
Bab 151
Mika membaca CV milik Andy dengan teliti, dirinya tidak ingin terjadi lagi salah memilih kembali dokter selanjutnya.
Hampir semua dokter yang di terima Mika hanya bertahan 3 - 6 bulan setelah itu mereka resign dengan alasan pasien yang terlalu banyak sehingga beralasan jarak antara rumah mereka sangat jauh untuk sampai RS. Diamond.
Mika membaca riwayat pengalaman Andy, ternyata Andy adalah seorang Profersor yang sempat mengajar di FK Universitas Heidelberg, Jerman tempat Mika menyelesaikan program S2 dan S3 nya di sana. Andy juga merupakan senior dirinya dan juga Prof. Emin yang merupakan senior Mika.
Mika yang melihat sederet preatasi dan pengalamanan Andy merasa sungguh tidak enak hati bila Andy harus praktek di poli biasa dan RS. Diamond yang tergolong sangat tidak ada apa - apanya di banding dengan RS besar di Jerman.
"Saya sudah membaca CV anda, ternyata anda senior saya Prof, salam hormat saya" ucap Mika dengan senyuman manisnya.
"Terima kasih Dok, salam hormat dari saya juga" jawab Andy sambil tersenyum manis.
Obrolan mereka menjadi nostalgia mengenai kampus mereka di Jerman. Rasa kangen Mika tidak dapat di bendung lagi mengingat masa - masa kuliah di Jerman.
Tidak terasa waktu terus berjalan hingga waktu makan siang. Mika mengajak Andy untuk makan di kantin RS. Diamond tetapi Andy menolak dan mengajak Mika untuk makan diresto sunda favoritenya yang sangat di banggakan sekali oleh Andy.
Mika menyetujui ajakan Andy karena tempat resto tersebut cukup dekat dan hanya butuh 10 menit dari RS. Diamond untuk sampai disana.
Sesampainya di sana Andy sibuk memesan yang sangat best seller di resto tersebut. Banyak menu yang di pesan Andy, bahkan Mika kesulitan untuk menghabiskan semua makanan enak tersebut.
"Makanlah ini Dok, ini makanan terlaris disini" ucap Andy sambil menaruh sepotong bebek cabe ijo ke piring milik Mika.
"Terima kasih Prof.Andy" jawab Mika.
Andy menjawab dengan senyum, setelah itu mereka berdua makan dengan selingan obrolan diantara mereka berdua. Mika begitu menikmati makan siangnya itu.Telah lama Mika makan siang sendiri ketika sedang di RS, setelah 3 tahun barulah ada teman ngobrol saat makan siang.
Ditempat yang sama hanya berbeda beberapa meja dari Mika terlihat seorang yang pernah berarti didalam hidupnya dulu sedang memandangnya dari kejauhan dengan hati yang porak poranda.
Dia adalah Devon mantan suami Mika yang telah berkhianat berkali - kali hingga ke sabaran Mika berakhir dan berakhir pula pernikahan mereka yang telah memiliki 3 orang anak yang sangat membanggakan.
__ADS_1
Devon yang melihat Mika bersama seorang pria hanya tersenyum kecut dengan luka perih di hati. Devon memeng tidak tahan akan sakit di hatinya setelah melihat Mika bersama orang lain namun Devon berkaca akan kesalahannya yang tidak dapat di lupakan.
Devon bahkan berusaha mengikhlaskan semuanya, kebahagian Mika dan anak - anaknya jauh lebih penting di banding keegoisannya. Devon sadar kehancuran rumah tangganya karena kesalahannya.
Devon melihat Mika begitu riang bahkan terlihat beberapa kali tersenyum, Devon yang begitu mengagumi senyuman manis Mika merasa begitu senang melihat Mika dapat tertawa lepas tanpa beban hidup lagi.
Selain belahan hatinya yang di perhatikan Devon juga memperhatikn pria yang duduk di hadapan Mika. Pria itu begitu gagah dan bahkan terlihat sempurna secara fisik.
Devon yang terbakar cemburu dan tidak tahan melihat kemesraan Mika akhirnya memilih pergi dari resto tersebut.
Padahal Mika dan Andy hanya mengobrol layaknya teman. Mika merasa klop saat ngobrol dengan Andy yang orangnya lebih rame dan humoris sehingga suasana menjadi lebih akrab.
Usai makan siang mereka kembali ke RS. Diamond. Setelah mengantar Mika ke RS, Andy pamit karena besok pagi dirinya baru mulai paktek di RS. Diamond.
Mika kembali menjalankan aktifitasnya, mengecek seluruh laporan dari para staff RS. Diamond dan melihat laporan keuangan RS. Diamond yang menjadi konsentrasi Mika karena dirinya harus menyisihkan dari keuntungan RS. Diamond untuk membayar hutang kepada Prof. Emin dan istrinya.
