Lihatlah Aku

Lihatlah Aku
Lihatlah Aku, season 2


__ADS_3

Bab 60


Mika mendapat pertolongan pertama di poliklinik pengadilan agama Bandung. Dokter umum di poliklinik tersebut sedang memeriksanya. Kesadaran Mika pun sudah pulih 5 menit setelah mendapat pertolongan medis. Hanya saja tekanan darah Mika sangat rendah sehingga kondisi tubuh Mika terlihat lemas sekali.


"Bu lebih baik berbaring saja, sampai cairan infus itu habis, soalnya tubuh ibu lemas sekali" ucap dokter.


"Tetapi saya harus melanjutkan sidang" jawab Mika.


"Tenanglah Bu, kondisi kesehatan ibu lebih penting dari segalanya" ucap dokter.


Mika menangis mendengar perhatian dari dokter umum yang mungkin usianya tidak jauh berbeda dari usia Mika.


Dokter itu mendekati Mika dan memberikan kotak yang berisi tisu.


"Terima Kasih dok" ucap Mika.


"Ya" jawab dokter.


Dokter melihat cairan infus Mika telah habis segera melepas jarum infus dari tangan Mika.


Dokter tersebut merasa curiga kalau Mika dalam kondisi hamil. Dokter itu pun menanyakan langsung kepada Mika.


"Apakah bu Mika sedang hamil?" tanya dokter poliklinik.


"Tidak" jawab Mika.


"Ada baiknya bu Mika cek dengan tespack ini" ucap dokter sambil menyerahkan alat tes kehamilan.


Deg.... Mika takut jika dirinya hamil anak Devon. Bagaimana nasib dengan anak ini.


Mika lurus menujuh toilet di poliklinik. Di dalam kamar mandi Mika mulai mencelupkan alat tes itu ke dalam urinnya. Mika menunggu 3 menitan ternyata hasil di tespack menunjukan garis dua. Tubuh Mika menjadi lemas, ketakutannya akan kehamilannya benar terjadi.


"Oh Tuhan apa yang harus aku lakulan" ucap Mika dalam hatinya dengan perasaan tertertekan.


Mika berusa tegar walaupun terlihat penuh kesedihan dimatanya.


Dokter yang Memeriksa Mika menyarankan agar Mika mendatangi dokter kandungan untuk memastikan kehamilannya.


Mika hanya menganggukan kepalanya tanda menyetujui perkataan dokter poliklinik.


Mika pamit untuk pulang setelah kedatangan tim pengacaranya ke poliklinik dan menyampaikan kalau sidang perceraian mereka di tunda 2 minggu lagi.


Sepanjang perjalanan menujuh hotel Mika hanya melamun, bingung harus berbuat apa, sedangkan ada janin dalam rahimnya yang terus berkembang.


Sesampainya di hotel Mika memilih beristirahat, rencananya nanti sore dirinya akan kontrol ke dokter kandungan yang ada di RS. Diamond.

__ADS_1


Baby Al hari ini begitu tenang, batita lucu dan menggemaskan itu seakan mengetahui bila mama nya sedang butuh istirahat.


Sore hari nya Mika pergi ke RS. Diamond untuk kontrol kandungannya.


"Met sore dr. Ira" ucap Mika saat masuk ke ruangan praktek.


"Eh Dr. Mika, sore juga Dok... ayo masuk, ada yang bisa saya bantu Dok? " ucap dr. Ira.


Mika hanya tersenyum, setelah itu Mika menjelaskan kedatangannya kepada rekan sejawatnya.


Mika di minta untuk tidur di bed pasien dan dr. Ira melakukan USG transvaginal kepada Mika.


"Wah...selamat ya Dok, ada 2 kantung di rahim dokter" ucap dr. Ira.


"Maksudnya anakku kembar? " tanya Mika.


"Tepat sekali Dok" jawab dr. Ira.


Setelah melakukan USG, Mika kembali duduk di kursi yang berhadapan dengan dr. Ira. Mika mendapat penjelasan bahwa kehamilannya mememasuki 2 minggu, kondisi yang masih rawat untuk keguguran. Mika di minta untuk perbanyak istirahat, tidak terlalu banyak beban pikiran dan mengkomsusi makanan yang bergizi serta meminum vitamin untuk kesehatan janin Mika.


Walaupun Mika seorang dokter tetapi dr. Ira secara profesional menjelasakan layaknya kepada pasien - pasien nya yang lain. Setelah itu Mika diberikan resep untuk vitamin kandungannya.


"Terima kasih dok" ucap Mika.


"Sama - sama Dr. Mika, sehat - sehat selalu ya" jawab dr. Ira.


Mika yang galau berniat untuk mendatangi RS.X untuk mengunjungi Devon,walaupun dirinya masih takut bila bertemu Devon, tetapi Mika melakukan demi anaknya. Dirinya akan memberitahukan kehamilan dirinya.


