
Bab 84
Terlihat dua orang pria dewasa saling menguatkan dan memberi dukungan. Dua orang bapak yang pernah di kecewakan oleh anak mereka masing - masing.
Sungguh Miris di usia senja mereka harus mendapatkan malu akibat kelakuan anak mereka yang lebih mementingkan nafsu di banding pemikirannya.
Abah yang terlihat sedih sekali, dirinya merasa malu akibat perbuatan anaknya. Harga diri adalah segalanya bagi Abah yang berasal dari keluarga yg kurang dalam ekonomi.
Harga dirinya telah tercoreng akibat cerita bohong anak gadisnya. Rasa marah dan kesalnya berusaha di redam dalam hatinya.
Papa Devon akhirnya tidak tega ketika melihat banyak luka baret di sekujur tubuh Mae akibat sabetan sapu lidi yang di hujankan oleh emak kepada tubuh Mae.
"Bu sudahlah, kasihan anaknya, sudah lebih baik di beri nasehat saja" ucap papa Devon.
Mae yang mendengar ada pembelaan dari papa Devon langsung membuat drama baru agar terlepas dari siksa emaknya.
"Pak tolong saya" ucap Mae sambil menangis di depan papa Devon.
Papa Devon yang melihat kondisi Mae yang banyak luka di bagian kaki dan tangannya menjadi iba apalagi terlihat tetesan darah keluar dari kulit tubuh Mae yang tergores.
Emak Mae menghentikan pukulannya setelah mendengar permintaan papa Devon, walaupun dirinya merasa kalau anaknya masih penuh drama.
Setelah di hentikan emak menyeret Mae ke. hadapan keluarganya termasuk di hadapan Devon dan papa Devon. Emak meminta Mae meminta maaf atas fitnah yang di sebarkannya.
Mae yang awalnya menolak tetapi karena desakan emaknya terpaksa di lakukan dari pada terjebak dalam hukuman emaknya.
"Aa Devon dan bapak saya Mae mau minta maaf atas cerita bohong saya" ucap Mae.
Devon dan papanya hanya menganggukan kepalanya tanda sudah memaafkan Mae.
Sedangkan Mae dengan terpaksa meminta maaf dari pada harus berurusan dengan emaknya yang cepat emosi dan tempramental itu.
Mae tidak mau emaknya harus mengeluarkan tanduknya lagi. Baginya cukup berurusan dengan emaknya yang super kejam itu.
Setelah drama Mae selesai, papa Devon yang melihat kondisi Devon sangat parah untuk patah tulang yang di alaminya. Papa Devon dengan berat hati memohon pamit kepada keluarga Mae untuk pulang ke Bandung.
"Bapak, ibu, Ahmad dan Mae kami pamit dulu, sekali lagi terima kasih atas kebaikan kalian semua dalam menolong dan merawat anak saya ini, dan ini ada sekedar untuk membantu keluarga ini" ucap papa Devon sambil memberilan sebuah amplop.
Papa Devon memberikan uang cash 10 juta miliknya yang seharusnya dirinya pergunakan untuk biaya sosialnya di salah satu pukesmas tertinggal. Pertemuannya dengan Ahmad membuat papa Devon batal berkunjung ke pukesmas tertinggal tersebut.
Abah Mae menolak secara halus pemberian papa Devon, terlebih Ahmad menceritakan kepada keluarganya kalau papa Devon sudah memberikan sejumlah uang dan akan menjadi orang tua asuh Ahmad dalam bersekolah nanti. Abah Mae merasa banyak berhutang budi kepada keluarga Devon.
"Terimalah Pak, ini tidak seberapa dari kebaikan bapak yang sudah menyelamatkan anak saya" ucap papa Devon.
"Sama - sama pak, saya juga berterima kasih atas kepedulian bapak kepada putera kami" ucap Abah Mae.
__ADS_1
Dengan berat hati Abah menerimanya, karena memang abah membutuhkan untuk biaya kehidupannya dan sedikit dapat memperbaiki rumah mereka.
setelah itu Devon dengan bantuan supirnya perlahan berjalan menujuh mobil papanya. Sedangkan papa mengikuti mereka dari belakang Devon. Saat Devon hendak masuk mobil emak Mae memanggilnya.
"Aa ganteng jangan lupa kalau sudah sembuh mampir kesini dengan istri dan ketiga anaknya" ucap emak.
Ucapan emak ini pun di iyakan oleh anggota keluarga Mae lain nya.
Devon terseyum dan menganggukan tanda mengiyakan keinginan emak Mae.
Setelah itu lambaian tangan keluarga Mae mengiringi kepergian mobil papa Devon sudah mulai berputar melaju menjauhi rumah Mae.
Perjalanan di Bandung penuh dengan sukacita, papa sengaja tidak memberitahu istri dan anaknya agar kedatangan Devon menjadi suprise bagi mereka.
Dalam perjalanan banyak kata maaf yang terucap dari Devon. Bahkan Devon sambil menitikan air matanya tanda penyesalan dalam hidupnya.
