
Bab 143
Sebulan berlalu sudah, kini rumah Mika bukan lagi rumah biasa pada umumnya, tetapi rumah sekaligus tempat menampung anak - anak panti.
Mika merasa senang dengan kehidupannya ini semua di jalani dengan senang. Mika menganggap adik - adik panti sebagai adiknya sendiri.
Rumah yang menjadi rumah singgah mereka tetapi tidak ada lagi plang yang menandakan rumah Mika adalah panti asuhan semua layaknya keluarga besar saja yang tinggal dalam srbuah rumah bahkan untuk seluruh keperluan mereka dan gaji 6 orang pengurus panti menjadi tanggung jawab Mika dan Devon seluruhnya.
Mika yang mulai menata kembali keluarga walaupun ada rasa ketakutan dalam hidupnya kalau suatu saat suaminya akan pergi dari hidupnya. Mika memendam sendiri rasa khawatir dan ketakutannya tidak ada seorang pun yang mengetahui akan hal ini.
Keputusan MA tentang menerima banding dari Shila membuat Shila hanya menjadi tahanan kota selama 1 tahun yang mengharuskannya wajib lapor tanpa harus berada di penjara untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.
Semua seakan normal seperti biasanya dalam melakukan aktifitasnya. Ny. Rose kini memiliki kesibukan baru dalam mengurus anak - anak panti yang sudah dianggap sebagai anaknya sendiri.
Figur Ny. Rose sebagai pengganti bu Leni yang memberikan kasih sayang tulus untuk mereka.
Kaka Al pun sudah mulai sekolah paud. Aktifitas yang baru membuat Kaka Al happy. Walaupun kaka Al hanya seminggu tiga kali sekolahnya tetapi dirinya sangat antusias dalam semangat sekolahnya.
Pagi ini setelah mereka sarapan mulai melanjutkan aktifitas mereka. Mika dan Devon beserta adik - adiknya yang sekolahnya searah ke RS. Diamond ikut berangkat bersama sedangkan yang berlainan arah di antar oleh supir dan adik - adik yang bersekolah siang membantu merapikan rumah.
Mika memamg tidak memperkerjakan ART hanya babysister saja untuk menjaga anak - anaknya.
Pagi itu semua berjalan sesuai dengan semestinya Devon pun melakukan praktek hari itu dan Mika memimpin rapat bulanan RS. Diamond.
Siang harinya Mika dan Devon isi dengan makan siang bersama di luar RS Diamond.
Saat makan siang berlangsung Mika mendapatkan telepon dari panitia seminar yang mengundang Mika sebagai speaker 1bulan yang lalu untuk konfirmasi kedatangannya.
"Astagfirullah aku lupa" ucap Mika setelah selesai menerima telepon.
"Ada apa sayang?" ucap Devon.
Mika mulai menjelaskan permasalahan yang terjadi. Mika meminta solusi dari suaminya mengenai permasalahan yang terjadi. Diluar dugaan Devon pun menerima usul Mika untuk menggantikan dirinya sebagi speaker di acara symposium tersebut.
__ADS_1
Mika sudah konfirmasi kalau dirinya tidak bisa hadir dan akan di gantikan oleh suaminya. Pihak panitia pun setujuh bila Devon yang akan menggantikan Mika sebagai speaker dalam acara symposium di Bali.
Devon kini sibuk menyiapkan makalah yang akan di persentasikan saat menjadi speaker. Keberangkatan Devon besok pagi membuat Mika sibuk dalam mempersiapkan pakaian suaminya selama 3 hari di sana.
Pagi harinya Devon sudah siap berangkat dengan diantar oleh Mika ke Bandara. Devon yang tidak mau menggunakan jet pribadi milik Mika dan lebih memilih naik pesawat komersil sempat membuat Mika kesal tetapi dirnya menghargai keinginan suaminya.
Mika dan Ny. Rose serta istri Mr.X mengantar Devon hingga Bandara. Setelah itu mereka mengantarkan Mika ke RS. Diamond sebelum mereka pulang kerumah.
