
Bab 112
Devon memasang wajah di tekuk dua belas terhadap 4 orang team pengacara dan notarisnya. Devon kesal sekali atas sikap pengacaranya.
Mereka yang menyadari kalau Devon marah, maka mereka dengan kerendahan hati memilih meminta maaf atas keterlambatan mereka.
"Pak Devon dan bu Mika, mohon maaf atas keterlambatan kami, saat di jalan tadi kami mendapatkan insident kecil ban mobil kami kempes" ucap salah satu yang merupakan pimpinan lawyer keluarga Bagaskara.
"Ya pak tak apa" ucap Mika.
"Terima kasih bu Mika atas pengertiannya" jawab mereka.
Mika berusaha untuk menerima alasan yang dikemukan team lawyer nya, namun berbeda dengan Devon yang tetap diam tanpa merespon apa pun.
"Mana surat yang saya minta" ucap Devon dengan datar.
Pihak notaris memberikan Devon beberapa lembar surat pembatalan kontrak kerjasama antara pihak pertama yaitu Devon dan Mika kepada pihak kedua yaitu Kevin.
Setelah surat pembatalan usai, Devon tidak membahas yang lainnya. Awalnya Devon meminta team lawyer keluarganya untuk membantu menangani kasus dirinya, tetapi karna rasa kesalnya Devon urungkan dan memilih diam.
"Baiklah saya rasa telah cukup" ucap Devon.
"Tapi pak bukankah pak Devon menginginkan kami datang karna ada yang di bicarakan dengan kami?" ucap pimpinan lawyer keluarga Devon.
" Nanti saja, saya sudah tidak mood, tolong lain kali kalian hargai waktu dan beri kami kabar bila ada kendala sehingga tidak terbuang percuma waktu saya dan istri" ucap Devon yang cukup menohok.
Pimpinan lawyer keluarga Bagaskara tau akan kekecewaan klien nya. Dirinya kembali meminta maaf atas nama pribadi dan teamnya.
Setelah itu mereka pamit tanpa memaksa apa pun lagi kepada Devon. Mereka berharap Devon dan keluarganya tetap memakai jasa mereka untuk pengacara keluarga Bagaskara.
Setelah team pengacara pergi meninggalkan kediaman Bagaskara. Devon dan Mika pun pergi menujuh RS.Diamond. Rencananya hari ini Devon akan melakukan pelepasan pen pada tulang kakinya.
Sesampainya di RS.Diamond Mika dan Devon di kejutkan kehadiran Kevin alias Aldo yang duduk di ruang tunggu.
Aldo yang melihat kedatangan Mika segera menyambutnya dengan wajah riang, tetapi adanya Devon di sebelah Mika membuat Aldo kesal.
Mika dan Devon berusaha menahan marahnya, dirinya berusaha tenang. Mika bersikap seolah tidak ada apa pun di antara dirinya dengan Aldo.
"Selamat pagi pak Kevin, kebetulan sekali ada yang akan saya sampaikan dengan anda" ucap Devon.
__ADS_1
"Mari kita bicarakan di ruang meeting" ucap Mika.
Mereka bertiga kini sudah berada di ruang meeting dan Mika juga sudah mengirimkan pesan terhadap team lawyer dan notaris keluarga Devon yang membuat surat pemutusan kerjasama untuk menjelaskan kepada Aldo.
"Ada perlu apa DR. Mika dan pak Devon?" tanya Aldo.
Aldo merasa sepasang suami istri di hadapannya menyembunyikan sesuatu hal darinya. Namun Aldo berusaha tenang dan memanfaatkan situasi dengan metatap wajah cantik Mika yang duduk tepat di hadapannya.
Sekitar 20 menit terdengar suara ketukan pada ruang meeting.
Tok...tok...tok...terdengar pintu di ketok.
"Ya masuk" ucap Mika.
Mika mempersilakan seseorang yang mengetuk pintu ruangannya untuk masuk.
Krek...pintu ruang Mika terbuka," DR. Mika ada tamu" ucap sekertarisnya.
"Ya suruh masuk" jawab Mika.
Masukalah 4 orang team pengacara keluarga Bagaskara yang menangani kasus kerjasama antara Mika dan Devon dengan Aldo.
Setelah semua berkumpul, baik dari pihak pengacara yang sudah mengeluarkan berkasnya, maka pihak notaris sebagai pihak ketiga yang membuat ke absahan dalam legalitas perjanjian kerjasama ini akhirnya mempersilakan Devon untuk mengawali peembicaraan.