Sikap papa Devon kali ini hanya diam saja. Tidak ada lagi nasehat yang keluar dari mulutnya. Devon terus menceritakan semua pengalamannya di rumah Mae. Papa tetap diam dan hanya menjadi pendengar yang baik saja.
Papa Devon meminta supirnya untuk dianyar ke RS. X, Devon yang mendengar itu langsung protes.
"Pa kita ke RS. Diamond saja, aku kan Dirut disana kenapa harus ke RS milik papa" ucap Devon.
Papa yang mendengar itu semakin geram, tangannya di kepal kan tanda kemarahannya ditahan. Tidak ada ucapan apa pun yang di ucap.
"Din kita tidak jadi ke RS, tetapi antarlah ke ponpes Abah Dahlan di Bandung selatan" ucap papa Devon.
"Siap tuan" jawab Udin.
Devon merasa heran dengan permintaan papanya. Devon yang di liputi rasa kekeraguan dengan terpaksa menanyakan hal itu kepada papa nya.
"Bukannya kita ingin memeriksakan tangan dan kakiku yang patah ke dokter specialist ortopedi?" tanya Devon.
"Bukannya kamu sudah di urut cimande sewaktu di rumah Mae?" tanya papa.
"Iya pa, tetapi aku mau rongen untuk kepastiannya, aku tidak mau cacat" jawab Devon.
Papa menjadi geram dengan kelakuan anaknya lebih baik berdiam untuk mengurangi rasa marahnya.
Devon yang kesal akhirnya lebih memilih diam karena papanya tetap membungkam mulutnya.
Akhirnya perjalanan jauh mereka sampailah di pompes milik Abah Dahlan desa terpencil di lereng gunung Patuha pada malam hari.
"Assalamualaikum" ucap papa Devon.
"Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh" jawab seorang bapak tua.
__ADS_1
Papa yang melihat seorang bapak tua yang keluar langsung mencium tangannya dan di ikuti Devon dan Udin supirnya.
Papa yang sebelumnya pernah menceritakan tentang anaknya kepada Abah Dahlan yang tidak lain adalah adik dari papa Devon, tepatnya mamang dari papa Devon.
"Bukannya ini Devon?" ucap abah Dahlan.
Abah yang kaget melihat kondisi Devon dihadapannya. Sedangkan dua minggu yang lalu dirinya yang memimpin pengajian untuk mendoakan Devon. Kini Devon berada di hadapannya dengan kaki kiri dan tangan kiri yang penuh balutan perban patah tulang.
Papa Devon yang melihat keterkejutan mamang nya, lalu menceritakan pertemuannya dengan Devon dan tujuannya datang ke pompes milik Abah Dahlan.
Setelah berbincang - bincang, abah dan istrinya mengajak papa Devon, Devon dan Udin untuk makan bersama.
Setelah itu Papa Devon, Devon dan Abah Dahlan berbicara hal yang pribadi di ruangan milik Abah yang biasa di gunakan untuk berdzikir.
Disana papa meminta Mamang nya agar dapat mendidik Devon. Kata - kata mendidik yang di ucapkan papa Devon membuat diri Devon berrontak dan berteriak mengeluarkan kemarahannya.
Abah Dahlan yang melihat kemarahan Devon dapat mengerti mengapa papanya bergitu kecewa dengan anaknya.
Abah meminta papa Devon untuk beristirahat kekamarnya yang sudah di siapkan bibi nya.
Papa Devon pun mengikuti perintah mamangnya dan memilih meninggalkan anaknya dari pada emosinya terpancing oleh kelakuan anak laki - lakinya.
Setelah papa Devon pergi, abah Dahlan mulai berbicara dari hati ke hati dengan Devon.
"Cucu aki, banyak beristifarlah untuk mengurangi rasa marahmu" ucap Abah.
Abah pun mulai bercerita anak - anak sholeh kepada orang orang tuanya dan mengajarkan berdzikir untuk ketenangan hati dan dirinya.
Cukup lama Devon di nasehati abah Dahlan. Pembawaan abah yang tenang, penuh kasih sayang membuat Devon mudah memahami pelajaran abah Dahlan.
Abah melihat jam sudah pukul 11 malam, maka abah meminta Devon untuk beristirahat dan tidak lupa meminta Devon untuk selalu istigfar agar menyesali kekeliruannya selama ini yang terjadi.
Devon hanya mengiyakan perintah kakeknya, tanpa ada keberanian untuk menolak perintah kakeknya itu.
Sesampai di kamarnya Devon merebahkan diri di kasur busa empuk yang tergelar di lantai kamar tamu. Devon mulai memejamkan matanya hingga terlelap dalam tidurnya.
Bersambung...
Maaf ya para pembaca setiaku semua, author lanjut di episode berikutnya yaππππ
Terima kasih telah mengikuti karya author, mohon maaf bila masih banyak salah typoππ
Ditunggu kritik dan saran kalian semua, yang dapat membangun karya author agar lebih semangat up nyaππππ
Tolong tinggalkan jejak Like, vote, hadiah dan komen dibawah iniππππ
__ADS_1