
Bab 145
Mika melanjutkan kehidupannya tanpa Devon disisinya. Adanya anak - anak, ibu dan adik - adik panti serta kerabatnya yang lain membuat Mika cukup berwarna dalam hidupnya.
Masa kelam yang pernah dia lalui pada masa lalu membuat Mika berlajar untuk mengikhlaskan apa pun yang di miliki bisa suatu saat nanti akan pergi. Tidak ada lagi kesedihan dalam hati Mika walaupun rasa sakit hati itu masih terlihat dan Mika berharap waktu dapat menyembuhkan luka batinnya.
3 tahun kemudian, Kini seluruh anak - anak Mika sudah SD sehingga Mika tidak lagi memperkerjakan babysister untuk menjaga mereka semua. Kaka Al sudah kelas 3 SD sedangkan si kembar Devin dan Devina sudah kelas 1 SD, antusias mereka ketika menceritakan pengalaman di sekolah menjadi moment yang sangat di tunggu Mika.
Perpisahan Mika pun sudah berlangsung 3 tahun, sejauh ini Mika tidak pernah lagi mengentahui kabar Devon bahkan dirinya pun melarang Mr. X dan anak buah yang lain untuk tidak menguntit Devon.
Perpisahan 3 tahun yang lalu membuat Mika menutup rapat - rapat hatinya bahkan untuk bermimpi bertemu pun Mika tidak menginginkan lagi, baginya Devon masa lalu yang harus di lupakan selamanya bila Mika tidak ingin terluka kembali.
Sejauh ini kedua orang tua Devon dan kaka perempuannya sangat sering mendatangi rumah Mika untuk bersilaturahmi, perpisahan Mika dan Devon tidak merubah hubungan dekat mereka berubah. Mika bagi keluarga Devon tetaplah anak perempuannya walaupun bukan menantunya lagi.
Hari - hari Mika mengurus RS. Diamond yang semakin besar selain itu Mika selalu meluangkan waktunya untuk bermain dan belajar dengan anaknya agar figur orang tua yang diperankan oleh Mika tidak hilang dari memori anak - anak Mika.
Mika kini sudah berhijrah dengan memakai hijab dalam sesehariannya. Mika pun sudah semakain religius dalam kehidupannya. Mika sedikit demi sedikit memperbaiki perbuatan buruknya bahkan Mika pun mengajarkan kepada anak - anak nya agar mengenal Tuhan lebih baik lagi dengan menjalankan perintahNya. Kesalahan Mika dan Devon di masa lalu yang jauh dari Tuhan menjadi pelajaran berharganya.
Sedangkan di Kota P terdapat Devon yang dulunya permuda tampan dengan penampilan yang dipakai selalu barang - barang branded kini berbanding terbalik.
Pernikahan siri Devon dengan Shila 2 tahun yang lalu membuat hidup Devon semakin hancur. Shila tidak membiarkan Devon untuk melakukan aktifitasnya bahkan Devon yang ingin kembali ke Bandung untuk praktekpun di larang Shila.
Setiap hari hanya keributan dan *** saja yang Shila tuntut dari Devon. Nafsu *** nya yang berlebih kepada Devon membuat Devon lelah dalam memenuhi keinginan Shila. Fantasi *** nya yang begitu liar membuat Devon jijik kepada Shila.
__ADS_1
Dalam berumah tangga 1 bulan Devon merasa muak dengan sikap Shila yang selalu mengekangnya. Bahkan Devon merasa menyesal luar biasa yang melangkah lebih jauh dan dirinya yang belum mengetahui akan perceraian dengan Mika membuat Devon berencana akan kembali kepada Mika.
Keinginan Devon yang akan kembali lagi kepaa Mika membuat Shila murkah bahkan Shila tidak segan - segan akan menghabisi nyawa Mika dan ketiga anaknya. Ancaman Shila membuat Devon penuh berhati - hati dalam melakukan tindakan selanjutnya.
Devon pergi meninggalkan Shila secara diam - diam. Sebelum pergi Devon meninggalkan surat cerai yang sudah di bubuhi materai dan tanda tangannya. Devon sudah menceraikan Shila bahkan malam sebelum Devon pergipun Devon sudah mengucapkan secara verbal dengan disaksikan seorang ustad yang sengaja di undang Devon.