"Selamat pagi semua, saya Devon Dirgantara selaku Direktur operational dan ini istri saya Mika Putri Dirgantara, selaku Direktur utama di RS.Diamond menyatakan pada hari ini hubungan kerjasama dengan saudara Kevin sebagai investor tunggal di RS. Diamond kami batalkan" penjelasan Devon.
Devon mengucapkan dengan nada penuh ketegasan dan percaya diri.
"Maksud anda apa pak Devon?" tanya Aldo.
Aldo mempertanyakan sikap Devon yang memutus sepihak kerjasama mereka.
Devon tidak menjawabnya melainkan mempersilakan notarisnya berbicara.
Lalu team notarisnya menjelaskan untuk kontrak kerja yang di sepakati lalu, namun karena adanya pelanggaran yang di buat oleh salah satu pihak yaitu pihak kedua, maka pihak ke satu yaitu pihak Devon dan Mika dapat membatalkan kontrak kerja dan pihak notaris memberikan salinan pembatalan kerjasam itu kepada Aldo.
Setelah pihak notaris berbicara, pihak pengacara Devon mempersilakan tamu di luar pintu ruang meeting masuk, saat pintu terbuka tanpa ketukan dari orang di luarnya semua orang yang hadir heran dengan kehadiran 3 orang polisi.
Tiga orang berseragam polisi datang untuk penangkapan Aldo.
__ADS_1
"Selamat siang semua, kami pihak kepolisian dari kepolisian wilayah polres Bandung datang untuk menjemput saudara Kevin atas pelaporan saudara Devon Dirgantara, berikut surat perintah kami" ucap salah seorang polisi.
Pihak polisi menyerahkan surat penangkapan dirinya kepada Aldo sendiri. Aldo yang tidak terima berontak di ikuti teriakan nada memaki - maki dan ancaman terhadap Devon dan petugas yang akan menangkapnya. Namun pihak kepolisian tidak mengindahkan semua ancaman yang di ucapkan Aldo.
Aldo segera menelepon pihak pengacaranya, pihak kepolisian memberikan waktu sesaat tetapi Aldo tetap di gelanggang ke kantor polisi polres Bandung untuk pemeriksaan selanjutnya.
Setelah Aldo pergi bersama pihak kepolisian Devon mengucapkan terima kasih terhadap notaris dan pengacara keluarganya.
Devon yang penasaran mengapa pihak pengacaranya bisa mengetahui permasalahan yang terjadi padahal Devon dan Mika tidak berbicara pada mereka.
"Pak mengapa anda mengetahui kasus yang saya laporkan kepada Aldo?" tanya Devon.
"Pak Devon mohon maaf atas kejadian permasalahnan tadi pagi yang tidak mengenakan, kami memang saat itu kurang profesional dalam menjaga kepercayaan klien kami, untuk itu kami menanyakan kembali permasalahn yang terjadj kepada ayah anda yaitu pak Dimas Dirgantara dan beliau menjelaskan permasalahan yang terjadi. Oleh sebab itu kami dapat memberikan alasan yang tepat dan sesuai dalam pemutusan kontrak kerjasama ini dan moment yang tepat kami mengundang pihak kepolisian sebelum tersangka kabur untuk bersembunyi" penjelasan pimpinan lawyer keluarga Dirgantara.
Devon yang mendengarakan penjelasan itu begitu senang, namun Devon menyampaikan permohonan maaf juga bila kasus kali ini sudah di tangani oleh team pengacara istrinya yaitu dari team lawyer Mika.
Team pengacara keluarga Dirgantara mempersilakan dan tidak mempersalahkan terhadap hal itu.
Akhirnya mereka saling bersalaman usai penjelasan dari kedua belah pihak.
Setelah kepergian pihak lawyer tinggallah Devon dan Mika dalam ruangan meeting itu.
"Alhamdulillah ya mas semua dapat di ketahui sejak awal sebelum semuanya berantakan" ucap Mika.
"Iya sayang" jawab Devon.
Mereka berdua hanya tinggal memikirkan tahap selanjutnya dari buntut pelaporan mereka terhadap Aldo dan kekasihnya Aldo.
Bersambung...
Maaf ya para pembaca setiaku semua, author lanjut di episode berikutnya yaππππ
Ingin tau kelanjutan yang terjadi dengan Mika dan cerita lainnya, ikut selalu ya Lihatlah Aku.πππ
Terima kasih telah mengikuti karya author, Mohon maaf bila masih banyak salah typoππππ
Ditunggu kritik dan saran kalian semua, yang dapat membangun karya author agar lebih semangat up nyaππππ
Tolong tinggalkan jejak Like, vote, hadiah dan komen dibawah iniππππ
__ADS_1