembali dan menerima keinginan Devon untuk pulang ke rumah orang tuanya.


Mika melihat Devon yang sudah jauh lebih baik, akhirnya menerima kemauan Devon.


Akhirnya setelah selama seminggu Devon berjuang merebut simpati hati Mika, membuahkan hasil juga. Mika memberikan kesempatan untuk kesekian kalinya untuk Devon. Sungguh beruntung Devon memiliki istri pemaaf.


Mika dalam seminggu itu sempat bimbang apa langkah yang diambilnya.


Sakit hati pasti, berkali - kali Devon menduakan Mika, bahkan Devon hampir saja menghilangkan nyawa Mika.


"Tuhan saja Maha pemaaf, lalu mengapa aku harus menyimpan dendam untuk suamiku" ucap Mika dalam hati ketika melihat Devon sedang tertawa bersama anaknya.


Bersambung...


Maaf ya para pembaca setiaku semua, author lanjut di episode berikutnya ya😁😁🙏🙏


Terima kasih telah mengikuti karya author, mohon maaf bila masih banyak salah typo🙏🙏

__ADS_1


Tolong tinggalkan jejak Like, vote, hadiah dan komen dibawah ini 🙏🙏😍😍


__ADS_2