Ditempat yang berbeda Devon telah sampai di kediaman orang tuanya. Hidupnya terasa sunyi dan sepi. Kenangan Mika dan anak - anaknya masih terlintas dalam pikirannya. Devon yang pasra dengan keadaan, membuatnya harus mengikhlaskan karena kebodohannya.
"Kau yakin nak kalau hari ini mulai praktek lagi di RS. X?" tanya sang papa kepada Devon.
"Iya pa, aku yakin, aku harus melanjutkan hidup dan menjadi manusia yang lebih baik sehingga anak - anakku tidak malu lagi punya papa seburuk aku" jawab Devon dengan suara agak merendah.
Papa Devon hanya mengangguk atas keinginan anaknya dan mereka kembali menyantap sarapannya hingga selesai.
Devon berangkat bersama kedua orang tuanya sedangkan kak Intan berangkat agak siang karena jadwal prakteknya siang hari baru akan di mulai. Kini dirinya memanfaatkan waktu untuk bermain dengan putri semata wayangnya.
Sesampainya di RS. X Devon bersama sang papa memasuki ruanganya sambil menunggu orang management RS. X yang akan membuatkan jadwal praktek Devon. Sementara sebelum jadwal turun, Devon membantu di UGD RS. X.
Devon menjalankan semua dengan penuh semangat, kehadiran Devon di UGD membuat para dokter muda dan para perawat single mulai menunjukan pesonanya untuk saling bersaing memenangkan perhatian dari Devon.
Pembawaan Devon yang cool menjadi kaum hawa di sekitarnya begitu gencar untuk menarik perhatian Devon, namun lagi - lagi sikap Devon diam bahkan tak dapat tersentuh sedikitpun. Bicaranya sangat iri sekali selebihnya hanya diam dan sibuk mengisi rekam medis pasien.
__ADS_1
Berita kembalinya Devon praktek ke RS. X telah sampai ke telinga Shila. Informasi yang update selalu Shila dapatkan dari anak buahnya hanya berita Mika seakan tidak dapat tersentuh kembali olehnya. Berita Mika sengaja di tutup oleh Mr. X, dirinya tidak ingin kecolongan lagi oleh ulah jahat Shila.
Sikap Mika yang mengalah dan selalu menghandalkan diri sendiri tanpa mau bantuan dari pengawalnya membuat Mika celaka berkali - kali, oleh sebab itu opa Mika di Belanda memerintahkan seluruh anak buahnya untuk melindungi cucunya.
Opa Mika di Belanda, bahkan untuk masalah ekonomipun Mika tidak mau memakai kekayaan keluarganya yang sudah menjadi hak dirinya sepenuhnya. Sehingga mengharuskan Opa Mika meminta tolong Prof. Emin sebagai pihak ketiga yang seolah - olah memberi hutangan padahal uang yang di anggap hutang adalah uang Mika sendiri.
Shila dengan stategi liciknya sudah siap beraksi untuk menganggu kehidupan Devon lagi. Bagi Shila hilangnya kabar Mika lebih membuatnya bahagia karena dirinya tidak repot - repot lagi untuk mencari cara melenyapkan Mika.
Keesokan harinya Shila sudah siap berangkat ke RS. X dengan baju super ketat dan minimnya yang memperlihatkan belah dada dan paha mulusnya.
Sesampainya di RS. X Shila mendaftar sebagai pasien dengan nama samaran dan KTP palsunya. Shila akan menjebak Devon di dalam ruang prakteknya.
Devon hari ini mulai praktek, untuk mengatisipasi kedatangan Shila yang sudah di prediksi Devon dirinya memasang beberapa CCTV di luar ruang prakteknya.
Devon yang paham akan sikap Shila yang pemaksa selalu mengawasi melalui monitor laptop di mejanya.
Devon menjalankan praktek seperti biasanya dan seperti biasanya juga banyak pasien wanita muda yang berpura - pura sakit hanya karena dapat bertemu dokter ganteng Devon.
Usai menyelesaikan praktek pada pasiennya saat perawat yang akan memanggil pasien selanjutnya terdengar ribut - ribut di luar ruangan.
Devon dengan sigap melihat layar laptopnya ternyata Shila membuat keriburan di luar ruangan. Devon dengan langsung mengunci tempat prakteknya dan keluar dari pintu belakang ruangan prakteknya.
Bersambung...
Maaf ya para pembaca setiaku semua, author lanjut di episode berikutnya yaππππ
Ingin tau kelanjutan yang terjadi dengan Devon dan cerita lainnya, ikut selalu ya Lihatlah Aku.πππ
Terima kasih telah mengikuti karya author, mohon maaf bila masih banyak salah typoππ
Ditunggu kritik dan saran kalian semua, yang dapat membangun karya author agar lebih semangat up nyaππππ
__ADS_1
Tolong tinggalkan jejak Like, vote, hadiah dan komen dibawah iniππππ