Kini Devon merantau ke kota P dengan bekal uang tabungan yang masih ada di ATM nya. Hidup bersama Shila dalam 1 bulan membuat dirinya terbelenggu ratusan tahun dalm sangkar yang dibuat Shila.
Dalam seharian Devon hanya diajak untuk memuaskan nafsunya saja bahkan dalam sehari Shila meminta berkali - kali. Devon yang terlalu jenuh dengan pemaksaan Shila membuatnya muak dan memutuskan pergi.
Kehidupannya baru sudah berlangsung 2 tahun sudah, Devon sekarang hanyalah seorang buruh tani di perkebunan kelapa sawit milik saudagar kaya di kota P.
Devon yang ingin kembali ke Bandung merasa ragu, kepergiannya 3 tahun yang lalu pastinya sangat menyakitkan hati Mika dan anak - anaknya. Bahkan Devon tidak ada keberanian untuk menghubungi kedua orang tua dan kaka kandungnya.
Devon takut Shila akan mencari keberadaannya. Bagi Devon kelakuan abnormal Shila pastinya tidak ada yang tidak mungkin bagi Shila yang ambisius. Beberapa kali Devon pernah hampir berjumpa dengan Shila sebelum dirinya pergi ke kota P.
Di kota P ini Devon memulai lembaran baru dalam hidupnya. Devon pun bersyukur di kota P ini dia bertemu dengan seorang ustad yang selalu membimbingnya dalam hal banyak hal ilmu agama tidak bedanya saat dulu mondok di tempat aba, kini Devon pun mendapatkan banyak tausiah dan bimbingan dalam perbaikan diri.
Devon berusaha mengikhlaskan semua yang terjadi. Jika dirinya sudah menjadi yang lebih baik maka dirinya akan menyelesaikan seluruh kemelut rumah tangganya. Dirinya akan menjelaskan dengan sejujur nya kepada Mika dan anaknya.
Devon sudah menyiapkan diri jika suatu hari nanti akan ada penolakan dari istri dan anaknya. Baginya kesalahan yang di lakukan pada masa lalunya memang tidak pernah bisa di maafkan. Bahkan Devon sendiri muak dengan perbuatan masa lalunya.
Hari ini usai bekerja di ladang sore harinya Devon memgikuti kajian tausiah ustad yang membimbingnya selama ini.
__ADS_1
Saat Devon menceritakan ke rinduannya kepada keluarga dan kedua orang tuanya serta kakanya airmatanya terus mengalir mengambarkan ketidak berdayaan dirinya dalam menemui mereka semua.
"Nak Dev ada baiknya sekarang datangi kedua orang tuamu bagaimanapun juga buruknya seorang anak pasti selalu mendapat pintu maaf dari orang tua kita" ucap sang Ustad.
"Tapi aku malu ustad" jawab Devon.
Lalu ustad itu memberi pengertian kepada Devon akan namanya ke ikhlasan. Lakukan sesuatu itu karena Allah SWT dan untuk hasil pasrahkan itulah yang di sampaikan sang ustad hingga membangkitkan semangat Devon.
Pagi harinya Devon yang sudah rapi dan membawa seluruh pakainannya berniat untuk mendatangkan rumah kedua orang tuanya terlebih dahulu sebelum menemui istri dan anak - anaknya.
Devon menggunakan transportasi bis untuk sampai ke Bandung. Devon yang membawa uang tidak banyak hasil menjadi buruh tani kelapa sawit.
Pagi ini waktu seakan lama sekali berputar bahkan langit terlihat mendung dengan hujan rintik seakan menggambarkan kesedihan di hati Devon.
Perjalan Devon baru setengah perjalanan. Kini Devon masih berada di atas kapal ferry yang membawa Devon kembali ke tanah jawa dari tanah sumatera.
"Oh Tuhan mudahkan perjalananku ini" doa Devon dalam hatinya.
Bersambung...
Ingin mengetahui kelanjutannya, ikut terus ya para pembaca setiaku, Terima kasih 🙏🙏😍😍
Tolong tinggalkan jejak Like, vote dan hadiah kalian pada karyaku, agar author lebih semangat up nya, 🙏🙏🙏😍😍😍
__ADS_1