Sedangkan Devon yang sudah berada di atas pesawat sedang menikmati. Penwrbangannya. Dalam waktu 1 jam Devon telah sampai Bandar Udara Internasional Ngurah Rai dan di sana Devon sudah mendapat jemputan oleh pihak panitia.
Sesampainya Devon di Hotel dirinya langsung cek in untuk istirahat di kama sebelum mengisi acara seminar malam nanti.
Tepat jam 7 malam Devon sudah rapi dan siap dengan makalahnya yang akan di persentasikan di acara symposium tersebut.
Devon dengan gagah berdiri si depan podium dalam mempersentasikan makalahnya yang bertemakan sesuai dengan latar belakang nya sebagai dokter penyakit dalam.
Acara sympo itu sangat menarik dan cukup menjawab keraguan para dokter dalam permasalahan yang di hadapinya sehari - hari.
Setelah 2 jam acara yang di isi Devon pun usai. Kini Devon kembali ke hotelnya dengan diantar pihak panitia.
Devon yang terburu - buru tanpa disadari Devon menabrak bahu seorang wanita dari arah berlawanannya.
Devon awalnya kaget dengan kejadian itu tetapi Devon lebih syok lagi setelah melihat wanita itu adalah Shila atau Lala.
Devon yang awalnya pura - pura tidak melihat dan segera berlari menjauh dari Shila.
Shila yang menyadari kalau pria itu Devon langsung mengejarnya namun langkah Devon yang lebar tidak dapat di kejarnya.
"Sial buruan gw lolos" ucap Shila.
Shila dengan perasaan kesal mendatangi reseptionis untuk menanyakan keberadaan no kamar Devon.
Shila mendapatkan dengan mudah dengan bantuan uang tios darinya.
__ADS_1
Didalam kamar Shila mulai merancang stategi dalam menaklukan Devon dalam menguasai Devon.
Shila yang di kuasai kebusukan di jatinya akhirnya tanpa pikir panjang menghalalkan segala cara dalam menaklukan Devon.
Shila pergi ke dukun hebat disana berdasarkan rekomendasi anak buahnya.
Shila mendatangi dukun terkenal disana untuk menaklukan Devin dalam genggamnya.
Setelah sang dukun memberikan susuk pemikat, Shila mendatangi hotel tempat dirinya menginap yang ternyata sehotel dengan tempat Devon menginap.
Informasi yang lengkap dari reseptionis yang di bayar Shila membuat dirinya dengan percaya diri dalam melancarkan aksinya.
Shila yang berencana akan mulai menggoda Devon saat breakfast besok pagi.
Pagi hari hari yang di tunggu Shila tiba. Devon sang targetnya sudah berjalan mencari kursi kosong yang akan di dudukinya saat breakfast.
Saat Devon duduk seorang dirk di manfaatkan Shila untuk menggoda dan mencoba kesaktian susuk yang di pasangnya.
"Halo, boleh aku dududk disini sayang" ucap Shila dengan senyum termanisnya.
Shila yang kala itu menggunakan pakaian dress yang minim dengan belahahan dada rendah sehingga dua gunung indahnya hampir terlihat setengah.
Devon masih tetap cuek tanpa menjawab ucapan Shila. Devon terus melanjutkan makannya tanpa mengubris keberadaan Shila.
Lenggak lenggok tubuh Shila dan suara yang di buat mendesah seakan menghipbotis Devon untuk memperhatikan Shila. Setelah itu Devon merasa ada yang lain dalan dirinya.
Usai selesai breakfast Devon meninggalkan restauran. Selama perjalanan dari hotel hingga ke venue ternyata Devon teringat wajah cantik dan tubuh indah Shila. Bahkan pikiran Devon sudah di penuhi oleh Shila seorang. Devon yang dikuasai pelet Shila semakain menjadi - jadi rasa rindu akan sosok Shila menjadi - jadi di dalam pikiran Devon.
Bersambung...
πΈπΈπΈLanjut ikuti ceritanya yaa..πΈπΈπΈ
Tinggalkan jejak Like nya kak, biar Author lebih semangat lagi up nyaππππ
__ADS_1