Setibanya di RS. X Mika langsung menujuh ke poli tempat Devon praktek, ternyata hari ini Devon cuti.


Mika melanjutkan ke ruang praktek papa mertuanya yang Mika anggap masih bersikap netral di banding mama mertuanya.


"Prof ada sus" tanya Mika kepada perawat yang berada di poli tempat papa mertuanya praktek.


"Ada Dok, silakan" jawab Perawat.


Tok... tok.... tok... Mika mengetuk pintu mertuanya sebelum masuk.


"Ya" ucap Prof dari dalam ruangan.


Krek.... Mika membuka pintu.


"Selamat sore pa" ucap Mika.


Papa Devon tidak menjawab, hanya menatap Mika penuh tanya.

__ADS_1


"Boleh Mika duduk pa?" ucap Mika.


Hanya anggukkan yang di berikan papa mertua Mika.


Mika duduk di hadapan papa mertuanya. Mika menceritan semua, mulai dari ketahuannya perselingkuhan Devon hingga berita kehamilannya. Mika mencerita disertai bukti visum, foto dirinya setelah di cekek, serta USG kehamilannya. Selain itu Mika menyebutkan saksi - saksi dalam semua kejadian. Mika tidak mau di anggap pendusta atau wanita licik.


Papa mertua Mika hanya mendengarkan semua cerita Mika tanpa memberi tanggapan apa pun.


"Pa, aku tidak meminta belas kasihan Mas Devon untuk membatalkan perceraian ini, tetapi biarkan anak ini lahir dulu" ucap Mika sambil menangis.


"Tenanglah, jaga cucuku dalam kandunganmu" jawab papa Devon.


Setelah mika selesai menceritakan semuanya, Mika pamit pulang.


"Mika anakku, dimana kamu tinggal?" tanya papa.


"Pa aku tinggal di hotel A , tapi ku mohon pa jangan beritahu mas Devon, Mika takut kalau mas Devon akan berbuat nekat kembali kepada Mika" ucap Mika.


Papa mertua Mika hanya menganggukan kepala tanda paham akan ketakutan Mika akan kehadiran Devon.


Setelah Mika pergi, Papa Devon menelepon orang kepercayaannya yang selalu membantunya selama ini. Papa Devon meminta untuk mengecek semua CCVT di apartemen Devon untuk membuktikan kebenaran yang dikatakan Mika.


Prof. Dimas tidak ingin hanya sebuah cerita saja, bukti dan saksi akan menjadi keseluruhan bahan pertimbangannya.


Berselang 3 jam kemudian, Prof. Dimas mendapatkan telepon dari orang kepercayaannya. Orang itu mengirimkan Video ke Prof. Dimas.


"Ini video yang anda minta" ucap orang kepercayaan Prof. Dimas.


Orang tersebut juga memberitahu Prof bahwa hari dan tanggal yang di sebutkan tersebut benar bahwa Mika datang ke unit apartemen Devon. Kamera CCTV pada lobby dan lorong lantai 5 membenarkan kalau Mika datang dengan Didin supirnya. Setelah itu terlihat Devon keluar dari pintu dan terjadi percekcokan antara Devon dan Mika.


Di rekamana CCTV juga terlihat kalau Devon terlihat menarik tangan Mika dan Didin tetap di luar pintu. 10 menit kemudian video yang terlihat Mika berlari keluar dari pintu sambil memegang lehernya dan berteriak minta tolong. Selanjutnya video memperlihatkan Mika dan Didin berlari ke Lift dan kamera CCTV di lobby melihat Mika berbincang dengan security setelah keluar dari lift. Lalu Mika duduk di ruang tunggu apartemen.


Tak lama terlihat dari pintu lift keluar 2 security memapah Devon.Terlihat jelas video semua kejadian ke kejadian lainnya.


Selain itu orang kepercayaan Prof. Dimas juga mengirimkan bukti video saat mengintrogasi saksi lainnya, seperti Didin sang supir Mika, 2 orang security dan 2 resepsionis di gedung apartemen milik Mika.


Papa Devon terkejut dengan semua bukti video yang dikirimkan kepadanya.


"Ya Tuhan, mengapa anakku seperti itu, sadarkanlah dirinya" ucap Papa yang penuh kecewa kepada puteranya.


Bersambung...


Maaf ya para pembaca setiaku semua, author lanjut di episode berikutnya yaπŸ˜πŸ˜πŸ™πŸ™


Ikuti selalu kelanjutan cerita Lihatlah Aku, mohon maaf bila masih banyak salah typoπŸ™πŸ™

__ADS_1


Ditunggu kritik dan saran kalian semua, yang dapat membangun karya author agar lebih semangat up nyaπŸ™πŸ™πŸ˜πŸ˜


Tolong tinggalkan jejak Like, vote, hadiah dan komen dibawah iniπŸ™πŸ™πŸ˜πŸ˜


__ADS_2